
Firasat Naura
Setelah kepergian Tika dan Azizah,Naura dan Iqbal pun berjalan menuju ke Rumah bambu.
"Gimana tadi disana May?"tanya Iqbal saat mereka telah sampai di Rumah
"Alhamdulillah orangtuanya Silvia udah baikan Mas,tadi mereka baru saja pulang sehabis di rawat di Puskesmas"jawab Naura
"Alhamdulilah kalau seperti itu"ucap Iqbal
"Mas sudah makan?"tanya Naura tiba-tiba,yang dijawab gelengan oleh Iqbal.
"Astaghfirullah Mas,kok belum makan sih ini udah jam berapa!!"ucap Naura dengan nada kesal.
"Mas tunggu disini aku masakin"ucap Naura berjalan menuju dapur.
Iqbal yang diperlakukan seperti itu oleh sang istri hanya bisa menahan senyum melihat bagaimana tingkah sang Istri.
Tampak saat ini Naura tengah sibuk memasak makanan untuk sang suami.
Setelah bebeapa saat akhirnya makanan yang ia masak pun akhirnya siap.
"Mas ayo makan dulu"teriak Naura saat tidak melihat Iqbal di ruang tengah.
"Sebentar May"teriak Iqbal dari dalam kamar.
Sambil menunggu Iqbal datang Naura pun menyiapkan makanan yang ia masak di ruang tengah.
"Wah kayanya enak nih"ucap Iqbal yang telah sampai di ruang tengah
"Jelas dong"jawab Naura PD
"Hahaha, memang Istri Mas ini yang terbaik"ucap Iqbal mengacak-acak kerudung Naura.
"Udah ahh,ayo makan"ucap Naura lalu menyiapkan piring untuk Iqbal makan
"Terimakasih yah"ucap Iqbal
"Iya Mas"jawabnya.
**
Naura tak menyangka bahwa kehidupannya akan berubah 180 derajat setelah bertemu dengan Iqbal.Ia mengakui bahwa saat pertama kali ia bertemu dengan Iqbal jangankan mencintai lelaki itu malah yang ada ia sangat kesal dengannya.
Namun ternyata dengan seiringnya waktu berjalan yang mereka lewat bersama, membuat cinta itu tumbuh di hatinya.Yang dulunya selalu kesal saat berhadapan dengan lelaki itu sekarang justru selalu ingin bersama dengan lelaki itu.
Yah itu lah perjalanan pernikahan Naura dan Iqbal sejauh ini saat ini Naura dan Iqbal tengah mempersiapkan acara 7 bulanan kehamilan Naura.
__ADS_1
Tampak sanak saudara dari keluarga Naura dan Iqbal sudah berkumpul di Pesantren untuk menyambut hari bahagia itu.Tampak wajah Erlina sangat bersemangat menyambut acara 7 bulanan kehamilan putri tercintanya itu, walaupun ia pun tengah hamil tua dan mendekati tanggal persalinannya.
Iqbal saat ini tengah berkumpul bersama para pria di ruang depan Ndalem,tampak wajah-wajah berseri dari wajah mereka, menandakan kebahagiaan.
Setelah beberapa saat mengobrol dengan keluarganya Iqbal memutuskan untuk menuju kamar dirinya yang ada di Ndalem untuk melihat sang istri.
"Assalamualaikum May"Salam Iqbal mengetuk pintu kamar.
"Waalaikumussalam,masuk Mas"jawab Naura
Iqbal pun membuka pintu kamarnya dan terlihat wajah Naura yang tengah duduk di kasur dengan wajah gelisah.
"Kamu kenapa sayang"tanya Iqbal sambil mendekati Naura
"Aku gak papa kok Mas,cuma gugup aja"jawab Naura
"Hehe,kok gugup sih emangnya kamu mau di apain"ucap Iqbal
"Bukan tentang acara hari ini Mas,ntah kenapa aku merasa bahwa sebentar lagi aku akan berpisah dengan Mas Iqbal"jawab Naura mengeluarkan airmata
Iqbal yang tadi berpikir kalau Naura gugup karena Acara hari ini pun langsung memeluk Naura setelah tau apa yang menggangu pikiran sang istri.
"Insyaallah May,tidak ada yang akan memisahkan kita selain atas izin Allah"ucap Iqbal mencoba menenangkan Naura
"Aku takut Mas"jawab Naura
Naura pun semakin mengeratkan pelukannya pada Iqbal mencoba mencari kenyamanan di dalam pelukan suaminya itu.
"Sekarang ayo kita keluar,sudah banyak orang di luar"ajak Iqbal sambil mengusap airmata Naura
"Iya Mas"jawab Naura
Mereka pun akhirnya keluar bersama-sama,tampak acara tujuh bulanan Naura berjalan lancar dan meriah,pihak pesantren memberikan sumbangan pada santrinya yang yatim piatu.
Tampak kondisi Naura saat ini sudah mulai tenang tidak seperti tadi yang gelisah,kini ia tengah mengobrol dengan sang Bunda entah mengobrol tentang apa.
Acara akhirnya selesai saat kumandang adzan Ashar.mereka pun langsung menuju Masjid untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah.
Setelah melaksanakan shalat ashar mereka kembali ke Ndalem tampak kini tinggal keluarga inti saja yang berada di Ndalem.
"Bun kapan hpl nya"tanya Naura
"Dua mingguan lagi Nau"jawab Erlina.
Mereka pun kembali terlibat obrolan yang seru tampak candaan terus keluar dari mulut mereka.
Bunda nginep disini kan"tanya Naura
__ADS_1
"Iya Nau, Bunda nginep disini kok"jawab Erlina
"Yeayy,aku tidur sama Bunda yah"ucap Naura
"Ehh kalau kamu tidur sama Bunda,terus Iqbal sama Daddy kamu gimana dong Nau"jawab Erlina
"Ya gak gimana-gimana Bun biar Daddy tidur sama Mas Iqbal aja"jawab Naura enteng
"Enak aja nggak,Daddy mau tidur sama Bunda kamu tidur sama iqbal aja sana"usir Alan yang tiba-tiba sudah ada di dekat mereka
"Ihh Daddy ngalah kek sama anak kali-kali"Naura merajuk
"Nggak, Daddy gak mau"balas Alan.
Merekapun terus berdebat sampai membuat Erlina pusing mendengarnya, perdebatan Daddy dan anak itu baru berhenti saat pawang sang anak tiba disana.
Naura pun mencoba merayu Iqbal agar ia bisa tidur dengan sang Bunda namun rayuan mautnya tidak mempan pada Iqbal.
"Kita tidur di kamar kita aja Nau,kasihan Bunda sama Daddy pasti kecapean yah"nasihat Iqbal
"Yasudah deh Mas,aku ngikut aja"jawab Naura.
Setelah itu Iqbal dan Naura pun pergi meninggalkan sang Bunda beserta sang Daddy menuju kamar mereka.
Naura yang kelelahan langsung meminta izin kepada Iqbal untuk tidur lebih dulu, setelah mendapatkan persetujuan dari Iqbal Naura langsung merebahkan badannya di kasur kamar mereka.
**
Sementara itu tampak seorang wanita paruh baya tengah berjalan menuju ke kantor polisi untuk menjenguk anaknya.
"Bagaimana persiapannya Mom"tanya sang anak saat polisi yang mengantarkannya sudah menjauh
"Kamu tenang saja, semuanya aman terkendali kita hanya tinggal menunggu wanita itu melahirkan saja"jawabnya
"Akhh,aku tidak sabar ingin segera bebas dari sini"ucap lelaki itu
"Kamu tenang saja, Mommy juga tengah berusaha untuk mempercepat masa tahanan kamu"jawab wanita itu.
"Iya Mom, pokoknya mommy harus pastikan bisa membawa wanita itu"ucap lelaki itu
"Kamu tenang saja, Mommy pastikan setelah ia melahirkan mommy akan langsung membawanya pergi"jawabnya
"Hahaha, mommy memang yang terbaik"ucap pemuda itu
"Kamu tau kalau bukan karena kamu sangat menginginkannya, mommy pasti akan membunuhnya"jawab wanita itu
"Gadis seperti dia terlalu sayang untuk di bunuh Mom,aku tidak akan pernah menemukannya dimanapun"ucap pria itu
__ADS_1
"Kita akan segera bersatu SAYANG"....