Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Hari-Hari Penuh Kebahagiaan Di Pesantren


__ADS_3

Hari-Hari Penuh Kebahagiaan Di Pesantren


Tepat pukul 3 pagi mereka telah mendarat dengan selamat di Indonesia, mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Cianjur menggunakan mobil sewaan, mereka sengaja tidak memberi tahu orang pesantren karena mereka ingin memberikan kejutan untuk mereka.


Sekitar pukul 8 pagi Iqbal dan Naura pun telah sampai di depan gerbang pondok pesantren milik Kyai Razi itu, mereka pun lalu turun dan berjalan memasuki area pesantren, security yang menjaga gerbang sempat kaget melihat kedatangan Iqbal dan Naura yang lebih cepat dari jadwal.


Namun Iqbal menjawab ingin memberikan kejutan.


Saat Iqbal dan Naura telah sampai di depan pintu kediaman Kyai Razi, mereka berdua pun langsung mengetuk pintu itu.


"Assalamualaikum"ucap Iqbal dan Naura


"Waalaikumussalam, sebentar"ucap suara dari dalam


Saat pintu terbuka terdengar suara


"KALIAN"ucap Aini kaget


"Kalian kok sudah pulang"tanya Aini setelah beberapa saat


"Kami sudah mendapatkan semua pesanannya Umi,jadi kami cepat pulang"jawab Naura


"Maksudnya"ucap Aini bingung


"Umi,apa kita tidak di izinkan masuk"tanya Iqbal kali ini menyadarkan Aini


"Ehh iya ayo masuk"ucap Aini, mereka pun lalu masuk kedalam rumah


Setelah Iqbal dan Naura duduk Aini langsung kembali memberondong Iqbal dan Naura dengan banyak pertanyaan.


"Kalian kenapa pulang lebih cepat"tanya Aini


"Kan Naura udah bilang Umi apa yang kalian sudah kami dapat,jadi kami langsung pulang"jawab Naura


"Maksudnya"jawab Aini


"Kami sudah dapat oleh-oleh buat Aisyah dan yang lainnya,kami juga udah dapat oleh-oleh yang Umi sama Bunda minta"jawab Naura lagi


"J-jadi kamu sudah hamil"tanya Aini


"Iya Umi, Alhamdulillah"ucap Iqbal


Mendengar ucapan anaknya Aini pun langsung berhambur memeluk menantunya itu.


"Alhamdulillah makasih yah Nau"ucap Aini masih memeluk Naura


"Gak usah berterima kasih Umi,ini sudah tugas Naura sebagai Istri"jawab Naura


"Assalamualaikum"tiba-tiba terdengar suara Aisyah dari pintu masuk


"Waalaikumussalam masuk Ai,Umi di dalam"ucap Aini,lalu terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati tempat mereka duduk


"Ehh kok kak Naura udah pulang"kaget Aisyah

__ADS_1


"Iya Ai,apa yang kita inginkan sudah kita dapat jadi kita langsung pulang saja"jawab Naura lalu mengambil beberapa bingkisan.


"Nih Ai oleh-oleh buat kamu,tapi Kakak minta tolong antarkan bingkisan yang lainnya buat temen-temen Kakak yah"ucap Naura


Aisyah pun mengambil bingkisan itu dengan wajah berbinar.


"Kakak tenang saja Ai akan antarkan bingkisan ini buat teman-teman Kakak"jawab Aisyah


"Terimakasih yah Ai"jawab Naura


"Ai yang harusnya berterimakasih,nanti kalau Ai udah kembali ke Mesir, Ai bakal beliin Kak Naura oleh-oleh"ucap Aisyah,yang mendapatkan anggukan dari Naura


"Yasudah Ai ke asrama dulu yah assalamualaikum Umi kak Naura, Kak Iqbal"pamit Aisyah setelah menyalimi ketiganya


"Waalaikumussalam"jawab ketiganya


"Owh iya Umi, Bunda sudah pulang yah"tanya Naura


"Iya setelah mengantarkan Kalian Bunda kalian tidak ikut lagi pulang kesini"jawab Aini


"Owh yasudah biar nanti Naura kabarin lewat telepon saja"jawab Naura


"Yasudah sekarang lebih baik kalian istirahat saja dulu, pasti kalian berangkat dari sana malam kan"ucap Aini


"Iya Umi"akhirnya Iqbal dan Naura pun beranjak pergi menuju kamar mereka


Setelah sampai di kamarnya Naura langsung mengambil hp nya lalu memanggil sang Bunda.


Naura sempat mengobrol sebentar dengan Erlina sebelum dirinya menyebut kalau dia sudah di pesantren, sontak hal itu membuat Erlina kaget dan bertanya kenapa mereka bisa kembali cepat sekali, Naura tidak menjawab pertanyaan Erlina,dirinya malah menyuruh Bundanya untuk datang kembali ke pesantren kalau mau mendengarkan jawaban Naura.


"Kenapa gak bilang langsung hmm"tanya Iqbal


"Biar surprise Mas"jawab Naura


"Mas lapar tidak"tanya Naura yang belum melihat Iqbal makan dari malam


"Sedikit May"jawab Iqbal


"Astaghfirullah,kenapa gak bilang mas sebentar Naura masakin dulu yah"ucap Naura bergegas keluar kamar menuju dapur.


Naura sempat berpapasan dengan Aini, Aini pun menanyakannya mau kemana, Naura pun berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan Aini terlebih dahulu.


Keesokan harinya nampak Erlina langsung berlari ke dalam rumah Kyai Razi setelah mengucapkan salam.


"Ni,Naura dimana"tanya Erlina


"Ehh kapan kamu datang Er"Aini balik bertanya


"Hehe,baru saja Ni,Naura dimana"tanya Erlina lagi


"Masih di kamar,kamu emang kenapa sih datang-datang nyariin anak mu"tanya Aini


"Gue penasaran kenapa mereka balik cepet dari Malaysia"jawab Erlina

__ADS_1


"Lah kamu belum di kasih tauh oleh Naura"tanya Naura, yang dibalas gelengan oleh Erlina


"Emang ada apa"tanya Erlina penasaran


"Naura bilang dia udah dapat pesanan kita jadi mereka langsung pulang"jawab Aini


"Maksudnya....Naura"ucap Erlina terhenti


"Iya dia sudah dapat pesanan cucu dari kita"ucap Aini, membuat airmata Erlina langsung mengalir.


"J-jadi maksud kamu Naura....Naura hamil"ucap Erlina


"Iya Er"jawab Aini


Erlina yang mendengar ucapan Aini langsung berlari menuju kamar Naura dan Iqbal lalu mengetuk pintu itu tak sabar.


"Nau buka Nau"ucap Erlina sambil mengetuk pintu


"Iya sebentar"jawab Naura dari dalam


Tak selang beberapa lama pintu pun terbuka tampak wajah Naura muncul dari balik pintu membuat Erlina langsung memeluk anaknya itu.


Setelah beberapa lama dirinya memeluk Naura, Erlina pun langsung menjewer kuping Naura yang tertutup kerudung.


"Aduh duh,sakit Bun"ucap Naura


"Biarin, bisa-bisanya kamu ngerjain Bunda, kenapa kamu gak langsung ngasih tau Bunda kalau kamu hamil hah"ucap Erlina


"Biar surprise Bunda"jawab Naura


"Surprise surprise"jawab Erlina masih kesal


"Aduh Bun telinga Naura sakit ihh"jawab Naura


Akhirnya Erlina pun melepaskan jewerannya dan kembali memeluk Naura, Naura pun mengucapkan meminta maaf atas sikapnya.


Mereka pun akhirnya mengobrol di ruang keluarga bersama Aini dan Aisyah sambil menunggu para suami datang.


Hari-hari Naura pun berjalan dengan berbagai macam keanekaragaman layaknya seperti wanita yang tengah hamil biasanya, dirinya yang tiba-tiba ingin muntah,atau dirinya yang tiba-tiba ingin memakan sesuatu,namun dirinya merasa beruntung di saat yang seperti ini dirinya memiliki suami seperti Iqbal yang selalu siaga untuk dirinya.


"Mas aku mau makan ketoprak"ucap Naura membangunkan Iqbal yang masih tidur


"Hmm, kamu yakin May ini baru jam 1 pagi"jawab Iqbal


"Iya Mas"ucap Naura


"Mas buatkan yah"jawab Iqbal


"Nggak mau,mau beli"ucap Naura


"Yasudah sebentar Mas cari dulu yah"ucap Iqbal


Iqbal pun akhirnya mencari pedagang ketoprak namun hasilnya nihil, dirinya sama sekali tidak menemukan pedagang ketoprak dirinya akhirnya menepikan mobilnya karena melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah lima,tak terasa sudah 3 jam lebih dirinya berkeliling.

__ADS_1


Sementara Naura yang menunggu Iqbal di rumah merasa khawatir karena Iqbal belum juga pulang jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi,selang beberapa saat terdengar suara mobil Iqbal berhenti di depan rumah bambu.


Naura pun langsung berlari membuka pintu,lalu memeluk kaki Iqbal sambil menangis......


__ADS_2