
Malam semakin dalam. Langit semakin hitam pekat. Di luar angin begitu kencang. Albi masih terjaga menatap istrinya. Jika saja ia pulang tepat waktu mungkin tidak akan terjadi seperti ini.
Sedetik pun Albi tidak tertidur. Ia selalu berada di samping istrinya.
Ketika pagi mulai menyapa, Keisha belum juga terbangun dari tidurnya.
Albi tidak mengabari keluarganya dan keluarga Keisha.
Jam sembilan pagi Keisha terbangun, badannya terasa sakit semua. Di sampingnya ada Albi yang mulai terlihat kelelahan.
"Maafin aku?" Kata Albi membelai rambut panjang istrinya
"Untuk apa?"
"Aku tidak ada disaat kamu ketakutan"
Keisha lalu tersenyum lirih "Itu tidak penting. Bukankah ada yang lebih penting dari itu?" Tanya Keisha menatap Albi dengan pandangan sayu
"Maksud kamu?"
"Semalam kamu kemana?" Keisha berharap Albi tidak berbohong. Karena ia melihat dengan mata sendiri Suaminya bersama Friska
"Aku di kantor" Keisha tersenyum mendengarkan kebohongan lelaki itu. Sebegitu pentingnya wanita itu sampai Albi harus berbohong
"Ponsel kamu mana?" Albi langsung menyodorkan ponselnya ke tangan Keisha. Beberapa menit kemudian Keisha menghubungi rumah orangtuanya. Ia menyuruh Bi Sur untuk menjaganya selama ia sakit.
Albi kembali bersama keheningannya. Begitu juga Keisha, beberapa kali ia di bohongi oleh lelaki itu.
Sore harinya Bi Sur datang ke rumah sakit bersama Pak Rudi dan Lidya.
Pak Rudi menatap Albi dengan tatapan tajam. Walaupun Pak Rudi terlihat tidak peduli kepada anaknya. Namun, jika ada yang menyakiti anaknya ia tidak segan-segan melukai orang itu.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Lidya mulai bermuka dua
"Tidak usah sok peduli" Balas Keisha jutek
"Saya menyuruh kamu untuk menjaga anak saya. Tetapi kenapa sampai begini?" Tanya Pak Rudi kala Albi berdiri di dekatnya
"Tidak perlu menyalahkan orang lain,semua ini kesalahanan ku tidak ada hubungannya dengan dia"
"Tetapi dia suami kamu, dia harus menjaga kamu sesibuk apapun pekerjaannya"
"Papa datang kesini hanya untuk menyalahkan orang lain lagi? jika begitu tidak usah datang, Aku tidak butuh perhatian Papa dan wanita ini"
"Keisha kamu ini sakit atau tidak, tetap saja keras kepala,udahlah Keisha sekali-kali mengalah dengan papamu dan itu tidak akan membuat kamu kalah" Ucap Lidya
"Lalu urusannya dengan kamu apa? saya tidak butuh nasihat dari mu"
"Aku hanya menyuruh Bi Sur kesini. Bukan Papa dan istri muda Papa" Albi menggenggam tangan Keisha untuk menghentikan keributan di antara mereka, karena kondisi gadis itu belum pulih
__ADS_1
Pak Rudi hanya bisa menghela nafas, Albi menatap Keisha yang mulai terlihat kesal.
Beberapa menit kemudian Pak Rudi dan Lidya berpamitan untuk pulang.
"Papa pulang dulu" ucap Pak Rudi kepada Albi,Albi hanya mengangguk.
Keisha berpura-pura tidur dan membiarkan Papanya mengecup keningnya.
Setelah Pak Rudi pergi hanya tinggal Bi Sur dan Albi. Keisha membuka matanya dan tersenyum manis melihat Bi Sur.
"Non Keisha jangan sakit"
"Iya Bik"
Keisha mengalihkan tatapannya, ia melihat Albi menguap beberapa kali "Kamu pulang aja, istirahat" Suruh Keisha kepada suaminya yang terlihat kelelahan. Albi mengangguk kecil
pukul tujuh malam Albi pulang ke rumah. Kini tinggal Keisha dan Bi Sur.
Bi Sur banyak bercerita tentang kelakuan Lidya yang semakin berani ketika di rumah.
Wanita itu sering menghabiskan duit dengan membeli barang-barang branded. Bahkan ia sudah seperti nyonya besar.
Keisha terdiam, bagaimana pun juga ia tidak seharusnya bersikap kejam kepada Papanya. Keisha hanya perlu menyingkirkan Lidya tanpa harus menyakiti Papanya lagi.
"Bi, Aku mau cari udara segar" Pinta Keisha melihat ke arah kursi rodanya.
"Nggak baik angin malam non, nanti semakin parah"
Keisha di bantu oleh beberapa perawat untuk turun dari ranjang tidurnya.
Bi Sur dan Keisha mulai berjalan-jalan ke arah taman rumah sakit. Walaupun awan sangat hitam pekat. Namun, diatas sana begitu banyak bintang bertaburan menghiasi langit.
Tiba-tiba saja Keisha merindukan Agra, pria yang selalu membuat ia tersenyum lepas.
"Non Keisha sakit?" tanya bik Sur melihat Keisha melamun
"Tidak"
Jika saja tidak menikah dengan Albi, mungkin Keisha tidak akan melepaskan Agra sampai kapan pun.ia juga akan mencintai Agra dengan hebatnya, menerima cinta Agra dan memberikan cintanya kepada Agra.
Keisha mengalihkan pandangannya kearah tempat parkir. Pria yang ia rindukan sedang menatapnya.
Saat ini Agra juga berada di rumah sakit yang sama. Salah satu teman seangkatannya baru saja mengalami kecelakaan.
Keisha pikir itu hanya hayalan, ia pun tersenyum dan menyuruh Bi Sur kembali mendorongnya.
bik Sur kembali berhenti "Kamu kenapa?" Tanya Agra tepat di samping Bi Sur
Keisha menoleh lalu tersenyum lega, ternyata hayalannya bukanlah sekedar hayalan, orang yang di lihat itu adalah nyata. Keisha tersenyum lega, seakan rasa sakitnya sedikit berkurang melihat pria itu
"Bik, boleh masuk dulu" Suruh Keisha, Bi Sur mengangguk dan meninggalkan Keisha bersama Agra walaupun wanita tua itu sedikit risih dan tidak nyaman, karena takut jika Albi datang secara mendadak
__ADS_1
"Non jangan lama-lama di luarnya"
"Iya Bik"
Keisha kembali menatap pria di sampingnya "Malam Kak Agra" Sapa Keisha tersenyum menatap Agra
"Kenapa bisa begini?" tanya Agra melihat luka di tubuh gadis itu
"Aku lari-lari eh nggak sengaja jatuh" balas Keisha memelas
"Eh alasannya nggak tepat, kamu bukan anak kecil lagi" Ucap Agra, spontan saja Keisha tersenyum lepas.
Pria itu mendorong kursi roda Keisha dan ia duduk di kursi taman dengan cara saling berhadapan.
Agra membelai rambut Keisha dan tidak lupa menyentuh hidung gadis itu.
"Kamu lari-lari dimana?"
"Dirumah"
"Ngapain?"
"Hhmmm, ngapain ya? Main kejar-kejaran" Ucap Keisha mengundang tawa Agra
"Sama siapa?"
"Sama ART di rumah" ucapnya kembali tertawa lepas
"Iihh serius"
"Aku serius, lari-lari terus jatuh"
"ARTnya jatuh nggak?"
"Nggak"
"Iiih nggak adil masa kamu yang jatuh sendiri, apa yang sakit?" Tanya Agra, lalu Keisha tersenyum
"Hati!" Agra langsung terdiam
"Sama" ucap Agra
"Kak Agra aku minta maaf, rasanya aku begitu malu jika ketemu sama kamu, aku telah menyakitimu,membuat kamu bingung untuk sesaat! sungguh, maafin aku" ucap Keisha menyesali perbuatannya
Pukul delapan malam Albi kembali ke rumah sakit. Begitu ia ke ruang inap Keisha, ia hanya menemukan Bi Sur sedang duduk seraya menonton televisi.
"Keisha kemana?" Tanya Albi sedikit menaikkan nada suaranya
"Lagi di taman tuan"
"Sama siapa"
__ADS_1
"Temannya non Kei" Begitu saja, Albi langsung bergegas mencari Keisha di taman rumah sakit. Persekian menit berputar-putar akhirnya Albi melihat Keisha bersama seorang pria sedang tersenyum lepas.