Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Identitas Pelaku Dan Rencana Liburan


__ADS_3

Identitas pelaku Dan Rencana Liburan


"Kebetulan saya mendapatkan ini ketik memeriksa terduga kemarin pak,apa bapak mengenal nomer yang orang ini telepon terakhir,disana tertulis dengan nama boss"ucap polisi itu


"Boleh saya lihat pak"tanya Iqbal


"Silahkan"jawab polisi itu menyodorkan hp


"Kamu hapal nomer ini May"tanya Iqbal setelah melihat nomer itu,namun dirinya tak mengenalinya


"Coba mana"Naura mengambil hp itu.


"I-Ini nomer, bukannya ini nomernya"ucap Naura sambil berpikir


"Kamu kenal nomernya May"tanya Iqbal penasaran


"Sebentar bang,aku liat dulu takutnya salah"jawab Naura, Naura pun membuka ponselnya dan melihat ada atau tidak nomer itu di ponselnya,namun Naura terkejut kala Naura mengetik nomer itu yang menunjukkan satu nama.


"Seharusnya aku sudah menduganya bang"ucap Naura pada Iqbal


"Siapa May"tanya sang Bunda penasaran yang diangguki kedua sahabatnya


"Kamu tau siapa May"ucap Iqbal 


"Aku tau bang sangat tau malah"ucap Naura


"Siapa May"tanya Iqbal


"Edward"ucap Naura sambil menyandingkan hpnya dengan hp milik pelaku di atas meja,yang menunjukkan nomer yang sama.melihat itu Iqbal pun langsung mengecek ponsel orang yang tadi mengintai rumahnya,saat dirinya membuka log panggilan orang tersebut, dirinya melihat panggilan terakhirnya tertuju pada nomer yang sama.


"Sama May"ucap Iqbal yang turut menaruh ponsel milik pria itu di meja


"Jadi apa nona tau dimana rumah orang yang di telpon mereka"tanya polisi itu pada Naura


"Saya tau pak"ucap Naura


"Bisa anda memberi tahu kami dimanakah rumahnya"ucap polisi itu lagi.


"Baik"jawab Naura sambil mengambil buku catatan dari tas sekolahnya,lalu dirinya menulis satu alamat, setelah selesai menuliskan alamat itu Naura memberikannya pada sang polisi.


"Terimakasih Nona kami berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, Bripka Eka"panggil polisi itu


"Siap pak"jawab polisi yang di panggil tadi


"Bawa orang yang terikat ini ke sel"ucap nya


"Siap pak"jawab polisi yang di panggil,lalu membawa pelaku itu menuju ke dalam sel.


"Terimakasih pak saya dan keluarga pamit pergi"ucap Iqbal pamit


"Sama-sama pak,kami akan memberikan kabar secepatnya jika pelaku utama sudah tertangkap"ucap polisi itu


"Mari pak assalamualaikum"pamit Iqbal sekali lagi


"Waalaikumussalam"jawab polisi itu.


Bang kita kemana sekarang"tanya Naura


"Ya kita nganterin Sella dan Rindu lah,lalu baru nganterin Bunda terus kita pulang ke apartemen"jawab Iqbal


"Ohh iya May lupa ada dua kucrut disini"ucap Naura menoleh kebelakang,yang langsung mendapatkan pelototan dari Sella.


"Sialan lu"ucap Sella, sementara Rindu hanya geleng geleng saja

__ADS_1


"Biasa aja kali sel matanya,nanti loncat baru tau rasa"ucap Naura kembali mengejek sahabatnya itu


"Sialan lu sini mulut lu gue kait"ucap Sella sambil memajukan badannya


"Enak saja,ini tuh aset penting tau,iyakan bang"ucap Naura sambil mengedipkan mata ke arah Iqbal, membuat Iqbal yang melihatnya langsung terbatuk


"Hahaha"Sella langsung tertawa Rindu pun tak kuat menahan tawanya begitu pun sang Bunda.


"Kalian kenapa ketawa,ada yang lucu kah"tanya Naura bingung


"Lu sejak kapan bisa ngegoda cowok kaya gitu, perasaan waktu sama Edward aja lu gak pernah kaya gitu"tanya Sella yang masih sedikit tertawa.


"Ya jelaslah,kan pasangannya juga beda hubungannya juga beda,ya tentu perlakuan pun juga beda"Jawab Naura


"Pokoknya bang Iqbal itu cowok Ter the best nomer 2 dalam hidup gue"lanjutnya


"Owh jadi saya cuma nomer dua"tanya Iqbal


"Iyalah Abang itu nomor dua bagi May saat ini"jawab Naura


"Terus nomer 1 nya siapa, Edward gitu"tanya Iqbal lagi


"Ihh Abang kok ngomong gitu,jangan seudzon sama istri bang"jawab Naura


"Ya jelas nomer 1 nya itu Daddy May lah,kalau gak ada Daddy mana bisa May lahir"lanjut Naura polos, yang membuat Iqbal kembali menahan malu, sontak hal itu kembali membuat seisi mobil tertawa.


Setelah mengantarkan Sella dan Rindu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah sang Bunda.


Kini mereka pun telah sampai di rumah sang Bunda, tampak sebelum turun sang Bunda tampak bertanya.


"Nau kamu sama Iqbal nginep disini aja malam ini"ucap sang Bunda


"Gimana ya, menurut bang Iqbal gimana"tanya Naura


"Ya udah deh Bun Nau,nginep di rumah Bunda"jawab Naura pada sang Bunda.


Mereka pun turun dari mobil namun sebelum mereka masuk ke dalam rumah tampak mobil sang Daddy memasuki rumah.


"Wih tumben Daddy jam segini udah pulang Bun"tanya Naura


"Iya dong May, Daddy kamu kan suami siaga,hahaha"ucap sang Bunda tertawa


"Assalamualaikum,wih tumben kumpul di luar,abis dari mana"ucap sang Daddy


"Waalaikumussalam Dad,kita baru pulang dari kantor polisi Dad"jawab Naura enteng


"Kantor polisi...?,abis ngapain kalian"tanya sang Daddy


"Kita cerita di dalam aja yuk gak enak kalau disini"ajak Iqbal


"Yasudah kalau begitu"jawab sang Daddy


Mereka pun berjalan masuk menuju ruang keluarga, sementara sang Daddy berganti pakaian terlebih dahulu,tak sampai 10 menit sang Daddy sudah kembali ke ruang keluarga.


Setelah itu Iqbal menceritakan pada sang Daddy apa yang terjadi di kehidupanku Iqbal dan Naura akhir-akhir ini,yang sontak membuat Alan langsung kaget.


"Kenapa kalian gak cerita sama Daddy"tanya Alan


"Lah Daddy gimana sih tadi kan bang Iqbal baru aja cerita"jawab Naura enteng


"Ya maksud Daddy sebelum ini"jawab Alan


Maaf Dad, kemarin kami lagi sibuk-sibuknya, ditambah teror yang terjadi,ini aja kami terpaksa pindah ke apartemen lagi kemarin"ucap Iqbal

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu,tapi kalian gak papa kan"tanya Alan


"Gak papa kok Dad,anak dan menantu Daddy ini kan kuat,kalau cuma dapat stempel bogem dikit aja mah gak masalah,ya gak bang"jawab Naura dengan entengnya.


"Kamu ini yah"Alan berjalan kearah Naura lalu menjewer telinganya


"Aw aw aw sakit Dad"ucap Naura kesakitan


"Lebih sakti mana Bogeman orang itu atau jeweran Daddy"tanya Alan masih menjewer Naura


"Jauh lebih sakit jeweran Daddy, Bogeman mereka gak ada apa-apanya Dad,tapi lebih sakit di hajar bang Iqbal lagi,tapi enak"ucap Naura ambigu


Mendengar ucapan Naura sontak Iqbal dan kedua orang tua itu membelalakkan mata.


"Iqbal mukul kamu Nau "tanya Erlina


"Dimana Iqbal mukul kamu Nau,biar Daddy balas berkali-kali lipat"tanya Alan melepaskan tangannya dari telinga Naura,dan hendak berjalan kearah Iqbal, namun segera ditahan oleh Iqbal.


"Ihh enak aja Daddy mau balas bang Iqbal Dosa tau"ucap Naura


"Lebih dosa mana dengan suami yang dengan berani main tangan dengan istrinya"jawab Alan


"Dad sumpah demi Allah Iqbal gak pernah mukul Naura"jawab Iqbal panik


"Ihh Daddy mana ada bang Iqbal mukul aku,bang Iqbal itu sayang banget sama aku"ucap Naura


"Terus tadi kamu bilang kalau lebih sakit di hajar Iqbal apa maksudnya"tanya Alan bingung


"Ya bang Iqbal cuma ngehajar Naura kalau di ranjang aja"jawab Naura dengan santainya, ucapan Naura kembali mampu membuat seisi rumah kembali membelalakkan matanya.


"Kamu ini yahh"Alan kembali menjewer Naura


"Ihh Daddy sakit tau"jawab Naura merengek


Alan pun melepaskan jeweran nya lalu berjalan kearah Iqbal.


"Daddy minta maaf yah, tadi Daddy hampir sempat emosi sama kamu"ucap Alan


"Iya Dad tidak papa"ucap Iqbal


"Ehh ngomong-ngomong,kapan kalian mulai melakukan itu"tanya Alan


"Baru beberapa kali Dad"bukan Iqbal yang menjawab tapi Naura


"Daddy gak nanya kamu Nau"ucap Alan


Setelah itu mereka pun kembali bercengkrama hinga waktu cukup malam.


Setelah hari itu kehidupan Iqbal dan Naura pun menjadi kembali damai,sudah tidak ada lagi teror yang menggangu mereka.


Hingga tak terasa waktu Naura di SMA MANDIRI pun berakhir, dirinya baru saja selesai melaksanakan UN.


"Bang nanti kita liburan yuk"ajak Naura


"Kamu mau kemana May"tanya Iqbal


"May mau ke Cianjur dulu, setelah itu kita liburan kalau keluar negeri boleh gak bang"tanya Naura


"Boleh,kamu mau kemana"tanya Iqbal


"Gak usah jauh-jauh bang ke Malaysia aja gimana "tanya Naura


"Ok deal"jawab Naura

__ADS_1


"Yasudah ayo kita pulang"ucap Iqbal 


__ADS_2