Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Semakin Nyaman


__ADS_3

Semakin Nyaman


Tak terasa sudah berjalan hampir dua bulan pernikahan Iqbal dan Naura berjalan, kedekatan mereka berdua sudah mulai terlihat dari hari ke hari, seperti saat ini.


"Bang mau makan apa"tanya Naura yang sudah mulai bisa masak


"Terserah kamu aja May Abang ikut aja"Jawab Iqbal yang tengah memeriksa tugas para muridnya


"Ok deh"jawab Naura.


"Bang makan dulu, nanti di lanjut lagi"ucap Naura


"Iya May"jawab Iqbal sambil menyimpan pekerjaannya


"Nanti Minggu mau jalan-jalan gak mau"tanya Iqbal


"Kemana bang"tanya Naura


"Bebas giman kamu"ucap Iqbal


"Serius,kemana aja terserah aku"tanya Naura


"Iya tapi ya jangan yang jauh jauh, nanti gak keburu"ucap Iqbal


"Iya bang,gimana kalau kita ke pantai aja, sorenya kita ke pasar lagi kan bahan-bahan dapur dah mau habis"ucap Naura


"Jadi seneng banget ke pasar sekarang yah,dulu aja gak mau,hehehe"sindir Iqbal


"Hehe,kan aku gak tau kalau ke pasar semengasikan itu ba, yang aku tau Pasar itu cuma panas dan bau doang"Naura terkekeh malu


"Yasudah besok kita ke pantai terus ke pasar ok"ucap Iqbal


"Sip"jawab Naura


"Yasudah ayo kita makan dulu Abang udah lapar"


"Hehe,ayo bang"Jawab Naura


"Bang aku izin mau main sama Sella dan Rindu yah"Naura meminta izin


"Mau kemana May"Tanya Iqbal


"Mau ke kafe bang buat belajar bareng,terus paling ke mall bentar"jawab Naura


"Yasudah,Abang izinin,nih kamu bawa ini"Iqbal memberikan kartu kreditnya


"Gak perlu bang, uang jajan yang Abang kasih buat Minggu ini masih ada kok"Naura menolak


"Gak papa May bawa aja,pin nya tanggal lahir kamu"ucap Iqbal


"Loh kok Abang tau tanggal lahir aku"tanya Naura


"Ya tau lah May, Abang kan suami kamu"jawab Iqbal


"Hehe,ya udah kalau Abang maksa aku ambil yah"ucap Naura, setelah itu dirinya bersiap-siap untuk pergi keluar bersama dua sahabatnya itu.


Sesampainya di kafe dirinya baru melihat Rindu, sementara Sella belum terlihat batang hidungnya


"Assalamualaikum Ndu"salam Naura


"Waalaikumussalam warahmatullah,duduk Nau"jawab Rindu


"Si sella mana Ndu"Tanya Naura


"Belum datang May katanya udah dijalan"Jawab Rindu


"Owh Yasudah,Lo dah mesen makan belum"tanya Naura


"Belum,aku cuma mesen minuman doang"jawab Rindu


"Yasudah nanti aja pesen makannya nunggu si kunyuk itu datang"ucap Naura,tiba tiba terdengar suara memekakan telinga mereka berdua


"Hallo hallo bestie,gadis paling cantik di seluruh Jakarta tiba"ucap Sella pede


"Hueek"Naura enek melihat tingkah sahabatnya itu


"Heh kunyuk lu darimana aja jam segini baru datang"omel Naura


"Ya maaf Nau gue kan Karus touch up dulu,biar kecantikan gue gak luntur"ucap Sella pede


"Serah lu dah, udah duduk lu,terus pesenim kita makanan"ucap Naura


"Baru juga datang udah di suruh-suruh aja"ceplos Sella


"Mau gak,hari ini gue yang traktir"ucap Naura


"Beneran"tanya Sella berbinar


"Iya"jawab Naura


"Ehh, nanti Minggu kita jalan-jalan yuk, kemana gitu"usul Naura

__ADS_1


"Aku sih ayo aja"jawab Rindu


"Mampus gue"ucap Naura dalam hati


"Hehe gue gak bisa kalau Minggu,ada acara keluarga"bohong Naura


"Acara apa Nau kok om Alan gak ngundang gue"tanya Sella, kerena setiap keluarga Naura memiliki acara Rindu dan Sella pasti di undang oleh Alan


"Rahasia"ucap Naura


"Gak asik lu,main rahasia-rahasian"sella cemberut


"Hahaha,muka lu lucu amat sel kalau lagi cemberut kaya anak kambing kecebur got"Naura tertawa


"Bangkek lu"saut Sella


"Udah-udah gak baik saling menghina di depan makanan,ayo kita makan"ucap Rindu


"Siap Bu ustadzah"jawab Sella dan Naura bareng.


"Ehh ngomong-ngomong lu tuh cocok tau sama pak Iqbal nduk"ceplos sella


"Uhuk-uhuk"Naura hampir saja tersedak mendengar ucap sella


"Kenapa lu Nau, makannya kalau makan tuh pelan-pelan Napa"tanya Sella


"Kok lu bisa bilang Rindu cocok sama pak Iqbal"tanya balik Naura


"Ya karena gue lihat-lihat pak Iqbal tuh kan kalem,Soleh,baik dan yang terpenting tampan lagi jadi pas tuh sama kaya Rindu"ucap Sella santai, entah kenapa hati Naura merasa sakit setelah mendengar ucapan sella


"Apa gue dah jatuh cinta ya sama bang Iqbal"tanya Naura dalam hati


"Pokoknya ya pak Iqbal tuh idaman banget,tapi sayangnya gak cocok sama orang kaya kita berdua Nau"ucap Sella lagi


"Degh"Naura kaget


"Kenapa emang"tanya Naura


"Ya kan kita bar-bar walaupun kita itu primadona SMA Mandiri,tapi sifat kita tuh beda 180 derajat sama pak Iqbal kasihan nanti dia ngelayanin kita,hahaha"ucap Sella santai,berbeda dengan wajah Naura yang menjadi lesu, perubahan wajah Naura itu di sadari oleh Rindu yang memang duduk di depan Naura


"Naura,kenapa yah kok wajah nya jadi murung, setelah mendengar ucapa Sella"tanya Rindu dalam hati


"Apa dia ada rasa sama pak Iqbal,ya Allah kalau memang Naura ada rasa sama pak Iqbal hamba ikhlas,hamba tidak ingin persahabatan saya hancur karena pria"ucap Rindu dalam hati


"Gue balik duluan yah"ucap Naura tiba-tiba


"Kok buru-buru Nau"tanya Sella


"Yasudah kamu hati-hati Nau,mau kita anterin gak"ucap Rindu


"Ehh ng-nggak usah gue masih kuat kok, Assalamualaikum"pamit Naura


"Waalaikumussalam"jawab Rindu dan Sella.


Sesampainya di mobil dirinya langsung masuk kedalam.


"Ada apa dengan hati gue,apa gue udah jatuh cinta sama pak Iqbal"Tanya Naura pada dirinya,yah karena kebersamaan mereka setiap hari membuat rasa di hati Naura untuk suaminya tumbuh sedikit demi sedikit, walaupun sampai sekarang mereka belum melakukan kontak fisik jangan kan melakukan hubungan suami istri, berpelukan, berciuman bahkan berpegangan tangan saja belum pernah.


"Tapi,apa pak Iqbal cinta sama gue"pikir Naura


"Tapi kalau dia cinta sama gue,kok dia belum pernah minta itu sama gue ya,apa jangan-jangan pak Iqbal emang gak cinta sama gue,tapi perhatiannya,ahhh gue pusing"ucap Naura sambil mengacak-acak rambutnya


"Terserah dah"ucap Naura lalu menyalakan mesin mobilnya dan berjalan pergi dari kafe tersebut.


"Du, Naura kenapa sih,dia aneh banget hari ini


"Ya mana aku tau sel"jawab Rindu


"Ya kirain lu tau Ndu"ucap Sella,


"Bentar bentar kaya ada yang salah"Sella berpikir


"Apa yang salah sel" tanya Rindu


"NAURAAAAAAA"teriak Sella


"Kamu kenapa sel"


"Makanan nya kan belum dia bayar Ndu"ucap sella lemas


"Hahaha,kirain apa sih sell bikin orang kaget aja,ya tinggal kita berdua bayar kan beres sel"jawab Rindu


"Hehe,tapi gue gak bawa duit Ndu"jujur sella


"Hmm,Yasudah kalau gitu aku aja yang bayarin"ucap Rindu.


"Assalamualaikum"salam Naura ketika masuk apartemen


"Waalaikumussalam May"jawab Iqbal


"Lagi apa bang"tanya Naura,lalu Naura meminta tangan Iqbal untuk di ciumnya

__ADS_1


"Nggak lagi apa-apa May,cuma ngecek tugas anak-anak aja"jawab Iqbal


"Abang tuh ngajar kelas berapa aja sih"tanya Naura penasaran


"Abang cuma ngajar kelas 12 aja May"jawab Iqbal


"Owh,aku boleh nyontek gak bang,hehe"iseng Naura


"Mana bisa begitu May,kamu itu ya"jawab Iqbal


"Ya kali aja bang,siapa tau aku dapat previlage sebagi istri seorang guru,hahaha"Naura tertawa mendengar ucapannya sendiri


"Dasar kamu, ehh kok kamu udah pulang, tumben ketemu Sella sama Rindu cuma sebentar, tanya Iqbal karena biasanya Naura bisa lupa waktu kalau sudah kumpul dengan sahabatnya itu


"Aku lagi gak enak badan bang"jawab Naura santai


"Astaghfirullah,kamu kenapa Mai kamu sakit"panik Iqbal sambil menempelkan tangannya ke kening Naura


"Degh"jantung Naura kembali berdetak tidak karuan


"A-aku gak papa bang,cuma kecapean aja mungkin"Jawab Naura merasa terharu melihat wajah, Iqbal yang menghawatirkan dirinya


"Syukurlah,kalau gitu kamu istirahat dulu di kamar,nanti gak usah masak biar Abang aja"Iqbal menghela nafas lega


"Tapi Abang juga kan pasti capek"balas Naura


"Nggak kok May,Abang nggak capek"ucap Iqbal


"Kamu mau minum"tanya Iqbal,Naura hanya menganggukkan kepala


"Yasudah kamu duduk dulu di sofa,Abang ambil air dulu"ucap Iqbal,Naura menurut segera duduk di sofa.


Jam 09:00 malam


"Gak pake pembatas lagi kah May"tanya Iqbal, karena Naura tak menaruh guling di tengah kasur


"Nggak asuh deh bang,percuma"Jawab Naura


"Percuma kenapa May"tanya Iqbal


"Nanti juga Dilanggar"jawab Naura


"Yang langgar siapa"goda Iqbal


"Ohh Abang kok malah goda aku sih"ucap Naura


"Hahaha, abisnya kamu lucu kalau lagi malu May"goda Iqbal lagi"Blush"pipi Naura memerah


"Tuh kan langsung merah pipinya"goda Iqbal


"Ohh Abang udah ahh aku mau tidur"ucap Naura


"Ya udah, selamat malam istri"goda Iqbal


"Selamat malam juga Abang"balas Naura


Sabtu pagi di parkiran sekolah


"NAURAAAAAAA"terdengar teriakan dari arah belakang Naura berdiri, Naura pun menoleh untuk melihat siapa yang berteriak.


"Apaan si sel, teriak-teriak gitu,sakit tau kuping gue"Tanya Naura 


"Abisnya lu ngeselin"ucap Sella


"Kok jadi nyalahin gue sih"ucap Naura tak terima


"Ya iyalah Lo nyebelin, katanya mau neraktir makan, giliran makanan datang lu malah pergi gitu aja,gak di bayar lagi makanan nya"ucap Sella sebal


"Hehe,sorry sel gue lupa, soalnya kan kemarin badan gue tiba-tiba gak enak"ucap Naura


"Ehh iya, tapi lu udah gak papa kan"tanya Sella


"Gue udah sehat kok,ehh jadi kemarin kalian bayar masing-masing dong"tanya Naura


"Nggak juga sih Rindu yang bayarin kemarin, soalnya gue gak bawa duit,hehe"ucap Sella


"Uhh dasar lu malu-maluin,yaudah tar gue bayar ke Rindu deh"ucap Naura


"Gak usah Nau,Aku ikhlas kok"Rindu tiba-tiba muncul di belakang mereka


"Lu kapan datangnya Ndu,kok gue gak tau"tanya Sella


"Baru aja kok"jawab Rindu


"Ehh Ndu bener nanti gue bayar yah makanan kemaren,gue gak enak soalnya"Jujur Naura


"Gak usah Nau,kalau mau bayar nanti saja kamu traktir kita lagi"ucap Rindu


"Ok deh kalau begitu,lu emang sahabat terbaik gue"ucap Naura sambil memeluk Rindu


"Lah terus gue bukan sahabat lu gitu"tanya Sella

__ADS_1


"Hehe, tentunya elu juga sahabat terbaik gue"ucap Naura sambil memeluk Sella, akhirnya mereka bertiga pun berpelukan.....


__ADS_2