Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Penyesalan


__ADS_3

Penyesalan


 tiba di parkiran apartemennya ntah kenapa hati Naura menjadi gelisah, dirinya merasa tak tenang tapi dirinya tetap memaksakan diri untuk menuju apartemennya, ketika Naura membuka pintu apartemennya terdengar suara seorang wanita yang menusuk hatinya.


"DARIMANA SAJA KAMU NAURA JAM SEGINI BARU PULANG"ucap wanita itu


"Naura abis jalan-jalan Bun"ucap Naura


"Apa yang Bunda dengar tadi itu benar"tanya Erlina pada anaknya itu


"B-bener Bun"jawab Naura gugup


"Sejak kapan"tanya Erlina


"Su-sudah hampir seminggu Bun"jawab Naura


"Astaghfirullah Nau,mau di taruh di mana muka Bunda di hadapan umi dan abi nya Iqbal nanti jika Iqbal sampai mengetahui kelakuan istrinya ternyata seperti ini"ucap Erlina


"M-maksud Bunda,apa bang Iqbal belum tau masalah ini"tanya Naura gemetar


"Tentu saja,dan apakah kamu pikir sudah menjalani peran sebagai istri yang baik bagi Iqbal HAH,jawab Bunda Nau"ucap sang Bunda kesal


"Maksud Bunda"tanya Naura


"Apakah kamu tahu dimana Iqbal sekarang"tanya Erlina


"B-bang Iqbal ya tentu saja ada di sini kan Bun"jawab Naura


"Apa seperti ini seorang istri, suaminya pergi keluar kota untuk bekerja bahkan istrinya tidak tahu"ucap Erlina sambil menangis tersedu-sedu.


"Ma-maksud Bunda apa, Naura gak faham Bun"ucap Naura


"Kenapa hp kamu tidak aktif seharian"tanya Erlina lagi


"Hp Naura di pegang sama Ewad seharian ini bun"jujur Naura, memangnya Bang Iqbal kemana Bun"tanya Naura yang sudah sangat gemetaran


"Kamu tanyakan saja pada Iqbal,Bunda gak nyangka kamu seperti ini Naura,Bunda merasa sudah gagal mendidik kamu,mulai besok selama Iqbal tidak ada kamu tinggal di rumah Bunda dan hanya boleh keluar sekolah doang"ucap Erlina sambil pergi dari apartemen anaknya itu.


Sekepergian Bunda nya Naura buru buru menyalakan hp nya,dan betapa kagetnya dirinya melihat lebih dari 70x lebih Iqbal menelpon nya dan ada juga banyak pesan dari Iqbal untuknya.


Assalamualaikum May maaf Abang pergi tidak memberi tahu kamu dulu, Abang tiba-tiba dapat panggilan dari sekolah kalau pelatihannya di majukan jadi Abang harus berangkat hari ini,tadinya Abang mau nelpon kamu tapi nomer kamu tidak aktif jadi Abang hanya bisa mengirim pesan ini


Assalamualaikum May, sudah makan siang belum sekarang Abang lagi di jalan mau ketempat pelatihan,nomer kamu kenapa belum aktif


Assalamualaikum May,sudah pulang belum udah mau Maghrib loh,kamu kan janji sama Abang gak pulang malam


Itu beberapa pesan dari Iqbal yang sempat di baca Naura, Naura sudah tidak kuat lagi menopang tubuhnya, Naura akhirnya menangis sejadi-jadinya, setelah tangisannya mereda dirinya buru-buru menelpon Iqbal, setelah sekian lama menunggu akhirnya Naura mendengar suara Iqbal.


"Assalamualaikum May,ada apa"ucap Iqbal lembut


"Waalaikumussalam bang, Abang udah sampai"tanya Naura dengan suara serak


"Alhamdulillah sudah May,kamu abis nangis May"tanya Iqbal


"Ehh,nggak kok bang,ini Naura cuma kepedasan"bohong Naura


"Owh Yasudah,lain kali jangan makan yang terlalu pedas ya May,apa kamu sudah di rumah Bunda May"tanya Iqbal


"Iya bang,aku masih di apartment bang besok baru kerumah Bunda"ucap Naura


"Owh Yasudah kamu hati-hati di apartment yah May,jangan lupa shalat"ingat Iqbal


"Iya bang"jawab Naura


"Ya sudah Abang pamit dulu ya,kamu langsung tidur ya sudah malam, assalamualaikum"salam Iqbal


"Waalaikumussalam"jawab Naura


Setelah panggilan selesai Naura kembali menangis sejadi-jadinya menyadari apa yang telah di lakukan olehnya, terhadap Iqbal yang merupakan suami yang sangat perhatian padanya bahkan dia sama sekali tidak menyinggung masalah nomer Naura yang tidak aktif tadi siang.


Akhirnya Naura pun tertidur di ruang tengah tanpa ia sadari,tak terasa waktu sudah pagi namun tampak Naura belum bergerak sama sekali dari tidurnya tepat pukul enam pagi Erlina pun sampai di apartment anaknya itu dirinya pun mengucapkan salam,namun karena tidak ada jawaban ia langsung masuk kedalam apartemen itu,saat sampai di ruang tengah terlihat Naura masih tertidur di lantai Erlina pun kaget dan langsung mendekati Naura,masih nampak sisa-sisa air mata di wajah anaknya itu.


"Bunda harap kamu menyesali perbuatan mu itu nak"ucap Erlina dalam hati,lalu dirinya membangunkan Naura.


"Nau bangun Nau udah siang"ucap sang Bunda


"Enggh,jam berapa Bun"tanya nya


"Jam enam lewat lima Nau"ucap Erlina 

__ADS_1


Naura yang mendengar ucapan Sang Bunda langsung terlonjak kaget dirinya belum melaksanakan shalat subuh, dirinya pun langsung berlari menuju kamar mandi untuk berwudhu, Erlina yang melihat itu tampak tersenyum.


"Kamu sudah banyak berubah Nau, Bunda bangga sama kamu"ucapnya.


Setelah Naura pergi Erlina buru-buru menyiapkan sarapan untuk anaknya itu,saat Naura keluar dari kamarnya Erlina langsung mengajak Naura untuk sarapan.


"Maafin Nau ya Bun"ucap Naura


"Bunda maafin kamu,tapi Bunda harap kamu tidak akan mengulangi kesalahan kamu lagi"ucap Erlina


"Nau janji Bun"balas Naura


"Apa kamu sudah jujur pada Iqbal,dan Bunda minta kamu untuk jauhin Edward"ucap Erlina


"Nau belum ngasih tau bang Iqbal Bun,Nau takut ganggu bang Iqbal, rencananya nanti aja pas bang Iqbal pulang baru Nau kasih tau, terus kalau untuk menjauhi Ewad kayaknya susah Bun Naura sama Ewad kan satu kelas"jawab Naura


"Yasudah kalau belum bisa menjauhinya setidaknya jangan mendekatinya dan menghindarinya paham"ucap Erlina


"Iya Bun"balas Naura


Setelah selesai sarapan Erlina mengantar Naura menuju sekolahnya,lalu kembali ke apartemen anaknya itu untuk mengemasi pakaian anaknya untuk dibawa kerumah.


Di sekolah Naura yang turun dari mobil langsung di sambut kedua sahabatnya itu.


"Tumben lu di anter Nau"tanya sella


"Lagi di pingit gue"balas Naura, sontak jawaban Naura membuat gelak tawa sella dan Rindu pecah.


Gelak tawa mereka terhenti kala melihat seorang pemuda berjalan mendekati mereka, Naura yang melihat Edward berjalan mendekat mengajak kedua sahabatnya untuk pergi


Edward yang melihat sikap Naura seperti itu tentu saja kaget, dirinya lalu pengejar Naura dan kedua sahabatnya itu setelah berhasil mendekat Edward pun mencekal lengan Naura, Naura berusaha melepaskan tangannya namun gagal.


"Lepasin tangan aku Wad"ucap Naura


"Kamu kenapa sih Nau, kenapa sikap kamu berubah dari kemarin setelah kamu dapat telepon darinya,apa dia menjelekan ku"tanya Edward sambil satu tangannya lagi menunjuk sella


"Heh elu kok jadi nyalahin gue sih, maksud lu apa hah"ucap Sella tak terima


"Sudah Wad,ini bukan salah sella,ini salah aku,lebih baik kita akhiri hubungan kita sampai disini saja Wad"ucap Naura lalu berlalu pergi setelah tangannya terlepas.


Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kelas untuk bersiap-siap melaksanakan upacara.


Setelah selesai upacara mereka kembali ke kelasnya


"Aneh gimana sih sell"tanya Rindu gak paham


"Gue semalam di omelin sama Bunda gue,yang bikin gue sakit hati itu,bukan karena gue di omelin,tapi karena gue lihat Bunda gue yang nangis gara-gara gue sakit banget tau gak Sel Ndu"ucap Naura sambil mengeluarkan airmata


Dirinya pun menceritakan semua kejadian tadi malam yang terjadi dengan sang Bunda tapi dengan tidak menceritakan masalah dengan Iqbal.


Akhirnya jam pulang sekolah pun tiba, Edward kembali mendekati Naura untuk meminta penjelasan yang tidak pernah dia dapatkan dari tadi.


"Nau tungguin aku Nau"ucap Edward mencoba mengejar Naura yang telah berlari, Nuara yang memang mempunyai kecepatan lari yang cepat membuat Edward kesulitan untuk mengejarnya,namun dirinya tidak putus asa.ketika tangannya sudah akan bisa menggapai tangan Naura tiba-tiba terdengar suara seorang wanita.


"Berhenti kamu"ucap wanita itu


"T-tante"ucap Edward


Wanita itu ternyata adalah Erlina "Jauhi anak saya"ucap Erlina lagi


"Tapi kenapa Tan,aku salah apa"ucap Edward


"Kalian memang tidak berjodoh,jadi lupakan Naura ucap Erlina sambil membawa Naura masuk kedalam mobil lalu berjalan meninggalkan gerbang sekolah.


Sementara Edward yang masih berdiri di gerbang sekolah mengepalkan tangannya dirinya kesal belum juga genap seminggu hubungannya dengan Naura kembali terjalin kini harus pupus kembali.


"ARGGHH"teriak Edward.


"Aku pastikan aku akan mendapatkan kamu lagi Nau tunggu saja"ucap Edward.


Sementara itu Naura baru saja tiba di rumah Bundanya sempat menanyakan bagaimana dengan bajunya karena mereka tidak mampir terlebih dahulu ke apartemen Naura,namun sang Bunda dengan santainya menjawab dia telah memindahkan baju Naura ke kamar Naura yang dulu.


"Inget ya selama kamu disini kamu gak boleh keluar rumah kecuali sama Bunda,itu bentuk hukuman buat kamu"ingat Erlina pada anaknya itu.


"Iya Bun Naura ingat"jawab Naura.


Setelah selesai berbicara dengan sang Bunda Naura berjalan kearah kamarnya dulu, ketika dirinya merebahkan badan di kasur dia mengingat kembali kenangan nya dulu di kamar ini.


Setelah puas bernostalgia Naura memutuskan untuk menelepon Iqbal,entah kenapa sejak ditinggal oleh Iqbal kemarin Naura merasa selalu rindu pada Iqbal,rindu dengan ucapannya,dengan kelakuannya,dan tentunya rindu ingin memeluk Iqbal.

__ADS_1


"Assalamualaikum bang"salam Naura setelah panggilan nya tersambung


"Waalaikumussalam May,apa kabar"jawab Iqbal


"Aku baik kok, Abang gimana"ucap Naura


"Alhamdulillah Abang baik-baik aja kok"jawab Iqbal


"Abang kapan pulangnya sih aku kangen tau"ucap Naura


"Ihh baru juga 2 hari ini masa udah kangen"balas Iqbal menggoda.


Akhirnya Naura dan Iqbal pun terus bercerita sampai tak terasa mereka telah menghabiskan waktu hampir 2 jam sampai akhirnya Iqbal memutuskan sambungan telepon karena sudah masuk waktu ashar.


Setelah puas menelpon Iqbal Naura pun berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu.


Naura baru keluar dari kamarnya setelah shalat Maghrib,dan langsung membantu sang Bunda memasak di dapur.


"Mau masak apa Bun"tanya Naura.


"Gak tau Bunda bingung"jawab sang Bunda.


Setelah beberapa lama berpikir, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat tempe orek,cah kangkung dan ikan goreng saja.


Tak butuh waktu lama bagi kedua wanita itu menyelesaikan masakannya menjelang isya semua masakan sudah tersaji di meja makan.


Alan yang baru saja tiba di Rumah langsung mencium aroma makanan yang lezat membuat dirinya langsung lapar.


"Assalamualaikum"salam Alan


"Waalaikumussalam"jawab Naura dan Erlina


"Wih masak apa nih,enak kayanya"tanya Alan


"Pasti dong Dad,yaudah mau makan dulu atau bersih-bersih dulu"tanya Erlina


"Daddy mau mandi dulu aja deh,gerah"ucap Alan


"Yaudah"jawab Erlina


Akhirnya Naura dan kedua orang tuanya makan malam setelah shalat isya, Naura kembali bernostalgia di meja makan bagaimana kegiatan Naura sebelum dirinya menikah, setelah selesai makan malam Naura bersama sang Bunda membersihkan piring bekas makan malam mereka.


Sebelum kembali ke kamar Naura kembali mendapatkan wejangan kali ini berasal dari sang Daddy.


Flashback:


Saat Alan pulang dari kantor memang Erlina masih di apartment Naura,saat Erlina tiba dirumah Alan sangat kaget melihat keadaan istri nya itu, setelah keadaan Erlina membaik Alan pun bertanya kepada Erlina apa yang terjadi.


Setelah Erlina menceritakan semuanya Alan merasa kecewa pada anaknya, walaupun memang Edward adalah cinta pertama anaknya yang telah lama menghilang.


Setelah mendapatkan wejangan dari sang Daddy akhirnya Naura pun kembali ke kamarnya, setelah chattingan sebentar dengan Iqbal Naura pun akhirnya tertidur.


Tak terasa sudah 3 Minggu berlalu, menurut jadwal hari ini Iqbal akan kembali ke Jakarta setelah melaksanakan pelatihan pendidikan selama 3 Minggu di luar kota.


Naura pun telah mempersiapkan kejutan untuk kedatangan Iqbal, dirinya telah memasak berbagai masakan, mendekorasi apartment nya dan lain-lainnya dirinya pun sudah berdandan untuk suaminya itu.


Namun hari sudah sore tapi Iqbal belum juga sampai ke apartemen,hal itu membuat Naura khawatir.


"Bun kok bang Iqbal belum datang yah"tanya Naura


"Sabar Nau,mungkin masih di jalan"jawab sang Bunda


Selang beberapa menit tampak hp Naura berdering,nampak di layar tertulis nama "Bang Iqbal"


"Bang Iqbal nelpon Bun"ucap Naura gembira


"Ya angkat dong Nau"ucal sang Bunda


Naura pun mengangkat telpon itu.


"Assalamualaikum bang"salam Naura


"Waalaikumussalam,maaf apa ini dengan istrinya saudara Muhammad Iqbal Al Haq"tanya orang di sebrang sana


"B-benar ini dengan siapa"ucap Naura kaget karena bukan suara Iqbal di sebrang sana,yang lebih mengagetkan lagi bagi Naura adalah penjelasan pria se sebrang sana


"APAA,BAPAK JANGAN BERCANDA YAHH"ucap Naura,lalu ambruk...


"Bang maafin Naura bang, Naura menyesal"ucap Naura

__ADS_1


"Nau,kamu kenapa Nau, Iqbal kenapa"tanya sang Bunda


"Bang Iqbal Bun" ucap Naura


__ADS_2