Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Love You Mas


__ADS_3

Love You Mas


Saat di perjalanan kembali dirinya bertemu dengan Ustadzah Arum.Seperti biasa Ustadzah Arum pun menghentikan langkah Naura.


"Ada apa Ust"tanya Naura


"Kamu di panggil Bu Nyai,dari tadi saya cari-cari gak ketemu, ngumpet dimana kamu"ucap Ustadzah Arum


"Saya baru aja dari Ndalem Ust,ini mau balik ke Asrama, Permisi"ucap Naura sambil berjalan


"Hei,kamu belum jawab pertanyaan saya, kemana kamu tadi"ucap Ustadzah Arum


"Ustadzah kepo"jawab Naura sambil menjulurkan lidahnya tanpa berhenti berjalan


"AWAS KAMU YAH"teriak Ustadzah Arum.


Naura pun melanjutkan perjalanannya menuju ke Asrama untuk bertemu dengan para sahabatnya.


"Assalamualaikum"salam Naura


"Waalaikumussalam"jawab empat orang yang ada di dalam


"Nau kamu kemana saja tadi ustadzah Arum nyariin kamu"tanya Rindu


"Lah aku mah gak kemana-mana,aku dari tadi di Rumah bambu"jawab Naura sambil tersenyum


"Terus kamu udah ketemu sama Bu Nyai"tanya Rindu


"Udah tadi Umi sendiri yang datang ke rumah bambu, Ustadzah Arum mana tau aku di Rumah bambu,hehe"jawab Naura


"Dasar kamu"ucap Rindu


"Ning emang kenapa sih,kok pernikahan Ning Naura dengan Gus Iqbal belum di umumin"tanya Tika


"Nanti Tik kita nunggu ulang tahun pesantren biar sekalian"jawab Naura


"Owh"jawab Tika


"Aku pamit ke Rumah bambu lagi yah,ini Mas Iqbal nge WA katanya sudah ada di jalan mau pulang"ucap Naura


"Yasudah"jawab Sella dan Rindu


"Iya Ning"jawab Tika dan Azizah


Setelah keluar dari asrama putri tiba-tiba hp Naura berbunyi tampak tertera nama Mas Iqbal disana, Naura pun segera mengangkat panggilan itu.


"Assalamualaikum Mas"salam Naura


"Waalaikumussalam May,kamu lagi apa"tanya Iqbal


"Aku baru dari Asrama Mas,ini mau ke Rumah"jawab Naura


"Owh,kamu mau nitip apa May,biar sekalian"tanya Iqbal


"Gak usah repot-repot mas,tapi kalau boleh martabak telor kayaknya enak sih"jawab Naura


"Dasar kamu tuh,yasudah nanti mas belikan"ucap Iqbal


"Iya Ma.."belum selesai Naura berbicara hp miliknya kini telah berpindah tangan.

__ADS_1


"Ustadzah apa-apan sih, kembalikan Hp saya"ucap Naura emosi


"Gak bisa hp kamu saya sita,di sini itu santri dilarang membawa hp,kamu paham"jawab Ustadzah Arum


"Ustadzah Arum yang terhormat, pertama saya itu disini bukan santri jadi saya bisa membawa Hp,kedua saya butuh Hp itu untuk tugas kuliah dan berhubungan dengan keluarga saya,paham"ucap Naura menekan setiap katanya


"Terserah kamu,saya tidak peduli,lagian kamu lagi teleponan sama siapa sih"tanya Ustadzah Arum,lalu Ustadzah Arum pun melihat siapa yang telah di hubungi Naura


"Mas Iqbal"ucap Ustadzah Arum pelan


"Itu Gus Iqbal Ustadzah"jawab Naura memancing emosi


"Apa Gus Iqbal,hahaha kamu jangan kepdan pakai nyimpen nomer Gus Iqbal dengan nama "Mas Iqbal"lagian saya tidak percaya kalau ini Gus Iqbal,mana mungkin dia mau nelpon kamu,gak penting sekali"jawab Ustadzah Arum


"Terserah kalau Ustadzah Arum gak percaya"ucap Naura


"Yang penting balikin hp saya"lanjutnya


"Apa kamu tuli,saya sudah bilang Hp kamu saya sita"ucap Ustadzah Arum


"Hmm,apa Ustadzah yakin mau cari masalah lagi dengan saya,apa Ustadzah tidak kapok"ancam Naura


"Kamu mengancam saya"ucap Ustadzah Arum


"Saya tidak sedang mengancam Ustadzah,saya hanya mengatakan fakta"ucap Naura


Perdebatan mereka terhenti saat terdengar suara motor Iqbal yang berhenti di depan Rumah bambu.


"Saya akan adukan kamu pada Gus Iqbal"ancam Ustadzah Arum


"Silahkan Ust"jawab Naura


Ustadzah Arum pun berjalan mendekati Iqbal dengan harapan Iqbal akan menghukum Naura.


"Assalamualaikum Gus"ucap Ustadzah Arum


"Waalaikumussalam,ada apa Ust"tanya Iqbal


"Ini Gus ada santri yang membawa Hp,dan dia menggunakan nama Gus Iqbal di salah satu kontaknya"adu Ustadzah Arum.


Mendengar aduan Ustadzah Arum Iqbal pun menoleh ke arah Naura yang tengah menahan senyum di belakang Ustadzah Arum.


"Boleh saya lihat Hp nya Ustadzah"ucap Iqbal


"Silahkan Gus"ucap Ustadzah Arum sambil memberikan hp Naura pada Iqbal


"Hmm,kalau boleh tau apakah santrinya itu yang bersama Ustadzah ini"tanya Iqbal lagi


"Iya Gus,dia sudah beberapa kali mencoba melanggar aturan pesantren"adu Ustadzah Arum


"Hmm,apa Ustadzah yakin"tanya Iqbal


"Iya Gus" ucapnya


"Yasudah ini biar saya yang urus, silahkan Ustadzah melakukan hal yang lain"Iqbal mengusir secara halus


"Baik Gus,saya permisi, Assalamualaikum"Ustadzah Arum pun berjalan meninggalkan Iqbal dan Naura.


Setelah Ustadzah Arum menghilang dari pandangan mereka, Iqbal pun mendekati Naura.

__ADS_1


"Kamu ini yah,di tinggal sebentar juga"ucap Iqbal sambil mengusap kepala Naura


"Dia duluan Mas yang cari masalah,kalau dia gak mulai May juga malas ngelayanin dia, padahal udah dua kali May jailin belum juga kapok dia"curhat Naura


"Yasudah,nih mas belikan pesanan kamu"ucap Iqbal menyodorkan bingkisan berisi martabak telor.


Naura yang mendengar ucapan Iqbal langsung mengambil bingkisan itu dan mengecup pipi Iqbal,lalu kabur masuk kedalam Rumah bambu.


"Dasar yah"ucap Iqbal sambil memegang pipinya yang barusan di kecup oleh Naura


"May tungguin Mas"ucap Iqbal sambil berjalan menyusul Naura kedalam Rumah bambu


Iqbal pun akhirnya berjalan menyusul Naura masuk kedalam rumah bambu mereka.


"Sini Mas kita makan bareng"ajak Naura


"Enak gak May"tanya Iqbal


"Enak Mas, makasih yah"ucap Naura


"Sama-sama May,yasudah kalu begitu habiskan yah"ucap Iqbal


"Loh,Mas gak mau kah"tanya Naura


"Buat kamu aja May"jawab Iqbal


Naura pun akhirnya menghabiskan martabak telor itu sendirian dengan sangat lahapnya.


Hari ini adalah jadwal bagi Naura untuk ke dokter untuk memeriksa kehamilannya.


"May sudah siap belum"tanya Iqbal


"Iya Mas tunggu sebentar"jawab Naura


"Mas panasin Mobil dulu yah"ucap Iqbal


"Iya Mas"jawab Naura.


Iqbal pun berjalan keluar Rumah bambu menuju mobilnya untuk memanaskan mesinnya, setelah beberapa saat Iqbal memanaskan mobilnya tampak Naura keluar dari Rumah bambu.


"Sudah siap May"tanya Iqbal


"Iya Mas"jawab Naura


"Yasudah,ayo kita berangkat"jawab Iqbal,yang dibalas anggukan oleh Naura, Iqbal pun membuka pintu mobil untuk Naura lalu dirinya menyusul masuk kedalam mobil.


Dari kejauhan tampak sepasang mata melihat kegiatan mereka dengan muka penuh amarah.


"Kenapa Gus Iqbal bisa berduaan dengan dia"ucapnya


"Pasti dia genit-genit sama Gus Iqbal,awas kamu yah"ucapnya sambil mengepalkan tangan.


Sementara itu Iqbal dan Naura kini telah selesai memeriksa keadaan kehamilan Naura.


"Alhamdulillah ya May bayi kita sehat"ucap Iqbal sambil mengusap perut Naura


"Alhamdulillah Mas, makasih udah mau jadi suami May"ucap Naura


"Mas yang harusnya berterimakasih May,karena kamu udah mau jadi ibu dari anak-anak mas"balas Iqbal

__ADS_1


"I Love You Mas"ucap Naura


"I Love You To May"jawab Iqbal


__ADS_2