Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Keseharian Suami Istri


__ADS_3

Keseharian Suami Istri


Senin pagi setelah shalat subuh


"Bang hari ini ngajar bagian apa"ucap Naura


"Rahasia dong May, lihat saja nanti"balas Iqbal


"Ihh Abang mah main rahasia-rahasian"Naura merengek


"Hahaha,masa Abang kasih tau sih May,nanti kamu keliatan pinter banget dong nanti"Iqbal menggoda Naura


"Jadi Abang bilang aku itu bodoh gitu"ucap Naura kesal


"Nggak May,kamu itu istri Abang yang paling pinter"ucap Iqbal


"Terserah Abang aja dah,Abang mau sarapan apa,jangan jawab terserah"ucap Naura lucu


"Apa ya hmmm....,nasi goreng saja May"ucap Iqbal


"May"panggil Iqbal


"Iya bang"jawab Naura


"Kamu kok imut banget sih jadi pengen nyubit pipi,boleh gak"ucap Iqbal menggoda Naura"blush"pipi Naura memerah karena malu


"Ihh Abang jangan godain aku,udah ahh aku mau masak dulu"ucap Naura


"Mau Abang bantuin gak May"tanya Iqbal


"Gak boleh Abang duduk aja disini"larang Naura


"Yasudah Abang mau bikin kopi aja deh"ucap Iqbal


"Gak usah Abang tunggu aja biar aku aja yang buatin kopinya"ucap Naura


"Kan katanya kamu mau buat sarapan May"ucap Iqbal


"Buat kopi kan gak sampai 5 menit bang udah duduk aja"


Iya ok deh"ucap Iqbal, Naura pun berjalan kearah dapur untuk membuatkan kopi untuk suaminya


"Nih bang"ucap Naura menyodorkan kopi ke suaminya


"Makasih May"ucap Iqbal


"Iya bang"ucap Naura


"Ya udah aku masak dulu ya"ucap Naura


"Iya"balas Iqbal,dari meja makan Iqbal menyaksikan istrinya itu sangat fokus berkutat dengan alat alat dapur 15 menit kemudian tampak Naura sudah menyelesaikan kegiatan memasak nya.


"Ayo bang makan dulu"ajak Naura


"Ayo May"jawab Iqbal


"Gimana rasanya bang"tanya Naura


"Enak May rasanya pas"jawab Iqbal


"Wah syukurlah kalau gitu abisin yah bang"ucap Naura


"Pasti May"jawab Iqbal.


"Setelah sarapan mereka bersiap siap untuk menuju sekolah.


"Hati-hati dijalan ya May"ingat Iqbal


"Iya bang, Abang juga jangan ngebut-ngebut"jawab Naura


"Iya May"ucap Iqbal


"Yaudah kalau gitu aku berangkat dulu bang, assalamualaikum"ucap Naura sembil mencium tangan Iqbal


"Waalaikumussalam"balas Iqbal


Sesampainya di parkiran sekolah seperti biasa Naura di sambut kedua sahabatnya"


"Assalamualaikum bestie selamat pagi"ucap Sella


"Waalaikumussalam,kalian adalah pengawal gue yang paling loyal gue belum sampe aja kalian udah nungguin disini"ucap Naura sambil merangkul bahu kedua sahabatnya


"Sialan lu Nau"ucap sella


"Udah yuk ke kelas bentar lagi upacara di mulai"ucap Rindu


"Yaudah hayuk"ucap Sella dan Naura bersamaan


Tak terasa upacara pun telah selesai kini tibalah waktunya untuk mereka belajar di kelas


"Assalamualaikum selamat pagi anak-anak"ucap Iqbal memasuki kelas


"Waalaikumussalam, selamat pagi juga pak"Jawab para siswa


"Ok hari ini kita akan ada quis"ucap Iqbal membuat seisi kelas bergemuruh


"Yah kok dadakan sih pak"ucap para sisiwa,kecuali Naura yang hari sebtu kemarin dipaksa belajar oleh Iqbal.


Flashback malam Minggu :


Setelah selesai makan malam seperti biasanya Naura membersihkan piring bekas makan mereka,tak berapa lama akhirnya Naura pun selesai mencuci piring,lalu masuk ke kamarnya


"May sekarang belajar ini ya"ucap Iqbal memberikan sebuah buku ke Naura


"Aku capek bang"ucap Naura


"Bentar aja Mau sejam aja ya"rayu Iqbal


"Tapi bang"Naura memelas


"Pliss"Iqbal lebih memelas


"Iya iya deh,tapi Abang yang ajarin yah"ucap Naura


"Iya lah Abang yang ajarin masa Abang biarin istri kecil Abang belajar sendirian"ucap Iqbal


"Gombal"ucap Naura, akhirnya mereka pun belajar yang tadinya cuma akan 1 jam justru bablas sampai 3 jam


Flashback End


"Ok kuis hari ini adalah kuis lisan nanti saya akan bertanya dan kalian harus menjawabnya,sebagai motivasi saya akan memberikan uang 300 ribu kepada yang paling banyak menjawab pertanyaan saya"ucap Iqbal


"Ok kita mulai"ucap Iqbal,kuis pun di mulai semua siswa semangat mendengar ucapan Iqbal tadi, setelah selesai

__ADS_1


"Ok pemenang kuis hari ini dengan mampu menjawab 5 pertanyaan saya tadi ada lah selamat kepada Mayra Naura Berenice"ucap Iqbal


"Silahkan maju kedepan"ucap Iqbal lagi,Naura pun maju kedepan


"Selamat ya"ucap Iqbal memberikan uang pada Naura setelah itu memberikan tangannya untuk di cium Naura


"Makasih pak"jawab Naura sambil mencium tangan Iqbal


"Wahhhh so sweet sekali everybody"ucap para siswa lelaki di kelas


"Ok kita akhiri kelas sampai sini saja, Assalamualaikum semuanya"ucap Iqbal


"Waalaikumussalam pak"ucap para siswa


Di kantin


"Nau kok lu bisa sih jadi pinter tadi"ucap Sella


"Lah emang biasanya gue bego gitu"ucap Naura


"Hooh Nau, udah gitu  lu itukan biasanya malas,hehe"sella cengengesan


"Sialan lu"ucap Naura


"Tapi benar Nau tadi itu kamu hebat banget"ucap Rindu


"Bisa aja lu Ndu,kalau lu gak ngalah gue juga pasti kalah"ucap Naura


"Lu kerasukan apa Nau tadi"tanya Sella absurd


"Gue tuh bukan kerasukan tapi dapet bisikan ghaib"di jawab oleh Naura dengan bercanda


"Sialan,eh Nau tapi kok tadi abis pak Iqbal ngasih uangnya di ngasih tangannya ya,lu lagi pake nyium tangannya pake mulut lagi biasa nya juga ke pipi doang kalau sama guru lain"tanya Naura


"Ehh iya bener, biasanya kan pak Iqbal gak pernah mau bersentuhan dengan lawan jenisnya tapi sekarang dia yang menyerahkan tangannya sendiri Ki Naura"ucap Rindu


"Deg"


"Mampus gue,mau bilang apa ini, kenapa juga Bang Iqbal pake ngasih tangannya sih gue kan reflek nyium tangannya"ucap Naura dalam hati


"Ka-kalau itu gue sih juga gak tau, mungkin dia reflek aja"ucap Naura


"Kok lu gugup sih Nau"selidiki Sella


"Ng-nggak siap juga yang gugup"bela Naura


"Udah-udah lebih baik kita makan aja sebentar lagi udah mau bel"ucap rindu menengahi


"Bener tuh kata Rindu mending kita makan gue yang traktir ok"ucap Naura


"Sepertinya memang benar ada sesuatu dengan Naura dan Pak Iqbal,apa mereka memiliki hubungan"ucap Rindu dalam hati


Tak terasa jam pulang sekolah pun telah tiba siswa-siswi berhamburan keluar ruangan.


"Nau gue ikut ya"tanya sella


"Tumben"ucap Naura


"Mobil gue lagi di bengkel,jadi gue ikut yah"pinta Sella


"Iya iya,ayo Ndu sekalian"ajak Naura pada Rindu


"Nggak usah Nau rumah ku kan gak searah sama kamu"tolak Rindu


"Yaudah deh ayo"jawab Rindu.


Setelah mengantarkan Sella dan Rindu Naura pun kembali ke apartemennya,


"Assalamualaikum bang"ucap Naura


"Waalaikumussalam May"ucap Iqbal


"Abang ih Naura sebel tau gak"ucap Naura menghentakkan kakinya


"Kamu kenapa sih May"ucap Iqbal


"Temen-temen Naura hampir aja curiga gara-gara aku cium tangan Abang"ucap Naura


"Y-ya terus"ucap Iqbal bingung


"Ya pokok nya ini salah Abang Naura sebel"racau Naura, Iqbal hanya diam saja tapi matanya langsung terbelalak saat melihat betis Naura


"M-may"Iqbal gugup


"Kenapa sih bang gak tau aku lagi kesel apa"ucap Naura


"Itu-itu loh May apa kamu lagi mens"tanya Iqbal ragu


"Ehh"Naura pun mengalihkan pandangan kearah betisnya yang sudah dialiri darah hingga mengotori sepatu nya


"Abang kok aku tiba tiba-tiba mens sih,kapan datangnya huaaaa"Naura menangis,ketika menangis dirinya teringat sesuatu


"Hehe,bang aku boleh minta sesuatu gak"pinta Naura


"Apa May"tanya Iqbal


"Tolong beliin aku softex bang"ucap Naura


"Yaudah mau yang kaya gimana"tanya Iqbal


"Ehh,emang Abang gak malu gitu"tanya Naura


"Kenapa Abang mesti malu,kan itu buat istri Abang sendiri"ucap Iqbal


Yang ada sayapnya bang,yang merek wangs"ucap Naura


"Ok Abang cari dulu ya,kamu tunggu disini"ucap Iqbal


Iya bang"ucap Naura


"Assalamualaikum"pamit Iqbal


"Waalaikumussalam"jawab Naura


Di supermarket


Tampak Iqbal tengah mencari softex yang di inginkan Naura, setelah ketemu Iqbal langsung mengambil beberapa bungkus buat stok, dirinya juga membeli beberapa cemilan,ada 1 barang lagi namun dia tidak menemukannya, akhirnya dirinya pergi ke kasir untuk bertanya


"Mbak disini ada jual jamu datang bulan gak"tanya Iqbal


"Ada kak sebelah sana"tunjuk kasir pada Iqbal


"Makasih mbak"ucap Iqbal sambil berjalan kearah yang di tunjuk kasir tadi akhirnya dirinya menemukannya,dan kembali ke kasir,mbak mbak kasir tampak sedikit terkejut dengan barang belanjaan Iqbal karena di penuhi softex.

__ADS_1


"Buat pacar ya bang"tanya mbak kasir


"Buat istri mbak"jawab Iqbal


"Owh istri"tutup sang kasir, setelah mendapatkan apa yang di butuhkan Iqbal pun kembali ke apartemennya.


"Assalamualaikum May,kamu dimana"salam Iqbal


"Waalaikumussalam aku di kamar bang" balas Naura,Iqbal pun berjalan menuju kamarnya sambil menjinjing belanjaannya


"Nih May"ucap Iqbal memberikan belanjaannya


"Wahh banyak banget bang,ada snack nya juga"ucap Naura girang


"Ehh,ini kan jamu datang bulan,Abang yang belilah"tanya Naura


"Ya iyalah Abang May siapa lagi"ucap Iqbal


"Yasudah kamu bersihin dulu itu Abang tunggu disini"ucap Iqbal


"Iya bang"ucap Naura sambil membawa satu bungkus softex nya.


"Ahh, makasih ya Bang"ucap Naura setelah meminum jamunya tadi


"Iya May"ucap Iqbal


"Oh iya,kamu mau makan apa,biar Abang aja yang masak hari ini"tanya Iqbal


"Aku mau nasi goreng aja bang,udah lapar banget soalnya hehe*jawab Naura polos


"Ok mohon di tunggu yah Noona"ucap Iqbal


"Hahaha,oke Abang tampan"ucap Naura, Iqbal pun memasak Nasi goreng spesial untuk Naura,tak beberapa lama akhirnya nasi goreng buatan Iqbal siap plus tambahan satu buah telur mata sapi.


"Silahkan di nikmati Noona"ucap Iqbal


"Terima kasih Abang"jawab Naura


"Sama-sama sayang"jawab Iqbal


"Blush"pipi Naura memerah


"Ihh Abang jangan godain aku dong"kesal Naura karena gugup


"Iya deh gak godain lagi"jawab Iqbal, akhirnya Naura pun memakan nasi goreng buatan Iqbal itu dengan lahap.


"Enak banget bang,aku suka"aku Naura


"Makasih May atas pujiannya"Jawab Iqbal


"Hehe,iya bang kapan kapan masakanin aku lagi ya"ucap Naura


"Mau tiap hari pun Abang masakin May"ucap Iqbal


"Gak ahh nanti aku bosen"jawab Naura


"Kamu gak bakal bosen May kan di buatnya pake cinta"goda Iqbal


"Kok Abang jadi pinter gombal sih belajar dari mana hah"tanya Naura


"Itu bukan gombal May,itu langsung tulus dari hati"ucap Iqbal


"Alasan"jawab Naura


"Owh iya May,kamu punya rencana untuk liburan semester ganjil nanti gak"tanya Iqbal


"Belum sih Bang, kenapa"tanya Naura


"Kalau kita ke kampung Abang mau gak"tanya Iqbal


"Mau banget bang, kapan"tanya Naura antusias


"Ya nanti kalau udah libur semester May"jawab Iqbal


"Yeay makasih bang"ucap Naura


"Sama-sama May"jawab Iqbal


"Oh iya apa keluarga Abang punya pesantren"tanya Naura


"Ada May, insyaallah nanti kita berkunjung ke pesantren Abi sama Umi"jawab Iqbal


"Sekalian Abang mau lihat perkembangan toko Abang"sambung Iqbal lagi


"Ehh, Abang punya toko"Tanya Naura


"Punya May"jawab Iqbal


"Pantesan aja uang Abang gak pernah abis"ucap Naura


"Insyaallah May kalau untuk kamu uang Abang gak akan habis"ucap Iqbal


"Aamiin"jawab Naura


"Yaudah kamu istirahat dulu aja nanti ashar Abang bangunin ok"ucap Iqbal


"Iya bang"ucap Naura membaringkan badannya di kasur, Iqbal pun pergi untuk membersihkan rumah setelah itu mengecek pekerjaannya


"Ketika waktu ashar tiba Iqbal membangunkan Naura yang masih terlihat nyenyak tidur.


"May bangun yuk,kita shalat dulu ya"Iqbal membangunkan Naura


"Ngg, ngantuk bang,badan aku rasanya badan Naura kaya remuk"ucap Naura


"Kamu paksaan sedikit ya May nanti abis asar kamu tidur lagi"ucap Iqbal


"Iya bang,aku usahakan"Naura pun mengusahakan membangunkan tubuhnya, Iqbal yang melihat Naura kesulitan sigap membantunya, memapah Naura ke depan pintu kamar mandi.


"Udah bang sampai sini aja"ucap Naura


"Kamu yakin Nau"tanya Iqbal


"Iya bang,udah mendingan kok"jawab Naura


"Yasudah hati-hati yah"ucap Iqbal


"Iya bang"jawab Naura, Naura pun memasuki kamar mandi Iqbal segera menghamparkan sajadah untuk dirinya dan Naura,tidak lupa juga dirinya menyiapkan mukena untuk Naura, Naura yang melihat sikap Iqbal sungguh perhatian membuat hatinya berbunga-bunga,mereka pun akhirnya melaksanakan shalat ashar, setelah selesai Iqbal membantu Naura membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Abang ambil pekerjaan Abang dulu di depan ya May"izin Iqbal


"Iya bang"jawab Naura parau,tak lama Iqbal pun kembali membawa pekerjaan lalu duduk lesehan di dekat ranjang dan lanjut mengecek pekerjaannya di lantai, Naura yang melihatnya menjadi sangat terharu


"Ini aku cuma datang bulan doang,gimana lagi kalau gue sakit perhatiannya"ucap Naura dalam hati

__ADS_1


"Doakan aku ya bang semoga rasa ini segera tumbuh di hati Naura"ucap Naura dalam hati lagi, akhirnya Naura pun kembali tertidur sementara Iqbal tetap melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali menengok ke arah Naura memastikan Naura tidur dengan nyenyak......


__ADS_2