Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Draft


__ADS_3

Kedatangan Masa Lalu


Terlihat sepasang manusia masih berbaring di ranjang dan mengobrol.


"May gimana keadaan kamu"tanya Iqbal


"Udah mendingan bang"jawab Naura


"Yaudah,kamu mau libur atau gimana May"tanya Iqbal lagi


"Aku masuk aja bang,lagian udah mendingan kok"ucap Naura"


"Yaudah,tapi kalau perut kamu tiba-tiba sakit lagi atau kalau mau sesuatu hubungi Abang ya"ucap Iqbal


"Bang aku tuh cuma datang bulan, bukannya hamil"ucap Naura


"Kalau gitu kamu hamil aja May biar gak datang bulan"ucap Iqbal yang langsung di hadiahi Bogeman di lengannya


"Sakit May"ucap Iqbal


"Lagian Abang"balas Naura


"Yaudah siap-siap dulu gih"usir Iqbal


"Abang ngusir aku"tanya Naura


"Hehe,nggak May bercanda"


"Nggak lucu"balas Naura


"Yaudah maafin Abang ya"ucap Iqbal sambil menangkupan tangan di depan dada


"Ok tapi ada syaratnya"ucap Naura


"Apa syaratnya"tanya Iqbal


"Buatin aku nasi goreng lagi"ucap Naura


"Siap tuan putri,hamba akan segera memasak"ucap Iqbal sambil berjalan ke dapur.


Ketika Iqbal telah siap dengan masakannya tibalah Naura dengan seragam sekolahnya


"Udah jadi bang"tanya Naura


"Udah May"jawab Iqbal


"Kamu mau minum apa"tanya Iqbal


"Air putih aja bang"jawab Naura, Iqbal pun berdiri untuk mengambil air minum untuk sang istri


"Nih May"ucap Iqbal menyodorkan air minum Naura


"Makasih bang"jawab Naura ketika berhenti makan


"Iya,yasudah lanjutin makanya"ucap Iqbal


"Abang gak makan...?"tanya Naura


"Udah May"jawab Iqbal


"Kapan....?"tanya Naura lagi


"Kepo,udah pokok nya habisin aja, rupanya Iqbal lupa untuk membeli beras pada Minggu kemarin sehingga ketika dia akan memasak dan melihat stok beras nya sudah habis diri kaget beruntung masih ada sisa nasi di rice cooker yang cukup untuk satu porsi..


"Abang berangkat duluan ya May,Abang soalnya kebagian piket hari ini


"Iya bang"jawab Naura


Tak berapa lama setelah keberangkatan Iqbal Naura pun menyusul berangkat menggunakan mobilnya.


"Assalamualaikum teman-teman gue yang paling cuantik"ucap Naura sambil merangkul bahu kedua sahabatnya


"Waalaikumussalam Nau"jawab Rindu


"Waalaikumussalam jawab biadab ku"jawab Sella


"Sialan lu"ucap Naura


"Masok yu"lanjut Naura


"Masuk kemana Nau"tanya Sella


"Yak gue sama Rindu mah ke kelas tapi lu mah kan ke RSJ"ucap Naura enteng


"Sialan lu pikir gue gila"jawab sella


"Emang iya kan,hahaha"ucap Naura langsung berlari menjauh


"Sialan awas lu Nau"umpat Rindu sambil berlari mengejar Naura, sementara Rindu hanya berjalan santai saja.


Saat istirahat di kantin:


"Eh Nau liburan semester lu mau kemana"tanya Sella


"Emang kenapa sel"tanya Naura


"Kita liburan bareng yuk"tanya Sella


"Aku nggak bisa sel ada aku ada rencana sama keluarga ku"ucap Rindu


"Mau kemana Ndu"Tan sella


"Cianjur sell mau pulang kampung"


"Kamu orang Cianjur Ndu,kok gue baru tau"Tan Naura


"Iya gue juga baru tau"ucap Sella


"Hehe,kalian kan gak nanya"bela Rindu


"Berarti sama kaya pak Iqbal yah,Ehh"Naura menutup mulutnya


"Emang pak Iqbal dari Cianjur Nau"tanya sella


"I-iya,yang gue denger sih gitu"ucap Naura


"Lu denger dimana"selidik sella


"Ru-ruang guru sell,gue sempet denger waktu guru-guru ngobrol"ucap Naura


"Owh"jawab sella, sementara Rindu memperhatikan wajah Naura yang terlihat gugup,hal itu semakin menguatkan dugaan dirinya bahwa ada sesuatu antara Naura dan pak Iqbal namun dirinya tidak mengatakan apapun pada Naura.


Sepulang dari sekolah Naura dan Iqbal sekarang tengah berkumpul di ruang tengah Iqbal tengah mengecek pekerjaannya sementara Naura asik melihat YouTube di hape nya


"Ehh iya May,Bunda nyuruh kita datang kerumahnya"ucap Iqbal


"Kapan bang"tanya Naura


"Nanti sore,nanti abis ashar kita kesana"ucap Iqbal


"Owh iya bang, ada acara kah"tanya Naura


"Tumben Bunda nyuruh kerumah"lanjutnya


"Abang gak tau May, Bunda gak ngasih tau tadi"jawab Iqbal


"Tapi kamu disuruh bawa kado katanya"lanjut Iqbal

__ADS_1


"Ehh kado,buat apa bang kan ulang tahun Bunda masih lama"tanya Naura


"Abang gak pasti May"jawab Iqbal


"Yaudah,ntar sebelum kerumah Bunda kita cari kado dulu ya bang"ucap Naura


"Iya May"jawab Iqbal


"Mau makan gak May"tanya Iqbal setelah melihat jam baru jam 2 lebih


"Boleh Bang"jawab Naura


"Mau makan apa"tanya Iqbal


"Bebas bang"jawab Naura


"Yaudah Abang masak dulu ya"ucap Iqbal sambil berjalan ke dapur


"Yang enak bang"ucap Naura


"Siap tuan Putri"balas Iqbal


Setelah selesai melaksanakan shalat ashar mereka berdua segera berangkat untuk mencari kado yang di pinta sang Bunda


"Bang kasih kado apa ya"tanya Naura


"Bunda sukanya apa May"


"Bunda itu kayak gak punya barang yang di sukai bang,untuk Bunda selama benda itu berguna pasti Bunda suka"ucap Iqbal


"Kaku perhiasan"tanya Iqbal


"Gak tau juga, soalnya bunda jarang pake perhiasan kalau ada dirumah,baru kalau ada kepentingan bisnis baru dia pake perhiasan


"Yaudah beli aja apa yang menurut kamu Bunda suka, insyaallah apa yang di belikan anaknya akan di sukai Bunda"ucap Iqbal


"Yaudah yuk kita cari"Iqbal turun dari mobil, Naura baru sadar ternyata sudah sampai di mall


"Tumben ke mall bang"tanya Naura


"Masa beli kado buat mertua dari pasar May"ucap Iqbal


"Hahaha siapa tau bang"jawab Naura


"Ayo masuk"ajak Iqbal


"Ayo"jawab Naura, mereka pun berkeliling di dalam mall untuk mencari kado sang Bunda


"Aku bingung bang"ucap Naura


"Bingung kenapa"tanya Iqbal


"Bingung mau beli apa,hehe"ucap Naura


"Yaudah kamu duduk dulu di sini sebentar,Abang carikan dulu hadiahnya"ucap Iqbal


"Yaudah deh"ucap Naura, Iqbal pun berjalan mencari sesuatu tak sampai 10 menit Iqbal telah kembali.


"Beli apa bang"tanya Naura, bukannya menjawab Iqbal malah membuka salah satu kantung belanjanya dan mengeluarkan isinya


"Nih buat kamu May"ucap Iqbal


"Itu apa bang"tanya Naura


"Buka aja May"jawab Iqbal, Naura pun membuka benda itu dan ternyata setelah terbuka isinya ternyata sebuah kalung yang memiliki liontin berukir namanya


"Wahh bagus banget bang"ucap Naura


"Kamu suka May"tanya Iqbal


"Mau Abang pakein gak"tanya Iqbal


"Boleh bang"ucap Naura sambil memberikan kalung itu pada Iqbal, Iqbal pun memakaikannya pada leher Naura


"Terus kado buat bunda apa bang"tanya Naura


"Sama,nanti bilang aja ke bunda kamu beli ini biar couple an sama kamu"ucap Iqbal


"Iya bang"jawab Naura


"Yaudah kita berangkat kerumah Bunda sekarang yuk"


"Hmm"setuju Naura.


Merekapun melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah sang Bunda, setelah sampai Iqbal langsung memarkirkan mobil Naura di garasi.


"Assalamualaikum"ucap Iqbal dan Naura


"Waalaikumussalam"jawab Erlina


"Ehh anak-anak Bunda udah datang,ayo duduk"ajak sang Bunda


"Ehh Bun Daddy kemana"tanya Naura


"Belum pulang Nau"jawab Erlina


"Paling bentar lagi"lanjut


"Assalamualaikum"terdengar suara dari arah pintu


"Waalaikumussalam"jawab mereka bertiga


"Panjang umur,baru di omongin udah datang"ucap sang bunda sambil mencium tangan suaminya


"Ehh ngomongin Daddy kah"tanya Alan


"Nggak kok,cuma nanya aja Daddy kemana"jawab Naura


"Owh, yaudah Daddy bersih-bersih dulu ya"pamit sang Daddy


"Iya Dad"jawab mereka


Mereka bertiga melanjutkan obrolannya kembali, lebih tepatnya sih Naura dan sang Bunda yang ngobrol, sementara Iqbal hanya diam menyimak dan sesekali menjawab bila di tanya.


"Oh iya,nih Bun"ucap Naura sambil memberikan kadonya


"Apa ini Nau"tanya sang Bunda


"Rahasia dong,kasih tau dulu ada acara apa ini"tanya Naura


"Nanti aja pas makan malam Bunda kasih tau


"Bunda udah mulai rahasia-rahasian ih"ucap Naura kesal


"Lah,kamu juga udah rahasia-rahasian sama Bunda"


"Hehe,yaudah nanti aja Nau nunggu Daddy"ucap Naura, mereka pun melanjutkan obrolan mereka sampai waktu Maghrib, setelah selesai shalat seperti biasa Iqbal mengajarkan Naura mengaji sementara kedua mertuanya ngobrol di ruang tengah


Jam 8 malam


Mereka tengah berkumpul di meja makan dan baru saja selesai makan.


"Bun cepatan dong ada apa May penasaran tau"ucap Naura tak sabar


"Sabar Nau,tunggu sebentar Bunda ambil dulu"ucap sang Bunda lalu berjalan menjauh


"Dad ada apa sih"Naura makin penasaran

__ADS_1


"Sabar Nau"ucap sang Daddy sambil menahan tawa, akhirnya Bunda nya pun kembali dengan membawa sebuah kotak kecil.


"Nih kamu buka"ucap sang Bunda memberikan kotak itu pada Naura


"Apa ini Bun"tanyanya


"Buka aja"jawab sang Bunda, Naura pun perlahan membuka kotak tersebut Naura terkejut mengetahui isi kotak tersebut


"I-ini kan TESTPACK,maksud Bunda apa,Apa Bunda hamil lagi"tanya Naura


"Hehe iya Nau"sang


"Kok bisa"tanya Naura


"Hush,ya bisa orang Bunda masih subur terus Bunda juga kan punya suami ya bisa lah punya anak lagi"ucap sang Bunda


"Tapi kenapa kemarin-kemarin gak hamil-hamil Bunda"tanya Naura


"Ya itu emang karena kami gak mau punya anak lagi dulu,takut Bunda sama Daddy gak bisa adil, makanya setelah kamu lahir Bunda langsung kb,nah semenjak kamu nikah sama Iqbal Bunda lepas KB"ucap sang Bunda


"Kenapa"tanya Naura polos


"Ya biar Bunda ada temennya di rumah kalau Daddy lagi kerja,hehe"ucap sang Bunda


"Makannya nanti kalau udah keluar sekolah buru-buru nyusul Bunda"ucap Erlina


"Nyusul apa Bun"tanya Naura polos


"Punya debay"ucap sang Bunda enteng


"Uhuk-uhuk"Naura langsung tersedak ludah nya sendiri


"Bunda ih ngomongnya,Nau kan masih pengen kuliah"ucap Naura


"Kuliah itu walau dah punya anak kan bisa Nau"ucap sang Bunda


"Kasihan Iqbal noh, puasanya kelamaan"kode sang Bunda


"Puasa...?,emang Abang lagi puasa"tanya Naura pada Iqbal


"Nggak May"ucap Iqbal


"Tuh Bun orang Bang Iqbal lagi gak puasa"ucap Naura salah menangkap kode sang Bunda


"Ihh kamu tuh emang gak ngerti atau pura-pura gak ngerti si Nau"ucap sang Bunda,yang langsung di potong oleh Iqbal


"Iqbal gak papa kok Bun kalau memang Mayra belum siap,dan masalah kuliah Iqbal gak bakal ngelarang kalau May memang ingin kuliah"jelas Iqbal


"Tuh Nau beruntung kamu dapat suami kaya Iqbal,ehh iya bal nanti kalau Naura udah libur kita ke Cianjur yuk"ucap sang Bunda


"Insyaallah Bun,kalau tidak ada halangan, memang rencananya Iqbal sama Naura akan ke Cianjur nanti"ucap sang Bunda


"Wah kebetulan sekali, Bunda kangen sama umi kamu kemarin cuma ngobrol sedikit udah pulang aja gak nginep"curhat sang Bunda


"Tapi Iqbal takut gak bisa nemenin, soalnya tadi pas rapat katanya bakal ada pelatihan untuk beberapa guru, sekitar seminggu sebelum libur,dan pelatihannya memakan waktu 2 Minggu,jadi walaupun ada waktu liburan paling cuma 1 Minggu Bun"


"Ya gak papa bal, lumayan 1 Minggu juga"ucap sang Bunda


"Abang kok gak cerita sama aku"tanya Naura


"Belum sempat May,kan baru tadi rapatnya"ucap Iqbal


"Naura gimana di sekolah bal"tanya Alan


"Ya seperti itu Dad"jawab Iqbal


"Seperti itu apa bal"ucap sang Daddy lagi


"Rata-rata Dad"ucap Iqbal


"Wow, fantastis, Naura bisa disebut rata-rata"ucap sang Daddy


"Biasanya kan Naura dibawah rata-rata,hahaha"lanjut sang Daddy


"Ihh Daddy kok gitu sih"Naura sebal


"Ya memang seperti itu kenyataannya May,mau gimana lagi,kamu gak dapat nilai merah aja Daddy udah bersyukur"ucap Alan belum puas menjaili sang anak


"Ih Daddy jangan di sebut dong malu tau"ucap Naura, seperti itu lah kehebohan keluarga itu sampai mereka memutuskan untuk tidur,Naura dan Iqbal di haruskan menginap dirumah sang Bunda untuk malam ini.


Pagi-pagi sekali suasana rumah sudah menjadi heboh.


"Bang sabun aku dimana"teriak Naura dari kamar mandi


"Kitakan gak bawa sabun May"ucap Iqbal


"Lagian kenapa kamu mandi pagi-pagi amat sih"ucap Iqbal


"Lagi pengen aja bang, tolong mintain sama Bunda dong"teriak Naura


"Yaudah sebentar"ucap Iqbal,lalu berjalan menuju kamar sang Bunda.


"Tok tok tok"


"Assalamualaikum Bun"salam Iqbal


"Waalaikumussalam, sebentar bal"balasan dari dalam,tak lama pintu pun terbuka


"Ada apa bal"tanya sang Bunda


"Maaf Bun ganggu pagi-pagi,apa Bunda punya sabun"ucap Iqbal


"Sabun buat apa"tanya Erlina


"Naura mau mandi katanya Bun tapi gak ada sabun"jawab Iqbal


"Tumben Naura mandi jam segini"tanya Erlina


"Iqbal juga bingung bun"jawab Iqbal


"Yaudah sebentar"jawab Erlina


"Nih sabunnya bal,kamu berhasil ngebobol Naura kah"tanya sang Bunda


"Astaghfirullah Bun pikirannya ituloh, May lagi haid Bun mana bisa Iqbal bobol,hehe"jawab Iqbal


"owh kirain"balas sang Bunda


"yaudah Iqbal anterin ini dulu ya Bun"pamit Iqbal


"iya bal"balas sang Bunda, Iqbal pun kembali menuju kamarnya untuk memberikan sabun pada Naura


"May ini sabunnya"Iqbal memberikan sabun pada Naura yang keluar kembali dari kamar mandi


"makasih Bang"ucap Naura


"Sama-sama"ucap Iqbal


Di belahan Kota Jakarta lainnya


tampak seorang pemuda tengah bahagia setelah beberapa hari dirinya sibuk mengurus berkas-berkasnya untuk melanjutkan sekolahnya yang tinggal beberapa bulan lagi itu di jakarta.


"Akh akhirnya beres juga berkas-berkasnya jadi mulai besok gue udah bisa sekolah lagi, Naura apa kabar kamu sayang gue rindu banget sama lu,karena sekarang gue udah di Jakarta gue akan cari kamu Naura"ucapnya


"Sayang,ayo kita makan malam*suara wanita


"Yes mam, I'm coming"balasnya 

__ADS_1


__ADS_2