
Hari-hari Baru Sebagai Suami Istri Part 2
Setelah melaksanakan shalat Maghrib, Naura sedang melipat sajadahnya bersiap untuk keluar dari ruangan tempat mereka melaksanakan shalat,namun tiba-tiba Iqbal bersuara.
"Mau kemana kamu May,duduk dulu,kita Belajar ngaji,saya bantu kamu menghapal surat Ar-rahman"ucap Iqbal
"Hehehe,gue capek banget pak,ngaji sama ngapalin Ar Rahman nya besok aja ya"Naura cengengesan
"Nggak ada besok-besokan May"ucap Iqbal
"Tapi gue beneran capek pak"Naura tak mau kalah
"Sebentar saja May, sampai Isya, habis itu kamu boleh istirahat,ayo sini duduk"bujuk Iqbal,mau tidak mau Naura pun duduk.
"Sekarang kita ngaji dulu,coba kamu baca Qur'an nya nanti saya koreksi"perintah Iqbal
"Hehehe,gue gak bisa ngaji pak"Naura cengengesan
"Astaghfirullah,kamu serius May"Iqbal kaget
"Iya gue serius,masa gue bohong"ucap Naura tanpa malu
"Ya sudah apa kamu punya iqra....?"tanya Iqbal
"Mana punya gue Iqra"jawab Naura cepat
"Ya sudah tunggu sebentar saya ambil iqra dulu"ucap iqbal lalu berdiri mengambil iqra,mereka pun melanjutkan kegiatan belajar membaca Alquran di lanjutkan menghapal surat Ar-rahman sampai waktu Isya.
04:25
Iqbal sudah rapi dengan Koko dan sarungnya, sementara Naura masih asik bergelut dengan mimpinya.
"May bangun,kita shalat Subuh dulu yuk"Iqbal membangunkan Naura
"Gue masih ngantuk pak,lu aja duluan"ucap Naura setengah sadar
"Gak bisa May,yuk bangun dulu abis shalat kamu boleh tidur lagi"bujuk Iqbal
"Hmmm,iya iya gue bangun"ucap Nuara lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan mata yang masih setengah menutup,hingga akhirnya.
"Aduh,anjir siap yang naruh tembok disini sih"kaget Naura
"Makannya kalau jalan jangan sambil merem May"ucap Iqbal
"Ini juga kan gara-gara elu yang maksa gue bangun,sampai gue ke jedot tembok kaya gini"protes Naura
"Yasudah saya minta maaf May, Yasudah gih cepat ke kamar mandi dulu,biar kamu cepat tidur lagi"ucap Iqbal, Naura tidak menjawab dirinya langsung berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah shalat subuh Naura sudah terlihat sibuk bergulat dengan mimpinya lagi, sementara Iqbal sudah sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk dirinya dan Naura sarapan nanti.
Jam 06:00
Iqbal berjalan ke arah kamar bermaksud untuk membangunkan Naura,namun ketika sampai dalam kamar dirinya sudah tak melihat Naura di kasur.
"Tumben"pikirnya, Iqbal membereskan tempat tidur Naura yang berantakan,saat Iqbal tengah membereskan kasur tiba-tiba terdengar pintu kamar mandi terbuka,di susul sebuah teriakan yang membahana
"GURU MESUM MAU APA LO DISINI"teriak Naura dari depan pintu kamar mandi
"Tadinya saya mau bangunin kamu May,tapi ternyata kamu udah bangun,ya sudah saya beresin kasur aja"jawab Iqbal santai sambil terus merapikan kasur
"Udah sana keluar gue mau ganti baju"usir Naura
"Iya sebentar saya ambil barang saya dulu"jawab Iqbal sambil berjalan mengambil tasnya
"Lagian kalau mau pake baju kan tinggal pake kenapa pake acara ngusir saya"lanjut Iqbal sambil menahan tawa
"OMG,LO YA AWAS LO"Naura berjalan kearah Iqbal,Iqbal pun berlari keluar sambil terkekeh.
Di meja makan Iqbal sudah menunggu Naura untuk sarapan,yang di tunggu pun akhirnya datang,Naura langsung menyambar piring dan mengambil makanannya tanpa bicara, Iqbal yang melihatnya hanya bisa menahan tawa.
Setelah selesai makan Naura hendak langsung pergi,namun ucapan Iqbal menghentikan langkahnya
"Mau kemana May"tanya Iqbal santai
"Mau kemana lagi ya ke sekolah lah"jawab Naura ngegas
"Naik apa"tanya Iqbal lagi mempermainkan Naura
"Naik mobil lah masa naik becak,Lo mau apa sih ribet amat"Naura mulai malas melayani Iqbal
"Emang kamu punya uang buat beli bensin"tanya Iqbal
"Deg,gue lupa Daddy kan udah gak ngasih gue duit lagi"pikir Naura, akhirnya Naura pun berbalik lagi menuju tempat duduk Iqbal.
"Mana duitnya"Naura meminta duit ke Iqbal
"Jadi tensin kan tadi marah-marah sekarang malah minta duit,haduh Nau Nau"pikir Naura malu
"Nih"Iqbal memberikan uang 100 ribu
"Tumben kemarin kan cuma ngasih 50 ribu"tanya Naura heran
"50 ribu nya lagi buat beli bensin mobil kamu May"jawab Iqbal
"Owh"ucap Naura,lalu Iqbal pun mengulurkan tangan ke arah Naura
"Apaan"tanya Naura bingung
"Cium tangan suami"jawab Iqbal
"Ishh"Naura pun dengan malas mencium tangan Iqbal
"Pinter"ucap Iqbal sambil mengacak-acak rambut Nuara
"Ish,jangan ngacak-ngacak rambut gue nanti berantakan pak"protes Naura
"Rambut kamu wangi May"ceplos Iqbal
"Dasar guru mesum"ucap Naura
"Mesum sama Istri sendiri gak masalah Mau"bela Iqbal
"Tau ahh,gue mending berangkat"Naura berjalan kearah pintu keluar
__ADS_1
"Waalaikumussalam"Iqbal menyindir Naura yang tak mengucapkan salam
"Assalamualaikum"ucap Naura yang merasa tersindir tanpa menoleh
"Waalaikumussalam"balas Iqbal.
Setibanya di sekolah Naura kembali melihat kedua temannya berjalan,dia pun berlari mendekati mereka
"Sell,Ndu"teriak Naura, merasa namanya di panggil Sella dan Rindu pun berbalik
"Wih tumben 2 hari berturut-turut gak telat lu,kesambet apaan lu Nau ngomong-ngomong"tanya Sella
"Hush,gak boleh gitu sell"ucap Rindu
"Iya tuh Ndu,dasar dia ini, temennya gak telat malah di ejekin"adu Naura
"Lah gue kan cuma nanya princess Naura"bela Sella
"Udah mendingan ketika masuk kelas yu"lerai Rindu,mereka pun akhirnya berjalan menuju kelas.
Jam 13:30
Tak terasa jam pelajaran pun sudah habis para siswa sudah bersiap untuk pulang begitupun Naura.
Ketika tengah asik mengendarai mobilnya menuju pulang, tiba-tiba Naura merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya, Naura pun meminggirkan mobilnya dan keluar.
"Sial pake bocor segala ban nya"ucap Naura sambil menendang ban mobilnya
"Mana disini gak ada tukang tambal ban mobil lagi"kesalnya,namun tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan mobil Naura, Naura merasa tak asing dengan motor itu
"Mobilnya kenapa May"tanya Iqbal sambil membuka helm nya
"Ban nya bocor"jawab Naura
"Owh, alat-alatnya sama ban serep nya ada kan"tanya Iqbal
"Ada,di bagasi,emang lu mau ngapain"tanya Naura mendadak lemot
"Ya mau saya ganti ban nya May,mau apa lagi"ucap Iqbal sambil berjalan keara bagasi
"Buka bagasinya May"ucap Iqbal.
Ban mobil pun telah berhasil di ganti,lalu Iqbal mengambil tali dari ban yang ada di dalam bagasi motornya, Naura yang bingung dengan kelakuan suaminya akhirnya pun bertanya.
"Itu tali buat apa pak"tanya Naura
"Buat ngiket ban mobil kamu May,nanti saya bawa ke bengkel"jawab Iqbal sambil berusaha mengangkat ban mobil Naura ke atas jok motornya
"Ohh"ucap Naura
"Udah kamu pulang duluan saja,nanti saya mampir dulu ke bengkel"
"Iya"jawab Naura sambil berjalan masuk ke mobilnya.
15:15
Iqbal baru tiba di apartment, ketika masuk ke dalam dirinya melihat Naura tengah duduk di sofa ruang tengah.
"Kok lama amat sih tambal ban nya pak" tanya Naura
"Kamu udah shalat Ashar Mau"tanya Iqbal
"Udah lah"jawab Naura
"Ya sudah saya bersih-bersih dulu"ucap Iqbal sambil masuk ke kamar, Naura agak sedikit kasihan melihat Iqbal yang tampak kelelahan karena dirinya,dia pun berinisiatif membuat kopi untuk suaminya itu.
Ketika Iqbal kembali ke ruang tengah setelah mandi dan shalat dirinya melihat ada secangkir kopi susu di meja
"Nih gue buatin kopi buat Lo,baik kan gue"ucap Naura
"Iya kamu emang istri terbaik May"goda Iqbal,Naura pun sedikit tersenyum mendengar pujian dari suami,tapi hanya sedikit sampai Iqbal pun tidak menyadari bahwa Naura tersenyum.
"Kamu sudah lapar belum May"tanya Iqbal
"Belum emang kenapa pak"jawab Naura
"kalau kamu sudah lapar,saya akan masak"ucap Iqbal
"Gausah nanti aja,abis Isya"ucap Naura tapi matanya tidak beralih dari hp
"Kamu lagi liat apa sih May"tanya Iqbal
"Ini gue di ajak nginep di rumah Rindu malam Minggu nanti sama sella juga"jawab Naura
"Kalau kamu mau pergi silahkan May,saya tidak melarang"ucap Iqbal, membuat Naura ketawa
"Kamu kenapa kok malah ketawa May"tanya Iqbal bingung
"Abisnya Lo lucu banget,siapa juga yang minta izin sama lu,gak lu izinin juga gue bakal tetap berangkat" jawab Naura
"Owh" ucap Iqbal hati nya agak tersentak mendengar ucapan Naura.
Setelah shalat Maghrib seperti biasa Iqbal mengajari Naura mengaji,di lanjutkan menghapal Ar-rahman sampai waktu Isya.
Jam 19:30
"May mau makan apa"tanya Iqbal
"Elu mau masak kah"tanya balik Naura
"Iya Mau"jawab Iqbal
"Gue bantuin yah"ucap Naura
"Kamu yakin May"tanya Iqbal
"Iya gue yakin"jawab Naura percaya diri
Yasudah kalau seperti itu ayo"Iqbal beranjak ke dapur.
Di dapur
"Kita mau masak apa pak"tanya Naura
__ADS_1
"Kamu mau makannya apa May"Iqbal balik bertanya
"Gue gak tau bingung"
"Gimana kalau tumis kangkung sama ayam goreng saja"tanya Iqbal
"Oke itu aja,terus gue ngapain"ucap Naura
"Kamu tolong basuh kangkungnya biar saya yang potong ayam nya"ucap Iqbal
"Ok"jawab Naura.
Mereka pun memulai acara memasak yang membuat Iqbal kalang kabut karena dari tadi Naura terus bertanya membuat Iqbal bingung sendiri,saat Iqbal tengah fokus menggoreng ayam, tiba-tiba Naura berteriak.
"AHHH" teriak Naura
"Kamu kenapa May" tanya Iqbal panik
"Mata,mata gue perih pak"ucap Naura
"Buka mata May biar saya tiup"ucap Iqbal, Naura pun membuka matanya dan....
Wushhh
Iqbal meniup mata Naura yang agak memerah karena kemasukan sesuatu
"Masih perih gak may" tanya Iqbal, sementara Naura masih terdiam jantungnya berdegup tidak beraturan saat ini.
"May kamu gak papa kan"tanya Iqbal
"Ehh,nggak udah gak perih makasih pak"ucap Naura
"Ya sudah kalau udah gak perih,lain kali hati-hatilah May" ucap Iqbal
"Pak kok bau gosong" ucap Naura
"Astaghfirullah, ayam gorengnya"panik Iqbal.
Di meja makan
"Maaf yah May karena ayamnya gosong jadi kita makan tumis kangkung saja"Iqbal meminta maaf
"Udah gak papa,ini juga kan salah gue, lagian gue gak masalah makan sama tumis kangkung doang juga"jawab Naura.
Setelah selesai makan, Iqbal hendak mencuci piring bekas mereka makan, tiba-tiba....
"Biar gue aja pak"ucap Naura
"Kamu yakin" tanya Iqbal
"Iya"ucap Naura sambil membawa piring bekas ke dapur
Minggu 14:00
"May saya mau belanja kebutuhan dapur dulu,kamu gimana"tanya Iqbal
"Gue ikut pak"jawab Naura
"Kamu yakin, emang gak capek kan baru pulang dari rumah Rindu"tanya Iqbal
"Nggak lah, emang Lo pikir gue lemah,hah"jawab Naura, yah memang Naura baru pulang dari rumah Rindu setelah semalam menginap disana.
"Yasudah, berangkatnya mau gimana May, bareng atau sendiri-sendiri"tanya Iqbal lagi.
"Ya masa berangkat nya sendiri-sendiri sih, bareng lah"ucap Naura
"Naik mobil gue aja,Lo bisa nyetirkan...? Tanya Naura
"Insyaallah bisa" jawab Iqbal
"Yasudah saya tunggu di bawah ya May"ucap Iqbal
"IYA"teriak Naura dari kamar
"Assalamualaikum"pamit Iqbal
"WAALAIKUMUSSALAM" Jawab Naura sambil teriak.
Selang beberapa menit Naura pun turun kebawah menuju parkiran.
"Udah siap"tanya Iqbal
"Kalau belum siap gue gak bakal disini pak"jawab Naura seenaknya
"Ya sudah kalau seperti itu ayo kita berangkat"ucap Iqbal sambil membuka pintu penumpang,Naura pun memasuki mobil, setelah Naura duduk Iqbal menutup pintunya lalu berjalan memutar menuju pintu kemudi
"Kita mau ke mall mana"tanya Naura
"Kata siap kita ke mall....?Iqbal bingung
"Lah tadi Lo bilang pengen belanja keperluan rumah"ucap Naura
"Iya benar,tapi kita belanja keperluan rumah bukan ke mall tapi pasar"ucap Iqbal santai
"WHAT PASAR" Naura kaget
"Iya pasar, kenapa" tanya Iqbal
"Kenapa gak bilang dari tadi, kalau tau mau ke pasar gue gak ikut tadi"jawab Naura kesal
"Kalau ke pasar emang kenapa"tanya Iqbal lagi iseng
"Bau tau udah gitu jorok lagi"jawab Naura malas
"Apa pasar setidak menarik itu menurut mu"tanya Iqbal
"Iyalah"jawab Naura
"Yasudah setelah ini saya pastikan pandangan mu terhadap pasar akan berubah"Ucap Iqbal
"Pede amat lu"ucap Naura
ok gini aja saya tantang kamu,kalau kamu bisa tahan di pasar selama 2 jam kamu harus turuti 2 keinginan saya,tapi kalau kamu gagal saya akan beri kamu uang 20 juta gimana setuju"tantang Iqbal
__ADS_1
"Ok gue setuju,siapa takut" Naura menerima tantangan Iqbal....