
Ustadzah Arum Pelakunya
Merekapun kembali menuju ke Ndalem untuk membicarakan tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
"Jadi gimana Mas"tanya Naura
"Dia itu namanya Ayu,dia santriwati paling berprestasi disini,tapi memang keluarganya mempunyai kekurangan finansial jadi dia selalu bantu-bantu di Kantin untuk mendapatkan biaya untuk sehari-hari"terang Iqbal
"Dia juga terkenal dengan kebaikannya karena sering membantu santriwati lainnya"lanjut Iqbal
"Maaf Gus sepertinya saya ingat dia,dia itu santri yang terlihat gugup waktu kita mencari Naura"ucap Rindu
"Apa kamu yakin"tanya Iqbal memastikan
"Iya Gus,saya yakin"jawab Rindu
"Yasudah selesai jam Istirahat kita panggil dia kesini,nanti kita tanyakan kenapa dia menjebak Naura,dan apa maksudnya"ucap Iqbal
"Iya Gus"
"Iya Mas" jawab mereka
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya jam istirahat pun selesai, Iqbal pun menyuruh seorang santriwati untuk memanggil Ayu menuju Ndalem.
Setelah beberapa saat terdengar ucapan salam dari luar
"Assalamualaikum"salamnya
"Waalaikumussalam"jawab semua orang
"Masuk"ucap Iqbal
"Permisi Gus ada perlu apa Gus Iqbal memanggil sa...."ucapannya terpotong saat melihat sosok Naura di sana
"Silahkan duduk dulu yu"ucap Iqbal
"Apa kamu masih ingat dengan ku"tanya Naura setelah Ayu duduk
"I-iya saya masih mengingat kamu"jawabnya gugup
"Lalu bisa kamu jelaskan pada kami kenapa kamu melakukan hal itu terhadap saya"tanya Naura lagi
"Ma-af, saya tidak bermaksud"jawabnya
"Apa maksud loe tidak bermaksud hah,loe hampir membunuh sahabat gue dan bayinya"sentak Sella
"Ma-maksud kamu"tanyanya bingung
"Asal elu tau sahabat gue itu punya Phobia gelap dengan elu kurung sahabat gue di gudang itu dalam kondisinya yang tengah hamil dan ruangan gelap,elu hampir membunuh dua nyawa sekaligus"ucap Sella masih berapi-api
Ayu yang mendengar ucapan Sella merasa sangat kaget, dirinya tidak menyangka hal yang ia lakukan kemarin hampir membahayakan dua nyawa sekaligus.
"Ma-af sungguh saya tidak bermaksud melakukan itu"jawabnya sudah tidak bisa lagi membendung airmatanya
__ADS_1
"Saya tidak menyangka kamu bisa melakukan hal seperti ini Yu,selama ini kamu adalah kebanggaan pesantren ini,kami pun membiayai penuh pendidikan kamu di Pesantren ini,tapi melih kelakuan mu kemarin saya tidak yakin bisa mempertahankan kamu di Pesantren ini"tegur Iqbal
"Saya mohon Gus, tolong jangan keluarkan saya dari sini Gus,saya siap menerima hukuman apapun tapi tolong,jangan keluarkan saya,saya tidak sanggup menemui kedua orang tua saya jika saya dikeluarkan dari Pesantren ini"ucap memohon dengan tangisan yang sudah sangat deras.
Naura yang mendengar pengakuan Ayu merasa iba dengan keadaannya, apalagi tadi Iqbal sudah menjelaskan kalau dia berasal dari keluarga tidak mampu.
"Siapa yang menyuruhmu untuk memanggil saya ke gudang"tanya Naura tiba-tiba.
Pertanyaan yang di lontarkan oleh Naura membuat semua mata sekarang tertuju padanya.
"Aku yakin bukan dia yang mengunci pintu gudang"lanjut Naura menjawab semua pertanyaan orang-orang yang ada disana
"I-itu"jawabnya ragu
"Kalau kamu tidak ingin kami pulangkan pada orang tua mu maka sebaiknya kamu jujur"ucap Iqbal
"I-itu Ustadza..."sebelum ia menyelesaikan ucapannya Naura telah memotongnya terlebih dahulu.
"Apakah Ustadzah Arum"tanya Naura memotong
"I-iya,saya awalnya tidak tau bahwa ustadzah Arum punya niat untuk mengurung mbak nya di gudang,saya hanya di beri tahu kalau Bu Nyai menunggu mbaknya di gudang"jawab nya
"Lalu kenapa kamu tidak jujur waktu kita mencari Naura"tanya Rindu
"Saya di ancam dengan hal yang sama, seperti yang kalian berikan tadi,ia juga memberikan saya uang 100 ribu"jawabnya
"Astaghfirullah"ucap semua orang yang ada disana
Merekapun akhirnya menunggu para orang tua yang memang tengah berada di luar Pesantren.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya terdengar ucapan salam dari depan pintu,merekapun segera menjawab ucapan salam tersebut.
Tak lama setelah mereka menjawab salam,tampak para orangtua masuk kedalam.
"Wih lagi pada ngumpul yah"tanya Erlina
"Iya Bal ada apa ini,tumben ngumpul di Ndalem"Aini ikut bertanya
"Ini menyangkut masalah pengurungan Naura kemarin Umi"jawab Iqbal
Wajah para orangtua yang tadinya terlihat tenang berubah menjadi tegang.
"Bagaimana Bal,apa kamu sudah menemukan pelakunya"tanya Alan
"Kita hanya perlu memanggilnya ke sini Dad"bukan Iqbal yang menjawab
"Siapa pelakunya nak"tanya Aini
"Ustadzah Arum Mi"jawab Iqbal
"Astaghfirullah"ucap mereka
"Apa kamu tidak salah Bal"tanya Kyai Razi
__ADS_1
"Insyaallah tidak Bi,kita juga mengetahui hal ini dari orang yang menyuruh Naura datang ke gudang"jawab Iqbal
"Siapa...?"tanya Kyai Razi
Sementara itu Ayu hanya bisa menundukkan kepalanya dengan airmata yang terus mengalir, dirinya tidak berani untuk menatap wajah orang-orang yang ada disana.
"Ayu Bi"jawab Iqbal sambil menunjuk kearah Ayu yang makin menundukkan kepalanya.
Tentu saja mengetahui hal itu Kyai Razi dan Aini merasa kaget,karena mereka tahu kalau Ayu adalah santri terbaik di pondok mereka.
Namun Iqbal pun menjelaskan kalau Ayu pun adalah korban dari Ustadzah Arum.
"Maksudnya seperti apa,coba kamu jelaskan pada kami Yu"tanya Kyai Razi
"Waktu itu ustadzah Arum mendatangi saya lalu menyuruh saya untuk memanggil mbaknya untuk menuju gudang atas perintah Bu Nyai"jawab Ayu
"Lalu saya bertemu kembali dengan Ustadzah Arum saat ia baru saja mengunci gudang,dia mengancam akan mengeluarkan saya dari sini kalau sampai melaporkan hal ini,saya juga diberi uang tutup mulut sebanyak 100 ribu,saya benar-benar menyesal pak Kyai"lanjutnya
"Yasudah, setelah jam pelajaran selesai Abi akan menyuruh salah satu santri untuk memanggil Ustadzah Arum kesini"ucap Kyai Razi
"Iya Abi"jawab Iqbal dan Naura
Ayu yang mendengar Naura menyebut Kyai Razi dengan sebutan Abi tentu merasa kaget.
"Kamu pasti kagetkan kenapa dia memanggil Kyai Razi dengan sebutan Abi"tanya Sella
Ayu tidak berani menjawab walaupun ia memang penasaran
"Dia namanya adalah Mayra Naura Berenice dan dia adalah Istri dari Muhammad Iqbal Al Haq alias menantu dari pemilik pondok pesantren ini.
DEG
Jantungnya serasa ingin loncat dari tempatnya mendengar kenyataan itu,dia tidak menyangka bahwa dia hampir mencelakai anggota keluarga Ndalem.
Sadar akan perbuatannya,ia pun segera turun dari kursinya lalu bersimpuh memeluk kaki Naura
"Ning maafkan saya"ucapnya berlinangan air mata
Naura yang mendapatkan perlakuan seperti itu secara tiba-tiba tentu saja kaget, dirinya buru-buru mengangkatnya untuk berdiri.
"Jangan seperti ini,malu dilihat orang"ucap Naura sambil berusaha untuk membangunkan Ayu
"Saya bersalah Ning hampir mencelakai Ning Naura dan anak Ning Naura,saya pantas di hukum,tapi saya mohon jangan keluarkan saya"ucap Ayu
"Yasudah tapi tolong jangan seperti ini,kalau kamu seperti ini saya justru akan bilang untuk mengeluarkan kamu dari sini"jawab Naura
Ayu yang mendengar hal itu buru-buru bangun dia tidak ingin dikeluarkan dari Pesantren.
Saat jam pelajaran telah usai Kyai Razi pun menyuruh salah satu santri untuk memanggil Ustadzah Arum ke Ndalem.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya terdengar salam dari pintu Ndalem.
"Assalamualaikum".....
__ADS_1