
Naura Melahirkan
Sementara itu tampak seorang wanita paruh baya tengah berjalan menuju ke kantor polisi untuk menjenguk anaknya.
"Bagaimana persiapannya Mom"tanya sang anak saat polisi yang mengantarkannya sudah menjauh
"Kamu tenang saja, semuanya aman terkendali kita hanya tinggal menunggu wanita itu melahirkan saja"jawabnya
"Akhh,aku tidak sabar ingin segera bebas dari sini"ucap lelaki itu
"Kamu tenang saja, Mommy juga tengah berusaha untuk mempercepat masa tahanan kamu"jawab wanita itu.
"Iya Mom, pokoknya mommy harus pastikan bisa membawa wanita itu"ucap lelaki itu
"Kamu tenang saja, Mommy pastikan setelah ia melahirkan mommy akan langsung membawanya pergi"jawabnya
"Hahaha, mommy memang yang terbaik"ucap pemuda itu
"Kamu tau kalau bukan karena kamu sangat menginginkannya, mommy pasti akan membunuhnya"jawab wanita itu
"Gadis seperti dia terlalu sayang untuk di bunuh Mom,aku tidak akan pernah menemukannya dimanapun"ucap pria itu
"Kita akan segera bersatu SAYANG"ucapnya sambil menyeringai
**
Saat ini Naura dan Iqbal tengah berbelanja kebutuhan bayi untuk baby mereka nanti.Tampak Naura sangat asik memilih berbagai macam baju bayi yang lucu.
"Mas ini bagus gak"tanya Naura pada Iqbal
"Bagus kok May"jawab Iqbal
Setelah sekitar dua jam berkeliling di toko peralatan bayi Iqbal dan Naura pun akhirnya keluar dari sana dengan menenteng banyak tas belanja lebih tepatnya Iqbal lah yang menentengnya.
Naura membelikan berbagai macam baju bayi, mainan dan beberapa pernak-pernik lainnya.
"Kamu senang May?"tanya Iqbal
"Senang dong Mas,senang banget malah"jawabnya.
Kehamilan Naura yang sudah menginjak 8 bulan membuat ia sangat excited dan juga takut secara bersamaan.
Setelah berbelanja mereka kini telah kembali ke Pesantren tampak disana Rindu dan Sella tengah duduk di depan Rumah bambu menunggu mereka datang.
"Ada apa sel,Ndu"tanya Naura setelah ia turun dari mobil
"Kita makan-makan yuk Nau di Asrama"ajak Sella
"Boleh kan Gus"tanya Sella pada Iqbal
"Makan-makan apa saja"tanya Iqbal
"Cuma makanan ringan kok Gus, Insyaallah aman dan sehat"jawab Sella
"Yasudah silahkan"jawab Iqbal
__ADS_1
Mereka bertiga pun akhirnya bersorak gembira setelah mendapatkan izin dari Iqbal untuk main dengan para sahabatnya.
Saat Naura dan Iqbal telah sampai di Asrama tampak disana Tika dan Azizah telah menyambut mereka dengan berbagai macam makanan disana.
"Woahh banyak banget makanannya"ucap Naura dengan mata berbinar melihat begitu banyaknya makanan lezat disana
"Iya dong,inikan khusus buat elo"jawab Sella
"Udah yuk kita duduk"ajak Rindu.
Mereka pun duduk lesehan dan mulai menikmati makanan mereka berlima.tampak raut wajah gembira terpancar dari wajah mereka berlima.
"Wahh,lain kali kalian harus ngundang aku lagi buat makan-makan"ucap Naura setelah ia selesai menghabiskan makanannya
"Tenang aja May, setelah si baby lahir kita makan-makan lagi"jawab Sella
"Iya betul"jawab Rindu.
Setelah puas menyantap makanan yang sahabatnya siapkan kini Naura kembali menuju ke Rumah bambu.
"Assalamualaikum Mas"salam Naura
"Waalaikumussalam May"jawab Iqbal yang tengah membereskan pekerjaannya
"Lagi ngapain Mas"tanya Naura
"Ini lagi ngasih nilai May"jawab Iqbal
"Owh,mau aku buatin kopi nggak"tanya Naura
Naura pun berjalan ke dapur membuatkan kopi untuk Iqbal,ia pun menyiapkan cemilan untuk teman nngopinya.
"Nih Mas"Naura menaruh kopi dengan cemilannya di meja
"Makasih May"jawab Iqbal
"Sama-sama Mas"ucap Naura lalu duduk di samping Iqbal memperhatikan Iqbal yang tengah bekerja.
**
Satu bulan berlalu kini Naura tengah berjalan-jalan santai di depan Rumah bambu, kehamilannya yang telah mendekati Hpl nya membuat Naura selalu merasa cemas.
Iqbal yang juga merasakan kecemasan sang istri berjalan mendekati Naura lalu memeluknya dengan erat.
"...Mas"ucap Naura
"Kenapa hmm....?"tanya Iqbal
"Nggak tau Mas,semakin kesini aku semakin ngerasa kalau waktu kita bersama itu semakin sedikit"jawab Naura
"Insyaallah kita akan selalu bersama sampai ajal memisahkan May, kalaupun kita harus terpisah sementara ingat pesan Mas,dimanapun kamu berada nanti Mas pastikan akan menjemput kamu"ucap Iqbal menenangkan Naura.
"Makasih Mas"Naura memeluk Iqbal
"Kamu yang tenang yah,biar baby kita juga tenang"ucap Iqbal
__ADS_1
"Iya Mas"jawabnya masih memeluk Iqbal.
Namun beberapa saat kemudian Naura merasa perutnya mengalami keram di susul air ketubannya pecah.
Iqbal yang melihatnya langsung membawa Naura menuju rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan.
Sesampainya di Rumah Sakit Naura langsung diperiksa oleh dokter yang mengatakan bahwa pembukaan Naura sudah sempurna dan siap untuk melahirkan.
Iqbal terus menemani proses melahirkan yang dijalani oleh Naura walaupun ia harus babak belur di cakar dan dijambak oleh Naura tapi hal itu tak ia hiraukan apalagi kala ia mendengar suara tangisan anaknya yang menggema di dalam ruangan tersebut.
"Selamat pak anaknya perempuan"ucap sang Dokter
"Alhamdulillah ya Allah"Iqbal tak henti-hentinya mengucap takbir
"Saya bersihkan terlebih dahulu yah baru nanti bapak adzankan"ucap sang Dokter lalu membawa bayi itu untuk di bersihkan.
Iqbal pun langsung memeluk Naura yang tampak tersenyum walaupun dalam keadaan yang sangat lemas.
"Terimakasih May"ucap Iqbal sambil terus mengecup kening Naura
Tak berapa lama Dokter pun kembali dengan membawa anak mereka, Iqbal pun langsung mengambilnya untuk ia adzani
Setelah memastikan bahwa keadaan Naura baik-baik saja,Naura pun di pindahkan ke ruang rawat bersama dengan bayinya.
Setelah Naura dipindahkan tak berapa lama kemudian datanglah para orangtua mereka menengok keadaan mereka.
"Masyaallah cucu Umi cantik sekali"ucap Aini semangat
"Wahh Masyaallah keponakan Arnold cantik sekali"ucap Erlina
"Siapa namanya Bal"tanya Aini
"Nur Syaqeena Al Haq,Umi"jawab Iqbal
"Masyaallah bagus sekali"ucap Aini
Tak berapa lama kemudian terdengar ucapan salam dari arah pintu.
"Nauraaaa"teriak Sella
"Mana keponakan gue"Sella berlari ke arah Naura yang disusul oleh ketiga orang sahabat Naura lainnya di belakang.
"Wahh cantik sekali bayi loe Nau"kagum Sella
"Iya lah orang akunya juga cantik masa anaknya nggak"jawab Naura
""Benar-benar bibit unggul ini"ucap Sella masih mengagumi anak sahabatnya itu
"Siapa namanya Nau"tanya Rindu
"Nur Syaqeena Al Haq"jawab Naura
Tampak kebahagiaan menyelimuti mereka saat ini, kekhawatiran Naura pun perlahan menghilang di ganti dengan kebahagiaan yang melimpah ruah
Ia tak menyangka akan menjadi seorang ibu di usianya yang masih relatif muda,dan yang lebih membuatnya tak menyangka bahwa yang menjadi ayah dari anaknya adalah lelaki yang begitu sempurna.
__ADS_1
Ia pun berdo'a agar kebahagiaan ini bukanlah menjadi akhir namun justru menjadi awal kebahagiaan mereka lainnya.....