Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Naura Sadar


__ADS_3

Naura Sadar


Mendengar jawaban Kyai Razi itu Iqbal langsung berlari kearah gudang pesantren.


Saat telah tiba di depan pintu gudang terdengar samar-samar suara tangisan dari dalam gudang.


"May apa kamu di dalam"teriak Iqbal sambil berusaha membuka pintu.


Setelah beberapa kali berusaha mendobrak pintu gudang, akhirnya Iqbal berhasil membukanya.


Samar-samar Iqbal melihat sosok istrinya tengah meringkuk ketakutan di lantai gudang.


"Astaghfirullah May"ucap Iqbal langsung berusaha mendekap tubuh Naura erat


"Mas jangan tinggalkan May, May takut"gumam Naura


"Mas disini sayang Mas gak akan tinggalin kamu"ucap Iqbal lalu membopong tubuh Naura untuk ia bawa ke Rumah sakit.


Saat Iqbal keluar dari gudang tampak keluarga dan sahabatnya baru sampai kesana.Mereka kaget melihat kondisi Naura yang seperti itu.


Tanpa banyak bicara merekapun mengekori Iqbal dari belakang menuju mobilnya.


"May bertahan yah, Mas akan bawa kamu ke Rumah sakit"ucap Iqbal saat mereka telah sampai di Mobil Iqbal.


Iqbal Naura dan para sahabat Naura naik di mobil Iqbal, sementara itu orang tuanya naik di mobil lain...


"Mas selamatkan anak kita"ucap Naura pelan sebelum pingsan


"Astaghfirullah Gus Naura pingsan"ucap Rindu yang memang memangku Naura


"Astaghfirullah ya Allah, selamatkanlah istri dan anak hamba ya Allah"Iqbal beristighfar


Setelah beberapa lama menempuh perjalanan akhirnya mereka kini telah sampai di Rumah Sakit.


Iqbal langsung membuka pintu belakang dan meraih Naura dari untuk dibawa ke dalam Rumah Sakit.


"Dokter....Dokter....Dokter"teriak Iqbal sambil berlari menuju lobby Rumah Sakit.


Suster yang mendengar teriakkan Iqbal langsung mendatanginya sambil membawa brangkar, Iqbal lalu segera menaruh Naura di brangkar untuk dibawa menuju ke UGD.


"Maaf pak mohon tunggu di luar"ucap suster


"Tolong selamatkan Istri saya Sus"ucap Iqbal


Kami akan berusaha pak"jawab suster itu lalu masuk dan menutup pintu UGD.


Iqbal terus mondar-mandir di depan pintu ruangan UGD menunggu kabar kondisi Naura.


"Sabar Bal, istighfar"ingat sang Umi


"Astaghfirullah, Iqbal tidak bisa tenang Umi melihat istri Iqbal tak berdaya seperti ini, apalagi saat ini dia sedang mengandung anak Iqbal"ucap Iqbal


"Serahkan semuanya kepada Allah nak,apa kamu sudah memberi tahu Bunda dan Daddy Naura Bal"ucap Aini

__ADS_1


"Astaghfirullah Iqbal lupa Mi"ucap Iqbal


"Kalau begitu kamu hubungi terlebih dahulu keluarga Naura Bal"ucap Aini


"Iya Mi"jawab Iqbal


Lalu Iqbal pun menghubungi nomer Alan, setelah telepon terhubung Iqbal langsung menceritakan apa yang terjadi dengan Naura pada Alan.


Alan yang mendengar ucapan sang menantu sempat kaget namun ia langsung berusaha tenang,ia tidak bisa panik jika ia panik maka istri akan lebih panik.


Kembali ke Iqbal setelah menelpon mertuanya itu Iqbal lebih memilih untuk duduk di kursi tunggu yang berada di depan UGD.


30 menit kemudian keluar lah Dokter yang tadi memeriksa kondisi Naura.


"Dok bagaimana kondisi istri saya"tanya  Iqbal cepat


"Bapak tenang dulu, saat ini kondisi istri anda sudah stabil hanya saja belum sadarkan diri,apa yang terjadi dengan pasien sebenarnya pak"ucap dokter tersebut


"Ada yang menguncinya di gudang Dok"jawab Iqbal


"Astaghfirullah, sepertinya pasien memiliki trauma akan hal-hal yang berhubungan dengan gudang,apa benar"tanya Dokter itu lagi


"Benar Dok,teman saya pernah di culik dan di sekap di gudang waktu SD"jawab Sella


"Beruntung kalian cepat menemukannya, keadaan pasien tadi sangat drop,jika saja kalian menemukannya sedikit lebih lama mungkin akan berbeda ceritanya"ucap dokter itu


"Lalu bagaimana keadaan bayinya Dok"tanya Iqbal


"Alhamdulillah keadaan bayi anda baik-baik saja,bayi kalian sangat hebat"jawab Dokter itu.


"Apa saya boleh masuk Dok"tanya Iqbal


"Silahkan tapi untuk saat ini hanya satu orang saja yang di izinkan masuk,nanti setelah di pindahkan ke ruang rawat baru boleh masuk semuanya.


"Terimakasih Dok"ucap Iqbal langsung masuk menuju UGD,tampak disana sang istri terbaring tak berdaya.


Begitu pilu hati sang Gus tampan itu melihat kondisi istri kecilnya itu,dia berjalan mendekati Naura dengan berlinangan air mata.


"Maafkan Mas ya May, Mas belum bisa jaga kamu dengan baik"ucap Iqbal menggenggam tangan Naura


"Setelah kamu sadar Mas janji akan mencari pelaku yang membuat kamu terkurung di gudang"janji Iqbal pada Naura.


Setelah itu Iqbal pun mengusap perut Naura,lalu mengecupnya dengan lembut.


"Kamu yang kuat disana yah nak,bantu Abi jaga Umi"ucap Iqbal mengobrol dengan anaknya yang masih berada dalam perut Naura


Setelah itu Iqbal pun duduk di samping Naura dengan terus memandangi wajah Naura.


Satu jam kemudian datang rombongan Dokter dan suster ke UGD mereka akan memindahkan Naura ke ruang rawat.


Sementara itu saat ini Alan dan Erlina tengah dalam perjalanan menuju Cianjur, setelah mendapat panggilan dari Iqbal mereka langsung berangkat.


"Mas kenapa Naura bisa masuk Rumah Sakit"tanya Erlina

__ADS_1


"Iqbal bilang sewaktu Naura akan berangkat kuliah ada yang menguncinya di gudang,dan baru ketemu selepas Isya"jawab Alan


"Astaghfirullah,Naura kan punya Phobia Gelap Mas"jawab Erlina


"Kamu tenang yah,tadi Iqbal udah WA mas kok, katanya kondisi Naura sudah stabil hanya belum sadar saja"ucap Alan menenangkan Erlina


"Alhamdulillah"jawabnya


Kembali ke Iqbal kali ini ia tengah duduk di depan ruangan Naura bersama sang Abi untuk menanyakan tentang masalah Naura.


"Bi apa Abi liat wajah santriwati yang menyuruh Naura untuk ke gudang"tanya Iqbal


"Abi tidak lihat bal soalnya posisinya membelakangi Abi"jawab Kyai Razi


"Owh"ucap Iqbal tampak tidak lesu


"Tapi sepertinya dia kisaran kelas 10-12 Bal"jawab Kyai Razi


"Sebaiknya kita bahas masalah ini nanti saja setelah Naura sadar"lanjutnya


"Abi benar"jawab Iqbal


Iqbal pun kembali masuk kedalam ruangan rawat Naura.


Saat tengah malam Alan dan Erlina sampai di ruang rawat Naura.


"Assalamualaikum"salam mereka saat memasuki ruangan mereka


"Waalaikumussalam"jawab Iqbal dan yang lainnya


"Gimana keadaan Naura bal"tanya Erlina


"Alhamdulillah sudah stabil Bun,hanya tinggal nunggu sadar saja,kata Dokter insyaallah besok pagi Naura akan sadar"jawab Iqbal


"Alhamdulillah"ucap Erlina


"Apa sudah ketahuan bal siapa yang mengunci Naura"tanya Alan


"Belum Dad,kita belum sempat mengusut hal ini"jawab Iqbal


Insyaallah setelah Naura sehat kita akan menyelidik hal ini"lanjutnya


"Daddy harap orang itu cepat ketemu,ini sudah masuk tindak pidana"ucap Alan


"Insyaallah Dad kita akan mengusutnya,dan akan memberikan sangsi berat pada pelaku"jawab Iqbal


"Yasudah Daddy mau bicara sama Abi kamu dulu"ucap Alan


"Iya Dad"jawab Iqbal


"Bunda sudah makan"tanya Iqbal


"Sudah Bal"jawab Erlina.

__ADS_1


Terdengar suara adzan Subuh berkumandang, Iqbal pun membukakan matanya untuk mengambil wudhu,namun saat hendak pergi terdengar suara Naura memanggil.


"M-mas"ucap Naura pelan.....


__ADS_2