Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Tujuh Hari Di Pesantren Part 2


__ADS_3

Tujuh Hari Di Pesantren Part 2


"Assalamualaikum Umi Bunda"salam Naura dan Iqbal


"Waalaikumussalam sayang ayo duduk"jawab Aini dan Erlina


"Ada apa nih kayanya asik banget"tanya Naura


"Kita lagi bahas acara syukuran pernikahan kalian, kalian setuju tidak kalau acaranya hari Minggu, supaya adiknya Iqbal sudah datang"tanya Erlina


"Kita setuju saja Bunda,gimana baiknya saja"jawab Iqbal


Yasudah berarti fix yah hari Minggu"ucap Erlina


"Iya Bun"jawab Iqbal


"Umi Naura mau tinggal di rumah bambu yah"ucap Naura


"Ehh,kamu yakin Nau,itukan kecil rumahnya"Tanya Aini


"Yakin Umi, walaupun kecil tapi cukuplah buat Nau sama bang Iqbal"jawab Naura


"Emang rumahnya kaya gimana sih Nau Bunda jadi penasaran"ucap Erlina


"Nanti sore Bunda lihat aja"jawab Naura


"Yasudah Bun Um kita ke kamar dulu yah"pamit Iqbal


"Abang mandi dulu yah May"ucap Iqbal


"Iya bang"jawab Naura


Iqbal pun berjalan kearah kamar mandi yang ada dikamar Iqbal,selang beberapa menit Iqbal pun mengakhiri mandinya,namun ketika Iqbal keluar dari kamar mandi Naura langsung teriak 


"BANG IQBAL"teriak Naura


"Kebiasaan ih,udah dibilangin ganti bajunya tuh di kamar mandi"lanjutnya lagi


"Kamu kenapa sih kaya gak pernah liat badan Abang aja May"ucap Iqbal


"I-itu mah beda lagi kali udah buruan pake bajunya"ucap Naura


"Tolong cariin bajunya dong May"ucap Iqbal


"Ish"Naura mencebik namun tetap mencarikan pakaian untuk Iqbal


"Nih"ucap Naura


"Makasih istri kecil abang"ucap Iqbal


"Iya sama-sama bang,udah sana di baju"ucap Naura


"Iya iya May ini abang pakai baju,atau mau kita main dulu mumpung abang belum pake baju"ucap Iqbal mengedipkan mata ke arah Naura


"Ihh bang Iqbal mesum nggak ahh, nanti malam aja"ucap Naura


"Yasudah nanti malam Abang tagih"ucap Iqbal


"Mampus salah ngomong kan lu Nau "ucap Naura dalam hati


Tak beberapa lama dari Iqbal selesai berganti pakaian lalu terdengar suara adzan dari Masjid Pesantren, Iqbal dan Naura pergi menuju Masjid bersama dengan para orangtuanya,di perjalanan mereka juga bertemu dengan Rindu dan Sella.


Setelah melaksanakan shalat Dzuhur Sella dan Rindu ikut ke kediaman Kyai Razi untuk makan siang bersama,30 menit kemudian mereka pun telah selesai makan,dan langsung melakukan kegiatan nya masing-masing.


Begitu pula dengan Iqbal dan Naura yang saat ini tengah berada di rumah bambu untuk membersihkan rumah itu.


"Bang adik Abang kapan pulangnya sih"tanya Naura


"Umi bilang sih insyaallah malam sabtu udah sampai pesantren"jawab Iqbal

__ADS_1


"Owh"ucap Naura


Mereka pun melanjutkan kegiatan bersih bersih mereka sampai mendekati waktu ashar,mereka menuju shalat ashar terlebih dahulu sebelum memindahkan pakaian mereka ke rumah bambu.


Tepat pukul setengah lima tampak Iqbal dan Naura telah selesai memindahkan pakaian mereka kedalam rumah bambu,saat ini mereka tengah menikmati suasana sore pesantren dari rumah bambu.


"Ahhh, ternyata enak ya bang hidup di perkampungan adem gak kaya di kota"ucap Naura


"Sama saja May,yang membedakan itu hanya rasa syukur kita atas apa yang Allah berikan kepada kita,kalau kita pandai bersyukur mau hidup dimana pun,atau seperti apapun insyaallah akan terasa jauh lebih nikmat"ucap Iqbal


"Iya bang ustadz"ucap Naura


"Kok jadi bang ustadz sih"tanya Iqbal


"Kan bentar lagi bang Iqbal ngajar di pesantren,nah kalau guru laki-laki di pesantren di panggilnya kan ustadz,bener nggak"tanya Naura


"Iya Nau benar"jawab Iqbal


"Ehh bang berarti nanti kita daftar kuliah pas abis syukuran pernikahan kita yah"ucap Naura


"Iya sebenarnya bukan cuma syukuran sih May,nanti kita juga akan akad lagi,biar lebih Afdhal"ucap Iqbal sambil nyengir


"Ihh kok tadi Bunda sama Umi gak bilang sih"protes Naura


"Mungkin lupa sayang"ucap Iqbal


"A-apa,bang Iqbal panggil May apa"ucap Naura


"Sayang"


"Kenapa kamu nggak suka kah"ucap Iqbal


"Bu-bukan seperti itu,aku suka kok bang"ucap Naura


Mereka pun melanjutkan aktivitas mereka sampai waktu maghrib, setelah selesai shalat Naura dan Iqbal memutuskan untuk berdiam diri di masjid untuk belajar mengaji,tampak Sella dan Rindu pun ada disana.


Setelah selesai shalat Isya mereka pulang ke kediaman Kyai Razi terlebih dahulu untuk makan malam.


"Alhamdulillah Naura betah kok Umi"ucap Naura


"Kalau nak Sella bagaimana"tanya Aini pada Sella


"Saya juga betah Umi, apalagi disini ada kedua sahabat saya"jawab Sella


"Alhamdulillah syukurlah kalau begitu, Umi takut kalian tidak betah disini"ucap Aini


"Kamu gak usah khawatir ni dua orang ini mah mau tinggal dimana aja pasti betah apalagi ada makanan gratisnya"ucap Erlina


"Wah wah Bunda parah nih"ucap Naura


"Bener Nau,parah nih Tante,kita tuh betah bukan karena dapet makanan gratis tapi karena lingkungannya yang bisa bikin nyaman,ya walaupun dapat makan gratis jadi poin plus juga sih,hehe"ucap Naura


"Huh dasar"ucap Erlina


"Ehh iya bal adik kamu katanya pulangnya di percepat insyaallah besok lusa dia sampai di Indonesia"ucap Aini


"Alhamdulillah kalau begitu Umi"jawab Iqbal


Setelah makanan siap mereka pun mulai memakan makanan mereka dengan tenang.


Setelah selesai makan mereka kembali ke tempatnya masing-masing.


"Saat ini Naura dan Iqbal tengah membereskan tempat tidur mereka.


"Bang kok gak ada guling sih"ucap Naura


"Emang buat apa Nau"ucap Iqbal


"Yak buat May peluk lah bang"jawab Naura

__ADS_1


"Kan ada Abang May"jawab Iqbal mengedipkan mata


"Owh jangan jangan abang sengaja yah gak bawa guling biar May peluk"ucap Naura


"Haha,jangan seudzon gitu sama suami sendiri May,Abang emang gak punya guling dirumah bambu"ucap Iqbal


"Yasudah lah terpaksa May peluk Abang,tapi awas jangan macam-macam yah"ucap Naura


"Abang gak bakal macam-macam May paling satu macam aja,hehe"jawab Iqbal


"Dasar mesum"ucap Naura


"Mesum sama istri sendiri gak masalah kali"ucap Iqbal


"Udah bang yuk tidur"ajak Naura


"Iya ayo"jawab Iqbal


Mereka pun menaiki kasur mereka, Iqbal tidur menghadap kearah Naura begitupun sebaliknya, Naura tidur memeluk Iqbal,namun sepertinya rencana mereka untuk tidur harus di undur tepat setelah Naura memeluk Iqbal, Iqbal langsung menciumi tengkuk Naura,lalu ciuman itupun berpindah menuju mulut Naura, sementara itu tangan Iqbal mulai bergerilya di dada Naura, membuat Naura mengeluarkan *******.


"Ihh abhang khan ahh kathanyah mhhau langsung tidur "ucap Naura di sela sela erangannya.


Iqbal pun menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah wajah Naura dengan.


"Satu kali yah pliss"melas Iqbal


"Janji satu kalau doang"ucap Naura


"Iyah"angguk Iqbal


"Iqbal pub kembali memulai aktivitas olahraga malamnya yang sekaligus mendapatkan pahala,yang awalnya hanya ingin satu kali akhirnya mereka pun keterusan hingga waktu menunjukkan pukul 1 malam mereka baru terlelap.


"May bangun May sebentar lagi subuh"Iqbal membangunkan Naura


"May masih ngantuk banget bang"jawab Naura parau


Iqbal tak lagi membangunkan Naura,namun dirinya langsung mengangkat Naura menuju ke kamar mandi hal itu membuat Naura langsung terlonjak kaget.


"Ihh Abang apaan sih,May masih ngantuk"protes Naura


"Bentar lagi subuh May,kita harus mandi"jawab Iqbal


"Semua kan salah abang, ngomongnya cuma sekali tapi malah berkali-kali"protes Naura lagi


"Abis kamu bikin Abang nagih sih"ucap Iqbal.


Tepat setelah mereka selesai mandi wajib adzan subuh pun berkumandang, Iqbal dan Naura berjalan menuju masjid pesantren,nampak saat berjalan Naura beberapa kali tersandung karena menahan kantuk.


"May hati-hati"ucap Iqbal


"May ngantuk banget bang"jawab Naura pelan


"Ya sudah nanti abis subuh kamu boleh tidur lagi"ucap Iqbal


Mendengar jawaban iqbal mata Naura langsung terbuka lebar karena gembira.


"Beneran bang abis subuh aku boleh tidur lagi"tanya Naura


"Iya sekali ini aja tapi yah"jawab Iqbal yang langsung di balas anggukan oleh Naura, memang selama menikah Iqbal melarang Naura untuk tidur setelah subuh,kalau pun ingin tidur lagi dirinya harus menunggu minimal sampai jam 9 pagi baru di perbolehkan tidur lagi.


Setelah selesai shalat subuh, Naura langsung berlari menuju rumah bambunya untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda.


Saat setelah selesai berdzikir Iqbal berjalan kearah shaf wanita untuk melihat sang istri,namu. saat setelah sampai di dekat shaf wanita tampak tidak ada wajah sang istri disana.


"Kemana dirinya apa sudah pulang"tanya Iqbal dalam hati


Iqbal pun langsung berjalan ke arah luar masjid untuk kembali ke rumah bambu.


Setelah Iqbal memasuki kamar tidur dirinya langsung kaget melihat Naura.

__ADS_1


"Astaghfirullah"


__ADS_2