
Terungkapnya Rahasia Dan Menyebarnya Fitnah
"Mereka suami istri sel,jadi mereka tinggal satu rumah lah"bukan Naura atau Iqbal yang menjawab, justru malah Rindu yang menjawab pertanyaan sella.
"APAAAAAAA"kaget Sella
"Sejak kapan"lanjut nya lagi
"Kita masuk kedalam dulu yuk"ajak Iqbal
Mereka pun masuk kedalam rumah baru Naura dan Iqbal, tampak Sella dan Rindu kagum dengan rumah itu,namun Sella langsung kembali mengalihkan fokusnya pada masalah Iqbal dan Naura.
"Jadi sejak kapan pak Iqbal dan Naura menikah"tanya Sella menyelidik
"Hehehe,udah 6 bulan sel"jawab Naura sambil nyengir
"AAPPAA,ENAM BULAN"Sella kembali di buat kaget
"Kok lu gak ngasih tau gue"lanjut Sella sambil melototi Naura
"Ya tadinya kan pernikahan gue sama bang Iqbal dirahasiakan sesuai persetujuan keluarga gue dan keluarga bang Iqbal"terang Naura
"Tapi kok Rindu bisa tau"ucap Sella lagi
"Aku baru tau beberapa hari lalu, itupun gara-gara aku jenguk pak Iqbal ke rumah sakit"Jawab Rindu
"Rumah sakit...?,ngapain"tanya Sella bingung
"Pak Iqbal kecelakaan,nah kebetulan ternyata pak Iqbal itu anak dari yang punya pesantren pas aku mondok waktu kecil dulu, kebetulan juga Abi nya pak Iqbal itu teman Abi aku,begitu Sella"
"Owh,emang pak Iqbal kecelakaan kapan Nau"tanya Sella
"Habis pulang dari pelatihan Sel"jawab Naura
Sella pun manggut-manggut mendengar jawaban Naura,namun beberapa saat kemudian ekspresi nya kembali berubah.
"Ehh berarti kemaren elu sama Edward...."ucapan Sella terpotong
"Selingkuh"potong Naura,yang di balas anggukan oleh Sella
"Iya gue ngaku waktu itu gue emang selingkuhin bang Iqbal karena, pertama gue belum tau gimana perasaan gue sama bang Iqbal, kedua karena gue terlalu senang Edward kembali"ucap Naura sendu
"Tapi kalau lu liat kelakuan Edward tadi kayaknya lu bakal ngerubah sikap lu Ama Edward Nau"ucap Sella
"Emang Edward tadi ngapain"tanya Naura bingung
"Waktu lu pingsan tadi, Edward mangku elu terus bang Iqbal datang nyuruh Edward buat lepasin elu,tapi Edward gak mau,nah terus Rindu nyuruh Edward buat ngasih elu ke pak Iqbal,ehhh dia malah ngebentak Rindu"ucap Sella
"Tapi yang bawa gue kan bang Iqbal tadi"ucap Naura
"Yee gue kan belum selesai cerita onyon"jawab Sella
"Nah pas Edward ngebentak Rindu bang Iqbal langsung ngambil elu dari Edward,nah terus Edward langsung nyalahin Rindu gitu ceritanya bener kan Ndu"ucap Sella di angguki oleh Rindu
"Masa Edward kaya gitu sih"tanya Naura
"Gue juga awalnya gak percaya Nau"balas Sella
"Kalau aku sebenarnya udah tau dari dulu kalau kelakuan Edward itu jelek"ucap Rindu tiba-tiba.
"Ehh serius lu Ndu"ucap Naura dan Sella bareng
"Iya,jadi dulu tuh pas kelas 3 SMP waktu udah mau Deket kelulusan,aku pernah liat Edward keluar dari club malam sambil ngegandeng cewek, pernah juga aku liat dia lagi malak adek kelas, sebenarnya dulu aku udah bersyukur banget dia pindah ke Australia,ehh sekarang malah balik lagi"terang Rindu
"Gue gak nyangka Edward bisa seperti itu "ucap Naura
"Hey udah jangan pada ngegibahin orang mending kita makan dulu yuk"ucap Iqbal tiba-tiba
"Ehh emang Abang kapan masaknya"tanya Naura
"Barusan banget beres May"jawab Iqbal
"Kok May gak dikasih tau sih"Rajuk Naura
"Kamu kan lagi nemenin sahabat kamu ngobrol"ucap Iqbal
"Udah yuk kita makan aja"lanjutnya
Setelah itu mereka semua berjalan menuju meja makan,tampak Sella sangat menikmati makanan itu sampai tambah beberapa kali
__ADS_1
"Naw gwila inwi enwak bweangwt"ucap Sella tak jelas
"Jangan berbicara ketika mengunyah Sella"ingat Iqbal
"Hehe,siap pak"jawab Sella setelah menelan makanannya.
Saat jam 5 sore Sella dan Rindu baru pulang kerumahnya masing masing, sementara itu Iqbal dan Naura langsung membersihkan sisa aktivitas Naura dan teman-temannya tadi.
Keesokan harinya Iqbal kembali berangkat bersama dengan Naura.Tampak saat ini Edward sudah berada di parkiran tampak tengah menunggu mobil Naura datang,benar saja sesampainya mobil Naura di parkiran Edward langsung berjalan kearah pintu kemudi mobil Naura berniat ingin membukakan pintu untuk Naura.
Namun justru saat pintu dibuka dirinya malah kaget karena yang keluar dari sana bukannya Naura malah Iqbal.
"P-pak Iqbal kenapa bapak ada di mobilnya Naura"tanya Edward kaget
"Makasih ya"bukannya menjawab Iqbal malah mengucapkan terima kasih dan berjalan kearah pintu tempat Naura duduk lalu membuka pintu itu.
"Pak bapak belum jawab pertanyaan gue,dan sebaiknya bapak jauhi Naura karena dia itu Pacar gue "ucap Edward yang mulai emosi
"Saya rasa saya tidak perlu menjawab pertanyaan kamu yang pertama itu,karena mau saya ada atau tidak di mobilnya Mayra itu bukan urusan kamu,dan apa tadi kamu bilang, Mayra pacar kamu, sebentar saya tanya dulu"jawab Iqbal
"May apakah Edward memang pacar kamu "tanya Iqbal
Bukan bang"jawab Naura menggelengkan kepalanya
"Kamu dengar sendiri bukan,jadi jangan pernah sekali lagi kamu mengaku menjadi pacar Naura"ucap Iqbal penuh penekanan
"Nau kamu apa apan sih,kita kan pacaran"ucap Edward protes
"Gue kan udah bilang sebelum libur kalau kita udahan"ucap Naura
"Tapi gue kan belum setuju Naura,atau jangan-jangan gara-gara lelaki ini elu putusin gue"ucap Edward yang sudah emosi sambil berjalan ke arah Iqbal bersiap untuk menyerang.
Benar saja tampak Edward langsung melayangkan pukul kearah Iqbal,yang sempat membuat Naura kaget,namun tampak Iqbal tenang saja melayani tampak Iqbal dengan mudah menangkap tangan Edward dan memelintir tangannya, membuat Edward meringis kesakitan.
"Ini terakhirnya saya peringatkan kamu jauhi Mayra,jangan ganggu dia"tegas Iqbal langsung melepaskan tangan Edward dan meraih tangan Naura untuk berjalan menjauh, meninggalkan Edward yang masih kesakitan.
Ketika jam istirahat kembali Edward mendatangi Naura yang tengah berada di kantin bersama dengan kedua sahabatnya.
"Ikut aku"ucap Edward sambil menarik tangan Naura
"Lepasin gue"ucap Naura meronta
"Jangan salahin gue kalau gue berbuat kasar ke elu,karena elu yang mulai"ucap Naura emosi
"Cihh"ucap Edward hanya mendecih sambil berdiri
"Kenapa elu berubah Nau,apa karena laki-laki brengsek itu lu jadi berubah sama gue,kalau gitu bakalan gue buat mampus tuh cowok"ucap Edward
Sontak Naura yang mendengarnya langsung emosi dan menendang perut Edward hingga dirinya kembali terkapar di lantai kantin.
"Gue peringatin jangan pernah lu berani sentuh dia,kalau nggak gue akan balas berkali-kali lipat"ucap Naura
"Apa yang kalian lakukan"ucap seorang guru yang mendatangi mereka.
"Kalian ikut saya keruang BK sekarang"ucap nya
Tidak mau memperpanjang masalah Naura pun langsung mengikuti guru tersebut begitu juga dengan Edward.
Di ruang BK mereka berdua dicecar berbagai pertanyaan yang berakhir dengan di berikannya surat pemanggilan orangtua mereka berdua kesekolah.
Ketika jam pulang sekolah seperti biasa Naura dan sahabatnya menunggu Iqbal di parkiran, setelah beberapa saat menunggu akhirnya Iqbal pun tiba,lalu mereka langsung berangkat untuk pulang, pertama mereka mengantar Sella dan Rindu terlebih dahulu baru mereka pulang namun tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang mengikuti mereka sampai mereka sampai ke rumah.
"Apa sebenarnya hubungan kalian berdua"ucap si penguntit, ketika Iqbal dan Naura akan masuk ke dalam rumah tampak orang itu mengambil hp untuk memotret keduanya.
"Kalian tunggu aja besok"ucapnya lalu pergi dari tempat itu.
Sementara di rumah Naura tampak Naura tengah merajuk
"Kamu kenapa May"tanya Iqbal
"May tuh kesel sama Edward,gara gara dia May dapat surat pemanggilan orangtua"jawab Naura
"Gimana May ngejelasin ke Daddy sama Bunda coba bang"ucap Naura sambil cemberut.
"Owh, Surat pemanggilan toh,mana coba Abang lihat"ucap Iqbal meminta surat itu
Naura pun memberikan surat tersebut pada Iqbal,lalu Iqbal pun membacanya sebentar.
"Yasudah besok Abang yang urus"ucap Iqbal
__ADS_1
"Jangan bang,gak boleh menggunakan kekuasaan sembarangan"
"Hahaha,kok menggunakan kekuasaan sembarangan sih May"Ucap Iqbal sambil tertawa.
"Ihh kok malah ketawa sih bukannya bantuin istrinya"ucap Naura merajuk
"Lah kan Abang tadi udah bilang biar Abang yang urus besok,lagian kan Abang ini suami kamu,jadi Abang bisa gantiin orang tua kamu"ucap Iqbal
"Hehehe,bener juga yah"ucap Naura terkekeh
"Yasudah udah tenang kan sekarang"tanya Iqbal
"Iya bang",jawab Naura
Lalu mereka berdua pun menjalankan aktivitas mereka seperti biasanya.
Keesokan harinya SMA Mandiri dibuat geger dengan dugaan hubungan gelap seorang siswi dengan seorang guru,ketika Naura sampai di sekolah dirinya kebingungan banyak siswa dan siswi yang menatapnya sinis dan mencemooh dirinya, kebetulan hari ini dirinya tidak datang dengan Iqbal,karena Iqbal akan datang terlambat
Dirinya pun berjalan kearah dua sahabatnya dengan terheran-heran dengan situasi yang ada.
"Sell Ndu itu mereka kenapa pada liatin gue gitu amat sih"tanya Naura
"Itu karena elu udah buat heboh satu sekolah Naura,nih lihat ini"jawab Sella sambil memberikan selembaran pada Naura
"Anjir,siapa yang udah nyebarin fitnah kaya gini sih"ucap Naura bingung.
Tiba-tiba datang beberapa sisiwi mendekati Naura lalu menyiram Naura dengan minuman
"UPS,maaf disengaja"ucapnya
"Anjing,maksud lo apa hah"ucap Naura emosi
"Ya perempuan ****** kaya elu emang pantes di siram pake minuman kaya gitu"ucap sisiwi tersebut,tampak Naura sudah mengeratkan giginya siap untuk menyerang wanita itu.
"Sabar Nau,kalau kamu nyerang itu berarti tujuan mereka buat kamu emosi berhasil"ucap Rindu menasehati Naura.
"HAHHHHH"Naura teriak lalu menyeret tangan Sella dan Rindu menjauh dari sana.
Tampak sepanjang jalan menuju kelas para siswa menatap Naura jijik serta terus mencemooh dirinya.
Begitu sampai ke kelas Naura sudah tak mampu lagi menahan emosinya kala melihat mejanya sudah sangat kotor dengan sampah.
*MAKSUD KALIAN APA BANGSAT,KALAU KALIAN GAK TAU APA-APA JANGAN ASAL NGEHINA ORANG, APALAGI NGEHINA ORANG DIBELAKANG,KALO BERANI SINI KALIAN MAJU SEMUA"Teriak Naura,tentu saja tidak ada yang berani maju karena mereka tahun siapa Naura yang merupakan atlet beladiri kebanggaan sekolah.
Tiba-tiba terdengar pengumuman dari speaker sekolah yang menyuruh para siswa untuk berkumpul di Aula.
"Itukan suara bang Iqbal"ucap Naura dalam hati
Flashback :
Iqbal yang baru saja datang tampak kebingungan karena ditatap dengan sinis oleh para muridnya,namun dirinya coba untuk tidak menghiraukan hal itu,namun saat dirinya sampai di dekat Mading sekolah,ada sebuah selembaran yang tertempel di Mading itu merebut perhatiannya, dirinya pun lalu mendekati mading tersebut.
"Astaghfirullah, siapa yang menyebarkan fitnah keji ini ya Allah"ucap Iqbal lalu mencabut selembaran itu.dirinya pun bergegas berjalan menuju keruang guru, sesampainya di ruang guru dirinya langsung di cecar berbagai macam pertanyaan.
Dirinya memang sudah memberi tahu perihal pernikahannya dengan Naura namun baru kepada kepala sekolah saja,dan sialnya kepala sekolah hari ini tidak masuk,karena ada urusan di luar.
"Pak Iqbal maksudnya apa ini"tanya salah satu guru
"Nanti saya jelaskan, sekarang minggir dulu"ucap Iqbal berjalan kearah microphone.
"Assalamualaikum warahmatullah Kepada Siswa-siswi SMA Mandiri diharapkan berkumpul di Aula dengan segera"ucap iqbal di microphone.
Flashback off
Para siswa pun sudah berkumpul di ruang Aula sekolah,tampak Iqbal berjalan kearah depan menuju microphone.
"Assalamualaikum semuanya selamat pagi, pertama tama saya mohon maaf telah membuat kegaduhan atas berita saya dengan salah satu dari kalian,untuk itu saya meminta saudari Mayra Naura Berenice untuk maju bersam saya disini"ucap Iqbal membuat seisi Aula terdiam.
Lalu Naura pun dengan ragu menuju ke depan berdiri di samping Iqbal.
"Berita yang kalian lihat hari ini bisa di bilang setengahnya benar tapi setengahnya juga salah,karena memang saya memiliki hubungan dengan beliau,namun bukan seperti yang tertera di kertas itu, hubungan kami adalah hubungan yang sah menurut hukum Agama dan Negara,kami adalah suami istri"ucap iqbal,yang kembali membuat Aula hening.
"Jadi saya harap mulai saat ini tidak ada lagi yang menghina atau pun menyebarkan fitnah tentang istri saya,atau saya akan bawa kejalur hukum"ucap Iqbal sambil memegang tangan Naura.
Setelah beberapa saat Iqbal pun meminta seluruh siswa untuk bubar,lalu dirinya meminta izin untuk pulang,karena Iqbal sadar kondisi Naura saat ini sedang tertekan.
Sementara itu di tempat lain tampak seorang pemuda tengah emosi.
"SIAL SIAL SIAL, TERNYATA MEREKA SUDAH MENIKAH,AWAS KAU IQBAL GUE PASTI HABISIN ELU"
__ADS_1