
Tujuh Hari Di Pesantren Part 3
Saat setelah selesai berdzikir Iqbal berjalan kearah shaf wanita untuk melihat sang istri,namu. saat setelah sampai di dekat shaf wanita tampak tidak ada wajah sang istri disana.
"Kemana dirinya apa sudah pulang"tanya Iqbal dalam hati
Iqbal pun langsung berjalan ke arah luar masjid untuk kembali ke rumah bambu.
Setelah Iqbal memasuki kamar tidur dirinya langsung kaget melihat Naura.
"Astaghfirullah"ucap Iqbal melihat posisi tidur sang istri
Lalu Iqbal pun mendekati posisi tidur sang Istri lalu membenarkan posisi tidurnya, setelah membenarkan posisi tidur Naura Iqbal langsung bergegas menuju kediaman Abi nya untuk mengambil sarapan untuk dirinya dan Naura.
"Assalamualaikum"salam Iqbal
"Waalaikumussalam bal,mana istri mu"tanya Aini
"Tidur lagi mi,kasian masih ngantuk"jawab Iqbal
"Owh Yasudah,kalau begitu kamu mau sarapan dimana"tanya Aini lagi
"Iqbal sarapan di rumah bambu aja Mi"jawab Iqbal
Iqbal pun langsung mengambil dua piring lalu di isi dengan berbagai macam lauk pauk, setelah terisi dirinya pun kembali menuju rumah bambunya.
"Mi Iqbal kembali dulu yah, Assalamualaikum"pamit Iqbal
"Waalaikumussalam"jawab Aini
Setelah menaruh makanan di meja Iqbal pun melanjutkan aktivitasnya sembari menunggu Naura bangun tidur.
Tepat pukul tujuh pagi Naura baru bangun kembali, dirinya melihat Iqbal tengah duduk membaca buku di meja belajar.
"Huuam,jam berapa sekarang bang"tanya Naura
"Baru jam 7 May"jawab Iqbal
"Lapar bang,hehe"ucap Naura
"Yasudah ayo makan,Abang tadi bawa makanan dari rumah Umi"ucap Iqbal
Naura pun akhirnya bangkit dari kasurnya dan berjalan keluar kamar menuju ke kamar mandi.
Selang beberapa menit tampak Naura keluar dengan wajah yang segar.
"Kamu mandi apa nggak May"tanya Iqbal
"Ya mandi lah bang,tapi sebenarnya mau mandi ataupun tidak sama saja, sama-sama cantik"ucap Naura
"Iya iya istri Abang emang paling cantik"jawab Iqbal
"Pasti lah"ucap Naura
Saat Naura melihat ke arah meja makan dirinya kaget masih ada 2 piring di atas meja itu berarti suaminya belum makan.
"Abang belum makan"tanya Naura
"Belum May,abang nungguin kamu"jawab Iqbal
"Kok gitu sih,kalau Abang udah lapar mah gak papa makan duluan aja bang gak usah nungguin May"ucap Naura
"Gak papa May,lagian baru juga jam 7 lewat,ayo cepat makan"ucap Iqbal
__ADS_1
Setelah itu mereka pun menikmati sarapan mereka dengan tenang, setelah selesai makan Iqbal kembali berucap.
"May hari ini Abang hari ini kan mau ngurus-ngurus berkas kemungkinan sampai sore,kamu main sama Rindu dan Sella dulu yah"ucap Iqbal
"Iya bang gak papa kok"jawab Naura
Setelah Iqbal pergi dari rumah bambu, Naura bergegas menuju asrama tempat Sella dan Rindu tinggal.
"Assalamualaikum"salam Naura
"Waalaikumussalam,ehh Ning ayo masuk"jawab Tika
"Ehh, iya aku mau cari Sella sama Rindu mereka kemana yah"tanya Naura
"Owh mereka lagi nyuci pakaian Ning di bawah"jawab Tika
"Owh,yasudah terimakasih yah,kalau gitu aku pamit dulu, assalamualaikum"ucap Naura sambil berjalan pergi
"Waalaikumussalam"jawab Tika
"Gak dandan aja cantiknya udah masyaallah,emang Gus Iqbal paling top milih istri"ucap Tika dalam hati.
Setelah dari kamar asrama Naura pun kembali turun menuju kamar mandi asrama saat tiba di dekat kamar mandi tampaklah pemandangan yang belum pernah Naura lihat.
"Hahaha,lu kalau nyucinya kaya gitu bukannya bersih malah tambah kotor baju lu sell"ucap Naura sambil berjalan mendekat
"Ketawain aja Terios kaya yang situnya bisa nyuci aja"jawab Sella
"Eitss,jangan salah gini-gini gue bisa nyuci pake tangan"jawab Naura
"Gak percaya gue,kalau emang bisa coba lu buktikan"ucap Sella sambil memberikan pakaian yang tengah ia cuci pada Naura
"Enteng sini"jawab Naura sambil mengambil pakaian milik Sella
Naura yang awalnya hanya ingin memberikan contoh justru berakhir dengan mencuci seluruh pakain Sella.
"Hehe,iya gue percaya sekarang,terus makasih juga udah bantuin gue nyuci yah"jawab Sella yang langsung di sambut oleh cekikikan dari Rindu dan Azizah.
"Elu ngerjain gue yah"kesal Naura
"Siapa yang ngerjain,kan elu sendiri yang mau,hahaha"ucap Sella
"Awas lu, pokoknya lu harus traktir gue, Rindu sama kamu siapa"ucap Naura menunjuk kearah Azizah
"Saya Azizah Ning"jawabnya
"Kalau yang diatas"tanya Naura lagi
"Tika Ning"jawab Azizah
"Nah iya elu pokoknya harus terakhir gue, Rindu, Azizah sama Tika makan bakso nanti sore titik"ucap Naura
"Tenang aja gampang itu mah"jawab Sella
Setelah puas bercerita Naura pun menunggu mereka selesai menjemur pakaian mereka,hari ini Naura berencana mengajak mereka berbelanja di pasar.
Saat ini Naura sudah bersiap untuk pergi jalan-jalan ke pasar bersama kedua sahabatnya ditambah Azizah dan Tika.
"Kalian tau gak pasar terdekat disini"tanya Naura
"Tau Ning,mau jalan kaki atau naik kendaraan"tanya Tika
"Ya kalau dekat mending jalan kaki aja"jawab Naura
__ADS_1
"Deket kok Ning,paling satu kilo"jawab Tika
"E bujuk,satu kilo lu bilang Deket"ucap Sella
"Udah elu gak usah lebay lagian ini masih pagi jadi mending kita jalan aja sambil liat liat suasana disini"jawab Naura
"Yaudah deh kepaksa"jawab Sella
Setelah meminta izin pamit pada mertuanya Naura dan yang lainnya pun meninggalkan area pesantren menuju pasar
Sekitar sepuluh menit kemudian mereka pun akhirnya sampai di pasar.
"Kita mau beli apa nih"tanya Sella
"Gue mau beli gamis,masa gue tinggal di pesantren pake baju kaya gini terus"ucap Naura yang saat ini memakai kemeja lengan panjang dan celana Levis panjang.
"Bener juga lu Nau,gue juga mau beli lah"jawab Sella
"Yaudah ayo"ucap Naura,mereka pun berjalan mengelilingi pasar mencari penjual gamis
Setelah beberapa lama berkeliling akhirnya mereka menemukan toko yang mereka cari,Naura pun membeli beberapa potong gamis beserta kerudung,sama halnya dengan Sella dan Rindu, sementara untuk Tika dan Azizah Naura membelikan mereka masing-masing 1 gamis dan 1 kerudung awalnya mereka menolak tetapi Naura memaksa.
Setelah membeli gamis mereka berkeliling pasar membeli beberapa cemilan untuk makan-makan mereka nanti di pesantren.
Setelah puas berkeliling pasar akhirnya mereka pun berjalan pulang,saat ditengah perjalanan Naura melihat ada pedagang bakso membuat dirinya teringat pada ucapannya tadi pagi.
"Sel ada tukang bakso tuh"tunjuk Naura
Sella yang sudah mengerti pun hanya bisa menghela nafas panjang.
"Yaudah ayo gue traktir kalian"ucap Sella
Akhirnya mereka pun membeli bakso sebelum pulang mereka berniat memakannya di rumah bambu Naura.
"Nau buruan ambil mangkoknya keburu dingin nanti"ucap Sella
"Iya iya bawel"ucap Naura berjalan masuk
"Wih rumahnya walau kecil tapi nyaman yah"puji Sella
"Iya Sel,rumah ini di bangun waktu saya masih SD dulu"jawab Tika
"Lu udah lama disini berarti"tanya Sella pada Tika, mereka memang belum banyak bercerita
"Saya sudah disini sekitar sebelas tahun"jawab Tika
"Wih udah lama banget berarti yah,emang gak bosen lu"tanya Sella
"Nggak sih,saya justru merasa bahagia tinggal disini"jawab Tika
"Rencananya mau sampai kapan lu di pesantren"tanya Sella lagi
"Insyaallah sekitar dua tahun lagi, soalnya saya akan menikah"jawab Tika
"Kalau mau nikah kok harus nunggu 2 tahun sih"tanya Naura yang tiba-tiba sudah ada diantara mereka
"Ngagetin aja lu"ucap sella
"Soalnya calon suami saya masih kuliah di luar negeri"jawab Tika
Setelah itu mereka memilih fokus dengan bakso mereka, setelah baksonya habis Sella, Rindu, Tika dan Azizah izin pamit kembali ke kamar.
Setelah para sahabatnya kembali, Naura memilih untuk mandi lalu memakai gamis baru yang ia beli tadi.
__ADS_1
Sejam kemudian Iqbal pun sampai di rumah,saat sampai di depan rumah dirinya mengucap salam namun tidak ada jawaban, akhirnya Iqbal pun memilih untuk langsung masuk,saat dirinya membuka pintu kamar Iqbal melihat istri tengah berbaring.
"Masyaallah"