
Albi meletakkan lengan sebelahnya di punggung Keisha sedangkan lengan sebelahnya lagi di belakang lutut istrinya. Lalu Albi mendekatkan tubuh Keisha ke tubuhnya. Kini pria itu menggendong Keisha menuju kamar.
Albi merasakan tubuh gadis itu begitu kedinginan akibat angin malam.
Pria itu membaringkan tubuh istrinya dan menyelimuti.
Hal yang sudah lama tidak dilakukannya.
Albi kembali menatap Keisha cukup lama sebelum beranjak ke tempat tidurnya
Seperti pagi biasa Keisha terbangun dari tidurnya. Siapa yang membawanya kesini. Tentu itu yang menjadi pertanyaan baginya.
Keisha menukar posisi tidurnya ke arah kanan. Namun, Albi tidak ada di ranjang tidurnya.
Bahkan sepagi ini ia sudah menghilang.
Albi sudah berangkat. Di karena beberapa pekerjaannya sudah menumpuk. Menjadi CEO muda tidaklah mudah. Apalagi di awal-awal menjabat, makanya Albi akan bekerja keras untuk memajukan perusahaannya.
Keisha terlihat lesu. Tiba-tiba saja ia merindukan rumahnya. Di rumah Albi begitu sepi.
Apa bedanya? Aku tetap sendirian? Aku tetap kesepian?Aku tetap wanita lajang, menikaah apa namanya ini, hah! Menyebalkan
Seperti malam sebelumnya. Albi selalu pulang telat dan pergi terlalu cepat. Bahkan sudah seminggu Keisha tidak melihat keberadaan Albi.Ia juga tidak pernah lagi menatap wajah tampan itu setiap pagi
Hari ini tepat di hari sabtu dan Albi masih bekerja, luar biasanya pikir Keisha.
Apa dia begitu menyukai uang? membiarkan diriku merana sendirian, luar biasa kamu suamiku gerutu Keisha setiap hari
Pukul delapan malam hujan mulai turun. Ketakutan Keisha semakin menjadi. Rumah besar itu hanya ada ia seorang diri. Sedangkan pos satpam agak berjauhan dari teras rumahnya.
Hujan semakin deras dan Keisha memilih menunggu Albi di sofa dekat pintu masuk.
Ia membiarkan gorden jendela terbuka lebar.matanya tidak berhenti menatap kearah pintu masuk,
Hujan disertai petir menambahkan ketakutan Keisha. Hujan petir mengingatkan ia kala Mamanya meninggal malam itu. Setiap kali hujan petir di malam hari Keisha selalu mengingat kenangan menyakitkan itu, berulang kali ia mencoba melupakan, tetapi tetap saja trauma itu menghantuinya. Dan sejak kehilangan Mamanya. Keisha sering di temani oleh Bik Sur ketika ada hujan petir di malam hari.
Seperti malam biasanya, jam sepuluh malam Albi baru pulang. Kalau hari biasanya ia melihat Keisha menunggu dirinya di luar. Namun, kali ini ia tidak melihat istrinya lagi.
Albi membuka pintu dan mendapati Keisha sedang menangis. Tatapan ia begitu tajam. Rasa marah, kesal, kecewa bercampur menjadi satu.
"Aku tahu kamu tidak tertarik melihat aku. Tapi tidak perlu seperti ini" Omel Keisha meluapkan kekesalannya,Albi benar-benar menyebalkan
__ADS_1
"Jika kamu menikahi aku untuk menutupi jati diri kamu yang sebenarnya tidak masalah. Tapi tolong jangan tinggalkan aku sendirian,jangan pulang terlalu malam!"
"Aku tidak tahu apa-apa, aku bingung harus bagaimana? aku juga bingung harus kemana?"
Albi terdiam memandangi wajah pucat itu. Ini kali kedua ia melihat Keisha menangis di depannya. Ada perasaan bersalah muncul di hati lelaki itu.
"Aku takut sendirian,aku takut petir, kamu jangan seenaknya saja" Ujar Keisha menatap Albi sangat dalam. Di matanya tidak terlihat kebohongan
Langsung saja Albi menggenggam Tangan Keisha yang gemetaran sedari tadi. Lalu memeluk erat gadis itu. Tangisannya semakin kencang. Pelukan Albi begitu hangat seperti pelukan Mamanya
"Maafin aku,aku tidak akan meninggalkan mu" Bisik Albi seraya menenangkan istrinya.
Entah berapa menit mereka berpelukan. Baju kemeja putih Albi sudah basah dengan air mata Keisha.
Keisha mulai tenang, dan melepaskan pelukannya.
Wajahnya sedikit memerah.
Sedangkan Albi kembali terlihat biasa saja.
"Bagaimana mungkin kamu bisa tidur di kamar tamu?" Sindir Albi dan bergegas menaiki tangga. Keisha tersenyum kecil dan mengikuti langkah suaminya
"Dari kantor" Balas Albi, apa yang di tanya itu yang di jawab. Albi tidak pernah menanyakan sesuatu kepada istrinya. Bahkan ia seperti tidak tertarik dengan kehidupan gadis itu. Sedangkan Keisha semakin kesini semakin tertarik sama kehidupan suaminya.
"Kerjaan di kantor Mas Albi banyak ya?"
"Hhmmm" Jawab Albi
"Pasti sekretaris Mas Albi cantik ya?Karyawannya juga cantik-cantik, wooah pantasan Mas Albi betah berlama-lama di kantor"
"Hhhmmm"
"Hhhmm maksudnya?"
Albi tersenyum kecil melihat Keisha merungut kesal "Iya cantik"
Keisha melotot "Oh ya? Cantikan mana sama istri Mas Albi?" Albi menoleh kearahnya dan langsung memasuki kamar mandi, Keisha kembali cemberut melihat Albi tidak menjawab pertanyaannya
"Cantikan mana dari pada istri Mas Albi?" tanya Keisha kembali, begitu Albi telah keluar
__ADS_1
"Orang cantik tidak butuh pengakuan"
"Aku beda, aku sangat butuh pengakuan,jawab aku cantikan mana?"
Albi menggelengkan kepala, merebahkan badan dan menutupi dirinya dengan selimut. Keisha berdesah kesal dan ikut menutup dirinya dengan selimut
Besok paginya di hari minggu Keisha bergegas menemui Bik Ira. Bisa jadi mereka sedikit tahu tentang Albi.
Masih mengenakan piyama tidurnya. Keisha berlari kearah dapur dan melihat kedua asistennya sedang masak.
Bau harum ikan goreng memenuhi ruangan dapur itu.
"Bik" Keisha mendekati mereka
"Iya non" Sahut Bik Mila
"Bik, bibik sudah berapa lama bekerja disini?"
"Bik Mila masih baru. Tapi Bik Ira sudah lama, bahkan kemarin kerja di rumah orang tua tuan Albi"
"Oh ya?" Tanya Keisha bersemangat
"Berarti Bibik lebih kenal Albi dong?"
"Non Kei, Tuan Albi itu memang bersikap begitu bawaanya. Tetapi dia diam-diam perhatian kok non" Ucap Bik Ira seraya tersenyum
"Dia punya kekasih di masa lalu nggak Bik?"
"Hmmmm, gimana ya non, dulu punya Non, beberapa tahun yang lalu pacar tuan menikahi pria lain. Dan sejak itu ia tidak pernah bersama perempuan lain lagi" Tutur Bik Ira yang tahu cukup banyak tentang Albi
"Ooooo" Sahut Keisha membulatkan bibirnya.Berarti Albi bukan tidak tertarik kepadanya, tetapi ia tidak ingin mencintai wanita lain lagi
"Non nggak usah dengarin gosip miring tentang Tuan Albi penyuka ini itu. Kata Bu Dini itu hanya permainan dalam bisnis.
Bibik nggak ngerti juga non soal bisnis"
"Bibik tahu banyak ya?"
"Bibik sudah bekerja selama sepuluh tahun di rumah orang tuanya tuan Albi non. Makanya tahu sedikit banyak. Mama tuan Albi orangnya baik non"
Keisha menganggukkan kepalanya seperti mengerti perkataan Bik Ira.
__ADS_1
Setelah mendapatkan sedikit informasi. Keisha kembali lagi ke kamarnya.Ia menatap Albi lekat-lekat, penasaran siapa wanita yang bisa Albi cintai dengan begitu hebatnya. sampai lelaki itu tidak tertarik kepada wanita lain? pesona apa yang di miliki wanita itu sehingga bisa meluluhkan hati Albi yang sulit di masuki. memikirkannya saja membuat Keisha menelan ludah.