
Belum Makan
Setelah beberapa saat akhirnya mobil yang mereka tumpangi telah sampai di perbatasan kampung Silvia.
Air mata Silvia semakin tak terbendung saat mobil yang mereka tumpangi semakin mendekat rumah kedua orangtuanya.
"Ning terimakasih,saya tidak tahu dengan apa saya harus membalas kebaikan Ning Naura"ucapnya sambil menangis.
"Tidak usah seperti itu,cukup kamu buktikan pada saya dengan belajar lebih giat lagi dan buat bangga orangtua kamu"ucap Naura
"Insyaallah Ning saya akan belajar lebih giat lagi,saya ingin membuat bangga orangtua saya"jawabnya yakin sambil menghapus airmata nya.
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di depan rumah orangtua Silvia.
"Apa benar rumah mu yang ini"tanya Naura
"Benar Ning"jawabnya
"Yasudah ayo kita keluar"ucap Naura membuka pintu mobilnya.
Mereka pun berjalan menuju rumah orangtua Silvia.
"Assalamualaikum"salam mereka setelah sampai di depan pintu
"Waalaikumussalam"terdengar jawaban dari dalam Rumah.
Tak berapa lama terbukalah pintu rumah Silvia menampilkan wajah seorang wanita paruh baya.
"Ehh Masyaallah Silvia ayo masuk"ucapnya
"Iya Bi,gimana keadaan ibu sama bapak bi?"tanya Silvia
"Alhamdulillah sekarang mereka sudah agak mendingan, sekarang ini bibi mau jemput ke Puskesmas"jawab Bibinya
"Alhamdulillah kalau seperti itu"ucap Silvia
"Untung Ibu sama Bapak kamu punya kartu kesehatan jadi gak ngeluarin biaya"ucap sang Bibi.
Lalu mereka pun duduk lesehan di ruang tengah Rumah Silvia.
Nampak Naura sangat prihatin melihat keadaan Rumah Silvia yang bahkan jika di bandingkan dengan kamar miliknya masih jauh lebih besar kamarnya.
"Bi perkenalkan ini Ustadzah Silvia di pesantren"Silvia menunjuk Tika dan Azizah dengan ibu jarinya
"Lalu ini Istri dari anak pemilik Pesantren"sambil menunjuk Naura
"Masyaallah terimakasih Ustadzah dan Ning"Bibi Silvia mengucapkan terimakasih pada mereka bertiga karena telah datang kerumah Silvia.
Setelah mengobrol sedikit merekapun menjemput orangtua Silvia menggunakan mobil milik Naura.
Setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka telah sampai di puskesmas tempat orang tua Silvia di rawat.
Tampak raut wajah tak sabar Silvia ingin cepat-cepat menemui orangtuanya.
Kini mereka telah sampai di depan ruangan tempat orangtua Silvia di rawat.
"Assalamualaikum"salam mereka
"Waalaikumussalam"terdengar suara pria dan wanita dari dalam
__ADS_1
"Ibu Bapak"Silvia langsung berlari memeluk orangtuanya
"Masyaallah Silvia kenapa kamu ada disini nak"tanya sang Ibu
"Silvia ingin merawat Ibunya Bu"bukan Silvia yang menjawab melainkan Naura
Tampak wajah kebingungan orangtua Silvia melihat kehadiran Naura bersama Tika dan Azizah
"Perkenalkan saya Naura Bu menantu Kyai Razi,dan ini Tika dan Azizah sahabat saya sekaligus Ustadzah di Pesantren"Naura memperkenalkan diri.
"Astaghfirullah maaf Ning,mari duduk maaf kami tidak bisa menyambut dengan baik"ucap ibunya Naura
"Tidak papa Bu,apa sudah beres semuanya Bu"tanya Naura
"Alhamdulillah sudah Ning,ini sudah tinggal pulang saja"jawabnya
"Syukurlah kalau seperti itu mari saya bantu Bu"ucap Naura langsung mengambil tas yang berada di Nakas
"Ehh Ning tidak perlu repot-repot"ucap Bu Silvia
"Nggak repot kok Bu mari"ucap Naura mempersilahkan orangtua Silvia berjalan terlebih dahulu.
Naura dan keluarga Silvia pun berjalan pulang menggunakan mobil milik Naura,ibunya Silvia tidak berhenti berhentinya mengucapkan terimakasih.
Membuat Naura merasa terharu, sebelum dia menikah dengan Iqbal mana pernah dia merasakan hal seperti ini.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya mereka telah sampai kembali di Rumah orangtua Silvia.
"Mari masuk Ning"ucap Bibi Silvia
"Terimakasih Bu"jawab Naura
"Via bisa ikut saya sebentar"tanya Naura
"Bisa Ning"jawab Naura
Mereka pun berjalan menuju keluar rumah bersama Tika dan Azizah juga.
Saat di luar Naura langsung membuka bagasi mobil miliknya,terpangpanglah berbagai macam sembako disana.
"Via tolong bantu saya keluarin ini semua"ucap Naura menunjuk kearah sembako
"Ehh,baik Ning"jawabnya lalu membantu Naura mengeluarkan sembako dari bagasi di bantu oleh Tika dan Azizah.
Mereka pun membawa sembako-sembako itu masuk kedalam Rumah Silvia,tampak keluarga Silvia kaget melihat begitu banyaknya sembako yang mereka bawa.
"Sil itu semua darimana?"tanya Bapaknya Silvia
"Ini buat ibu dan bapak, Alhamdulilah di Pesantren ada sedikit rezeki lebih"jawab Naura
"Alhamdulillah ya Allah terimakasih Ning"ucap Ibunya Silvia.
Setelah memasukan semua sembako yang mereka bawa kedalam Rumah Silvia,ia pun izin pamit untuk kembali ke Pesantren.
"Bu Pak saya izin pamit kembali ke Pesantren yah"pamit Naura
Untuk Silvia saya sudah memberikan izin libur selama satu Minggu jadi dia Insyaallah bisa membantu merawat ibu bapak disini terlebih dahulu"lanjutnya.
Sontak hal itu membuat Silvia menangis dan langsung memeluk Naura beberapa saat.
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya Naura beserta Tika dan Azizah pun beranjak dari Rumah orangtua Silvia untuk kembali menuju ke Pesantren.
Setelah melakukan beberapa lama perjalanan akhirnya mereka sampai di Pesantren saat sudah memasuki waktu Ashar.
Saat Naura memarkirkan mobilnya di pelataran Ndalem,tampak Iqbal pub baru datang.
"Assalamualaikum Mas"salam Naura saat ia telah turun dari mobilnya.
"Waalaikumussalam May,baru pulangkah"tanya Iqbal
"Iya Mas,Mas darimana"ucap Naura
"Ini Mas baru dari toko Buku"jawab Iqbal sambil menunjukan kantong kresek yang ia bawa.
"Nau kami kembali ke Asrama dulu yah"pamit Tika
"Iya Tik, hati-hati yah"jawab Naura
"Iya, Assalamualaikum"salam mereka
"Waalaikumussalam"jawab Naura dan Iqbal.
Setelah kepergian Tika dan Azizah,Naura dan Iqbal pun berjalan menuju ke Rumah bambu.
"Gimana tadi disana May?"tanya Iqbal saat mereka telah sampai di Rumah
"Alhamdulillah orangtuanya Silvia udah baikan Mas,tadi mereka baru saja pulang sehabis di rawat di Puskesmas"jawab Naura
"Alhamdulilah kalau seperti itu"ucap Iqbal
"Mas sudah makan?"tanya Naura tiba-tiba,yang dijawab gelengan oleh Iqbal.
"Astaghfirullah Mas,kok belum makan sih ini udah jam berapa!!"ucap Naura dengan nada kesal.
"Mas tunggu disini aku masakin"ucap Naura berjalan menuju dapur.
Iqbal yang diperlakukan seperti itu oleh sang istri hanya bisa menahan senyum melihat bagaimana tingkah sang Istri.
Tampak saat ini Naura tengah sibuk memasak makanan untuk sang suami.
Setelah bebeapa saat akhirnya makanan yang ia masak pun akhirnya siap.
"Mas ayo makan dulu"teriak Naura saat tidak melihat Iqbal di ruang tengah.
"Sebentar May"teriak Iqbal dari dalam kamar.
Sambil menunggu Iqbal datang Naura pun menyiapkan makanan yang ia masak di ruang tengah.
"Wah kayanya enak nih"ucap Iqbal yang telah sampai di ruang tengah
"Jelas dong"jawab Naura PD
"Hahaha, memang Istri Mas ini yang terbaik"ucap Iqbal mengacak-acak kerudung Naura.
"Udah ahh,ayo makan"ucap Naura lalu menyiapkan piring untuk Iqbal makan
"Terimakasih yah"ucap Iqbal
"Iya Mas"jawabnya.
__ADS_1