Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Hari-hari Baru Sebagai Suami Istri


__ADS_3

Hari-hari Baru Sebagai Pasangan Suami Istri


Ingatlah untuk selalu mensyukuri segala kebaikan yang kamu miliki dan Allah SWT akan selalu menjagamu.


Pukul 03:30 


Tampak Seorang pria telah rapi siap untuk melakukan shalat malam sebelum masuk waktu Subuh, dirinya berjalan kearah kasur,yang terdapat seorang wanita yang baru saja sah menjadi istrinya kemarin pagi.


"Masyaallah, ternyata kamu sangat cantik ketik sedang tidur"ucap Iqbal dalam hati, dirinya pun mencoba membangunkan sang istri untuk ikut menjalankan shalat malam.


"Mau bangun yu,kita shalat malam"ucapnya lembut


"Nau masih ngantuk Bun, jangan ganggu Naura"ucap Naura setengah sadar.


"Malah ngira saya Bunda nya lagi,ya sudahlah kasihan juga"ucap Iqbal dalam hati, dirinya pun mulai melaksanakan shalat malam.


Setelah melaksanakan shalat malam dirinya pun membaca Alquran untuk mengisi waktu sebelum Subuh.


Naura yang tengah terlelap sayup-sayup mendengar suara orang mengaji, namun dirinya masih sangat mengantuk jadi tidak memperdulikannya.


Jam 05:00


Terlihat seorang pemuda tengah berkutat di dapur menyiapkan hidangan untuk sarapan, sedangkan keadaan rumah masih sepi.


Tak berapa terdengar langkah kaki menuju dapur,Iqbal pun memutar kepalanya untuk melihat siapa yang datang.


"Loh kamu dah bangun bal"yang ternyata merupakan sang mertuanya


"Udah Bun,ini Iqbal lagi siapin buat sarapan"kata Iqbal sambil tetap fokus pada masakannya


"Udah gak papa,biar Bunda aja yang lanjutin,kamu siap siap aja sama bangunin Naura"ucap Erlina sambil mengambil alih pekerjaan sang menantu


"Ya sudah kalau seperti itu, Iqbal permisi ke kamar dulu Bun"pamit Iqbal


"Iya"jawab Erlina.


Di dalam kamar terlihat istri kecilnya itu masih asik dalam mimpinya,Iqbal pun mendekatinya lalu coba untuk membangunkannya.


"May bangun,udah pagi"ucap Iqbal lembut


"Bentar lagi Bun"ucap Naura parau


"Bangun atau saya cium"ucap Iqbal


"Ehh,kok suara cowok"ucap Nuara kaget,dia pun memutar posisi tidurnya dan kaget melihat ada seorang pria di kamarnya


"Heh,elo siapa ngapain di kamar gue"ucap Naura ngegas, sementara Iqbal hanya menepuk jidatnya


"Jawab gak,atau gue teriak"ancam Naura


"Saya kan suami Kamu May"jawab Iqbal


"Ehh,suami"Naura tampak berpikir


"Ehh,hehehe gue lupa"Naura cengengesan


"Ya sudah kalau begitu kamu mandi dulu terus shalat subuh"perintah Iqbal


"Gue masih ngantuk banget pak guru"ucap Naura memelas


"Bangun atau mau saya gendong"ucap Iqbal sambil mengedipkan mata


"Ohh elo guru mesum awas ya"ucap Naura sambil melempar bantal ke arah Iqbal


"Ya sudah makanya bangun nanti ke buru habis waktu subuhnya"perintah Iqbal lagi


"Iya-iya,bawel amat sih lu"ucap Naura sambil melenggang ke arah kamar mandi.


Ketika keluar dari kamar mandi Naura melihat Iqbal sudah rapih dan tengah mengecek kelengkapan untuk mengajarnya.


"Elu gak mandi"tuduh Naura asal


"Enak saja,saya sudah mandi dari tadi,sudah cepat shalat dulu"ucap Iqbal tanpa melihat


*Iya bawel,udah keluar dulu lu,enak aja mau lihat gue pake baju"usir Naura


"lah emang kenapa kalau saya melihat kamu ganti baju,saya kan suami kamu"Iqbal meladeni Sang istri sambil menaik turunkan alis nya


"Dasar guru mesum keluar gak lu"ancam Naura sambil siap-siap melempar bantal


"Hehehe, iya-iya saya keluar"ucap Iqbal sambil terkekeh


Jam 06:05


Di ruang makan terlihat sebuah keluarga tengah menyantap sarapan mereka.


"Bun,tumben masakan Bunda enak banget hari ini"ceplos Naura


"Emang biasanya masakan Bunda gak enak gitu"Sang Bunda manyun


"Hehehe,ya enak sih cuma beda aja rasanya"Naura terkekeh


"Ya jelas beda lah orang yang kamu makan kan masakan suami mu bukan masakan Bunda"jujur sang Bunda


"Uhuk uhuk"Naura hampir tersedak karena kaget mendengar omongan sang Bunda.


"Emang dia bisa masak Bun"tunjuk Naura pada suaminya


"Ya bisa lah itu buktinya"jawab sang Bunda, sementara kedua lelaki yang ada di ruangan tersebut hanya diam menyimak pembicaraan ibu dan anak itu.

__ADS_1


Jam 06:30


Iqbal dan Naura sudah siap untuk berangkat ke sekolah.


"Habis pulang dari sekolah kalian langsung ke apartemen yah,nanti Daddy sama Bunda nunggu di sana"perintah sang Daddy pada anak dan menantunya


"Iya Dad"jawab mereka berdua.Akhirnya mereka berdua berangkat ke sekolah secara pisah Naura naik mobil kesayangannya sementara Iqbal juga naik motor kesayangannya


Jam 07:00


Naura sudah sampai di parkiran sekolah,ketika turun dari mobil dirinya melihat Sella dan Rindu tengah berjalan.


"Sella,Rindu"teriak Naura sambil berlari mengejar mereka, Sella dan Rindu pun menoleh ke belakang dan kaget melihat Naura sudah ada di belakang mereka


"Ehh princess Naura udah datang,tumben gak telat Lo"ucap Sella


"Huh huh huh,a masa harus telat Mulu gue sel,sue Lo"ucap Naura sambil ngos-ngosan


"Nih minum"Rindu menyodorkan air minumnya


"Makasih Rindu cantik"ucap Naura girang


"Sama-sama"balas Rindu, ketika Naura hendak meminumnya Rindu kembali bersuara


"Sambil jongkok Nau minumnya"Rindu mengingatkan


"Hehehe,iya Rindu sayang"ucap Naura sambil jongkok.


Ketika di kelas Naura terlihat tampak mengantuk, terlihat beberapa kali dirinya coba menahan rasa kantuknya walaupun akhirnya gagal dan tertidur, Iqbal yang kebetulan tengah mengajar di kelas Naura,ada rasa ingin mengerjai sekaligus mengajarkan agama pada sang istri, dirinya pun berjalan ke arah Naura yang tengah tertidur.


"May bangun"bisik Iqbal


"Bentar Bun 5 menit lagi"Naura mengigau


"May mau saya cium"bisik Iqbal pelan agar tak terdengar siswa lain


"Ehh"Naura tersentak dari tidurnya


"Kamu hafalin surat At-Tin sekarang ketika selesai jam saya kamu maju kedepan saya tes,kalau kamu berhasil saya kasih kamu 200 ribu,tapi kalau gagal kamu harus menghapal surat Ar-rahman selama seminggu,kalau gagal lagi,saya kasih nilai merah buat kamu di jam pelajaran saya,paham"ucap Iqbal tegas


"Ehh,jangan begitu dong pak jam pelajaran bapak kan tinggal 30 menit lagi,masa saya ngapalin At-Tin cuma 30 menit,mana saya bisa"Naura protes setelah melihat jam tangannya


"Berusaha,kamu gak akan bisa kalau kamu tidak berusaha"ucap Iqbal,lalu dirinya melanjutkan kembali pelajarannya.


Sayang bagi Naura setelah 30 menit dirinya menghafalkan surat At-Tin itu dirinya hanya mampu menghapal 5 ayat saja, Iqbal hanya bisa geleng-geleng melihat betapa sulitnya bagi Naura untuk menghapal


"Seperti yang sudah saya jelaskan tadi karena kamu gagal menghapalkan nya maka kamu harus menghapalkan surat Ar-rahman selama satu minggu,tolong bawakan juga bawakan buku itu ke ruangan saya"ucap Iqbal berusaha profesional walaupun dalam hati dirinya ingin tertawa melihat wajah sang istri yang masam


"Awas ya Lo gue balas nanti"Naura berbicara dalam hati


"Iya pak"ucap Naura malas.


"Apaan sih pegang-pegang lepasin gak"ucap Naura yang wajahnya sudah sangat masam


"Kamu emang gak mau jajan....?"ucap Iqbal mempermainkan Naura


"maksud lo itu apa sih, jangan bertele-tele gue pusing"ucap Naura yang sudah mulai emosi


"Kamu bawa uang nggak....?"tanya Iqbal


"Bukan urusan Lo"ucap Naura sambil berusaha melepaskan tangan Iqbal,namun tak bisa.Sementara tangan Iqbal yang lain merogoh kantong saku nya,dan mengambil uang 50 ribu


"Nih"ucap Iqbal


"Buat apaan gue gak butuh duit Lo"ucap Naura emosi


"Anggap saja itu nafkah buat kamu dari saya,dan mulai sekarang Daddy kamu sudah tidak akan memberikan kamu uang jajan,karena saya yang akan menggantikannya"terang Iqbal.Akhirnya Naura pun mengambil uang tersebut tampak banyak bicara, mendengar ada langkah kaki di luar Iqbal pun melepaskan genggaman tangannya,Naura buru-buru keluar dari ruangan tersebut tanpa mengucapkan apapun


Di kantin Naura yang melihat teman-temannya sudah duduk duluan segera memesan makanan dan langsung duduk bersama kedua temannya dengan muka jutek.


"Muka lo kenapa kusut amat Nau"tanya Sella


"Tau ahh,gue lagi malas ngomong"ucap Naura malas


"Hahaha,gue tau Lo lagi kesel kan sama pak Iqbal yang ngasih hukuman buat lo karena gak hapal Surat apa tadi Ndu,gue lupa"tanya sella


"Surat At-Tin sell"jawab Rindu


"Ahh iya At-Tin"ucap sella


"Halah sok-sok ngejek kaya Lo hapal aja"ucap Naura


Tidak lama pesanan Naura pun tiba, ternyata dirinya memesan 1 mangkuk bakso,1 porsi Batagor,1 porsi cilok ditambah es teh manis dan es jeruk


"Gila Nau banyak amat Lo mesennya,abis gak tuh"ceplos Sella


"Abis lah,gue lagi bete banget jadi buat hilangin bete gue mau makan banyak"ucap Nau sambil mengambil mangkok bakso nya, sementara Rindu hanya geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.


Tak terasa sudah saatnya untuk para siswa untuk pulang ke rumah masing-masing, ketika di parkiran Naura juga melihat di parkiran khusus guru, Iqbal sudah bersiap untuk pulang, Naura pun masuk ke mobilnya,saat sedang menghidupkan mesin mobilnya Iqbal melintas dan menyalakan kelakson nya,Namun Naura bodo amat.


Akhirnya mereka pun sampai di apartment yang mereka tuju,saat Naura sampai parkiran apartemen Iqbal sudah ada disana tengah duduk di motornya.


"Ngapain Lo masih disini"tanya Naura


"Saya nungguin kamu"jawab Iqbal


"Pake nungguin segala lebay amat lu"sarkas Naura


"Kan biar romantis"goda Iqbal

__ADS_1


"Prett"Naura mengejek, akhirnya mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam apartemen bersama-sama


Sesampainya di depan pintu apartemen mereka langsung membuka pintu.


"Assalamualaikum"ucap Iqbal di ikuti Naura


"Waalaikumussalam,ayo sini duduk"ucap sang Bunda yang tengah duduk di sofa bersama suaminya, sebelum duduk Iqbal menyalimi kedua mertuanya di ikuti Naura


"Ok jadi mulai sekarang kalian akan tinggal di sini, semua kebutuhan dapur kalian sudah Bunda isi untuk satu Minggu kedepan, setelah itu kalian akan belajar mandiri kami tidak akan ikut campur urusan rumah tangga kalian,paham"papar sang Bunda


Iqbal mengangguk sementara Naura mendengar pemaparan sang Bunda mengingat perkataan Iqbal di ruang guru.


"Terus uang jajan Naura gimana Bun,Bunda sama Daddy akan tetep ngasih Naura uang jajan kan"tanya Naura khawatir


"No no no sweety, Daddy sama Bunda tidak akan ngasih kamu uang jajan lagi,kamu kan sudah punya suami jadi mintalah pada suamimu"ucap sang Daddy


"Yah kok gitu sih Daddy,masa aku harus minta sama dia"tunjuk Naura pada Iqbal


"Iyalah,diakan suami mu Nau,ucap sang Bunda


"Sudah sudah, pakaian kalian ada di koper Daddy sudah taruh di kamar kalian, Daddy sama Bunda pulang dulu mau buat calon pengganti buat temen Daddy di rumah"ucap Alan sambil mengedipkan mata ke arah Erlina, membuat Erlina tersipu malu.


"Kok cepet banget pulangnya sih Dad,aku kan baru Dateng, pulangnya tar malam aja"rengek Naura


"Nggak bisa,kami mau siap-siap honeymoon di rumah"ucap sang Daddy


"Yah Daddy"ucap Naura


"Iqbal Daddy titip anak Daddy yang bandel ini ya,mohon bersabar kalau anak Daddy ini buat masalah di hidup mu yah"ucap Alan pada Iqbal


"Iya Dad, insyaallah saya akan berusaha menjaga putri Daddy dengan baik"jawab Iqbal tenang


"Ya sudah kalau gitu Daddy sama Bunda pamit pulang dulu, Assalamualaikum"pamit Alan dan Erlina


"Waalaikumussalam warahmatullah"balas Iqbal.


Setelah mengantarkan mertuanya sampai ke depan pintu, Iqbal kembali lagi ke ruang tengah terlihat Naura masih sedih.


"Sudah jangan sedih lagi,mandi gih biar saya yang membereskan pakaian kita"ucap Iqbal, Naura yang awalnya akan menyetujui usulan Iqbal, tiba-tiba melotot ke arah Iqbal.


"Gawat kalau dia buka koper gue Harta Karun gue keliatan sama dia dong"pikir Naura


"Nggak usah,biar gue aja yang beresin koper gue,lu beresin koper lu aja,awas kalau lu sampai buka koper gue gue hajar lu"ucap Naura ngegas


"Ok"balas Iqbal singkat langsung menuju kearah kamar.


Jam 16:30


Terlihat Iqbal tengah berkutat di dapur menyiapkan masakan untuk mereka makan,Naura yang tengah ada di dalam kamar pun keluar karena mencium aroma makanan yang lezat.


"Elu masak apa pak guru"tanya Naura


"Bebek rica-rica May"jawab Iqbal


"Terus apalagi" tanya Naura lagi


"Tahu dan tempe di tambah sambal dan lalapan may"jawab Iqbal yang masih fokus memasak


"Kok lu panggil gue may terus sih,jangan panggil gue may panggil Nau atau Naura aja kaya yang lain"ucap Naura


"Saya gak mau mau"jawab Iqbal


"Hmm,bodo lah"jawab Naura malas


"Kamu bisa siapin meja makannya gak may, bentar lagi udah matang masakannya,kita makan langsung saja kita kan belum makan lagi sepulang sekolah"perintah Iqbal


Iya-iya gue siapin"jawab Naura sambil berjalan ke arah meja makan.


Makanan pun telah terhidang di meja makan,Naura dan Iqbal saat ini tengah menikmati makanan mereka berdua.


"Masakan lu enak juga pak, belajar dimana"tanya Naura


"Saya hanya melihat dari Umi saya,lalu saya terapkan ketika sekolah di Timur Tengah"jawab Iqbal


"Owh"balas Naura


"Ingat ya kamu punya hutang sama saya may"ingat Iqbal


"Hutang apaan,enak aja bilang gue punya hutang sama Lo"ucap Naura tak terima


"Kamu punya hutang hapalan surat Ar-rahman May,ingat Senin depan saya tagih"ucap Iqbal


"Iya iya bawel amat si Lo"sungut Naura


"Setelah shalat Maghrib saya ingin dengar kamu mengaji, sekaligus saya akan membantu kamu menghapal"ucap Iqbal,namun tidak di balas oleh Naura.


Setelah membersihkan piring bekas dirinya dan Naura Iqbal masuk ke kamar untuk mengecek hasil tugas anak didiknya, sementara Naura tengah berbaring di sofa sambil bermain hp


"Pak guru,emang gak bisa di ganti apa hukumannya"Naura tiba-tiba bertanya


"Nggak bisa Mau"ucap Iqbal masih tetap fokus mengecek pekerjaannya,tak lama adzan Maghrib pun berkumandang, Iqbal segera membereskan pekerjaannya dan menghampiri Naura yang masih berbaring di sofa.


"May sudah adzan,ayo kita shalat dulu"ajak Iqbal


"Lo aja duluan pak,gue nanti bentar lagi"jawab Naura tidak mengalihkan pandangannya dari hp, Iqbal pun menarik hp milik Naura.


"Lo apaan sih main narik hape gue gitu aja"marah Naura


"Hp nya akan saya kembalikan setelah shalat isya, sekarang ayo kita wudhu dan shalat Maghrib"jawab Iqbal tenang, Naura pun berjalan ke arah kamar mandi dengan menghentakkan kakinya.....

__ADS_1


__ADS_2