
Pasca Fitnah Dan Datangnya Berbagai Masalah Part 2
"Pak bapak gak papa kan"tanya ojek yang tadi mengantar Iqbal
"Alhamdulillah pak,saya gak papa, terimakasih berkat bapak saya selamat"ucap Iqbal
"Sama-sama pak,mari saya antar"ucap ojek itu
"Terimakasih pak"ucap Iqbal, akhirnya Iqbal pun sampai kerumahnya dirinya pun memberikan uang lebih pada ojek tersebut sebagai tanda terimakasih.
"Assalamualaikum"salam Iqbal
"Waalaikumussalam ab....ABANG,ABANG KENAPA"teriak Naura
"Abang gak papa May"jawab Iqbal
Loh Sella dan Rindu masih disini"ucap Iqbal mengalihkan pertanyaan
"Ihh Abang jangan ngalihin pertanyaan dong,itu muka Abang bengep-bengep kaya gitu"tanya Naura
"Ada yang ngeroyok Abang tadi,tapi Alhamdulillah ada warga bantuin"jawab Iqbal jujur
"Kok bisa sama sih pak, Naura juga tadi ada yang nyegat"ucap Sella sepontan,yang langsung mendapatkan pelototan dari Naura
"Kamu di cegat May,kamu gak papa kan"tanya Iqbal panik, sambil membolak-balikan badan Naura
"May gak papa kok bang untung ada Rindu yang bantuin aku mukulin mereka"jawab Naura santai
"Kamu berantem May"ucap Iqbal kaget
"Ya gimana gak berantem, orang mereka mau nyulik aku"jawab Naura
"Astaghfirullah,kita harus lebih hati-hati lagi mulai sekarang"ucap Iqbal
Iya bang,ehh ayo bang duduk dulu biar May obati lukanya"ucap Naura sambil membawa Iqbal ke sofa
"Pak katanya Rindu pernah mondok di pesantren milik pak Iqbal yah"tanya Sella
"Bukan milik saya,tapi milik Abi saya"jawab Iqbal
"Sama aja pak"ucap Sella
"Emang disana diajarin Beladiri pak"lanjut Sella
"Iya,ada beberapa bela diri yang diajarkan"jawab Iqbal
Tiba-tiba terdengar suara kaca pecah dari depan,yang sontak membuat semua orang kaget, merekapun berlari kearah depan untuk melihat apa yang terjadi,tampak disana terdapat batu sebesar kepalan tangan yang di bungkus kertas diantara kaca-kaca yang pecah.Iqbal pun mengambil batu itu dan membaca tulisannya.
"Astaghfirullah"ucap Iqbal
"Kita sebaiknya pindah dulu dari sini May, sampai keadaannya tenang"ucap Iqbal
"Pindah kemana bang"tanya Naura
"Kita kembali ke apartemen dulu saja"usul Iqbal
"Yasudah kalau menurut Abang itu yang terbaik"jawab Naura
"Yasudah kita siap-siap dulu, nanti kita antar Sella dan Rindu pulang sekalian kita ke apartemen"ucap Iqbal,yang diangguki Naura.
Mereka pun membereskan pakaian dan barang yang sekiranya penting saja untuk yang lainnya mereka biarkan saja dulu disini.
Tak berselang lama akhirnya mereka pun selesai berkemas sekarang mereka sudah ada di mobil untuk mengantarkan Sella dan Rindu sebelum mereka ke apartemen.
"Sesampainya di apartmen mereka langsung membereskan barang bawaan mereka
"Awas aja tuh orang kalau sampai ketahuan,bakal gue bejek bejek nanti"protes Naura sambil membereskan bajunya
"Udah May, Insyaallah besok Abang akan mulai menyelidiki hal ini"ucap Iqbal
"Gimana caranya bang"tanya Naura
"Abang belum tau May gimana nanti aja"
Iqbal dan Naura pun lanjut membereskan pakaian mereka.
Tak terasa hari pun sudah berganti,tampak Iqbal dan Naura tengah bersiap untuk menuju ke sekolah.
__ADS_1
"Kamu hari ini jangan sampai sendirian yah May"ingat Iqbal
"Iya bang,Abang juga hati hati"balas Naura
"Insyaallah Abang akan hati-hati,Abang akan menyelidik kasus ini terus Abang juga akan ke kantor polisi"ucap Iqbal
"Ngapain abang ke kantor polisi"tanya Naura
"Kemarin kan orang yang mukulin abang dibawa ke kantor polisi May,jadi Abang hari ini akan memberikan kesaksian"ucap Iqbal
"Kalau gitu May juga ikut yah,May juga mau buat laporan"ucap Naura
"Yasudah berarti kita berangkat sehabis pulang sekolah ya"balas Iqbal
"Ok Abang sayang"jawab Naura
"Bisa aja kamu tuh"ucap Iqbal
Di parkiran sekolah
"Nau jadi gimana rencana lu sama bang Iqbal"tanya Sella
"Gue juga gak tua Sel,bang Iqbal bilang dia bakal nyelidikin ini dan nanti siang kita bakal ke kantor polisi"jawab Naura
"Kantor polisi....?,kalian mau apa"tanya Sella
"Jadi beberapa orang yang menyerang bang Iqbal kemarin tuh ada yang ketangkap,jadi bang Iqbal bakal memberikan kesaksian, sementara gue mau buat laporan"jawab Naura lagi
"Yaudah kita ikut yah,iya nggak Ndu"ucap Sella
"Iya Nau,biar kita jadi saksi"jawab Rindu
"Yaudah kalau gitu,yaudah kita ke kelas yuk"ajak Naura
Mereka pun kembali berjalan ke kelas dengan tenang,tidak ada kejadian apapun di sekolah.
Saat jam pulang sekolah mereka sudah berkumpul di parkiran
"Bang gimana udah dapat petunjuk belum"tanya Naura
Belum May,abang masih berusaha"jawab Iqbal
"Nggak pak,saya sama Sella mau ikut ke kantor polisi"jawab Rindu
"Mau ikut....?"Iqbal bingung
"Iya pak jadi kita tuh mau jadi saksi di kasus Naura pak gituh"jawab Sella
"Owh Yasudah kalau begitu,ayo"ajak Iqbal
Mereka pun naik ke mobil Naura dan mulai berjalan menuju kantor polisi, namun di tengah perjalanan hp Naura berbunyi.
"Bunda bang"ucap Naura
"Yasudah,kamu angkat"jawab Iqbal
"Assalamualaikum Bun,ada apa"Naura menjawab telepon
"Waalaikumussalam Nau,kamu dimana sih ini Bunda ada dirumah kamu,kok lampunya masih nyala"ucap sang Bunda di sebrang sana
"Iya ini kita lagi di jalan Bun"ucap Naura
"Yasudah ibu tunggu disini, assalamualaikum"ucap sang Bunda
"Waalaikumussalam"ucap Naura menutup telepon
"Gawat bang Bunda ada dirumah kita"ucap Naura
"Yasudah kita kesana dulu,gak aman buat Bunda lama-lama disana
Mereka pun merubah haluan mereka menuju rumah,saat sudah mendekati rumah tampak ada seseorang yang mengintai rumah mereka dari kejauhan, Iqbal yang melihat itu pun menghentikan mobilnya agak jauh.
"Ada apa bang"tanya Naura
"Kamu liat kearah pohon mangga di sebrang rumah kita"jawab Iqbal, Naura pun mengikut ucapan Iqbal melihat kearah pohon it, dirinya melihat ada seseorang yang mengintai rumahnya dan sekarang tampak tenga menelpon seseorang.
"Kamu tunggu disini May"ucap Iqbal keluar dar mobil,lalu mendekati orang yang mengintai rumahnya dari belakang lalu memitingnya.
__ADS_1
"Siapa kamu,kenapa kamu mengintai rumah saya"ucap Iqbal
"Lepasin"ucap nya mencoba melepaskan kuncian Iqbal
Tak mau ambil resiko Iqbal lalu memukul tengkuk orang itu membuatnya terkapar tak sadarkan diri,lalu Iqbal kembali ke mobilnya mengambil tambang untuk mengikat orang itu.
"Gimana mas"tanya Naura
"Udah aman May,udah mas buat pingsan dia"jawab Iqbal
"Kalau gitu aku nyamperin Bunda ya bang"ucap Naura
"Iya May sekalian aja bawa mobilnya,Abang mau ngiket orang itu dulu "ucap Iqbal kembali menuju pohon.
Sementara Naura menyalakan mobilnya dan berjalan masuk menuju pekarangan rumahnya.
"Assalamualaikum Bun"salam Naura
"Waalaikumussalam"jawab Erlina
"Iqbal mana Nau "tanya Erlina lagi
"Tuh"jawab Naura menunjuk kearah pohon di sebrang jalan, Erlina pun melihat kearah yang ditunjukan oleh Naura.
"Astaghfirullah,apa yang sedang dilakukan Iqbal Nau "tanya Erlina
"Nangkap penjahat Bun"jawab Naura enteng
"Pe-penjahat, maksud kamu"tanya Erlina bingung
"Kita masuk dulu Bun,gak enak ngobrol di teras kaya gini"ajak Naura pada sang Bunda
"Yasudah ayo"ucap sang Bunda
Mereka pun berjalan masuk ke rumah,tak berapa lama sejak mereka masuk tampak Iqbal muncul dari pintu.
"Assalamualaikum Bun"salam Iqbal
"Waalaikumussalam bal"jawab sang Bunda
"Sebenarnya ada ini bal"tanya Erlina
"Lagi ada yang neror kita Bun"jawab Iqbal
"Astaghfirullah,siapa bal"ucap Erlina
"Iqbal juga belum tau Bun"jawab Iqbal
"Bang gimana orang tadi"tanya Naura
"Udah Abang amanin,kita tinggal bawa ke kantor polisi"jawab Iqbal
"Yasudah ayo bang,kita ke kantor polisi"ajak Naura
"Bunda ikut yah"ucap Erlina
"Yasudah ayo"jawab Iqbal beranjak.
Mereka pun menuju kantor polisi Iqbal dan Naura duduk di kursi depan sementara dua sahabatnya dan sang Bunda di tengah sementara di bagasi tampak seorang lelaki terbaring tak sadarkan diri dengan tangan dan kaki terikat.
Tiga puluh menit kemudian Iqbal dan yang lainnya sampai ke kantor polisi, Iqbal langsung mengeluarkan orang yang ada di bagasi dan membawanya masuk ke kantor polisi.
"Permisi pak, saya orang yang akan memberikan kesaksian atas pengeroyokan yang saya alami kemarin, kebetulan ada warga kemarin yang mewakili saya melapor"ucap Iqbal
"Oh,iya silahkan duduk,dan mohon maaf siapa yang anda ikat itu"ucap polisi itu.
Iqbal pun menjelaskan siap itu,lalu memberikan kesaksiannya dilanjutkan dengan Naura yang membuat laporan atas upaya penculikan yang dialami dengan membawa Sella dan Rindu sebagai saksi.
"Kebetulan saya mendapatkan ini ketik memeriksa terduga kemarin pak,apa bapak mengenal nomer yang orang ini telepon terakhir,disana tertulis dengan nama boss"ucap polisi itu
"Boleh saya lihat pak"tanya Iqbal
"Silahkan"jawab polisi itu menyodorkan hp
"Kamu hapal nomer ini May"tanya Iqbal setelah melihat nomer itu,namun dirinya tak mengenalinya
"Coba mana"Naura mengambil hp itu.
__ADS_1
"I-Ini nomer, bukannya ini nomer.......