
Merawat Iqbal
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Naura, karena hari ini Iqbal akan kembali setelah 3 Minggu melakukan pelatihan di luar kota, tampak Naura sangat sibuk membersihkan apartemennya dan mendekorasi ruang tengah untuk menyambut kedatangan Iqbal,tak lupa juga Naura memasak untuk Iqbal makan nanti, Naura melakukan ini semua di bantu oleh sang Bunda.
Namun sudah lewat jam 1 Iqbal belum juga datang, Naura nampak mulai khawatir.
"Bun bang Iqbal kok belum pulang yah"tanya Naura pada sang Bunda.
"Sabarlah Nau mungkin macet"jawab Erlina menenangkan anaknya.
Mendengar jawaban sang Bunda membuat Naura sedikit tenang,namun tak lama tampak hp milik Naura bergetar tanda panggilan masuk, Naura yang melihat siapa yang memanggilnya langsung mengangkat telpon itu dengan gembira.
"Hallo, assalamualaikum bang,masih dimana"tanya Naura langsung
"Waalaikumussalam,maaf Bu apakah ini benar dengan istrinya saudara Muhammad Iqbal Al Haq"tanya suara di seberang sana
"Ehh,iya ini siapa ya"tanya Naura bingung
"Kami dari pihak Rumah Sakit Hati Bunda ingin memberikan kabar bahwa suami ibu terlibat kecelakaan dan saat ini tengah kritis di rumah sakit"ucapnya
DEG
Naura yang mendengar hal itu tak kuat menahan beban tubuhnya dirinya langsung lirih terduduk di lantai dan menangis, Erlina yang melihat itu tampak bingung apa yang terjadi dirinya pun mendekati Naura dan ikut duduk di lantai, dirinya tampak kaget melihat Naura menangis tak bersuara.
"Nau kamu kenapa hei"tanya Erlina
"Bang Iqbal Bun,bang Iqbal hiks hiks"ucap Naura sambil memeluk Erlina
"Iqbal kenapa Nau"tanya Erlina
"Bang Iqbal kecelakaan Bun,hiks hiks"Naura terus menangis
"Inalillahi,yasudah ayo kita susul Iqbal ke rumah sakit"ucap Erlina sambil membangunkan Naura.
Naura yang mendengar ucapan sang Bunda langsung berlari ke kamar mengambil tas dan kunci mobilnya,lalu bergegas turun ke parkiran mobil di susul oleh Erlina di belakangnya.
Setelah perjalanan sekitar 1 jam setengah akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit tempat Iqbal dirawat, nampak Naura setelah memarkirkan mobilnya langsung berlari ke arah lobby Rumah Sakit,untuk menanyakan ruangan Iqbal.
"Permisi sus pasien atas nama Muhammad Iqbal Al Haq, dirawat di ruang mana yah"tanya Naura
"Mohon tunggu sebentar ya saya akan periksa"ucap suster tersebut
"Saudara Muhammad Iqbal Al Haq saa ini dirawat di ruang ICU mbak"lanjut suster tadi.
DEG
Mendengar ucapan suster itu membuat Naura hampir limbung, beruntung ada Erlina yang menahannya
__ADS_1
"Nau kamu harus kuat demi Iqbal nak"ingat sang Bunda
"Tapi Bun bang Iqbal sekarang di ICU, kasihan bang Iqbal Bun pasti dia kesakitan"ucap Naura
"Sabar Nau kamu do'akan saja semoga Iqbal baik-baik saja"ucap Erlina
"Iya Bun"jawab Naura
Mereka pun akhirnya berjalan kearah ruang ICU,saat tiba disana Naura melihat dari balik kaca para dokter masih berusaha menyelamatkan nyawa Iqbal, tampak pulang berbagai alat penunjang kehidupan tertempel di tubuh Iqbal,hati Naura terasa sesak melihat itu semua.
Saat ini tengah duduk di depan ruang ICU menunggu dokter untuk keluar dari ruangan itu, sementara Erlina tanpa sepengetahuan Naura menghubungi Aini untuk mengabarkan kalau Iqbal kecelakaan, Erlina memang sempat meminta nomer Aini waktu pernikahan Naura dan Iqbal.
Setelah cukup lama Naura menunggu akhirnya semua dokter keluar dari ruangan ICU, Naura yang melihat itu langsung berlari ke arah dokter tersebut.
"Dok bagaimana keadaan suami saya"tanya Iqbal
"Mohon maaf Bu untuk sekarang keadaan suami anda masih koma,mohon doanya agar pasien cepat melewati masa koma nya"ucap dokter tersebut
Deg
Deg
Naura yang mendengar ucapan sang dokter membuat dirinya kembali lemas, Erlina yang melihat itu langsung menahan tubuh Naura.
"Dok apa kita boleh masuk kedalam"tanya Erlina
Erlina yang mendengar itu hanya bisa pasrah dan membawa Naura duduk di kursi depan ruang ICU,tak lupa dia juga mengirimkan pesan pada suaminya kalau dirinya di rumah sakit karena Iqbal kecelakaan
Jarum jam menunjukkan sudah waktunya untuk shalat ashar, Naura pun dengen lemas berjalan ke arah mushalla rumah sakit untuk melaksanakan shalat.
Menjelang magrib Alan sudah datang kerumah sakit dirinya langsung menanyakan keadaan Iqbal, Erlina menjawab jika Iqbal koma dan saat ini belum bisa di jenguk,entah sampai kapan.
Alan yang mendengar penjelasan istrinya dan melihat kondisi anaknya yang tengah terisak merasa kasih pada anaknya,baru saja kemarin anaknya menyesali perbuatannya dan ingin meminta maaf pada Iqbal,saat ini justru harus menerima kenyataan Iqbal tengah terbaring koma.
Setelah shalat Isya tampak kedua orang tua Iqbal tiba, mereka langsung menanyakan keadaan Iqbal pada Erlina, setelah mendengar jawaban Erlina Aini langsung terkulai lemah di pangkuan suaminya, dirinya tak menyangka anaknya akan mendapatkan cobaan seberat ini.
Naura yang sempat tertidur saat kedua orang tua Iqbal datang merasa kaget melihat Umi dan Abi nya Iqbal ada disini, Naura yang merasa bersalah bangkit lalu duduk dibawah dan memeluk kaki Umi nya Iqbal.
Aini yang tengah termenung kaget tiba-tiba kakinya di peluk oleh Naura sambil menangis meminta maaf.
"Naura kamu kenapa nak"tanya Aini
*Umi maaf Nauru, Naura gak becus jagain Iqbal,karena Naura Iqbal celaka"ungkap Naura
Aini yang melihat itu sebenarnya tidak enak dengan Erlina diapun menoleh ke arah sahabatnya itu, Erlina hanya menganggukkan kepala.
"Kamu gak salah Nau, semua ini sudah takdir Allah nak,kamu bangun yah"ucap Aini
__ADS_1
"Nggak mi Naura salah mi"ucap
"Ayo bangun Nau"ucap Aini sambil mengangkat tubuh Naura
Naura pun akhirnya duduk bersama Aini, Aini kembali bertanya kepada Naura dia kenapa, akhirnya Naura pun menceritakan berbuatan selingkuh nya dengan Edward sambil meneteskan air mata penyesalan.
Aini yang mendengar cerita Naura menjadi kaget, dirinya tak menyangka Naura bisa menduakan Iqbal, dirinya tentu merasa kecewa pada Naura namun dirinya juga memuji kejujuran Naura.
"Kalau kamu berjanji sama Umi untuk tidak mengulangi perbuatan kamu lagi,maka Umi akan memaafkan kamu"ucap Aini
"Nau janji umi, Nau tidak akan mengulangi perbuatan Nau lagi"ucap Naura
"Tapi tetap jika nanti insyaallah Iqbal sadar kamu harus memberi tahu Iqbal hal ini"ucap Aini
"Naura janji Umi, Nau berjanji akan memberi tahu bang Iqbal, apapun keputusan bang Iqbal Naura akan terima"jawab Naura
Setelah itu Aini kembali memeluk menantunya itu,tak terasa waktu sudah menjelang pagi setelah subuh dokter kembali mendatangi ruang ICU untuk memeriksa keadaan Iqbal.
Tak selang beberapa lama dokter itu kembali keluar dari ruang ICU, seluruh orang yang menunggu di depan ruangan itu langsung berhamburan menuju sang dokter untuk bertanya keadaan Iqbal
"Saudara Iqbal saat ini masih koma,namu kondisinya sudah stabil,kami akan memindahkannya ke ruangan rawat"ucap dokter tersebut.
Semua orang mengucapkan syukur kepada Allah meskipun Iqbal masih koma setidaknya kondisi Iqbal sudah stabil dan sudah tidak perlu di rawat di ICU lagi.
Tak beberapa lama para suster masuk keruangan ICU untuk membawa Iqbal keruangan perawatan.
Ketik jam setengah 7 Naura terpaksa pergi sekolah karena hari ini dirinya mulai ujian akhir semester, sementara Abi nya Iqbal pamit pulang karena banyak kegiatan di pesantren, menyisakan Erlina dan Aini di rumah sakit.
Erlina dan Aini tampak asyik mengobrol hingga mereka tak menyadari bahwa Naura telah kembali ke ruangan Iqbal.
"Loh Nau kok udah balik"tanya Erlina.
"Udah jam 10 bun,kan sekarang cuma ujian"jawab Naura tanpa memalingkan wajahnya dari muka Iqbal.
Erlina dan Aini membiarkan saja sikap Naura itu mereka juga mengetahui bagaimana perasaan Naura saat ini.
Perasaan dimana ketika kita menyadari kesalahan kita pada orang,namun ketika kita hendak memperbaiki sikap kita orang itu justru tengah tak berdaya, apalagi orang itu adalah suaminya.
Tak terasa sudah lebih dari seminggu Iqbal dirawat,namun belum juga ada tanda Iqbal akan sadar dari koma nya.
Setiap harinya Naura sangat telaten merawat Iqbal mulai dari membasuh tubuh Iqbal sampai mengajak Iqbal berbicara, meskipun Naura tau bahwa Iqbal tidak akan menjawabnya,namun dirinya yakin Iqbal bisa mendengar suaranya.
Besok sudah memasuki hari libur sekolah, keluarga Rindu berencana akan pulang ke kampung halaman mereka di Cianjur selama libur semester ini, sekaligus berkunjung ke tempat sahabat abi nya yang sekaligus pemilik pondok pesantren tempat Rindu menimba ilmu agama saat kecil.
Sementara Naura masih terus mencurahkan kasih sayang dan tenaganya untuk Iqbal yang masih terbaring tak berdaya di rumah sakit.
Namun Naura juga tetap merawat tubuhnya, Naura tidak ingin saat nanti Iqbal sadar Iqbal malah melihat dirinya seperti mayat hidup,jadi setiap pagi setelah membasuh tubuh Iqbal, Naura akan merawat tubuhnya sampai siang hari,baru melanjutkan menjaga Iqbal sampai malam.......
__ADS_1