Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Mendadak Jadi Suami Orang


__ADS_3

Mendadak Jadi Suami Orang


 "Pernikahan tidak saja berisi pelukan, tapi juga perkelahian."


"Kami milih menikah saja pak"Ucap Naura asal


"Ehh,kamu serius"Iqbal bingung


"Lah, daripada gue di arak keliling kampung sama eloh,mau di taroh di mana muka gue BEGO"sarkas Naura


"Okay kalau begitu kalian telepon kedua orang tua kalian"Ucap sang ketua RT


"mampus gue"pikir Naura


"Keluarga saya ada di Kampung pak"ucap Iqbal


"Tidak, masalah asal mereka tau"ucap sang RT


Mereka berdua pun akhirnya menelpon orang tua mereka.


"Hallo Dad"ucap Naura pelan


"Hallo Nau,what happened kenapa kamu tidak pulang semalam??"


Anu Dad,Naura di begal tap..."ucapan Naura terpotong usai terdengar Suara sang bunda di sebrang sana


"Apaaa,kamu di begal lalu gimana keadaan kamu,kamu baik-baik aja kan,apa ada yang luka,kamu dirawat di rumah sakit mana,biar Bunda sama Dady Langsung kesana"cerocos sang Bunda


"Naura baik-baik saja Bun,tapi anu"Naura bingung


"Anu anu anu apa Nau???"


"Nau di grebek Warga Bun,dan Nau dipaksa nikah sama orang yang bantuin Nau lawan begal"aku Naura


"APA,kamu serius Nau, sekarang kamau dimana biar Bunda sama Dady kesana"panik sang Bunda


"Nau ada di..."Naura bingung.


"Heh ini dimana"tanya Naura pada warga yang berjaga di depan rumah ketua RT


"di Menteng,kampung kincir"balas warga


"Hallo Bun, Naura ada di Menteng, tepat nya di kampung kincir di rumah RT nya"ucap Naura


"Oke Bunda sama Dady kesana sekarang,kamu sabar dulu"ucap sang Bunda"


"Iya Bun"balas Naura.


"Assalamualaikum Umi"Iqbal menelpon Sang Umi


"Waalaikumussalam nak,Ada apa"balas sang Umi


"Maaf Umi apakah Abi ada?"


"Ada,ini lagi siap-siap mau tidur.Ada apa nak"Umi


"Anu mi Iqbal ingin berbicara dengan Umi dan Abi"Iqbal


"Iya,ini Abi udah di samping Umi, Iqbal mau ngomong apa?"ucap sang Umi


"Anu mi, Iqbal akan menikah"


"APA, ASTAGHFIRULLAH IQBAL,ada apa nak kenapa kamu mau menikah mendadak seperti ini"kaget sang Umi


"Hallo Iqbal,bisa Kamu jelaskan ke Abi kenapa Kamu mau menikah secara mendadak seperti ini"terdengar suara sang Abi di sebrang sana


"Itu Bi,Iqbal bingung menjelaskannya, yang pasti Iqbal terlibat kesalahpahaman dengan seseorang,dan secara tidak sengaja di lihat warga.Warga pikir kami berdua berbuat hal yang tidak-tidak"balas Iqbal merasa bersalah


"Astaghfirullah Iqbal,Yasudah Abi dan Umi akan langsung kesana pagi-pagi, Insyaallah jam 7 Abi sudah disana."ucap sang Abi


"Iya Abi, Assalamualaikum"tutup Iqbal


"Waalaikumussalam warahmatullah"balas ubi dan uminya.


"Bagaimana,apa kata orang tua kalian?"sang RT bertanya.


"Keluarga gue akan segera kesini"ucap Naura sarkas


"Insyaallah keluarga saya akan sampai kesini jam 7 pagi besok pak"ucap Iqbal


"Oke kalau begitu, kalian akan menikah besok jam 8, untuk malam ini kalian bisa tidur dulu di ruang tamu saya,dan awas Jangan coba coba kabur"ingat ketua RT itu


"Iya-iya bawel amat sih lu"ucap Naura malas


"Tenang saja pak,kami tidak akan kabur"ucap Iqbal


"Ok kalau begitu salah satu dari kami akan bergantian berjaga di sini,saya permisi dulu pak RT, Assalamualaikum"pamit warga


"Waalaikumussalam warahmatullah"balas mereka


-


Setelah warga pergi, menyisakan satu warga yang berjaga di luar,suasana di ruangan tersebut menjadi hening sejenak sebelum.....

__ADS_1


"Ahhhh, kenapa jadi begini sih,ini semua gara-gara elu"tuduh Naura pada Iqbal


"Kenapa jadi saya"balas Iqbal tak terima


"Kalau lu gak sok pahlawan nolongin gue gak mungkin bakalan begini'ucap Naura dengan menunjuk wajah Iqbal


"Astaghfirullah,kalau saya tidak nolongin kamu,kami mungkin udah di rumah sakit sekarang dan barang berharga kamu udah hilang'protes Iqbal


"Halah Alesan"ucap Naura,setelah itu suasana menjadi hening 


-


Beberapa menit kemudian:


"Pak,dimana anak saya"terdengar suara dari luar.


"Anak ibu ada di dalam Bu"


Erlina langsung berlari mencari anaknya ke dalam ruangan tersebut, setelah mata nya melihat sang anak di langsung memeluk anaknya erat.


"Bun,Nau gak bisa nafas kalau Bunda peluk Nau kencang kaya gini"Naura meringis.Sang Bunda yang sadar buru-buru melepaskan pelukannya


"Hehehe, maafkan Bunda, Bunda kan panik denger kamu di grebek warga"sang Bunda sedikit tertawa


"DIMANA LELAKI ITU NAU,BIAR DADDY HAJAR, BERANI-BERANINYA DIA MENODAI ANAK DADDY"emosi sang Daddy.


"Di didalam Dad, sedang di kamar mandi,dan dia tidak menodai Nau"balas Naura.


"Lalu kenapa bisa Kamu di grebek warga dengan lelaki itu,WHAT HAPPENED"Daddy Naura sedikit kebingungan.


Naura pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan Iqbal tadi malam.


"Begitu ceritanya Daddy"Naura mengakhiri ceritanya yang panjang kali lebar


"Ohh,tapi mobil kamu aman kan"jawab sang Daddy usil


"WHAT,kok malah ngehawatirin mobil sih Dad bukannya nanyain keadaan anaknya,bantuin Nau kek Dad biar Nau gak jadi di nikahin sama dia"Nau sedikit jengkel dengan sikap Daddy nya.


"Setelah Daddy pikir-pikir ada baiknya juga kamu di nikahin Nau,biar kamu ada pawangnya Daddy udah pusing ngurusin kamu yang bandelnya Udah tingkat kaisar langit"sang Daddy menjaili anaknya


"Bener juga kata Daddy kamu,Bunda juga capek tiap pagi harus teriak teriak bangunin kamu,sampai suara Bunda yang cetar membahana ini mau habis di buat mu"lanjut sang Bunda meneruskan Ide suaminya, membuat Naura menggembungkan pipinya sebal.


"Ihh,Daddy sama Bunda sama aja malah bikin Naura tambah sebel, bukannya nyariin jalan buat anaknya ini yang cantiknya ngalahin Angelina Jolie"balas Naura pede.


"Hueek"orang tua nya kompak pura-pura muntah,membuat Naura makin sebal.


Tiba-tiba suara langkah kaki dari arah ruangan lain


"Waalaikumussalam"jawab mereka berdua


"Apakah kamu lelaki yang di grebek dengan anak saya"lanjut Alan.


"Iya,om saya orang itu'balas Iqbal tenang


"Bisa Kamu jelaskan apa yang terjadi"Alan menguji apakah jawabannya akan sama dengan yang di berikan oleh Naura,lalu Iqbal pun menceritakan kejadian pembegalan tadi dengan sangat jelas.


"Hmm, ternyata sama berarti mereka memang tidak bohong"ucap Alan dalam hati.


"Wah anakku memang tidak salah memilih calon suami ganteng banget,hebat kamu Nau"Erlina tiba-tiba nyeletuk,membuat pipi sang anak memerah menahan malu dan kesal.


"Bunda apaan sih malu-maluin aja"Naura berbisik pada sang Bunda, namun tidak di tanggapi oleh sang bunda.


"Apakah,kamu yakin menerima keputusan Ketua RT yang ingin menikahkan kalian berdua atas insiden yang tidak kalian lakukan"Alan mulai menguji sikap Iqbal,apakah pantas menjadi suami anaknya.


"Saya,tidak memiliki pilihan lain om, daripada saya dan anak om di arak keliling kampung,tapi om tenang saja setelah saya menikahi anak om,saya akan berusaha membahagiakannya, melindunginya dan mencukupi semua kebutuhannya"Jawab Iqbal tenang.


"Jawaban yang cukup bagus"ucap Alan dalam hati


"Memangnya kamu yakin bisa membuat anak saya bahagia dan mampu mencukupi segala kebutuhannya, memangnya apa pekerjaan mu"kembali Alan bertanya.


"Untuk sekarang saya hanya lah seorang guru yang baru saja 1 Minggu mengajar di sekolah anak om, tetapi saya juga memiliki beberapa toko kecil dan sawah di kampung saya"Iqbal masih tenang.Alan sedikit kaget mendengar jawaban Iqbal yang ternyata guru dari anaknya sendiri.


"Jadi kamu adalah guru dari anak saya"tanya Alan lagi


"Benar om"balas Iqbal


"Dari mana kamu berasal"lagi Alan bertanya


"Saya berasal dari Cianjur om,lebih tepatnya saya berasal dari kampung Sukaindah"jawab Iqbal.


"Tunggu tunggu tunggu,kamu bilang kamu berasal dari kampung Sukaindah,apakah kamu mengenal seseorang bernama Aini,di seumuran dengan saya"tanya Erlina menyela


"Aini mana yang Tante maksud,sebab ada beberapa orang di kampung saya yang memiliki nama Aini,termasuk Umi saya sendiri"Iqbal balik bertanya.


"Nama lengkapnya kalau tidak salah ingat Nurul Aini Maisarah,iya bener namanya Nurul Aini Maisarah"jawab Erlina sambil sedikit berpikir.


"Itu adalah nama Umi saya Tante, apakah anda mengenalnya....?"Iqbal penasaran


"Apakah kau benar anaknya,tentu saja saya mengenalnya dia ada sahabat terbaik saya"


"Aini,Aini yang mana maksud Bunda"Alan bingung


"Iya Naura baru kali ini denger bunda punya temen yang namanya Aini"Nuara ikut nyaut.

__ADS_1


"Itu loh Dad,temen Bunda waktu di Inggris"jawab Erlina


"Ahh,i see i see,gadis bercadar yang selalu denganmu itu kah"Alan menebak, Karena sepengetahuan nya, orang yang selalu bersama Erlina waktu kuliah di Inggris hanya wanita bercadar itu.


"That's right,100 buat Daddy"Erlina memberikan dua jempolnya pada sang suami


"Tunggu-tunggu bunda punya temen bercadar,kok Naura gak tau"Naura bingung


"Ya mana mungkin kamu tau Nau orang Bunda terakhir bertemu dengannya waktu akan kembali ke Indonesia setelah selesai wisuda"Jawab Erlina


"Tapi kok bunda gak bercadar juga,gak kaya temen bunda itu, jangankan bercadar pake kerudung aja nggak,hahahah"Naura mengejek sang Bunda.


"Hallo kamu gak ngaca Nau,kamu sendiri gimana,Bunda jadi takut kalau Rindu  yang selalu pake jilbab syar'i itu, terhasut dengan setan yang ada di dirimu Nau,apa yang harus Bunda katakan pada orang tua Rindu kalau anaknya nanti berubah jadi sengklek kaya kamu"balas sang bunda balik mengejek anaknya.


"Enak saja , gini-gini Nau juga sedikit-sedikit belajar agama dari Rindu, walaupun gak ada yang masuk ke otak Nau,hehehe"Naura cengengesan


"Huuu"sang bunda menyoraki.


"Eh, ngomong-ngomong apakah ibu mu akan kesini nak Iqbal"Erlina kembali bertanya


"Insyaallah Umi dan Abi saya akan sampai sini besok pagi sekitar jam 7 pagi"balas Iqbal


"Apakah itu benar...?"Erlina memastikan


"Insyaallah"jawab Iqbal.Lalu Erlina pun jingkrak jingkrak dan memeluk suaminya.


"Akhirnya aku akan bertemu sahabat terbaikku lagi"Erlina bahagia sampai ada air mata yang keluar dari matanya.


Keesokan harinya,hari minggu Jam 07:00


"Assalamualaikum"terdengar suara dua orang dari luar


"Waalaikumussalam warahmatullah"Jawab Iqbal dan yang lainnya.


Aini yang melihat anaknya langsung menghambur ke pelukan anaknya sambil terisak.


"Hikks,Apa yang terjadi nak,ceritakan pada Umi"Aini bertanya sambil masih sedikit terisak


"Tidak terjadi apapun Umi, semuanya hanya kesalahpahaman,tapi semua telah terjadi, mungkin ini adalah takdir hidup Iqbal"ucap Iqbal tenang.


"Lalu dimana gadis itu nak"tanya Aini lagi.


"Dia ada di belakang umi"jawab Iqbal.


Lalu Aini melihat kearah belakangnya terdapat seorang Gadis cantik dan terdapat dua orang setengah baya yang iya yakini adalah orang tua gadis tersebut,namun ketika melihat kearah orang tua gadis tersebut pandangan Aini terpaku pada sosok wanita paruh baya yang ia taksir usianya sama dengan dirinya,dirinya merasa familiar dengan wajah tersebut, tetapi dimana dia tidak ingat,lalu sebuah suara membuyarkan lamunan wanita bercadar itu.


"Apakah kamu melupakan aku Aini...?"tanya Erlina


"Maaf saya merasa familiar dengan anda tapi saya lupa"Aini masih bingung.


"Hiks,masa kamu lupa sama BESTie kamu sendiri sih, katanya kita itu sehati selamanya"Erlina mengeluarkan air mata.


"Tunggu saya ingat kamu....kamu adalah....MASYAALLAH,kamu adalah Erlina,balas Aini sambil berjalan memeluk Erlina.


"Hiks,kamu jahat banget gak pernah ngasih kabar ke aku setelah kita pulang dari Inggris"ucap Erlina yang masih berpelukan dengan Aini.


"Maafkan aku Erlina, waktu itu aku kecopetan semua barang barang ku lenyap, sehingga aku tidak bisa menghubungi mu"balas Aini merasa sedih


"Oke aku memaafkan mu, asal kita jadi besan"ucap Erlina membuat anak gadisnya protes


"Ishh,Bunda kok gitu sih"Naura mencebik kesal 


"Ehh, maksudnya bagaimana Er,tanya Aini


"Ya kan,kedua anak kita ini akan di nikahin sama warga,yaudah kita setujuin aja,biar kita jadi besan gimana"tanya Erlina,Aini pun melihat kearah anaknya


"Bagaimana nak apakah kamu setuju"tanya Aini pada Iqbal.


"Insyaallah Mi"jawab Iqbal


Jam 08:00 Warga bersama ketua RT dan penghulu sudah tiba di ruangan untuk melangsungkan kan akad


"Saudara Muhammad Iqbal Al Haq saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Mayra Naura Berenice binti Alan Berenice dengan Mas kawin Uang 500 ribu rupiah di bayar tunai"Alan memulai akad


"Saya terima nikah dan kawinnya Mayra Naura Berenice binti Alan Berenice dengan mas kawin tersebut tunai"balasan akad dari Iqbal.


"Bagaimana saksi sah"tanya penghulu


"SAHH"jawab para saksi.


Di Kediaman Alan Berenice sore hari setelah akad kedua belah pihak keluarga setuju bahwa pernikahan Iqbal dan Naura akan di rahasiakan terlebih dahulu dari khalayak umum,dan mereka berdua akan tinggal berdua di apartemen yang telah di siapkan oleh Alan.


Malam hari di kediaman Alan Berenice lebih tepatnya di kamar Naura pasangan suami istri baru itu tengah membersihkan diri, mereka terpaksa tidur di kamar yang sama untuk malam ini karena tidak enak dengan kedua orang tua Naura.


"May,Saya tidak menyangka bahwa niat saya datang ke kota ini hanya untuk mengajar justru mendapat pekerjaan tambahan jadi suami orang"Iqbal nyeletuk


"Emangnya siapa juga yang mau nikah sama elu,gue nikah sama elu tuh terpaksa dan gue gak tega liat Bunda gue sedih,nikah sama elu tuh ya bukan nya buat gue bahagia malah buat gue kesel tau!"balas Naura Pedas


"Asal kamu tau May Pernikahan tidak saja berisi pelukan, tapi juga perkelahian."balas Iqbal tenang.


"Bodo Amat,dan setop panggil gue May"jawab Naura ketus.


Sementara Iqbal hanya terkekeh mendengar omel istrinya itu, dirinya pun segera membaringkan badannya di sofa,yups tidak ada malam pertama bagi mereka berdua,hehehehe............ BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2