
Naura Di Larikan Ke Rumah Sakit
Naura kini telah berada di samping Ndalem tempat motor Iqbal berada,saat dirinya akan menjalankan motornya datang santriwati mendekati Naura.
"Assalamualaikum"ucapnya
"Waalaikumussalam,ada apa yah"tanya Naura
"Kamu di tunggu Bu Nyai di gudang pesantren"jawabnya
"Loh memangnya ada apa"tanya Naura lagi
"Saya tidak tau"jawab santriwati itu
"Yasudah nanti saya kesana, terimakasih yah"ucap Naura,lalu kembali turun dari motornya.
Saat ini Naura telah sampai di depan gudang pesantren,namun tidak ada siapapun disana.
"Apa mungkin Umi ada di dalam yah"gumam Naura sambil melangkah masuk ke dalam gudang
"Assalamualaikum"ucap Naura saat telah masuk kedalam gudang.
Namun bukannya jawab salam yang diterimanya malah dirinya dikagetkan oleh suara pintu yang tertutup di belakangnya.
"Hei siapa itu buka pintunya jangan main-main"ucap Naura sambil menggedor-gedor pintu gudang
"Hei buka pintunya"Naura mulai panik saat tidak mendengar jawaban dari luar
"Tolong"teriaknya sambil terus mengetuk pintu gudang terus menerus
"Ya Allah tolong hamba,hamba takut kegelapan"tubuh Naura mulai berkeringat dingin dan tampak air mata mulai mengucur deras dari matanya.
Naura terus berusaha meminta pertolongan dengan berteriak dan menggedor-gedor pintu,namun setelah satu jam lamanya Naura meminta pertolongan tidak ada balasan sama sekali dari luar.
DEG
DEG
DEG
"Ya Allah kenapa perasaan ku menjadi tidak tenang seperti ini"gumam Iqbal pelan
"Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba Mas memikirkan kamu May, semoga Allah melindungi kamu dimanapun kamu berada"ucap Iqbal,lalu melanjutkan kegiatan mengajarnya.
Sementara itu di Kampus tampak Sella dan Rindu sudah berada di kelas, seperti kata Naura mereka hari ini berangkat terpisah karena mereka akan kerja kelompok.
"Ndu kok Naura gak masuk yah"tanya Sella
"Aku juga gak tau Sel,kita do'a kan aja semoga gak terjadi apa-apa"jawab Rindu
"Aamiin"jawab Sella.
Saat jam kuliah selesai Rindu dan Sella yang akan bergabung dengan kelompoknya masing-masing,di hentikan oleh salah satu anggota kelompok Naura.
"Sel Ndu tunggu dulu"teriaknya.
"Ada apa Del"tanya Rindu
"Naura kemana yah,kok gak masuk Kuliah"tanya gadis bernama Della itu
"Aku juga gak tau Del"jawab Rindu
"Kamu punya nomernya gak,bisa tolong hubungi,aku kemarin lupa minta nomer Naura soalnya"ucapnya
"Yaudah sebentar"jawab Rindu.
Beberapa kali Rindu mencoba menghubungi nomer Naura,namun hanya suara operator yang ia dengar.
__ADS_1
"Gak aktif nomernya Del"ucap Rindu
"Gimana dong"jawab Della
"Sebentar aku coba telepon suaminya"ucap Rindu.
Akhirnya Rindu pun mencoba menghubungi nomer milik Iqbal, setelah beberapa saat nampak panggilan dari Rindu di jawab oleh Iqbal.
"Assalamualaikum ada apa Ndu"tanya Iqbal di sebrang sana
"Waalaikumussalam Gus,apa Naura ada di pesantren"Rindu balik bertanya
"Loh Naura kan tadi pagi pergi kuliah"jawab Iqbal, terdengar nada bingung dari Iqbal mendengar pertanyaan Rindu
"Tapi Naura tidak ke kampus Gus"jawab Rindu
"Astaghfirullah,apa sudah kamu coba hubungi"tanya Iqbal
"Sudah Gus,hanya saja nomernya tidak aktif"jawab Rindu
"Tunggu sebentar"ucap Iqbal
Iqbal berlari ke arah Ndalem namun saat dirinya sampai di dekat Ndalem Iqbal dikagetkan dengan keberadaan motornya yang masih berada di tempatnya semula.
Iqbal pun kembali menghubungi Rindu dan memberikan kabar bahwa memang sepertinya Naura tidak ke kampus karena motor Iqbal yang akan Naura pakai masih ada di tempatnya.
Ia juga memberi tahu mereka bahwa ia tidak tau Naura ada dimana sepertinya Naura menghilang,Sella dan Rindu yang mendengar hal itu pun menjadi panik.
Mereka langsung meminta izin pada teman-temannya untuk mengundur jadwal kerja kelompok mereka.
Mereka langsung bergegas pulang menuju pesantren mereka takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu.
"Duh kok ini angkot lama sekalih sih"ucap Sella tak sabar
"Kita naik taksi saja Sel"ucap Rindu yang melihat ada Taksi
Sementara itu Iqbal saat ini tengah berada di Ndalem untuk menanyakan keberadaan sang istri pada Umi nya.
"Apa Umi beneran tidak melihat Naura Mi"tanya Iqbal lagi
"Astaghfirullah bal Umi beneran gak liat, daripada kamu terus disini nanyain Umi liat Naura atau nggak mending kita nyari Naura yuk"ajak Aini.
Saat ini memang hanya Aini yang berada di Ndalem karena Kyai Razi mendapat undangan kajian di desa sebelah.
"Ayo Mi kita cari Naura"Iqbal bergegas bangkit dari duduknya dan berjalan keluar Ndalem
"Astaghfirullah bal tungguin Umi"ucap Aini menyusul Iqbal
Tak berselang lama dari Iqbal keluar dari Ndalem tampak Sella dan Rindu keluar dari taksi mereka.
Mereka pun bergegas memasuki area pesantren,saat mereka tiba di dekat Ndalem mereka melihat Iqbal keluar dari sana dengan wajah gelisah.
"Assalamualaikum Gus, bagaimana keadaan Naura"tanya mereka berdua
"Waalaikumussalam,belum ketemu,kalian bantu saya yah"ucap Iqbal
"Pasti Gus,kita pasti bantu nyari Naura"jawab Sella
"Kalau boleh tau udah berapa lama Gus Naura menghilang"tanya Rindu
"Kalau dari hitungan berangkat dari rumah jam 7 berarti udah 7 jam"jawab Iqbal
"Kita harus menemukan Naura sebelum gelap"ucap Sella tiba-tiba
Wajah mereka yang ada disana mendadak kaget mendengar ucapan Sella.
"Naura memiliki trauma dengan kegelapan,dulu pas kecil dia pernah di culik dan hampir di perkosa di ruangan gelap"ucap Sella menjawab rasa kaget semua orang yang ada disana.
__ADS_1
"Astaghfirullah"jawab semuanya
Mereka pun kembali melanjutkan pencarian Naura di seluruh sudut pesantren,saat mengelilingi Asrama santriwati Rindu sebenarnya sedikit curiga dengan salah seorang santriwati disana,namun dirinya tidak mau asal menuduh.
Setelah mereka selesai berkeliling mereka kembali berkumpul di Ndalem,kali ini Tika dan Azizah sudah ada diantara mereka.
"Bagaimana"tanya Iqbal
"Di asrama santriwati gak ada yang tau Gus"ucap Rindu
"Hanya saja saya sedikit curiga dengan salah satu santriwati"lanjutnya
"Maksudnya"ucap Iqbal
Saat saya berada disana dia terlihat seperti gugup Gus,tapi saya takut seudzon"ucap Rindu.
Setelah itu mereka pergi ke masjid terlebih dahulu karena sudah memasuki waktu Ashar.
Setelah melaksanakan shalat Ashar mereka melanjutkan mencari Naura ke luar area pesantren.
Mereka terus mencari Naura sampai kini telah memasuki waktu Isya.
Saat ini mereka baru saja selesai melaksanakan shalat Isya di pesantren,mereka hendak kembali melakukan pencarian Naura saat muncul mobil Kyai Razi.
"Assalamualaikum"salam Kyai Razi
"Waalaikumussalam"jawab mereka
"Tumben kumpul disini ada apa"tanya Kyai Razi bingung
"Itu Bi Naura hilang,apa Abi ada melihat Naura di jalan"ucap Iqbal
"Astaghfirullah,Abi gak liat,Abi terakhir melihat Naura tadi pagi waktu Abi pulang sebentar ke pesantren"jawab Kyai Razi
"Loh Abi kapan pulang ke pesantren lagi"tanya Aini
"Tadi pagi waktu Umi ada di gudang"jawab Kyai Razi
"Loh hari ini Umi gak ada ke gudang pesantren Bi"jawab Aini
"Loh tadi pagi Abi denger ada santri yang nyuruh Naura ke gudang dia katanya di suruh Umi"jawab Kyai Razi
Mendengar jawaban Kyai Razi itu Iqbal langsung berlari kearah gudang pesantren.
Saat telah tiba di depan pintu gudang terdengar samar-samar suara tangisan dari dalam gudang.
"May apa kamu di dalam"teriak Iqbal sambil berusaha membuka pintu.
Setelah beberapa kali berusaha mendobrak pintu gudang, akhirnya Iqbal berhasil membukanya.
Samar-samar Iqbal melihat sosok istrinya tengah meringkuk ketakutan di lantai gudang.
"Astaghfirullah May"ucap Iqbal langsung berusaha mendekap tubuh Naura erat
"Mas jangan tinggalkan May, May takut"gumam Naura
"Mas disini sayang Mas gak akan tinggalin kamu"ucap Iqbal lalu membopong tubuh Naura untuk ia bawa ke Rumah sakit.
Saat Iqbal keluar dari gudang tampak keluarga dan sahabatnya baru sampai kesana.Mereka kaget melihat kondisi Naura yang seperti itu.
Tanpa banyak bicara merekapun mengekori Iqbal dari belakang menuju mobilnya.
"May bertahan yah, Mas akan bawa kamu ke Rumah sakit"ucap Iqbal saat mereka telah sampai di Mobil Iqbal.
Iqbal Naura dan para sahabat Naura naik di mobil Iqbal, sementara itu orang tuanya naik di mobil lain...
"Mas selamatkan anak kita"ucap Naura pelan sebelum pingsan.....
__ADS_1