
Berangkat Menuju Jakarta
Dari kejauhan tampak sepasang mata melihat kegiatan mereka dengan muka penuh amarah.
"Kenapa Gus Iqbal bisa berduaan dengan dia"ucapnya
"Pasti dia genit-genit sama Gus Iqbal,awas kamu yah"ucapnya sambil mengepalkan tangan.
Sementara itu Iqbal dan Naura kini telah selesai memeriksa keadaan kehamilan Naura.
"Alhamdulillah ya May bayi kita sehat"ucap Iqbal sambil mengusap perut Naura
"Alhamdulillah Mas, makasih udah mau jadi suami May"ucap Naura
"Mas yang harusnya berterimakasih May,karena kamu udah mau jadi ibu dari anak-anak mas"balas Iqbal
"I Love You Mas"ucap Naura
"I Love You To May"jawab Iqbal
Setelah memeriksa kondisi kandungan Naura, Iqbal dan Naura saat ini tengah menikmati suasana kota Cianjur.
"Mas beli Batagor itu yah"ucap Naura menunjuk gerobak batagor
"Ok"jawab Iqbal sambil mendekatkan mobilnya pada penjual batagor.
Setelah membeli batagor mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Pesantren Kyai Razi.
Setelah sampai Iqbal memarkirkan mobilnya di pelataran Ndalem mereka akan melaksanakan makan malam bersama keluarga Ndalem malam ini.
"Assalamualaikum Umi"ucap keduanya saat melihat Aini duduk di depan Rumah
"Waalaikumussalam,ayo masuk Abi udah nunggu di dalam"ajak Aini
Mereka pun mengikut Aini masuk menuju Ndalem,tampak di meja makan seorang pria paruh baya menunggu mereka.
"Assalamualaikum Abi"salam keduanya lalu mencium tangan Kyai Razi bergantian.
"Waalaikumussalam,ayo duduk Abi udah lapar nih,hehe"jawab Kyai Razi
"Iya Abi"jawab mereka berdua
Mereka akhirnya menikmati makan malam mereka dengan penuh kenikmatan dengan sesekali di selingi candaan,yang membuat suasana semakin nyaman.
"Gimana kandungan kamu Nau"tanya Kyai Razi
"Alhamdulillah sehat Bi"jawab Naura
"Alhamdulillah kalau seperti itu"ucap Kyai Razi
"Kalian yakin tidak ingin memberi tahu hubungan kalian secepatnya saja"tanya Aini
"Tidak perlu Mi,biar sekalian dengan ulang tahun pondok saja nanti"jawab Naura
"Ulang tahun pondok masih 3 Minggu lagi loh,Umi takut terjadi fitnah dengan kalian"ingat Aini
"Tidak papa Mi, insyaallah tidak akan terjadi apa-apa"jawab Iqbal kali ini
"Yasudah kalau itu mau kalian, Umi cuma berharap yang terbaik untuk kalian dan janin yang ada di kandungan Naura
"Aamiin terimakasih Mi"jawab Naura.
__ADS_1
Malam ini dan besok malam Naura dan Iqbal memutuskan untuk menginap di Ndalem karena permintaan dari sang Umi karena lusa Naura dan Iqbal akan berangkat ke Jakarta menuju Rumah sang Bunda untuk melaksanakan tasyakuran acara 4 bulanan sang Bunda.
"Jadi gimana May Sella dan Rindu jadi ikut nggak"tanya Iqbal
"Hehe,belum May tanyain loh Mas,May lupa"ucap Naura cengengesan
"Yasudah besok kamu tanyain ke mereka kalau ikut nanti suruh mereka nginap di Ndalem saja,biar kita berangkat langsung dari Ndalem"jawab Iqbal
"Iya Mas,Mas mau mandi kah"tanya Naura yang melihat Iqbal melepaskan bajunya
"Iya May,Mas gerah ini"jawab Iqbal
"Yasudah biar May siapkan bajunya nanti"ucap Naura
"Terimakasih yah istri Mas yang paling cantik"ucap Iqbal lalu mengecup bibir Naura sekilas
"Hilih Modus"ucap Naura
"Hehe"
Pagi ini tampak keadaan Ndalem sudah mulai ramai oleh para penghuninya yang sudah bersiap untuk melaksanakan shalat Tahajud.
"Ayo May kita shalat tahajud di Masjid"ajak Iqbal
"Iya Mas ayo"jawab Naura
Mereka pun berjalan beriringan menuju Masjid Pesantren Abi dan Umi nya ternyata sudah lebih dulu berangkat menuju ke Masjid.
Dari kejauhan kembali tampak sepasang mata mengawasi mereka berdua dengan wajah yang sudah sangat memerah menahan marah.
"Awas kamu Naura berani sekali kamu mendekati Gus Iqbal"ucapnya lalu beranjak pergi dari sana.
Sementara itu tampak Naura dan Iqbal telah sampai di Masjid, mereka pun berpisah di pintu depan Masjid Naura menuju shaf wanita sementara Iqbal berjalan ke shaf depan.
"Iya Mi,agak telat bangunnya tadi"jawab Naura
"Yasudah kamu langsung shalat tahajud saja yah"ucap Aini
"Iya Mi"jawab Naura.
Saat Naura tengah melaksanakan shalat tampak ustadzah Arum memasuki masjid pesantren.
"Gimana Rum,apa masih ada santri yang tidur"tanya Aini pada Ustadzah Arum.
"Sudah tidak ada Umi, Alhamdulillah semuanya sudah bangun"jawab Ustadzah Arum,lalu dirinya duduk di belakang Naura
Setelah selesai melaksanakan shalat subuh seperti biasa Naura akan belajar mengaji, biasanya dirinya akan diajari oleh Iqbal namun karena saat ini tidak memungkinkan,jadi Umi nya lah yang mengajarkannya.
"Alhamdulillah makin baik saja bacaannya Nau"ucap Aini
"Makasih Umi"jawab Naura
"Terus belajar yah"ucap Aini
"Insyaallah Umi, do'a kan Nau semoga bisa Istiqomah yah Umi"pinta Naura
"Selalu sayang,Umi selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak Umi"jawab Aini.
"Yasudah kalau begitu kita pulang yuk, sebentar lagi waktunya sarapan"ajak Aini
"Iya Umi"jawab Naura
__ADS_1
Mereka berduapun akhirnya meninggalkan area masjid pesantren menuju ke Ndalem dengan bergandengan tangan.
"Assalamualaikum"salam Naura dan Aini
"Waalaikumussalam"jawab Kyai Razi dan Iqbal
Setelah mendengar jawaban Naura dan Aini pun akhirnya masuk ke Ndalem,mereka melihat Iqbal dan Kyai Razi sudah duduk dengan anteng di meja makan.
"Maaf ya Bi kita kelamaan"ucap Aini
"Gak papa Mi,ayo kita sarapan"ajak Kyai Razi
Saat ini Naura tengah berjalan menuju Asrama teman-temannya,namun kembali seperti biasanya Ustadzah Arum datang mengganggunya.
"Hei kamu berhenti"ucap Ustadzah Arum
"Haish, apalagi sih ustadzah"ucap Naura
"Kamu berani sekali menggoda Gus Iqbal"ucap Ustadzah Arum
"Siapa yang menggoda Gus Iqbal lagian"tanya Naura
"Ya kamu siapa lagi,saya ingatkan sekali lagi jangan dekati Gus Iqbal,PAHAM"ancam Ustadzah Arum
"Haha,ancamannya kurang greget,saya gak takut"jawab Naura
"Awas saja,kalau sampai saya liat kamu berani dekat-dekat dengan Gus Iqbal habis kamu"ucap Ustadzah Arum
"Yah yah yah, terserah saja"ucap Naura sambil berlalu pergi
"Hei saya belum selesai"teriak Ustadzah Arum.
Saat ini Naura sudah berada di dalam kamar Asrama sahabatnya.
"Kalian ikut ke Jakarta tidak"ucap Naura
"Kapan...?"ucap Sella gembira
"Besok pagi,kalau mau ikut kalian nanti malam tidur di Ndalem biar besok selesai subuh kita langsung berangkat"ucap Naura
"Gue ikut Nau"
"Aku juga"
Ucap Sella dan Rindu
"Kalau kalian gimana"ucap Naura pada Tika dan Azizah
"Apa boleh Ning"tanya mereka
"Tentu saja"jawab Naura
Akhirnya Azizah dan Tika pun memutuskan untuk ikut ke Jakarta, setelah berbincang sebentar mereka pun mengemasi pakaian yang akan mereka bawa ke Jakarta besok.
Keesokan paginya setelah shalat Subuh rombongan Naura dan Iqbal sudah bersiap meninggalkan Pesantren.
"Kami pamit dulu yah Umi Abi"
Kami pamit dulu Bu nyai pak Kyai"
"Kalian hati-hati yah, pelan-pelan saja bawa mobilnya"ingat Kyai Razi
__ADS_1
"Iya Bi, Assalamualaikum"salam Iqbal dan yang lainnya
"Waalaikumussalam"jawab Kyai Razi dan Aini