
Kejujuran Membawa Kebahagiaan
Disuatu tempat entah dimana tampak seorang pemuda tengah kebingungan.
"Kenapa saya bisa ada sini, dimana ini"ucap pemuda itu
Pemuda itupun berjalan tak tentu arah, berusaha untuk mencari bantuan,atau mencari orang untuk sekedar bertanya dimana dirinya.
Setelah berjalan sekian lama belum tampak seorang pun disana membuat pemuda ITE semakin bingung,tapi Pemuda itu tampak belum menyerah dirinya masih terus berjalan mencari jalan.
"Sebenarnya dimana ini, tempatnya begitu asing,aku sepertinya belum pernah kesini sebelumnya,dan lagi kenapa tempat ini sangat sepi, seperti tidak ada kehidupan saja disini"pemuda itu merenung.
Pemuda itu pun kembali berjalan, setelah cukup jauh berjalan tampak oleh pemuda itu dua buah cahaya dari kejauhan, membuat semangat pemuda itu naik kembali setelah tadi dirinya hampir saja putus asa.
Pemuda itu terus berjalan mendekati cahaya tersebut,namun setelah berhasil mendekati cahaya tersebut pemuda itu justru malah terkejut melihat nya.
Deg
Deg
Deg
Tampak sepasang manusia berbeda kelamin tengah berduaan duduk di kursi taman sambil asik bercerita, setelah selesai bercerita keduanya pergi dari sana dan berjalan kearah sebuah mobil.
"Aku cinta banget sama kamu"ucap sang lelaki
"Aku juga"jawab sang wanita
Mendengar jawaban sang wanita membuat pemuda itu merasakan sakit yang teramat di dalam hatinya, pemuda itu mencoba menegur pasangan tersebut tapi seolah dirinya tak terlihat oleh mereka,dan yang lebih mengejutkan dirinya adalah saat sang wanita berjalan menembus tubuhnya begitu saja.
"A-apa yang terjadi dengan ku,kenapa tubuh bisa seperti ini"ucap pemuda tersebut bertanya tanya.
Tak lama pasangan itupun lenyap bersamaan hilangnya cahaya disana.pemuda tersebut menoleh ke kanan dan kiri mencari kemana cahaya itu pergi.
Setelah beberapa lama mencari akhirnya pemuda itu kembali menemukan cahaya tersebut, pemuda itu pun kembali mendekatinya.
Namun kali ini dalam cahaya tampak sosok wanita tadi tengah menangis setelah dirinya menerima amarah dari wanita yang umurnya jauh lebih tua darinya.
Tampak wanita muda itu terus meminta maaf pada wanita paruh baya itu sambil menyesali perbuatannya.
Namun tampak wanita paruh baya itu tidak menggubris nya sama sekali, dirinya malah pergi dari tempat tersebut.
Sepeninggal wanita paruh baya tampak wanita muda itu terus menangis sambil terus meminta maaf pada seorang lelaki yang dia sebut namanya, walaupun lelaki itu tidak ada disana.
Cahaya itu kembali lenyap, membuat pemuda itu harus kembali mencarinya,namun tak seperti tadi yang menghabiskan waktu untuk mencari cahaya itu, karena sekarang baru beberapa langkah saja dirinya kembali melihat cahaya tak jauh dari tempatnya berdiri.
Setelah pemuda tersebut mendekati cahaya itu,tampak di dalamnya ada 3 orang wanita muda memakai seragam sekolah tengah mengobrol, salah satu wanita tersebut adalah wanita yang sama dari sebelumnya,tak lama tampak datang seorang pemuda mendekati ketiga wanita tersebut,lebih tepatnya pada salah satu wanita itu,namun tampak wanita itu tidak menggubrisnya dan langsung pergi bersama kedua sahabatnya.
Seperti sebelumnya cahaya itu hilang kembali,namun belum sempat pemuda itu beranjak tampak kembali muncul cahaya yang memperlihatkan seorang wanita muda tengah merias ruangan dengan sangat indah di bantu seorang wanita paruh baya,namun kemudian wanita itu mendapat telepon yang membuat wanita itu kembali menangis.tampak wanita yang lebih tua mendekati wanita itu lalu mereka berbicara sebentar sebelum wanita muda itu langsung bergegas pergi.
Tak seperti tadi cahaya itu tampak tak menghilang justru malah menampilkan potongan video berbeda tampak disana wanita tadi tengah membasuh tubuh seorang pria dengan sangat telaten, setelah selesai membersihkan tubuh pria tersebut tampak wanita itu mengajak sang pria berbicara walaupun tak ada jawaban dari si pria wanita tersebut terus saja berbicara.
Cahaya itu kembali menghilang,namun tak berapa lama setelah cahaya itu menghilang muncul cahaya yang lebih besar tampak wajah wanita tadi melihat kearah pemuda itu, seakan wanita itu bisa melihat pemuda itu,lalu wanita itupun berbicara.
"Assalamualaikum bang, terima kasih atas kado ulang tahunnya Mayra senang sekali ternyata bang Iqbal tidak lupa dengan ulang tahun Mayra,tapi Mayra akan lebih senang kalau bang Iqbal bangun di hari ulang tahun Mayra ini,bangun ya bang Mayra kangen"ucap wanita itu membuat tubuh pemuda itu seakan tertarik ke ruang hampa lalu gelap.
Nampak seorang pemuda mencoba mengerjapkan mata nya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya, dirinya bingung kenapa bisa ada si ruangan yang asing baginya,lalu dirinya memutarkan kepalanya dan melihat wanita yang sangat ia sayangi tengah berpelukan dengan wanita lain.
"M-may"ucap nya dengan sangat pelan,namun tampak nya suara tersebut terdengar oleh wanita itu, wanita itupun berbalik dengan kaget.
"BANG IQBAL"ucapnya,dan langsung berlari mendekat
"Bang,bang Iqbal, Alhamdulillah bang Iqbal udah sadar May seneng banget"ucap Naura gembira sementara Rindu hanya diam di sofa.
"Ha-ua M-ay"ucap Iqbal pelan
"Astaghfirullah maaf bang,May lupa"panik Naura lalu mengambil gelas yang ada di nakas.
Sementara para orang tua yang tadi sempat termangu mereka mengira Iqbal masih koma,tapi melihat Naura mengambil gelas air untuk Iqbal,para orang tua pun langsung berlari mendekat kearah Iqbal untuk melihat kondisinya.
"Apa ada yang sakit bang,kalau ada nanti May panggil dokter"ucap Naura
"Abang udah gak papa May,cuma masih lemas saja"jawab Iqbal,lalu Iqbal teringat sejak tadi Naura sudah tidak menyebut dirinya dengan sebutan aku.
"Tadi kamu sebut dirimu apa May...?"tanya Iqbal memastikan
"Ehh,M-ay bang,mulai sekarang May bakal ngikutin cara bang Iqbal nyebut nama May"ucap Naura
Iqbal yang melihat itu hanya tersenyum,tampak Dokter ditemani Suster memasuki ruangan Ikbal untuk memeriksa kondisi nya.
"Alhamdulillah kondisi pasien sudah baik-baik saja,kalau kondisinya seperti ini terus, insyaallah 2-3 hari lagi pasien sudah bisa pulang"ucap dokter,yang di ikuti ucapan syukur semua orang yang ada di dalam ruangan.
Setelah kepergian Dokter Iqbal baru sadar ada wajah lain selain orang tua dan mertua nya disini.
__ADS_1
"Loh, Rindu kok ada disini"tanya Iqbal
"Iya Gus,eh pak"ucap Rindu kagok
"Ehh kok kamu tau"tanya Iqbal
"Bal kamu inget gak anak kecil yang suka kamu kerjain waktu kecil,ya ini orangnya"ucap kyai Razi
"Masyaallah ternyata dunia itu sempit yah"ucap Iqbal.
Mereka semua pun tampak asyik mengobrol sementara Naura justru sedang asik menatap wajah tampan suaminya itu.
Iqbal yang sadar Naura terus memperhatikannya pun langsung menoleh ke arah Naura, membuat Naura langsung kaget
"Kenapa liatin Abang terus hmm"ucap Iqbal
"Kangen"ucap Naura manja
"Abang kan disini terus Mau"usil Iqbal
"Ihh abang,yang kemarin-kemarin disini kan cuma tubuh Abang doang sementara jiwanya nggak tau kemana, May kesepian tau"ucap Naura merajuk
"Jiwa Abang kan gak pernah kemana mana May,jiwa Abang kan ada dihati kamu"rayu Iqbal
Blush, pipi Naura memerah mendengar gombal Iqbal
"Gombal, jangan-jangan Abang waktu koma liat cewek cantik yah makannya betah banget koma nya"selidik Naura
"Iya May,Abang tuh liat ada cewek yang lagi nangis tau gara-gara di marahin ibunya,terus manggil-manggil nama Abang minta maaf, ceweknya cantik banget tau May"Iqbal menggoda Naura
"Ihh Abang kok kaya git ...ehh,kok Abang"ucap Naura yang tadinya kesal jadi kaget
"Nanti Abang jelasin,kalau udah gak ada orang lain"ucap Iqbal
Naura pun hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Iqbal.
"Abang lapar May"ucap Iqbal
"Abang mau makan apa"ucap Naura sigap
"Abang mau makan kamu may"goda Iqbal
"Ihh Abang"ucap Naura malu terus digoda Iqbal
"Ihh kalau buatan May berarti May harus pulang dulu dong,May kan masih kangen Abang"Naura merajuk
"Hahaha,Abang bercanda May, terserah saja yang penting kamu yang nyuapin Abang"ucap Iqbal menggoda Naura lagi
Naura pun mengambil buah-buahan yang ada di nakas.
"Buah aja yah"ucap Naura,yang di balas anggukan Iqbal, Naura pun langsung mengupas kulit jeruk itu lalu menyuapi Iqbal dengan penuh perhatian, membuat semua orang yang ada disana berdehem.sementara Naura dan Iqbal hanya tertawa.
Hari pun sudah menjelang sore tampak keluarga Rindu izin pamit untuk kembali ke Cianjur karena barang mereka masih disana.
"May aku pamit dulu yah"ucap Rindu
"Iya Ndu makasih yah untuk semuanya"jawab Naura
"Iya Nau, sampai jumpa di sekolah yah"ucap Rindu sambil memeluk Naura.
Setelah Rindu dan para orang tua pergi Naura berjalan kearah Iqbal sambil deg deg an.
"B-bang, May mau minta maaf"ucap Naura
"Minta maaf untuk apa May"ucap Iqbal pura-pura kebingungan karena dirinya sudah tau apa yang istrinya perbuat dari bayangan ketika dia koma.
"Ta-tapi Abang jangan marah yah"ucap Naura takut, Iqbal yang melihat itu ingin sekali tertawa namun ia tahan
"Iya May,Abang gak bakal marah sama kamu"ucap Iqbal so cool
"M-may ud-dah selingkuh di belakang abang sama Edward"ucap Naura pelan sambil menundukkan kepalanya, dirinya tidak berani menatap Iqbal karena takut jika Iqbal akan marah.
"Owh"jawab Iqbal
Naura yang mendengar jawaban Iqbal hanya bisa menganga ,tidak habis pikir dengan jawaban Iqbal.
"Kok ohh doang sih bang*ucap Naura sambil menggembungkan pipinya.
"Abang udah tau May"jawab Iqbal
"Kok Abang bisa tau"tanya Naura
__ADS_1
"Sini duduk disini dulu May"ucap Iqbal menepuk sisi tempat tidurnya, Naura pun hanya mengikuti saja kemauan Iqbal.
Setelah Naura duduk Iqbal mulai menceritakan kejadian yang dialami dirinya ketika koma,di mulai dari dirinya yang berada di tempat asing, sampai dirinya yang melihat berbagai cahaya yang menunjukkan hal hal yang Naura lakukan,dimulai dari Naura yang tengah berduaan dengan Edward sampai Naura yang membasuh tubuh Iqbal,lalu dirinya melihat dan mendengar Naura menyuruh dirinya bangun.
Mendengar ucapan Iqbal membuat Naura menangis haru, dirinya tidak menyangka dengan apayang terjadi dengan suami sewaktu koma.
Ketika tengah menangis dirinya teringat sesuatu yang membuat tangisannya langsung berhenti.
"A-abang gak bakal menceraikan May kan"ucap Naura takut
Iqbal yang melihat ekspresi Naura sudah tidak bisa menahan tawanya, Iqbal pun tertawa sangat lepas, membuat Naura kembali menggembungkan pipinya.
"Ihh,kok malah ketawa sih May kan serius bang"ucap Naura menahan tangis
Iqbal yang melihatnya menjadi tak tega dirinya langsung memeluk Naura dengan erat.
"Abang gak akan menceraikan kamu May,abang janji"ucap Iqbal
"Beneran"tanya Naura tak percaya
"Iya istri kecil Abang"ucap iqbal, Naura pun langsung kembali memeluk Iqbal dengan erat.
"Ekhm ekhm, mentang-mentang suaminya udah sadar nempel terus kaya prangko"ucap Erlina
"Ihh Bunda, kapan masuknya sih, ganggu aja kerjaannya"ucap Naura
Erlina yang melihat sikap Naura hanya bisa menggelengkan kepala, dirinya mengatakan pada Naura kalau sudah masuk waktu shalat, karena Erlina tau saat ini fokus Naura hanya pada Iqbal sehingga Naura tidak akan sadar kalau sudah masuk waktu shalat, Naura pun hanya nyengir kuda saja mendengar ucapan sang Bunda lalu berjalan ke kamar mandi.
Setelah Naura ke kamar mandi Erlina kembali ke luar ruangan, untuk berkumpul kembali dengan para orang tua.
Setelah selesai shalat Naura kembali duduk di kursi samping tempat tidur Iqbal.
"May kamu kok tambah cantik sih"goda Iqbal
"Iya dong,May kan gak mau pas Abang sadar tubuh May gak keurus, May maunya tuh pas Abang sadar May udah cetar membahana biar bang Iqbal kesengsem sama May*ucap Naura.
"Berarti kamu berhasil dong yah"ucap Iqbal
"Pasti dong siapa dulu, istri bang Iqbal dilawan"bangga Naura, Iqbal yang mendengarnya hanya terkekeh.
"We gimana keadaan mereka"tanya Aini yang ada di luar ruangan
"Kaya anak SMP lagi kasmaran,sempet terus gak mau lepas"sindir Erlina, sementara Aini hanya terkekeh mendengar ucapan Erlina.
Dua hari sudah berlalu,hari ini adalah hari terakhir Iqbal berada di rumah sakit.Tampak Naura tengah membereskan baju-bajunya dan baju Iqbal,sementara Iqbal hanya duduk di ranjangnya denga bosan.
"May Abang bantu yah"ucap Iqbal bosan
"Gak usah bang,Abang kan masih sakit biar May aja"jawab Naura
"Abang udah sehat kok"ucap Iqbal
"Udah Abang nurut aja ama May,Abang diem diem aja disana biar ini May yang urus"kekeh Naura.
Akhirnya setelah perdebatan demi perdebatan Naura berhasil membereskan pakaian mereka berdua.Saat ini mereka tengah menunggu kedatangan Erlina dan Alan yang akan menjemput, sementara Aini sudah kembali ke Cianjur sejak kemarin.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Erlina dan Alan pun datang, mereka pun langsung bergegas keluar dari Rumah Sakit, Iqbal kembali protes karena dirinya tidak di perbolehkan berjalan dan harus menggunakan kursi roda.
Saat ini mereka telah tiba di apartment Naura, Iqbal langsung di suruh tidur di kamar sementara Naura langsung menyimpan baju mereka lalu membersihkan apartemen mereka dan memasak, Iqbal berkali kali protes namun Naura tidak menggubrisnya sama sekali.
"Bang makan dulu yah"Naura menghampiri Iqbal sambil membawa sepiring nasi goreng.
"Maaf ya cuma nasi goreng, soalnya belum sempat belanja"ucap Naura
"Gak papa May,lagian kan dari kemarin Abang emang pengen Nasi goreng buatan kamu.ucap Iqbal
"Besok kita belanja yah, kebetulan besok kan hari terakhir kamu libur"sambung Iqbal lagi
"Tapikan Abang belum pulih"ucap Naura
"Abang udah sehat kok May, gendong kamu sampai sekolah pun Abang sanggup"ucap Iqbal sombong
"Eleh gombal"ucap Naura
"Yasudah kalau Abang maunya seperti itu"ucap Naura
"Naik motor yah"ucap Iqbal
"Ihh nggak,naik mobil May aja,lagian motor abang kan rusak akibat kecelakaan kemarin"ucap Naura
"Owh iya Abang lupa,hehehe"Iqbal cengengesan
Setelah perdebatan itu Naura pun menyuapi Iqbal, Iqbal memakan masakan Naura dengan lahap Naura sangat senang melihat Iqbal yang lahap memakan masakannya.
__ADS_1
"Ya Allah terima kasih atas semua kebahagiaan yang engkau berikan pada hamba mu yang hina ini"ucap Naura dalam hati
..................