Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Mencari Pelaku


__ADS_3

Mencari Pelaku


Saat tengah malam Alan dan Erlina sampai di ruang rawat Naura.


"Assalamualaikum"salam mereka saat memasuki ruangan mereka


"Waalaikumussalam"jawab Iqbal dan yang lainnya


"Gimana keadaan Naura bal"tanya Erlina


"Alhamdulillah sudah stabil Bun,hanya tinggal nunggu sadar saja,kata Dokter insyaallah besok pagi Naura akan sadar"jawab Iqbal


"Alhamdulillah"ucap Erlina


"Apa sudah ketahuan bal siapa yang mengunci Naura"tanya Alan


"Belum Dad,kita belum sempat mengusut hal ini"jawab Iqbal


Insyaallah setelah Naura sehat kita akan menyelidik hal ini"lanjutnya


"Daddy harap orang itu cepat ketemu,ini sudah masuk tindak pidana"ucap Alan


"Insyaallah Dad kita akan mengusutnya,dan akan memberikan sangsi berat pada pelaku"jawab Iqbal


"Yasudah Daddy mau bicara sama Abi kamu dulu"ucap Alan


"Iya Dad"jawab Iqbal


"Bunda sudah makan"tanya Iqbal


"Sudah Bal"jawab Erlina.


Terdengar suara adzan Subuh berkumandang, Iqbal pun membukakan matanya untuk mengambil wudhu,namun saat hendak pergi terdengar suara Naura memanggil.


"M-mas"ucap Naura pelan


Mendengar suara dari arah Naura Iqbal pun langsung kembali membalikkan badannya menghadap Naura.


"Alhamdulillah,May kamu sudah sadar"ucap Iqbal gembira


"ha.us"guman Naura


"Kamu haus May"ucap Iqbal lalu ia langsung membantu Naura merubah posisi tidurnya lalu mengambil air untuk Naura minum.


Setelah meminum air pemberian Iqbal tangan Naura bergerak menuju perutnya lalu wajahnya melihat kearah Iqbal seolah bertanya bagaimana keadaan anak mereka.


"Anak kita baik-baik saja May,dia anak yang kuat"jawab Iqbal yang mengerti maksud Naura


Mendengar jawaban suaminya tampak ada sedikit kebahagiaan di wajah Naura.


"Mas minta maaf yah, Mas belum bisa jaga kalian dengan baik hingga kamu harus mengalami hal seperti ini"ucap Iqbal


Mendengar ucapan Iqbal Naura pun cepat-cepat menggelengkan kepalanya.


"mas tidak salah"jawab Naura


Iqbal pun lalu memeluk Naura dengan erat selama beberapa saat, sebelum kemudian para orang tua dan sahabatnya masuk kedalam ruangan.


Setelah para orang tua hadir Iqbal pun meminta izin untuk melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu.


Tampak raut wajah lega terlihat dari wajah Erlina kala melihat Naura sudah sadarkan diri.


"Alhamdulillah Nau kamu sudah sadar"ucap Erlina memeluk Naura


"bunda kok ada disini"jawab Naura lemah


"Bagaimana mungkin Bunda tidak ada di dekat anak Bunda,saat anak Bunda yang manja ini sakit"jawab Erlina

__ADS_1


"Terima kasih Bun"jawab Naura masih lemas


"Gak usah berterima kasih Nau,kaya sama siapa aja"ucap Erlina sambil mengusap kepala anaknya itu.


Saat jam enam pagi Dokter jaga datang memeriksa keadaan Naura.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok"tanya Iqbal


"Alhamdulillah kondisinya sudah stabil, setelah air infusannya habis, pasien bisa pulang"jawab Dokter itu


"Alhamdulillah"jawab semua yang ada disana


Setelah infusan Naura habis mereka pun bersiap-siap meninggalkan Rumah sakit untuk kembali menuju ke Pesantren.


"Mas gendong yah May"ucap Iqbal


"Gak usah Mas,aku kuat kok"jawab Naura


"Pokoknya Mas gendong,gak ada penolakan"ucap Iqbal


"Kalau gitu tadi gak usah nanya Mas"jawab Naura


"Hehehe"Iqbal hanya cengengesan saja,lalu dirinya berjongkok untuk menggendong Naura.


Gak ada yang ketinggalan Bal"tanya Aini


"Alhamdulillah tidak ada Mi"jawab Iqbal,lalu ia pun menurunkan Naura di samping Mobil.


"Terima kasih Mas"ucap Naura,yang hanya di balas senyuman oleh Iqbal


Saat ini mereka telah tiba di Ndalem sementara itu para sahabat Naura tengah berkuliah dan mengajar.


"May apa Mas boleh nanya"ucap Iqbal


"Mau nanya apa Mas,kok pakai minta izin segala"jawab Naura


"Aku gak kenal Mas,cuma aku pernah melihatnya sebelumnya"jawab Naura


"Dimana"ucap Iqbal


"Di kantin pesantren waktu dia lagi bantu-bantu disana"jawab Naura


"Bantu-bantu di Kantin....?"beo Iqbal


"Iya Mas"jawab Iqbal


"Kalau begitu nanti waktu istirahat kita ke kantin,apa boleh"tanya Iqbal,yang di balas anggukan oleh Naura.


Sebelum masuk waktu shalat Dzuhur tampak kondisi Ndalem sudah sang ramai oleh keempat sahabat Naura.


"Kamu pulang jam berapa Nau"tanya Rindu


"Jam 8 Ndu"jawab Naura


"May Mas ke masjid dulu yah,kamu shalat Ndalem saja dulu, nanti sesudah selesai shalat Mas langsung kesini"ucap Iqbal


"Iya Mas"jawab Naura


"Emang ada apa Nau abis Dzuhur"tanya Sella setelah Iqbal pergi


"Mau nyari santri yang kemarin nyuruh aku ke gudang"jawab Naura


"Wahh kalau begitu gue juga ikut,gue pengen bejek-bejek orang itu"ucap Sella


"Dasar kamu tuh"ucap Naura melihat tingkah sahabatnya itu


"Emang mau nyari kemana Nau"kali ini Rindu yang bertanya

__ADS_1


"Masih di sekitar Pesantren kok Ndu"jawab Naura


"Dia kan masih santri disini,jadi kemungkinan dia masih ada disini"lanjutnya.


Setelah selesai shalat Dzuhur seperti yang ia katakan tadi Iqbal langsung kembali ke Ndalem, untuk mencari siapa yang menjebak Naura.


"Assalamualaikum"salam Iqbal


"Waalaikumussalam"jawab semua yang ada di dalam


"Apa kamu sudah kuat untuk jalan May"tanya Iqbal


"Insyaallah aku kuat kok bang"jawab Naura


"Yasudah kalau begitu,ayo kita berangkat, mumpung kantin masih sepi"ajak Iqbal


"Kami ikut ya Gus"ucap Sella dan yang lainnya


"Iya,ayo"jawab Iqbal.


Merekapun berjalan menuju ke kantin agar mendapat tempat duduk.


Sesampainya di Kantin sudah ada beberapa santriwati yang mendatangi kantin,mereka pun mencari tempat duduk yang strategis untuk mengamati kantin.


"Apa kamu sudah melihat orangnya May"tanya Iqbal


Naura pun mencoba melihat sekeliling kantin untuk melihat apakah orang yang dicari sudah ada.


"Ada Mas"jawab Naura setelah ia melihat orang yang ia cari


"Yang mana"tanya Iqbal lagi


"Itu yang pake kerudung cokelat,yang lagi bawa nampan bakso"jawab Naura


Saat Iqbal menemukan siapa yang dimaksud Naura ia langsung kaget.


"Apa kamu yakin dia orangnya May"tanya Iqbal


"Iya Mas,kenapa memang"Naura balik bertanya


"Kita pulang ke Ndalem dulu nanti mas jelaskan disana"ucap Iqbal.


Merekapun kembali menuju ke Ndalem untuk membicarakan tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


"Jadi gimana Mas"tanya Naura


"Dia itu namanya Ayu,dia santriwati paling berprestasi disini,tapi memang keluarganya mempunyai kekurangan finansial jadi dia selalu bantu-bantu di Kantin untuk mendapatkan biaya untuk sehari-hari"terang Iqbal


"Dia juga terkenal dengan kebaikannya karena sering membantu santriwati lainnya"lanjut Iqbal


"Maaf Gus sepertinya saya ingat dia,dia itu santri yang terlihat gugup waktu kita mencari Naura"ucap Rindu


"Apa kamu yakin"tanya Iqbal memastikan


"Iya Gus,saya yakin"jawab Rindu


"Yasudah selesai jam Istirahat kita panggil dia kesini,nanti kita tanyakan kenapa dia menjebak Naura,dan apa maksudnya"ucap Iqbal


"Iya Gus"


"Iya Mas" jawab mereka


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya jam istirahat pun selesai, Iqbal pun menyuruh seorang santriwati untuk memanggil Ayu menuju Ndalem.


Setelah beberapa saat terdengar ucapan salam dari luar


"Assalamualaikum"salamnya.....

__ADS_1


__ADS_2