Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Tujuh Hari Di Pesantren


__ADS_3

Tujuh Hari di Pesantren


Setelah urusan dengan orang tua Sella selesai rombongan Iqbal pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Cianjur.


Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di Cianjur saat hampir Maghrib.


Saat adzan Maghrib berkumandang mereka telah tiba di depan gerbang pondok pesantren yang bertuliskan


PONDOK PESANTREN AR-RAHMAN


Mobil mereka pun masuk ke areal pesantren setelah gerbang dibuka, setelah turun mereka langsung menuju masjid pesantren karena sudah masuk waktu Maghrib, kehadiran kembali Iqbal di pesantren langsung menjadi buah bibir di kalangan para santri terutama santriwati.


Banyak santriwati yang mengidolakan Iqbal,apalagi mereka yang telah berada di pesantren sangat lama.


Setelah melaksanakan shalat Maghrib Iqbal dan rombongannya langsung kembali ke mobil mereka dan memasukan barang bawaan mereka ke ndalem,di bantu oleh beberapa santri putra.


"Assalamualaikum Abi Umi"salam Iqbal


"Waalaikumussalam bal"jawab Aini dan Kyai Razi


"Wah ramai sekali untung Umi masak banyak hari ini,ayo masuk semuanya"ajak Aini


Mereka pun memasuki rumah Kyai Razi, menuju ruang tengah.


"Mari silahkan duduk,maaf tempatnya sempit yah"ucap Aini


"Bu nyai bisa aja merendahnya"ucap Winda uminya Rindu


Bu nyai mohon maaf saya ngerepotin Bu nyai lagi,saya mau nitip anak saya lagi disini"ucap Winda


"Mbak Winda tak usah sungkan,saya tak merasa direpotkan sam sekali, justru saya senang kalau Rindu mau mondok di sini lagi"jawab Aini


"Lalu kalau ini siapa...?ucap Aini melihat kearah Sella


"Saya Sella Tante temannya Naura dan Rindu,kalau boleh saya juga mau ikut mondok disini sambil kuliah"jawab Sella


"Alhamdulillah,saya senang sekali mendengarnya tentu saja kamu bisa tinggal disini dan belajar disini pintu pesantren ini terbuka lebar untuk kamu,benar kan Bi"ucap Aini


"Benar sekali pintu pondok pesantren ini terbuka untuk siapapun yang ingin belajar ilmu agama, apalagi kalian ini masih sanak saudara kami"ucap Kyai Razi


"Biar nanti nak Sella tidur satu kamar bareng dengan Rindu yah, kebetulan di kamar pengawas ada kamar yang baru di isi dua orang"jawab Aini


"Iya Tante, terimakasih"ucap Sella


"Jangan panggil Tante, panggil Umi saja yah"ucap Aini


"Iya Tan,eh Umi"jawab Sella


"Yasudah untuk malam ini kalian tidur dulu disini yah besok pagi baru pindah ke kamar kalian"ucap Aini


"Iya Umi"jawab Sella dan Rindu


Mereka pun mengobrol sampai menjelang adzan Isya, setelah adzan Isya berkumandang mereka menuju ke masjid pesantren.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tampak Iqbal dan Naura baru saja masuk kedalam kamar yang dulu di tempati oleh Iqbal sebelum ke Jakarta.


Saat melihat sekeliling kamar tidur Iqbal mata Naura terpaku dengan salah satu bingkai foto yang ada di kamar itu.


Tampak di foto tersebut Iqbal berdiri berdekatan dengan seorang wanita sambil merangkul pundak wanita itu,tampak wajah Iqbal dan wanita itu sangat bahagia.


Untuk sesaat Naura jadi teringat kata-kata sang Bunda saat bercanda beberapa hari yang lalu,yang menyebutkan kalau Iqbal tidak menikah dengannya Iqbal bakal dapat gadis yang pandai Agama.


"Apa ini pacar bang Iqbal dulu yah"ucap Naura dalam hati


Iqbal yang melihat wajah Naura tampak murung saat melihat bingkai foto dirinya dengan sang adik pun berjalan mendekati Naura.


"Itu adik Abang May"ucap Iqbal


"Ehh,maaf bang Mayra melamun tadi"ucap Naura


"Iya,itu adik Abang jadi kamu jangan berfikir yang aneh aneh yah"ucap Iqbal

__ADS_1


"Terus adik Abang sekarang dimana, umurnya berapa tahun bang"tanya Naura


"Dia sedang kuliah di Kairo May, umurnya 22 tahun, beberapa hari lagi dia pulang karena libur semester"jawab Iqbal


"Ihh berarti May lebih muda dari adik Abang dong"ucap Naura


"Hehe,iya lah"ucap Iqbal sambil menjawil pipi Naura membuat sang empunya cemberut.


"Udah ah ayo kita tidur saja,sudah malam"ucap Iqbal


"Iya bang"jawab Naura


Hari pun telah berganti pagi ini terlihat keluarga Naura, Rindu dan Iqbal tengah sarapan hari ini rencananya keluarga Rindu akan pamit pulang, sementara keluarga Naura akan tinggal beberapa hari disini.


"Ndu Umi pulang dulu yah,kamu jaga diri disini,jangan ngerepotin Bu Nyai"ucap 


"Iya Umi, insyaallah Rindu bisa jaga diri disini, Umi sama Abi juga hati-hati yah"balas Rindu


"Yasudah, Assalamualaikum semuanya"ucap orang tua Rindu.


"Waalaikumussalam"jawab semuanya


Setelah keluarga Rindu pergi Iqbal pun mengajak Rindu, Sella dan Naura berkeliling di pesantren sebelum mengantar Sella dan Rindu ke asrama.


Setelah beberapa lama berkeliling pesantren,saat ini Iqbal, Sella, Rindu dan Naura tengah berjalan menuju ke asrama santri putri,untuk mengantarkan Sella dan Rindu.


"Sesampainya di salah satu kamar di asrama itu, tampak di dalam kamar ada dua orang perempuan tengah membereskan pakaiannya,dan seorang lagi tengah menyapu lantai.


"Assalamualaikum Tika,Azizah"salam Iqbal


"Waalaikumussalam,eh Gus Iqbal,ada apa Gus"tanya keduanya


"Hari ini saya membawa dua teman sekamar untuk kalian, perkenalkan ini Rindu Tika kamu harusnya sih kenal dengan Rindu karena kalian satu angkatan waktu SD,nah Rindu akan menjadi pengawas sama seperti kalian,cuma bedanya dia akan sambil kuliah,terus yang kedua ini namanya Sella dia akan ikut tinggal disini untuk sedikit demi sedikit belajar Agama,dia pun sama akan tinggal di sini sambil kuliah"jawab Iqbal


"Ehh Rindu, Rindu tar aku pikirin dulu Gus kenal gak yah"ucap Tika


"Ahh,yang sering main sama Ning Aisyah kan"ingat nya lagi


"Apa Kalian tidak akan mempersilahkan kedua teman baru kalian masuk"tegur Iqbal


"Ehh maaf Gus ayo Rin Sel masuk"ucap Azizah yang baru buka suara


Rindu dan Sella pun masuk kedalam kamar tersebut tampak didalamnya ada lima kasur dengan tiga kasur yang berdekatan tapi hanya memiliki 4 lemari saja, Iqbal pun menyuruh Sella dan Rindu untuk memasukkan pakaian mereka ke dalam lemari.


"Nah jika kalian berdua berfikir kenapa pihak pesantren menambahkan 3 kasur tapi yang datang cuma dua orang, jawabannya adalah karena kasur satunya hanya akan di tempati sesekali saja,oleh istri kecil saya"ucap Iqbal sambil merangkul bahu Naura


"Ehh istri,Gus Iqbal sudah menikah"tanya Tika


"Alhamdulillah sudah"jawab Iqbal


Tika dan Azizah pun memperhatikan penampilan Naura yang tampak modis namun tidak berjilbab.


"Yasudah kalau seperti itu saya pamit dulu, Sella dan Rindu mudah-mudahan kalian cepat beradaptasi yah"ucap iqbal


"Insyaallah Gus"jawab Rindu


"Iya pak"jawab Sella


"Assalamualaikum"pamit Iqbal dan Naura


"Waalaikumussalam"jawab semuanya


Setelah mengantarkan Sella dan Rindu ke asrama Naura dan Iqbal berjalan menuju kearah sebuah rumah yang terbuat dari bambu dengan nuansa minimalis yang masih terletak di area pesantren.


"Ini rumah siapa bang"tanya Naura


"Ini rumah Abang May"jawab Iqbal


"Apa kita akan tinggal disini"tanya Naura


"Kalau kamu mau kita akan tinggal disini"ucap Iqbal

__ADS_1


"Aku mau bang mau banget malah"ucap Naura


"Yasudah nanti sore kita pindah kesini yah, sekarang kita nikmati dulu pemandangan pesantren ini"ucap Iqbal


"Para santri kok belum libur bang"tanya Naura


"Ini udah libur loh May"jawab Iqbal


"Tapi kok masih banyak santri"tanya Naura lagi


"Itu mereka yang tidak pulang May, biasanya kalau libur semester cuma ada sekitar 100-200 santri di sini"jawab Iqbal


"Emang jumlah santri semuanya berapa bang"tanya Naura


"Kalau di mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar sekitar 750-850 santri May"jawab Iqbal


"Banyak banget bang"ucap Naura


"Alhamdulillah,ayo kita jalan ketempat lain lagi"ajak Iqbal pada Naura


Sementara itu di kediaman kyai Razi tampak para orang tua tengah mendiskusikan masalah syukuran pernikahan Iqbal dan Naura.


"Jadi mau kapan ni acaranya"tanya Erlina


"Aku sih maunya hari Minggu supaya pas adiknya Iqbal udah balik"jawab Aini


"Emang suami mu sudah setuju"tanya Erlina


"Alhamdulillah sudah, tinggal kamu sama suami mu saja"tanya Aini


"Aku sama suami sih setuju-setuju aja,tinggal gimana anak kita aja"jawab Erlina


"Yasudah nanti kalau Naura dan Iqbal udah balik kita tanya mereka"ucap Aini


Setelah membahas acara syukuran pernikahan Iqbal dan Naura Aini dan Erlina kembali mengobrol banyak hal,maklum sejak dulu memang kalau mereka sedang berkumpul mereka tak pernah kehabisan topik pembahasan.


Satu jam kemudian Naura dan Iqbal pun sudah kembali ke kediaman Kyai Razi tampak Aini dan Erlina masih asik mengobrol.


"Assalamualaikum Umi Bunda"salam Naura dan Iqbal


"Waalaikumussalam sayang ayo duduk"jawab Aini dan Erlina


"Ada apa nih kayanya asik banget"tanya Naura


"Kita lagi bahas acara syukuran pernikahan kalian, kalian setuju tidak kalau acaranya hari Minggu, supaya adiknya Iqbal sudah datang"tanya Erlina


"Kita setuju saja Bunda,gimana baiknya saja"jawab Iqbal


Yasudah berarti fix yah hari Minggu"ucap Erlina


"Iya Bun"jawab Iqbal


"Umi Naura mau tinggal di rumah bambu yah"ucap Naura


"Ehh,kamu yakin Nau,itukan kecil rumahnya"Tanya Aini


"Yakin Umi, walaupun kecil tapi cukuplah buat Nau sama bang Iqbal"jawab Naura


"Emang rumahnya kaya gimana sih Nau Bunda jadi penasaran"ucap Erlina


"Nanti sore Bunda lihat aja"jawab Naura


"Yasudah Bun Um kita ke kamar dulu yah"pamit Iqbal


"Abang mandi dulu yah May"ucap Iqbal


"Iya bang"jawab Naura


Iqbal pun berjalan kearah kamar mandi yang ada dikamar Iqbal,selang beberapa menit Iqbal pun mengakhiri mandinya,namun ketika Iqbal keluar dari kamar mandi Naura langsung teriak 


"BANG IQBAL"

__ADS_1


__ADS_2