
Mengunjungi Rumah Silvia
Hingga beberapa lama Naura melihat Iqbal mengajar tampak sepertinya Iqbal telah menyadari kehadirannya.
Iqbal berpamitan kepada muridnya untuk keluar sebentar.
"May kamu ngapain disini sayang"ucap Iqbal saat telah berada di dekat Naura
"Hehe aku cuma mau liat Mas ngajar kok"jawab Naura
"Dasar,mau masuk gak sekalian kenalan sama murid Mas"ajak Iqbal
"Emang boleh Mas"tanya Naura
"Ya boleh dong,ayo"ucap Iqbal sambil menarik tangan Naura.
Iqbal pun masuk kedalam kelas sambil menggandeng tangan Naura dan membawanya untuk duduk di bangku miliknya, sementara itu ia melanjutkan kegiatan mengajarnya.
Selagi menunggu Iqbal mengajar Naura yang duduk di bangku milik Iqbal pun memperhatikan kegiatan belajar mengajar itu dengan tenang.
Hingga tatapan matanya menuju ke salah satu santriwati yang berada di bangku belakang yang tampak tidak fokus
Dirinya tampak melamun sehingga ia tidak seperti mendengarkan apa yang Iqbal jelaskan di depan kelas.
Naura kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi kelas tampak santri lainnya fokus memperhatikan penjelasan Iqbal di depan kelas.
Setelah itu Naura pun kembali mengalihkan perhatiannya pada Iqbal,tampak suaminya itu tengah menjelaskan pelajaran dengan begitu tenang dan mudah di pahami.
Setelah jam pelajaran selesai Iqbal dan Naura pun berjalan menuju ke rumah bambu mereka,saat mereka berjalan tiba-tiba Naura membisikkan sesuatu di telinga Iqbal yang membuat pipi Iqbal bersemu merah.
"Aku mengagumimu Mas Iqbal ku sayang"ucap Naura lalu mengecup pipi Iqbal
"Coba sekali apa,Mas gak denger"ucap Iqbal
"Gak ada pengulangan"jawab Naura
"Kalau yang ini"ucap Iqbal sambil menunjuk kearah pipinya
"No way"jawab Naura
Mereka pun kembali berjalan menuju kerumah bambu mereka,di tengah perjalanan Naura kembali teringat dengan santriwati yang tadi melamun saat jam pelajaran Iqbal.
Naura pun bertanya tentang santriwati itu kepada Iqbal, Iqbal yang mendengarnya pun menjawab pertanyaan Naura.
"Dia salah satu santriwati yang kurang mampu disini May,kemarin dia dapat kabar kalau orangtuaku sedang sakit"jawab Iqbal
Naura pun tertegun mendengar jawaban Iqbal, tiba-tiba hatinya merasa kasihan pada santriwati itu.
"Mas tau alamat rumahnya"tanya Naura
"Kalau mas gak tau sayang"jawab Iqbal
"Tapi kalau kamu pengen tau kamu bisa bertanya kebagian informasi pondok"jawab Iqbal
"Ok,siapa tadi Namanya Mas"tanya Naura
__ADS_1
"Silvia Nur Anisa"jawab Iqbal
"Ok nanti aku minta informasinya ke bagian informasi"jawab ucap Iqbal
"Memangnya kamu mau apa sih"tanya Iqbal
"Aku merasa kasihan Mas,aku mau bantu dia,jadi Insyaallah kalau jadi besok aku minta izin sama kamu buat jenguk keluarganya"jawab Naura
"Sama Mas yah"ucap Iqbal dengan nada khawatir
"Gak usah Mas,kalau sama Mas Iqbal takutnya dia nanti jadi sungkan,nanti aku ajak Tika dan Azizah biar kamu tenang
"Yasudah kalau begitu"jawab Iqbal
"Yasudah aku gak jadi pulang dulu yah Mas aku mau nemuin Tika dan Azizah dulu"ucap Naura
"Yasudah kamu hati-hati"jawab Iqbal
"Iya Mas, Assalamualaikum"salam Naura
"Waalaikumussalam"jawab Iqbal
Naura pun menemui Tika dan Azizah untuk mengajak mereka pergi ke rumah Silvia, setelah melakukan sedikit paksaan akhirnya Tika dan Azizah pun pasrah ikut dengan Naura.
Keesokan harinya Naura bersama Tika dan Azizah berangkat menuju pasar sekitar pukul tujuh pagi.
"Ning mau beli apa"tanya Tika
"Beli sembako dan kebutuhan dapur lainnya"jawab Naura
Mereka pun mengelilingi pasar untuk membeli yang mereka butuhkan.
Mereka pun akhirnya kembali menuju pesantren untuk menjemput Silvia.
Ketika mereka sampai di pesantren tampak Silvia tengah melaksanakan piket di depan Ndalem karena kebetulan hari ini adalah hari Minggu dan dia kebagian piket di depan Ndalem.
"Assalamualaikum"salam Naura pada Silvia
"Waalaikumussalam,eh Ning Naura"jawab Silvia
"Kamu Silvia kan"tanya Naura
"Ehh,iya Ning"jawabnya
"Bisa ikut dengan saya"tanya Naura
"Tapi saya"jawabnya terpotong
"Sudah ayo"ucap Naura sambil menggandeng tangan Silvia.
Mereka pun berjalan kearah mobil Naura disana sudah ada Tika dan Azizah yang menunggu mereka.
"Ustadzah Tika Ustadzah Azizah,ada apa yah"tanya Silvia
"Kami ingin pergi keluar kamu ikut yah"ucap Tika
__ADS_1
"Tapi saya sedang piket di Ndalem ustadzah"jawabnya
"Nanti biar saya yang bilang ke Bu Nyai"jawab Naura
"Ayo"lanjutnya sambil berjalan ke kursi kemudi yang di susul mereka bertiga.
Setelah setengah perjalanan perasaan Silvia semakin tidak tenang.
"Ning sebenarnya kita mau kemana"tanya Silvia lagi
"Nanti kamu juga tahu"jawab Naura
Setelah 30 perjalanan tampak wajah Silvia seperti kebingungan karena ia merasa hafal jalan yang mereka lalui.
"Ehh bukankah ini jalan menuju kampung saya Ning"tanya Silvia
"Yups betul sekali"jawab Naura tampak melihat kearah Silvia
"Ning apa saya membuat kesalahan,sampai saya di pulangkan"tanyanya panik
"Eh eh tenang dulu,siapa yang mau mulangin kamu sih"ucap Naura
"Saya tau orangtua kamu lagi sakitkan kita akan menengoknya hari ini"lanjutnya.
Mendengar jawaban Naura tak terasa air mata Silvia turun membasahi pipinya,rasa Rindu yang telah lama ia pendam akhirnya akan tersalurkan.
Apalagi ketika beberapa hari yang lalu saat ia mendapatkan kabar bahwa orang tua nya tengah sakit sebenarnya ia sangat ingin pulang namun terkendala biaya.
Namun ia tidak menyangka bahwa Istri dari anak pemilik pondok pesantren tempatnya menimba ilmu justru membawanya untuk bertemu dengan orangtuanya.
Setelah beberapa saat akhirnya mobil yang mereka tumpangi telah sampai di perbatasan kampung Silvia.
Air mata Silvia semakin tak terbendung saat mobil yang mereka tumpangi semakin mendekat rumah kedua orangtuanya.
"Ning terimakasih,saya tidak tahu dengan apa saya harus membalas kebaikan Ning Naura"ucapnya sambil menangis.
"Tidak usah seperti itu,cukup kamu buktikan pada saya dengan belajar lebih giat lagi dan buat bangga orangtua kamu"ucap Naura
"Insyaallah Ning saya akan belajar lebih giat lagi,saya ingin membuat bangga orangtua saya"jawabnya yakin sambil menghapus airmata nya.
"kamu yang semangat yah"ucap Tika
"terimakasih Ustadzah"jawab Silvia
"Tidak perlu berterima kasih"ucap Tika
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di depan rumah orangtua Silvia.
"Apa benar rumah mu yang ini"tanya Naura
"Benar Ning"jawabnya
"Yasudah ayo kita keluar"ucap Naura membuka pintu mobilnya.
Mereka pun berjalan menuju rumah orangtua Silvia.
__ADS_1
"Assalamualaikum"salam mereka setelah sampai di depan pintu
"Waalaikumussalam"terdengar jawaban dari dalam Rumah.....