
Aku Mengagumimu
Setelah makan malam Naura dan Iqbal berjalan kearah kamar mereka di Ndalem.
"Mas kalau aku berhenti kuliah saja gimana"tanya Naura
"Mas gimana kamu saja sayang,kalau kamu merasa ingin berhenti kuliah Mas akan dukung, begitupun sebaliknya"jawab Iqbal
"Makasih ya Mas"ucap Naura lalu memeluk Iqbal
"Ihh manja banget sih,istri Mas ini"ucap Iqbal sambil mengusap kepala Naura
"Biarin"jawab Naura
"May sunah rasul yuk"ucap Iqbal
"Ihh Mas mesum"ucap Naura
"Tapi ayo deh,hehe"lanjutnya.
Mereka pun menikmati malam dengan penuh kesyahduan dengan berlimpah pahala yang menyertai Meraka berdua.
Keesokan paginya tampak Naura menggeliat dari tidurnya,tangan Naura meraba-raba area kasur namun tak menemukan apa yang ia cari.
"Mas"ucap Naura pelan namun tidak ada jawaban yang terdengar oleh Naura
"Mas Iqbal kemana yah,apa dia sudah mulai mengajar"ucapnya sambil mengambil hp miliknya yang berada di nakas.
"Astaghfirullah pantesan Mas Iqbal udah gak ada,orang udah jam setengah sepuluh"gumamnya lalu buru-buru masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tadi pagi setelah melaksanakan shalat subuh ia memang memilih untuk kembali tidur karena masih sangat mengantuk.
Setelah membersihkan diri Naura langsung keluar dari kamarnya untuk mencari sang Umi.
"Umi"panggil Naura
"Di kamar Nau"terdengar jawaban dari arah kamar orangtuanya, Naura pun berjalan kearahnya.
"Umi apa boleh Nau masuk"tanya Naura
"Masuk saja Nau,tidak di kunci"jawab Aini dari dalam
"Assalamualaikum"salam Naura saat melangkah masuk ke dalam
"Waalaikumussalam,sini Nau"ucap Aini
Tampak Aini tengah memperhatikan sebuah album photo,Naura sempat bertanya apa itu namun bukannya menjawab Aini malah menyuruh Naura untuk mendekatinya dan melihatnya sendiri.
Naura beberapa kali tertawa saat membuka lembar demi lembar album photo tersebut,di dalamnya banyak photo Iqbal dan Aisyah ketika mereka kecil.
Tampak wajah Iqbal sangatlah imut ketika ia kecil,sama halnya dengan Iqbal hal yang tidak jauh berbeda pun terjadi dengan Aisyah tampak wajahnya saat kecil begitu menggemaskan.
__ADS_1
Setelah Asik melihat album photo masa kecil Iqbal Naura pun izin pamit pada Aini untuk berkeliling Pesantren.
Beberapa santri yang ia temui menyapanya dengan santun,memang sejak kejadian Naura yang di kunci di gudang keluarga mereka memutuskan untuk memberi tahu kan status Naura pada penghuni pesantren dan penduduk sekitar.
Saat berkeliling Naura tanpa sengaja bertemu dengan Ayu yang tengah membawa alat-alat kebersihan,tampak tubuh Ayu lebih kurus daripada saat ia bertemu dengannya terakhir kali.
"Assalamualaikum Ning, permisi"salam Ayu saat akan melewati Naura
"Waalaikumussalam,kamu mau kemana Yu"tanya Naura
"Saya baru akan membersihkan kamar mandi Ning"jawab Ayu
"Apa kamu sudah makan"tanya Naura
"Sudah Ning tadi pagi bareng santri yang lain"jawab Ayu
"Kamu ikut saya"ucap Naura pada Ayu
"Kemana Ning....?"tanya Ayu
"Ikut saja"jawab Naura.
Mereka pun lalu berjalan kearah Kantin Pesantren,Naura memesan beberapa makanan lalu memilih duduk menunggu di bangku Kantin.
"Apa kamu tidak ingin duduk"tanya Naura
"A-apa boleh Ning"tanya Ayu segan
"Te-terima kasih Ning"jawab Ayu
Setelah Ayu duduk tak lama kemudian datanglah makanan yang Naura pesan tadi,Naura menyuruh Ayu untuk menghabiskannya.
Awalnya Ayu sempat menolak namun Naura terus memaksanya untuk memakan makanan itu, akhirnya Ayu pun tak bisa menolak lagi.
"Terimakasih Ning atas makanannya"ucap Ayu setelah menghabiskan makanannya
"Tidak perlu sungkan Yu"jawab Naura
"Kalau begitu saya permisi dulu Ning lanjut ke WC,saya takut tidak akan keburu kalau terus di tunda"pamit Ayu
"Kamu tidak perlu memaksakan diri Yu kalau capek"ucap Naura
"Nggak kok Ning Insyaallah saya kuat"jawab Ayu
"Yasudah kalau seperti itu,tapi kalau kamu merasa capek kamu berhenti saja dulu,tidak perlu semua WC kamu bersihkan setiap hari kok"ucap Naura
"Iya Ning,saya permisi Assalamualaikum"pamit Ayu sekali lagi
"Waalaikumussalam"jawab Naura.
Setelah kepergian Ayu Naura masih duduk di bangkunya merenungkan nasib dirinya yang masih jauh lebih beruntung daripada kebanyakan orang di luar sana.
__ADS_1
"Terimakasih Mas karena telah memberikan aku kesempatan melihat sisi lain kehidupan ini"gumam Naura lirih.
Naura tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya sekarang jika ia tidak bertemu dengan Iqbal.
"Dulu aku sangat menyesali pertemuan kita Mas,tapi sekarang mungkin aku akan menyesal jika dulu kita tidak bertemu"ucap Naura pelan.
Setelah itu Naura beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke arah penjual untuk membayar makanannya.
Sang pedagang sempat menolak uang pemberian Naura,namun Naura tetap memaksa untuk membayar makanannya.
"Tidak baik menolak rezeki bi"ucap Naura pada pedagang itu
"Kalau sepert itu terimakasih Ning"jawabnya
"Sama-sama bi,saya pamit dulu Assalamualaikum"pamit Naura
"Waalaikumussalam Ning"jawabnya
Naura pun berjalan meninggalkan kantin tersebut untuk kembali menuju ke arah sekolah,ia ingin melihat bagaimana suaminya mengajar.
Dari jendela kelas ia melihat Iqbal tengah mengajar dengan sangat fokus.
"Kamu ngajar fokus banget sih Mas,sampai gak liat aku disini"gumam Naura
Hingga beberapa lama Naura melihat Iqbal mengajar tampak sepertinya Iqbal telah menyadari kehadirannya.
Iqbal berpamitan kepada muridnya untuk keluar sebentar.
"May kamu ngapain disini sayang"ucap Iqbal saat telah berada di dekat Naura
"Hehe aku cuma mau liat Mas ngajar kok"jawab Naura
"Dasar,mau masuk gak sekalian kenalan sama murid Mas"ajak Iqbal
"Emang boleh Mas"tanya Naura
"Ya boleh dong,ayo"ucap Iqbal sambil menarik tangan Naura.
Iqbal pun masuk kedalam kelas sambil menggandeng tangan Naura dan membawanya untuk duduk di bangku miliknya, sementara itu ia melanjutkan kegiatan mengajarnya.
Selagi menunggu Iqbal mengajar Naura yang duduk di bangku milik Iqbal pun memperhatikan kegiatan belajar mengajar itu dengan tenang.
Hingga tatapan matanya menuju ke salah satu santriwati yang berada di bangku belakang yang tampak tidak fokus
Dirinya tampak melamun sehingga ia tidak seperti mendengarkan apa yang Iqbal jelaskan di depan kelas.
Naura kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi kelas tampak santri lainnya fokus memperhatikan penjelasan Iqbal di depan kelas.
Setelah itu Naura pun kembali mengalihkan perhatiannya pada Iqbal,tampak suaminya itu tengah menjelaskan pelajaran dengan begitu tenang dan mudah di pahami.
Setelah jam pelajaran selesai Iqbal dan Naura pun berjalan menuju ke rumah bambu mereka,saat mereka berjalan tiba-tiba Naura membisikkan sesuatu di telinga Iqbal yang membuat pipi Iqbal bersemu merah.
__ADS_1
"Aku mengagumimu Mas Iqbal ku sayang".....