
Mulai Tumbuh Rasa
Di Pasar
Tampak Iqbal tengah mencari tempat untuk memarkir mobilnya,tak berapa lama akhirnya mobil sudah terparkir.
"Ok,jadi kita mulai dari mana pak"tanya Naura
"Kita mulai dari membangkitkan jiwa ibu-ibu mu May"
"Maksud bapak apa, maksudnya gue udah tua gitu hah"Naura ngegas
"Bukan begitu, maksud saya May,kamu pintar Nego tidak"tanya Iqbal
"Jelaslah,soal Nego-menego,rayu-merayu,gue jagonya pak,emang kenapa"sombong Naura, Iqbal pun merogoh sakunya mengambil dompet
"Nih"Iqbal menyodorkan dompet miliknya
"Dompet buat apa"tanya Naura bingung
"Nanti saya yang pilih barangnya,terus kamu yang nawar ok"tantang Iqbal
"Ok,siapa takut"jawab Naura, mereka pun sampai di dalam pasar, mereka mencari kebutuhan dapur terlebih dahulu sebelum jalan-jalan di pasar nanti,kini mereka ada di depan pedagang daging sapi.
"Pak dagingnya setengah kilo yah"
"Siap pak"jawab pedagang
"Harganya berapa pak"tanya Naura
"50 ribu aja neng"ucap pedagang
"40 ajalah pak"tawar Naura
"Belum bisa neng"ucap pedagang
"Yasudah 45 kalau begitu udah"
"Yasudah atuh neng"ucap pedagang itu, Naura pun memberikan uang itu.
Mereka pun berkeliling mencari kebutuhan dapur tak terasa sudah 1 jam mereka di pasar,nampak Naura yang tadinya ogah-ogahan, sekarang justru tampak sangat menikmati kegiatannya.
"May, Kita shalat ashar dulu ya"ucap Iqbal
"Iya pak"jawab Naura sambil melihat sekeliling
"Tapi shalat dimana pak"tanya Naura lagi
"Ya di masjid lah Mau,masa di jalan"jawab Iqbal enteng
"Ya gue juga tau kali kalau shalatnya di masjid,maksud gue masijid nya dimana heh"ucap Naura ngegas
"Ya kita cari lah May"ucap Iqbal.
Setelah melaksanakan shalat ashar mereka melanjutkan aktivitas mereka di pasar.
"Kita cari apalagi pak"
"Sekarang saatnya nyenengin hati istri"jawab Iqbal enteng,"Blush"pipi Naura memerah
"Maksud bapak"tanya Naura bingung
"Kita cari jajanan tradisional"ucap Iqbal
"Beneran"tanya Naura
"Iya"ucap Iqbal
Mereka pun berjalan-jalan mencari pedagang jajanan tradisional, mereka menikmati setiap jenis jajanan tradisional yang mereka temui,tak terasa telah mekar sebuah rasa di dalam hati Naura untuk suaminya itu.
Merekapun mengakhiri jalan-jalan mereka ketika melihat matahari sudah mulai turun ke upuk barat, merekapun berjalan menuju mobil, setelah memasukan belanjaan mereka ke bagasi Iqbal membukakan pintu untuk Naura,baru dirinya masuk ke mobil.
"Jam berapa sekarang Mau"tanya Iqbal
"Jam 17:15 pak,jawab Iqbal
"Berarti kamu berhasil bertahan di pasar selama lebih dari 2 jam kan"tanya Iqbal
"Iya,ehhh"Naura baru ingat soal taruhannya tadi
"Berarti kamu kalah, berati kamu harus mengikuti 2 permintaan saya"tanya Iqbal
"I-iya,jadi Lo mau apa hah,jangan macam-macam ya"ucap Naura agak ngegas
"Tidak macam-macam kok 2 macam aja"ucap Iqbal sambil mendekatkan wajahnya kearah wajah Naura,yang di susul tamparan di lengan nya(Naura Walaupun seorang gadis yang bar-bar dan sombong, tapi dirinya tidak akan berani menyakiti orang yang dia hormati)
"Aww,sakit may"Iqbal memelas
"Lagian elo main deket-deketin muka lo ke muka gue"ucap Naura
"Udah cepetan Lo mau apa"lanjut Naura
"Ok, pertama-tama saya ingin mulai sekarang kita tidur satu ranjang,gimana"
Naura yang mendengar permintaan Iqbal hanya bisa meneguk ludahnya
"kan udah gue bilang jangan yang Aneh-aneh permintaannya"ucap Naura
"Emang apa anehnya permintaan saya May"
"Y-ya aneh lah"Naura gugup
"Anehnya dimana May, emang aneh yah suami minta tidur bareng istri"ucap Iqbal sambil pura-pura berpikir
"Y-ya nggak sih,ya ok ok mulai nanti malam lu boleh tidur di kasur tapi pake pembantas ok"ucap Naura terpaksa menerima permintaan Iqbal
"Ok siap"Iqbal sumringah
"Terus yang kedua apa..?"tanya Naura lagi
*Hmm,yang kedua saya mau kamu ubah cara bicara kamu, dengan saya jangan pake Lo gue lagi dan ketika tidak di sekolah jangan panggil saya pak atau bapak bagaimana"ucap Iqbal
"E-emang harus yah"ucap Naura kembali gugup
"Harusnya sih harus"ucap Iqbal
"Terus gue ehh aku harus panggil apa dong"tanya Naura gugup
"Terserah kamu,mau manggil saya mas,Abang,atau kak juga gak masalah"jawab Iqbal santai
__ADS_1
"Gu-eh aku panggil ab-abang aja gimana"Naura makin gugup
"Ok Abang setuju, Yasudah kita pulang"ucap Iqbal santai
"Kenapa jantung gue deg-degan gini dah,masa gue udah jatuh cinta sama dia sih,tapi kok dia makin hari makin ganteng aja sih,kalau gini bisa bobol tembok pertahanan gue"ucap Naura dalam hati
Sebelum magrib akhirnya mereka sudah sampai di apartment, mereka langsung memasukkan buah-buahan, sayur, dan daging ke kulkas, setelah itu mereka berganti mandi untuk bersiap melaksanakan shalat Maghrib.
Setelah Isya.
"May,kamu mau makan apa"tanya Iqbal
"Gak usah bang,aku makan cemilan yang tadi saja"jawab Naura
"Owh,Yasudah, Daddy biasa ngasih kamu uang berapa buat bekal sekolah May"tanya Iqbal
"Gak tentu Bang,kadang 100 kadang 200"jawab Naura
"Owh"ucap Iqbal, Iqbal pun berdiri mengambil dompetnya lalu mengambil 10 lembar pecahan 100 ribu,lalu kembali duduk lagi di dekat Naura
"Nih,buat bekal sekolah kamu selam seminggu,tapi itu khusus untuk bekal sekolah saja,jadi kalau kamu ingin beli apa-apa,nanti bilang sama Abang yah"ucap Iqbal
"Kok, banyak banget sih bang,aku gak papa kok Abang kasih 20 ribu aja tiap harinya"ucap Naura
"Gak papa May, Abang Ikhlas"ucap Iqbal
"Terus kalau uang Abang habis gimana, Abang kan cuma guru SMA"tanya Naura
"Hahaha, Insyaallah uang Abang gak akan habis May apalagi itu buat nafkahin kamu"ucap Iqbal sambil terkekeh
"Yasudah"ucap Naura
"Kamu,udah hafal Ar-rahman nya kan May"tanya Iqbal memastikan
"Udah bang, tenang aja"jawab Naura santai
"Jangan sampai besok Abang tes kamu gak hapal"ingat Iqbal
"Iya bang"jawab Naura singkat.
di kamar tidur
"Ini batasnya ya bang"ucap Naura menaruh guling di tengah kasur sebagai pembatas
"Iya Mau"ucap Iqbal
"Kalau Abang ngelanggar batas Abang di denda 50 ribu"ancam Naura
"Siap,tapi kalau kamu yang ngelanggar gimana may"tanya Iqbal
"Y-ya gak mungkin lah"ucap Naura
"Yasudah ayo tidur"ucap Iqbal
"Iya bang"balas Naura, akhirnya merekapun tidur
Di pagi hari ketika Iqbal hendak bangun untuk melakukan shalat malam, dirinya merasa badannya sangat sulit di gerakan,lalu di pun melihat Naura ternyata tengah memeluk dirinya dengan erat.
"Masyaallah istriku ini,dia yang buat peraturan dia sendiri yang melanggar"ucap Iqbal,lalu Iqbal pun memperhatikan wajah Naura yang tengah lelap dalam tidurnya.
"Abang harap ini adalah awal Indah untuk masa depan kita,Abang juga berharap sebesar apapun ujian pernikahan kita nanti kamu tetap bertahan bersama Abang May"ucap Iqbal sambil mencuri cium kening istrinya.
"Abang shalat sendirian aja Nau ngantuk"ucap Naura sambil masih terpejam
"Tapi Abang gak bisa bangun May kalau kamu peluk begini"ucap Iqbal di telinga Naura
"Ehh"Naura sontak membuka matanya lebar
"Kok aku bisa meluk Abang sih"tanya Naura
"Ya Abang gak tau May"ucap Iqbal
"Pasti Abang yang pindahin tangan aku kan"tuding Naura
"Kalau Abang yang pindahin tangan kamu,kamu gak bakal meluk Abang erat gitu"jujur Iqbal
"Iya juga sih"pikir Naura
"Yasudah sanah katanya mau shalat malam tadi"usir Naura
"Iya,kamu gak ikut" ajak Iqbal
"Aku masih ngantuk bang, nanti subuhan aja yah"Naura membujuk
"Yasudah nanti subuh Abang bangunin lagi"ucap Iqbal sambil beranjak ke kamar mandi.
Setelah melaksanakan shalat malam Iqbal melanjutkan membaca Alquran sambil menunggu waktu subuh,Naura yang sayup-sayup mendengar orang mengaji akhirnya membuka mata.
"Bagus banget suaranya"ucap Naura dalam hati
"Emm,jam berapa bang"ucap Naura parau
"Baru jam 04:15 May,kenapa Abang ganggu kamu yah"tanya Iqbal
"Nggak kok bang"balas Naura,lalu bangun menuju kamar mandi.
"Kamu udah wudhu May"tanya Iqbal
"Iya bang"ucap Naura sambil berjalan kearah lemari mengambil sajadah dan mukena nya
Setelah selesai melaksanakan shalat subuh kedua sekarang tengah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Bang yang ini gimana"tanya Naura memegang bawang merah
"Kamu iris dulu May"jawab Iqbal
"Owh okay"ucap Naura
Akhirnya setelah kerusuhan demi kerusuhan terjadi mereka dapat menyelesaikan masakan mereka
"Enak banget nasi gorengnya bang"jujur Naura
"Iyalah,kan kamu yang masak May"goda Iqbal
"Apaan aku yang masak,aku mah cuma buat rusuh di dapur aja bang,hahaha"Naura tertawa mengingat kelakuannya
"Kan namanya juga belajar May"Iqbal memotivasi Naura
"Iya bang"ucap Naura, setelah sarapan seperti biasa Naura sekarang membersihkan piring bekas mereka makan, setelah selesai dirinya pun bersiap untuk berangkat sekolah.
__ADS_1
"Bang mau bareng gak"tanya Naura
"Ehh,tumben kamu ngajakin bareng May"ucap Iqbal kaget mendengar ucapan Naura
"Ya gak papa,tapi kalau mau bareng nanti Abang turun di pertigaan"ucap Naura
"Yasudah ayo"Iqbal mengiyakan ajakan Naura, dirinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk semakin dekat dengan Naura.
Akhirnya jam pelajaran di mulai para siswa sudah berada di kelasnya masing-masing begitu juga dengan Naura.
"Assalamualaikum" ucap Iqbal,sambil berjalan ke kursinya
"Waalaikumussalam"balas para siswa, Iqbal pun memulai pelajarannya sampai tersisa waktu 20 menit, Iqbal pun menyudahi pelajaran.
"Mayra maju kedepan"
"Ehh Mayra"bingung para siswa,Naura yang merasa terpanggil pun akhirnya maju kedepan.
"Sudah hafalin surat Ar-rahman nya"tanya Iqbal pura-pura
"Sudah pak"jawab Naura sedikit deg-degan
"Ish awas ya Abang,aku bales nanti,ucap Naura dalam hati
"Yasudah mulai sekarang"perintah Iqbal
"Iya pak.Naura pun akhirnya berhasil menyelesaikan hafalannya dengan cukup baik, walaupun ada beberapa pengucapannya yang salah
"Cukup baik hany saja ada beberapa pengucapan huruf yang sedikit salah"ucap Iqbal
"Kamu boleh duduk kembali"lanjutnya , setelah selesai membereskan barangnya Iqbal pun berjalan menuju ruang guru setelah berpamitan dengan para siswa.
"Wih Nau hebat juga Lo,bisa hafal Ar-rahman dalam seminggu"takjub Sella
"Siapa dulu dong Naura di lawan"sombong Naura
"Siapa yang ngajarin Nau, kenalin dong gue juga kan mau belajar"tanya rindu
"Ehh,emang Naura belajar sama orang sel"tanya Rindu bingung
"Pasti itu Ndu,soal lu tau sendiri dia kalau ngapalin sendiri pasti gak bakal hafal"ceplos Sella
"Bangkek lu,tapi bener juga sih,hahahaha"ucap Naura tertawa
"Terus siapa yang ngajarin kamu Nau"tanya Rindu
"Rahasia dong,dia itu guru ngaji private gue"ucap Naura
"Alah pake rahasia-rahasian segala nanti juga kita tau,iya kan Ndu"ucap Sella
"Hmm"Rindu mengangguk
"Serah dah gue mau kek kantin, lapar
"Gue ikut lah"ucap Sella
"Aku juga ikut"Rindu nyambung.
Setelah selesai jam pelajaran Naura saat ini sudah berada di dalam mobilnya,dia akan men chat Iqbal untuk menanyakan apakah sudah selesai atau belum(ya Naura sudah memiliki nomer Iqbal,tadi pagi sebelum Iqbal turun Naura meminta Iqbal untuk memberikan nomer teleponnya), namun belum sempat Naura menchat Iqbal, Iqbal lebih dulu menchat Naura
"Assalamualaikum May,maaf Abang hari ini ada rapat guru,jadi Abang akan pulang agak sore,maaf ya"chat Iqbal
"Waalaikumussalam,iya bang gak papa"jawab Naura, akhirnya Naura pun menyalakan mobilnya dan melaju menuju apartemennya.
"Hmm kok lapar ya"ucap Naura yang sudah sampai di apartment
"Kalau masak gue takut ngancurin dapur,kalau nungguin bang Iqbal, kasihan pasti capek"Naura bingung
"Gue persen online ajalah, sekalian buat bang Iqbal juga"ucap Naura, akhirnya Naura pun memesan soto ayam,Ayam geprek dan masih banyak lagi.
Setelah pesanannya datang Naura pun menatanya di meja makan,tak lama hp Naura berbunyi tampak ada pesan masuk,Naura pun melihat siapa yang mengirim pesan
"Assalamualaikum May,Abang bentar lagi pulang,ini lagi nunggu ojek"isi pesan dari Iqbal
"Waalaikumussalam,Iya bang, hati-hati"balasnya,Naura jadi merasa tidak enak dengan Iqbal kalau mereka tidak berangkat dengan Iqbal pasti Iqbal sekarang tidak perlu naik ojek,Naura yang tadinya hendak makan langsung akhirnya memilih untuk menunggu Iqbal pulang.
"Assalamualaikum"ucap Iqbal
"Waalaikumussalam"balas Naura, entah dorongan dari mana tiba-tiba Naura berjalan kearah Iqbal dan mengambil tangan Iqbal untuk di saliminya
"Abang bersih-bersih dulu ya,nanti kita makan bersama"ucap Naura
"Kamu masak May"tanya Iqbal
"Mana bisa aku masak bang, bisa-bisa apartment kita hancur kalau aku masak sendirian"ucap Nuara terkikik
"Terus"ucap Iqbal
"Aku udah pesan makanan tadi jadi kita tinggal makan saja"jawab Naura
"Owh,Yasudah Abang bersih-bersih dulu yah"ucap Iqbal sambil berjalan ke kamar.
"Setelah shalat Isya mereka berdua sibuk dengan tugas nya masing-masing.
"Bang bantuin aku dong"pinta Naura
"Bantuin apa May"tanya Iqbal
"Ini, aku bingung gimana ngerjainnya"ucap Naura
*Owh sini,jadi cara ngerjain nya tuh kaya gini May"Iqbal menjelaskan
"Abang kan guru PAI ko bisa ngerti Matematika"tanya Naura
"Abang juga kan pernah sekolah May,kan di sekolah pelajarannya gak cuma PAI"jawab Iqbal sambil menahan tawa
"Iya juga ya"ucap Naura, akhirnya mereka pun melanjutkan kegiatan nya masing masing.
Di kamar tidur
"Masih mau pake pembantas May"tanya Iqbal
"Iyalah,nanti kalau gak pake pembantas Abang meluk aku lagi"jawab Naura
"Lah semalam yang meluk siapa ya"ucap Iqbal menyindir, Naura hanya diam pipi nya memerah karena malu.
"Kok gue jadi baper aihhh"pikir Naura
"Udah gak usah ngelamun kita tidur saja,udah malam May"ucap Iqbal
__ADS_1
"Iya bang"jawab Naura