
Upaya Penculikan Naura
"Assalamualaikum Gus"salam mereka
"Waalaikumussalam"jawab Iqbal dan Naura
"Ini ada sedikit oleh-oleh untuk Gus dan Keluarga"ucap ibu-ibu itu sambil menyodorkan bingkisan yang ia bawa
"Terimakasih yah ibu-ibu, bingkisannya kami terima"bukan Iqbal yang menjawab melainkan Naura,hal itu membuat para ibu-ibu itu bertanya siapa dia.
"Ini istri saya namanya Naura"jawab Iqbal yang melihat ekspresi ibu-ibu itu yang bingung
"Ehh, astaghfirullah,maafkan kami Ning"ucap ibu-ibu itu sambil menyalimi tangan Naura membuat Naura kaget
"Tidak apa-apa Bu,maaf yah jadi merepotkan kalian seperti ini"jawab Naura
"Ini tidak merepotkan kok Ning kami ikhlas, itung-itung sebagai tanda terimakasih telah menjaga dan mendidik anak-anak kami"jawab salah satu dari mereka
"Karena hadiahnya sudah diterima kami izin pamit dulu Ning Gus, Assalamualaikum"pamit mereka
"Waalaikumussalam"jawab Naura dan Iqbal
Setelah ibu-ibu itu pergi Naura membawa bingkisan itu ke dalam rumah dan membukanya satu persatu.
"Alhamdulillah,ada makanan sama beberapa bahan masakan dan buah-buahan Mas"ucap Naura
"Alhamdulillah,kamu antarkan ke Umi sebagian yah,kalau kamu mau bawa buat sahabat kamu juga gak papa"jawab Iqbal
"Iya Mas"jawab Naura
Naura lalu memisahkan sedikit makanan untuk mereka,lalu membawa sisanya untuk ia berikan pada Uminya.
Setelah memberikan makanan hasil pemberian dari ibu-ibu tadi pada sang Umi,Naura pun melanjutkan niatnya tadi untuk menuju para sahabatnya.
Dua hari kemudian
Saat Naura menunjukan makanan yang ia bawa tampak mata semua sahabatnya berbinar melihatnya.
Naura pun memberikan makanan itu kepada mereka agar mereka memakannya.
Tampak canda tawa menghiasi ruangan itu yang menunjukkan semua penghuni ruangan itu tengah berbahagia.
Pagi ini Naura tengah berada di dalam kamarnya bersiap untuk pergi Kuliah.
"May kamu jadi kah pergi kerja kelompok"tanya Iqbal
"Jadi Mas,kenapa memang"Naura balik bertanya
"Nanti Mas jemput yah pulangnya kebetulan hari ini Mas ada janji dengan teman mas di dekat kampus kamu"ucap Iqbal
"Iya Mas,Mas naik mobil kah...?"tanya Naura
__ADS_1
"Gak usah,biar nanti Mas naik taksi saja,nanti kita pulang pake mobil kamu"jawab Iqbal
"Yasudah aku berangkat dulu yah Mas, Assalamualaikum"salam Naura sambil mencium tangan Iqbal
"Waalaikumussalam May, hati-hati yah"jawab Iqbal lalu mencium kening Naura.
Naura pun berangkat menuju kampus menggunakan mobil miliknya.
Ketika ia sampai di kampus tampak kedua sahabatnya sudah lebih dulu menunggu ia di parkiran.
"Serasa balik ke jaman SMA yah,lihat kalian berdua nungguin aku"ucap Naura
"Hahaha,yaitu karena elu emang lelet dari dulu"jawab Sella
"Hahaha, Astaghfirullah yaudah ayo kita masuk"jawab Naura
"Kamu hati-hati yah Nau"ucap Rindu tiba-tiba
"Hati-hati kenapa Ndu"tanya Naura
"Aku gak tau, perasaan ku jadi gak enak tentang kamu"jawab Rindu
"Insyaallah aku gak bakal papa kok Ndu,lagian insyaallah aku juga pulangnya sama Mas Iqbal kok"jawab Naura
"Gus Iqbal jemputkah Nau"tanya Sella nimbrung
"Dia ada janji sama temannya sekitar sini katanya"jawab Naura
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kelas, setelah selesai jam kuliah tampak Naura dan kedua sahabatnya mulai berpisah karena tempat kerja kelompok mereka yang berbeda.
Tampak Naura kini tengah fokus belajar kelompok dengan beberapa temannya di sebuah kafe di depan kampus.
Sementara di kafe yang sama terhalang beberapa kursi dari Naura dan teman-temannya tampak seorang pria tengah memperhatikan mereka dengan tak sabar.
"Lama banget sih mereka,tau gini tadi gue tadi gak langsung berangkat kesini"gumamnya tak sabar
Sementara itu Iqbal baru saja selesai bertemu temannya,saat ini ia akan berangkat menuju kafe tempat Naura belajar kelompok.
Saat di jalan Iqbal memberikan pelayanan pesan kepada Naura jika ia sudah selesai menemui rekannya dan akan berangkat menuju kafe tempat Naura berada.
Naura yang melihat pesan masuk dari Iqbal pun langsung membalasnya.
"Aku nanti nunggu di dalam aja ya Mas,ini udah mau selesai kok"tulis Naura membalas pesan dari Iqbal
"Iya sayang"balas Iqbal
Naura hanya melihatnya saja tidak berniat untuk menjawabnya.
Ia pun melanjutkan mengerjakan tugasnya bersama teman-teman kelompoknya.
"Kamu gak mau balik bareng Nau"tanya salah satu temannya
__ADS_1
"Nggak makasih,aku lagi nunggu suami"jawab Naura
"Owh ok kalau gitu,kita pulang dulu yah"ucap mereka lalu pergi meninggalkan Naura.
Sementara itu lelaki yang duduk tak jauh dari Naura kebingungan karena yang terjadi tidak sesuai rencananya.
"Sial kenapa dia nggak keluar sama mereka"ucap laki-laki itu kesal
"Ayo mikir,jangan sampai duit depan mata hilang gitu aja"ucap laki-laki itu.
Akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk mendekati meja Naura,saat berada di dekat Naura ia sengaja menjatuhkan dompetnya di dekat Naura.
Naura yang melihat dompet seseorang terjatuh lalu mengambil dompet itu dan memanggil sang pemilik dompet tersebut.
"Pak dompet anda jatuh"teriak Naura yang melihat laki-laki itu sudah mendekati pintu.
Namun laki-laki itu sengaja mengabaikan teriakan Naura dan terus berjalan ke luar dari kafe.
"Astaghfirullah kenapa dia gak berhenti,apa dia gak denger yah"Naura pun bangkit dari duduknya dan berjalan mengejar laki-laki itu.
Naura saat ini telah berada di area luar kafe ia melihat sekeliling untuk memastikan dimana posisi laki-laki itu, beberapa saat kemudian matanya menangkap sosok laki-laki itu akan membuka mobilnya.
"Pak tunggu"teriak Naura lalu berlari kearah laki-laki itu
Laki-laki itu pun menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah Naura.
"Kena kau"ucapnya dalam hati, tempat yang laki-laki itu pilih untuk memarkiran mobilnya adalah sudut paling sepi di kafe tersebut, posisi nya pun tidak terlihat oleh CCTV.
"Ada apa Nona"tanya laki-laki itu saat Naura telah mendekatinya
"Maaf pak dompet anda tadi terjatuh di dalam"ucap Naura sambil memperlihatkan dompet tersebut
"Itu memang dompet saya Nona, terimakasih"ucap laki-laki itu sambil mengambil dompetnya dengan satu tangan
"Sama-sama pak,kalau begitu saya pamit terlebih dahulu, Assalamualaikum"ucap Naura lalu berbalik untuk pergi dari sana.
Namun baru saja dirinya berbalik laki-laki itu langsung membekap mulutnya,Naura pub mencoba untuk berontak sekuat tenaga.
Namu usahanya tampak sia-sia posisinya tidak menguntungkan untuknya bisa melawan.
Perlahan-lahan kesadaran Naura mulai memudar,di tengah kesadarannya yang semakin memudar ia sempat melihat sosok seseorang namun tak jelas.
Saat ini Iqbal baru saja sampai di Kafe yang di sebutkan oleh Naura.
Namun saat Iqbal akan memasuki Kafe,ia mendengar suara istrinya dari arah samping kafe.
"Apa Naura menunggu disana"pikirannya.
Ia pun akhirnya berjalan kearah suara tadi,namun betapa terkejutnya saat ia sampai disana ia melihat istrinya tengah di bekap oleh seseorang,tampak kondisi Naura sudah hampir tak sadarkan diri.
"HEI LEPASKAN DIA"
__ADS_1