
PENGENALAN TOKOH

Muhammad Iqbal Al Haq
Merupakan seorang pemuda asal Jawa Barat dan lulusan Timur Tengah,yang baru saja menerima surat pernyataan bahwa dirinya di terima untuk menjadi salah seorang pengajar di salah satu SMA terbaik di Jakarta.

Mayra Naura Berenice
Merupakan primadona di SMA Mandiri Jakarta salah satu SMA terbaik di Jakarta, Memiliki Hobi Karate dan Taekwondo dan telah memegang sabuk hitam di dua olahraga tersebut, memiliki sifat Malas, Arogan, Sombong dan menyebalkan, tetapi ketika melihat orang yang lemah di bully dirinya tidak tinggal diam.

Alan Berenice
Ayah dari seorang Mayra Naura Berenice,merupakan pria asal Inggris sekaligus seorang pemilik perusahan tambang emas terbesar di Indonesia,menikah dengan wanita asal Indonesia dan memutuskan tinggal di Indonesia.

Erlina Melati
Ibu dari seorang Mayra Naura Berenice,Lulusan Harvard university,bertemu dengan Alan Berenice ketika sedang menjalani studi di Inggris.
Muhammad Razi Al Haq
Ayah dari seorang Muhammad Iqbal Al Haq, merupakan pemimpin salah satu pondok pesantren terbaik di Jawa Barat.
Nurul Aini Maisarah
Ibu dari seorang Muhammad Iqbal Al Haq, seorang ustadzah kondang di Jawa Barat.

Sella zenaya
Sahabat dari seorang Mayra, memiliki sifat yang super cerewet dan aktif,termasuk salah satu primadona di SMA Mandiri,telah bersama dengan Mayra sejak TK.

Rindu Pelangi Senja
Sahabat dari Mayra, Memiliki sifat Pendiam,dan rajin beribadah, berteman dengan Mayra sejak SMP.
Bertemu Karena Takdir, Berakhir dengan insiden
"Takdir itu lucu. Ada saja caranya mempertemukan dua orang yang tak punya urusan dengan cara yang seolah kebetulan." - Ninna Lestari
Seorang Pemuda tampak sedang bersiap-siap untuk pergi ke Masjid untuk melaksanakan shalat Ashar,Pemuda yang baru saja tiba di Kota metropolitan Jakarta dirinya mendapat panggilan untuk menjadi pengajar di salah satu SMA di Jakarta,Ya dia adalah Muhammad Iqbal Al Haq akrab di panggil Iqbal Pemuda berusia 24 Tahun.
"Bismillahirrahmanirrahim,semoga besok berjalan lancar,Aamiin"Ucap Iqbal.
Di belahan Kota Jakarta lainnya,seorang gadis berusia 18 tahun tengah berkumpul dengan kedua sahabatnya di salah satu Cafe ternama di Jakarta, dirinya dan kedua sahabatnya baru saja selesai mengerjakan tugas sekolah.
"Heeh, pusing banget kepala gue mikirin tugas yang numpuk begini,loe emang gak puyeng Ndu liat tugas bejibun gini"ucap si Gadis
"Nggak Nau,asal kita fokus ngerjainnya gak bakal pusing,ini mah tiap jawab satu soal ngoceh,gimana nggak pusing"jawab temannya yang bernama Rindu
"Hehehe,loe kan tau kalau gue paling males ngerjain tugas kaya gini"jawab Gadis bernama Naura
"Tapi masih mending gue sih, daripada si selai kacang ini,dari tadi molor terus"lanjutnya sambil menjewer kuping temannya yang tengah terlelap.
"Aduh duh duh,sakit Nau,anjir kirain apa kali ya kuping gue asal maen jewer aja"protes temannya bernama Sella.
"Abisnya,kita dari tadi pusing mikirin tugas loe malah asik molor"ucap Naura.
"Yaa,maaf Nau gue tuh ngantuk banget tau dari tadi,soalnya abis begadang nonton Drakor,hehehe"cengir sella
"Ehh,gue denger dari yang lain besok wali kelas baru kita mulai ngajar loh, katanya juga orangnya tuh ganteng banget loh"sambungnya lagi
"Bodo amat ahh,gue tuh udah males,banyak banget tugas ini"jawab Naura malas, sementara Rindu hanya diam memperhatikan kedua sahabatnya itu.
Setelah melakukan shalat ashar dirinya pergi ke sebuah mall untuk mencari buku sebagai referensinya untuk mengajar besok.
Naura dan kedua temannya akhirnya berpisah setelah mereka selesai mengerjakan tugasnya,Rindu pamit pulang karena orang tuanya sudah menghubungi dia, sementara Sella dia pergi entah kemana, merasa bosan akhirnya Naura memilih berjalan-jalan sebentar di mall tersebut,ketika sedang berjalan tiba-tiba tubuhnya di tabrak dari belakang
__ADS_1
"Anjir"kaget Naura yang nyungsep kedepan.
"Astaghfirullah,maaf apakah anda tidak apa-apa"panik orang yang menabraknya
"Tidak apa-apa mata Lo,gue sampai nyungsep kaya gini Lo bilang gak apa-apa,mikir dong"Naura ngegas
"Sekali lagi saya minta maaf,saya tidak sengaja"balasnya
"Lain kali kalau jalan pake mata Lo,untung kali ini gue lagi males,kalau nggak udah gue hajar loe,awas aja kalo gue ketemu lu lagi abis Lo"Ucap Naura sambil berlalu pergi
"Astaghfirullah,apa kelakuan anak kota seperti itu semua ya"sambil melihat Naura berlalu, akhirnya dirinya pun melanjutkan pencariannya mencari buku referensi untuk besok.
Keesokan harinya di kediaman Naura.
Pukul 6:45 kediaman itu telah terdengar rusuh, sang Bunda yang sudah teriak-teriak dari tadi untuk membangunkan anaknya itu namun sang anak masih asik dalam mimpinya.
TOK
TOK
TOK
TOK
"NAURA BANGUN NAU,UDAH JAM BERAPA INI"Sang bunda berteriak di depan pintu Naura
"Lima menit lagi Bun aku masih ngantuk banget"balas Naura pelan
"Gak ada lima menit lima menitan lagi bangun Nau ini udah mau jam 7 kamu bakal telat kalau gak bangun bangun"sang Bunda masih berusaha membangunkan anak gadisnya tersebut.
"HHHAAAAHHH,Bunda kok baru bangunin Naura sih"Naura panik
"Apaan enak aja nyalahin bunda, orang Bunda udah teriak-teriak dari tadi sampai suara bunda mau habis"jawab sang bunda tak terima.
"Terserah deh, Naura harus cepat-cepat mandi dan siap-siap soalnya hari ini wali kelas baru Naura datang,masa Nau langsung telat sih"ucap Naura sambil ngibrit ke kamar mandi.
"Dasa anak itu"sang Bunda geleng-geleng
Di sekolah SMA MANDIRI JAKARTA.
Terdengar suara bel tanda jam pelajaran sudah di mulai, murid-murid pun berbondong-bondong memasuki kelas.
"Ndu Naura mana"tanya Sella Kepada Rindu.
"Aku nggak tau sel,udah di wa belum"balas Rindu
"Udah tapi gak aktif"jawabnya.
"Assalamualaikum semuanya"ucap kedua pria tersebut.
"Waalaikumussalam pak"jawab para siswa serempak
"Seperti yang kalian sudah tau bahwa wali kelas kalian ibu Suhada sudah tidak mengajar di sekolah kita lagi,itu berarti posisi wali kelas kalian itu untuk sekarang kosong,nah untuk mengisi kekosongan tersebut hari ini bapak akan memperkenalkan wali kelas baru kalian, silahkan pak Iqbal memperkenalkan diri"ucap pria pertama yang merupakan kepala sekolah.
"Oke terimakasih sebelumnya pada bapak kepala sekolah yang telah mempercayakan posisi ini kepada saya, perkenalkan nama saya Muhammad Iqbal Al Haq,umur saya 24 tahun,saya akan mengajar PAI sekaligus menjadi wali kelas kalian, terimakasih"Iqbal memperkenalkan diri.
"Ok, untuk pak Iqbal silahkan memulai pelajarannya,saya pamit terlebih dahulu,untuk yang mau bertanya nanti saja, paham"ucap pak kepsek.
"Paham pak"jawab siswa laki-laki, sementara para siswi hanya mengangguk saja mereka masih fokus menatap wajah tampan wali kelas baru mereka.
Pelajaran pun di mulai Iqbal mulai mengabsen nama-nama muridnya.
"Sella zenaya"Iqbal mengabsen secara acak
"Hadir pak tampan"jawab Sella,yang langsung dapat sorakan dari seisi kelas, Iqbal hanya geleng-geleng kepal melihat kelakuan muridnya.
"Rindu Pelangi Senja"
"Hadir Pak"jawab Rindu
"Mayra Naura Berenice"Iqbal mengabsen nama Naura,namun tidak ada jawaban, dirinya pun mengulangi nya.
"Mayra Naura Berenice"
"Hadir pak,huh huh huh"ucap suara dari depan pintu.
"Kamu berdiri di depan dulu"ucap Iqbal tegas.
"Iya pak"jawab Naura,namun saat akan berjalan dirinya melihat wajah yang berbicara dengannya.
"Elo,ngapain lu di sini hah"tanya Naura tiba-tiba ngegas, teman-temannya yang melihat kelakuan Naura hanya bisa menepuk jidat.
"Saya sedang mengajar di sini,memang kamu pikir saya sedang apa disini"jawab Iqbal tenang.
"Hahh, berarti elo adalah....eh,hehehe maafkan saya pak saya gak tau kalau bapak wali kelas baru saya"jawab Naura polos.
"Tidak apa-apa,silahkan kamu berdiri di depan sampai jam pelajaran saya selesai"tegas Iqbal.
Pelajaran pun dimulai....
__ADS_1
Jam istirahat di kantin terlihat Naura, Sella, dan Rindu tengah memakan baso sambil ngobrol.
"Gue gak nyangka ternyata wali kelas baru kita itu masih muda ganteng lagi hadeuhhh gue kan jadi klepek klepek di buatnya"Sella antusias.
"Biasa aja kali"jawab Naura datar
"Owh iya Nau apa kamu kenal dengan wali kelas kita...?"tanya Rindu penasaran
"Ehh,bener juga apa Lo kenal Nau, kenalin ke gue dong,siapa tau dia jodoh gue"Sella nyambung
"Apaan sih Lo sel lebay,gue gak kenal di Ndu cuma pernah ketemu aja"jawab Naura
"Owh"kompak rindu dan Sella.
Sabtu sore.
Tak terasa sudah hampir seminggu Iqbal mengajar di SMA Mandiri,sore ini dirinya berencana membeli buku di Gramedia untuk bahan mengajar dirinya.
Di lain sisi Naura tampak tengah bersiap untuk pergi bersama kedua temannya untuk malam mingguan.
Sekitar jam 8 malam Iqbal tengah dalam perjalanan pulang dari Gramedia,dari kejauhan dirinya melihat sebuah mobil di hadang oleh beberapa motor,tampak sang pengemudi keluar dari dalam mobil, samar-samar ia lihat sang pengemudi ternyata adalah seorang perempuan,entah apa yang di perdebatkan sang perempuan dengan beberapa pengendara motor tersebut namun tak berapa lama pengendara motor Jang berjumlah 8 orang mengeluarkan senjata tajam dan mengarahkannya ke arah sang perempuan.
Naura baru saja selesai mengantarkan Sella dan Rindu pulang saat tiba-tiba di tengah perjalanannya dirinya di berhentikan oleh beberapa orang pengendara motor, dirinya pun meminggirkan mobilnya dan turun dari mobil.
"Ada apa ini,siapa kalian"tanya Naura tegas
"Lo gak perlu tau siapa kita, sekarang serahkan barang berharga lu dan kunci mobil kalau lu mau selamat"jawab orang yang sepertinya pemimpin kelompok tersebut
"Enak aja siapa elu main minta-minta barang orang aja,kalau mau beli dong"jawab Naura sarkas
"Lo berani sama kita"ucap pemimpin kelompok itu sambil mengeluarkan sebuah golok,di ikuti yang lainnya
"Wi ho ho,santai dong kalau berani tangan kosong dong"balas Naura mengejek
"Halah bacot"sang ketua menyerang Naura di susul yang lainnya.
Tampak Naura mulai kewalahan melawan para begal tersebut, walaupun dirinya menguasai karate tapi kalau melawan banyak orang bersamaan di tambah lawannya memakai senjata,tentu saja dirinya kewalahan.Namun saat dirinya sudah akan pasrah karena kelelahan tiba-tiba seorang pria datang membantu menghadapi para begal tersebut,Namun tampaknya pria tersebut juga cukup kewalahan,tiba tiba pria itu berbisik pada Naura.
"Mayra cepat ambil, barang berharga kamu,dan kunci mobil kamu kita akan lari"bisiknya.
Naura agak kaget ternyata yang menolongnya adalah wali kelas barunya.
"Ehh,iya pak"ucap Naura.
Setelah melihat celah Iqbal segera menarik ujung baju Naura dan melarikan diri,Para begal pun mengejar mereka.
"Kita sembunyi di sini dulu may"ucap Iqbal, Naura hanya diam karena kelelahan, para pembegal terlihat berlalu melewati semak tempat mereka bersembunyi.
Setelah beberapa lama,dan memastikan para begal itu sudah tidak ada, mereka hendak keluar dari semak tersebut namun waktu mereka keluar sangatlah tidak tepat, karena tepat setelah mereka keluar dari semak-semak datang para warga yang mengira mereka telah melakukan hal mesum,melihat penampilan keduanya yang berantakan.
"Hayo,ketahuan kalian pasti abis berbuat mesum di sini kan"tanya salah seorang warga.
"Maaf pak ini tidak seperti yang bapak pikirkan ini hanya salah paham"jelas Iqbal.
"Halah udah jelas begitu masih aja mau ngelak lu,liat penampilan kalian berdua berantakan gitu terus keluar dari semak-semak lagi,kalau gak mesum apalagi"balas warga lainnya.
"Elo kalau ngomong di jaga,Lo pikir gue wanita apaan hah,main fitnah orang aja lu'sentak Naura yang kehabisan stok kesabaran
"Halah mana ada maling ngaku,udah kita bawa aja mereka ke rumah pak RT"usul salah satu warga
"SETUJU"jawab warga yang lainnya.
"Ada apa ini....?"ucap sang RT melihat banyak warga menyeret yang dia pikir sepasang kekasih
"Mereka ketahuan abis mesum pak RT"jawab salah satu warga.
"Bohong,gue gak ngapa-ngapain sama dia,lu jangan sembarang kalo ngomong"semprot Naura
"Elo jangan diem aja dong,bantuin gue ngapa si,ini juga kan salah elo"Naura yang sedang emosi sudah tak memakai embel-embel kata "pak" lagi pada Iqbal.
"Terus saya harus bagaimana....?"bingung Iqbal.
"Yang ngomong lah,jelasin sama mereka ahh"Naura mengacak rambutnya sakih emosinya.
*Sudah-sudah,saya hanya akan memberikan 2 pilihan pada kalian"jelas sang RT
"Pertama kalian akan kami nikahan besok pagi,kedua kalian akan kami arak keliling desa setelah itu akan kami bawa ke kantor polisi,ayo pilih yang mana"lanjut sang RT memberikan pilihan.
"Apa tidak ada pilihan lain pak....?"tanya Iqbal
"Ehh elo jangan asal ngasih pilihan gitu aja,gue bisa aja tuntut lu,atas pasal pencemaran nama baik"sengor Naura.
"Tidak ada"jawab ketua RT singkat
"Dan buat anda silahkan kalau anda ingin melaporkan saya ke polisi,karena saya memiliki banyak saksi di sini"Ucap sang ketua RT membalas ancaman Naura.
Naura sudah tidak bisa berkata-kata lagi,di sudah kehabisan akal.
"Jadi pilih yang mana...? Sang ketua RT bertanya
__ADS_1
"Kami milih....."