
Perubahan Sikap
Hari ini adalah hari Selasa Iqbal dan Naura seperti biasa bangun sebelum subuh dan sama-sama melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, setelah selesai shalat Iqbal bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, biasa Naura yang akan memasak namun entah kenapa pagi ini dia bilang sedang malas, Iqbal sama sekali tidak marah,malah ia senang bisa memasak untuk istrinya itu.
Iqbal yang telah menyiapkan makanannya bergegas menuju kamar untuk membersihkan diri,ketika memasuki kamar dirinya melihat Naura tampak tengah asik berbalas chat entah dengan siapa sampai tidak menyadari kehadiran Iqbal.
"Chattingan sama siapa May"tanya Iqbal
"Ehh s-sama sella bang"jawab Naura nampak gugup
"Owh yaudah Abang mandi duluan yah"ucap Iqbal
"Iya bang"jawabnya.
Iqbal pun memutuskan untuk mandi, setelah selesai mandi dirinya melihat Naura masih asik chatting dengan sella "katanya"tapi entah kenapa Iqbal merasa Naura berbohong padanya Iqbal pun mendekati Naura dan memegang pundaknya, Naura langsung terlonjak kaget.
"Abang ihh,kaget tau, kenapa sih"ucap Naura agak kesal
"Mandi dulu May,biar gak telat"peringat Iqbal
"Iya-iya aku mandi"ucap Naura menaruh hp nya di nakas, setelah Naura masuk ke kamar mandi Iqbal yang penasaran Naura chattingan denga siapa langsung berjalan menuju nakas,namun sayangnya hp Naura ternyata memakai kunci sekarang,namun Iqbal sempat melihat ada seseorang menchat Naura untuk mengajak Naura jalan-jalan lagi dengan nama kontok Ewad.
"Jalan-jalan lagi, berarti sebelumnya Naura pernah jalan-jalan dengannya, siapa Ewad ini, setelah melihat itu Iqbal pun buru buru mengambil pekerjaannya dan menuju ruang makan untuk sarapan dan memilih langsung makan tanpa menunggu Naura.
Setelah Iqbal selesai makan Naura belum juga datang maka Iqbal memutuskan untuk pergi lebih dulu dan hanya meninggalkan note di meja makan tanpa menunggu Naura.
Naura yang sampai di ruang makan sedikit kaget melihat Iqbal sudah tidak ada di meja makan lalu melihat note yang Iqbal tulis di meja makan.
Maaf Abang pergi duluan
Kamu jangan lupa untuk sarapan May
Entah kenapa dada Naura merasa sakit setelah melihat note itu.
"Apa bang Iqbal marah ya,tapi kenapa apa dia tau kelakuan gue"bingung Naura, akhirnya Naura pun memakan sarapannya sendiri lalu pergi ke sekolah,namun sebelum itu dirinya mampir ke rumah Edward karena Edward mengajaknya jalan-jalan lagi sepulang sekolah jadi Edward memutuskan untuk tidak membawa kendaraan.
"Assalamualaikum"salam Naura
"Wait a minute"terdengar suara wanita di dalam rumah
"Hallo auntie how are you"ucap Naura setelah pintu terbuka
"Naura,you are so beautiful now, how are you"tanya nya
"I'm good auntie, Ewad ada auntie"tanya Naura
"Owh Edward wait, EDWARD HONEY YOUR GIRLFRIEND IS HERE"teriak wanita itu
"YES MOM I'M COMING"balas Edward dari dalam rumah
Setelah Edward datang mereka pun langsung berangkat menuju ke sekolah karena mereka sudah hampir telat,dan benar saja sesampainya di sekolah gerbang sekolah telah tertutup, Edward pun mengajak Naura untuk memanjat tembok samping sekolah yang tak terlalu tinggi,namun sayang begitu mereka turun mereka terpergoki guru laki-laki, Naura sempat kaget melihat ada guru laki-laki disana karena mengira itu adalah Iqbal.
Naura dan Edward pun akhirnya di hukum di lapangan untuk hormat pada bendera sampai istirahat, Iqbal yang tengah berjalan menuju kelasnya kaget melihat Naura yang tengah berdiri di lapangan sambil Sikap hormat pada bendera.
"Mayra telat kok bisa,lalu siapa lelaki di sampingnya bukankah itu murid baru kemarin siapa namanya....ahh iya Edward,ehh Edward.... Ewad apakah Edward dan Ewad adalah orang yang sama.
Setelah masuk waktu istirahat Naura dan Edward pun mengakhiri hukuman mereka, mereka pun berjalan menuju kantin untuk istirahat, sesampainya di kantin mereka melihat Sella dan Rindu sudah duduk di meja biasa tempat mereka kumpul,Naura pun kumpul dengan sahabatnya sementara Edward pergi memesan makanan untuknya dan Naura.
Ketika tengah asik menikmati makanannya mata Naura tiba-tiba menangkap bayangan seseorang yang tengah berjalan menuju kantin.
"Degh"Naura nampak kaget
"Mampus gue, kenapa bang Iqbal ke kantin sih biasanya juga enggak"pikir Naura
"Ehh sell Ndu gue ke WC dulu ya,Wad Nau ke WC dulu ya"pamit Naura
"Iya Nau"jawab mereka.
Setelah selesai mengajar Iqbal yang hari ini tidak membawa bekal seperti biasanya,jadi dia memutuskan untuk membeli makanan di kantin saat berjalan menuju kantin dirinya melihat Naura tengah duduk dengan para sahabatnya namun ada seorang laki-laki duduk di samping Naura, Iqbal sudah mengira Naura akan tahu kedatangannya ke kantin,karena sesaat setelah nya Naura langsung terburu-buru pamit pada sahabat dan laki-laki itu.
"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan May"ucap Iqbal dalam hati
__ADS_1
"Apakah sampai sekarang kamu belum bisa membuka hati kamu untuk Abang"sambungnya lagi.
Iqbal pun memutuskan untuk menunggu di kantin sampai waktu istirahat selesai, untuk memastikan apakah Naura memang menghindarinya atau tidak,benar saja Naura tak terlihat kembali pada teman temannya.
Sementara itu Naura yang telah berhasil lolos dari Iqbal tengah bersembunyi sambil terus mengintai ke arah kantin.
"Sial bang Iqbal malah duduk lagi,kenapa gak balik ke ruang guru aja sih gue tuh lapar tau,tapi kalau gue balik sekarang dan bang Iqbal liat gue bareng Ewad bahaya nanti,pasti bang Iqbal marah dan mukul Ewad"tuding Naura yang justru menyalahkan suaminya.
Tak terasa bel pun telah berbunyi Sella, Rindu dan Edward heran kenapa Naura tidak kembali lagi ke kantin tadi, mereka pun memutuskan kembali ke kelas,ketika mereka telah memasuki kelas nampak Naura telah duduk di kursinya.
"Nau kamu kok gak balik ke kantin lagi sih tadi"tanya Edward
"Maafkan Nau Wad,Nau lemas banget tadi jadi Nau milih ke kelas aja"ucap Naura
"Owh"jawab Edward.
Setelah pulang sekolah seperti biasa Naura pergi jalan-jalan lagi dengan Edward, sementara itu ketika hendak berjalan ke parkiran Iqbal melihat Naura masuk kedalam mobil bersama dengan Edward,tampak muka Iqbal langsung berubah hatinya merasa remuk melihat Naura tengah duduk berduaan dengan laki-laki lain di dalam mobil, Iqbal akhirnya memutuskan pulang ke apartemen lalu langsung bersih-bersih dan makan serta menyiapkan untuk makan Naura ketika Naura pulang nanti, setelah selesai makan Iqbal mengerjakan pekerjaan sampai selesai, waktu sudah menunjukkan waktu isya namun Naura belum juga pulang, akhirnya Iqbal pun memutuskan untuk tidur.
Jam setengah sembilan Naura baru saja tiba di apartemennya, tampak olehnya apartemennya sudah sangat sepi, tampak tak ada kehidupan di dalamnya.
"Assalamualaikum bang"salam Naura namun tidak ada sahutan dari Iqbal
"Apa bang Iqbal tertidur di meja makan lagi yah"pikir Naura sambil berjalan ke ruang makan.
Namun saat sampai di ruang makan Naura tak melihat Iqbal di sana,di atas meja Naura melihat ada sepiring nasi goreng dan sebuah note di bawahnya.
Makanlah May
Maaf Abang tidurnya duluan
Maaf kalau Abang belum bisa bahagiain kamu
Begitu isi note tersebut, Naura tampak mengeluarkan airmata lalu memakan nasi goreng buatan Iqbal yang entah kenapa sekarang menjadi makanan favorit untuk nya.
Setelah selesai makan Naura pun membersihkan piring bekas nya makan,lalu berlalu menuju kamar untuk mandi, setelah selesai mandi dan berganti pakaian Naura berjalan kearah tempat tidur,tampak atas kasur Iqbal tengah terlelap dengan tenang, Naura pun mendekati Iqbal dan berkata.
"Maafkan aku bang kalau aku menyakitimu,tapi saat ini aku benar-benar bimbang harus memilih Abang atau Ewad"ucap Naura dalam hati.
Tak terasa sudah hampir satu minggu hubungan antara Naura dan Edward yang dilakukan di belakang Iqbal.
Minggu
Saat ini Naura dan Iqbal tengah memasak untuk sarapan mereka, namun nampak Naura sesekali terlihat bermain hp sambil tersenyum.
"Chattingan sama siapa May kayanya asik banget"tanya Iqbal
"Ehh,Sa-sama sela bang katanya ngajak jalan-jalan bang"ucap Naura
"Owh kalau mau jalan-jalan hati-hati ya terus kalau pulang jangan malam-malam"ucap Iqbal
"Iya bang aku gak bakal pulang malam kok"ucap Naura.
Setelah selesai sarapan Naura pamit pergi pada Iqbal katanya Sella sudah menunggu dirinya, Iqbal pun hanya mengiyakan saja.
Saat ini Naura tengah mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah, nyatanya ucapan Naura tadi pagi hanyalah bualan saja, dirinya tidak pergi jalan-jalan dengan Sella melainkan dengan Edward.
"Assalamualaikum" salam Naura
"Waalaikumussalam"terdengar suara wanita dari dalam
"Cari den Edward ya non"tanya wanita paruh baya itu yang merupakan pembantu di rumah Edward
"Iya Bi, Edward ada"tanya Naura
"Masih mandi non ayo duduk dulu"pembantu itu mempersilahkan Naura untuk duduk di sofa
"mau minum apa non"tanya nya
"Gak usah Bi"ucap Naura
Lima belas menit kemudian tampak Edward keluar dari kamarnya dan berjalan mendekati Naura.
__ADS_1
"Maaf Nau lama ya"tanya Edward
"Nggak kok Wad"jawab Naura
"Yaudah yuk kita berangkat"ucap Edward sambil menggandeng tangan Naura.
Sementara itu di apartment setelah beberapa jam kepergian Naura Iqbal tampak tengah membereskan barangnya, dirinya baru saja mendapatkan panggilan bahwa kegiatannya di majukan sehingga Iqbal harus berangkat hari ini, setelah selesai membereskan barangnya, Iqbal pun memutuskan untuk menelepon Naura namun nomernya tidak aktif setelah beberapa kali mencoba menelpon Naura, namun tidak ada jawaban akhirnya Iqbal memutuskan untuk pergi ke rumah mertuanya.
Sesampainya di rumah mertuanya Iqbal langsung mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum Bun"salam Iqbal
"Waalaikumussalam"jawab sang Bunda dari dalam
"Loh tumben sendirian bal, Naura kemana"ucap sang Bunda
"Iya Bun Iqbal mau pamit berangkat pelatihan keberangkatan nya di majukan secara mendadak Jadi Iqbal baru bisa memberi tahu Bunda sekarang, kebetulan Naura katanya lagi jalan-jalan sama sella,tapi tadi Iqbal telepon tidak aktif"ucap Iqbal
"Rencananya Iqbal mau menitipkan Naura pada bunda,maaf kalau Iqbal merepotkan Bunda,lalu Iqbal juga mau menitipkan hadiah ulang tahun Naura"sambung Iqbal
"Kamu apasih bal,mana mungkin Bunda merasa direpotkan sama anak Bunda sendiri, sebentar Bunda telepon sella dulu"ucap sang Bunda.
Erlina pun mencoba menelpon Sella menanyakan apa Naura ada bersama dia, namun jawaban dari Sella membuat Erlina terkejut,sebab Sella mengaku tengah bersama Rindu dan Naura tidak ada disana.
"Naura tidak ada disini tan,paling dia lagi jalan sama Edward,kan mereka baru jadian"ucapan sella terus terngiang di otak Erlina, dirinya tidak bisa menjawab ucapan sella karena Iqbal ada disini, dirinya takut menyakiti hati Iqbal, akhirnya Erlina mematikan panggilan tersebut dan mengatakan bahwa Naura memang bersama sella.
Sementara itu di rumah Rindu sella yang mendapatkan panggilan mendadak dari Erlina merasa kaget,dan heran.
"Kenapa sel"tanya Rindu
"Gue kaget sama heran aja"ucap Sella
"Kenapa"tanya Rindu tak faham
"Kagetnya tiba-tiba tante Erlina nelpon gue nanyain Naura, anehnya gue sama Naura gak biasanya dia pergi gak pamit sama orang tuanya, terus tadi pas gue bilang kalau Naura lagi jalan-jalan sama Edward nanti Erlina diem aja kaya orang yang kaget"jelas Sella
"Coba kamu telpon Naura"Saran Rindu.
Sella pun mencoba menelpon Naura namun tidak aktif, akhirnya dia mencoba menelpon Edward akhirnya terdengar suara dari sebrang sana, Sella meminta Edward untuk memberikan hpnya pada Naura.
Setelah terdengar suara Naura,sella akhirnya menjelaskan apa yang terjadi,di mulai dari awal Erlina menelpon sampai akhir.
Deg
"Mampus gue,apa bang Iqbal ngadu yah sama Bunda tapi masa iya sih"ucap Naura dalam hati.
"Sell tar malam gue nginep yah"ucap Naura
"Ogah gue, beresin dulu masalah elu, jangan sembunyi"ucap sella
Naura terus memohon pada sella namun Sella nampak sama sekali tidak tergoda,dengan terpaksa akhirnya Naura pun mengakhiri panggilan itu.
"Ada apa Nau"tanya Edward
"Nggak papa Wad,nih"ucap Naura sambil memberikan hp Edward
"apa kamu yakin"tanya Edward
"iya Wad yakin"ucap Naura
"yasudah tapi kita makan siang dulu ya"nanti baru kita lanjutkan jalan-jalan nya"ucap Edward
"iya Wad"jawab Naura
Mereka pun akhirnya mencari tempat makan siang,mereka menghabiskan beberapa menit di sana sebelum Naura pamit untuk shalat Dzuhur dulu, sambil menunggu makanannya datang, Edward hanya mengiyakan saja.
"dia kenapa sebenarnya setelah Sella menelpon sikapnya jadi seperti orang yang gak tenang"ucap Edward setelah Naura pergi
setelah selesai shalat Naura pun kembali untuk makan siang bersama Edward, setelah selesai makan Merekapun melanjutkan jalan-jalan nya,namun Naura tampak tak tenang sepanjang hari, akhirnya mereka memutuskan pulang jam 8 malam,begitu Naura membuka pintu apartemennya Naura langsung di buat kaget dengan suara seseorang dari dalam apartemennya.
"DARIMANA SAJA KAMU,JAM SEGINI BARU PULANG"ucap suara itu.
__ADS_1