Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Kebersamaan


__ADS_3

Kebersamaan


Jam pulang sekolah telah tiba para murid mulai meninggalkan areal sekolah begitupun Naura dan kedua temannya.


Di tengah perjalanan menuju apartemennya mobilnya tiba-tiba mogok


"Kok tiba-tiba mogok sih, padahal bensinnya masih banyak"ucap Naura,Naura hendak memesan taksi online atau ojol,tapi di baru ingat di tidak membawa uang lebih hari ini


"Haduh gimana yah,bang Iqbal ada rapat guru lagi"bingung Naura


"Apa gue coba aja ya,chat bang Iqbal,coba deh"pikir Naura


"Assalamualaikum bang,apa rapatnya udah mulai"chat Naura


"Waalaikumussalam,belum May kenapa...?"jawab Chat Iqbal


"Mobil ku mogok bang,mau naik taksi online gak bawa uang lebih"aku Naura di chat, tiba-tiba Iqbal langsung menelpon Naura


"Hallo assalamualaikum May, sekarang posisi kamu ada dimana...? tanya Iqbal di sebrang sana


"Waalaikumussalam, sekarang aku di jalan ksatria bang"


"Yasudah sekarang Abang kesana ya"ucap Iqbal


"Tapi kan Abang mau rapat"ucap Naura


"Nggak papa May,Abang bisa izin kok,tunggu ya"ucap Iqbal


"Iya bang,aku tunggu"ucap Naura.


Tak selang beberapa lama motor Iqbal sudah terlihat oleh Naura,lalu Iqbal pun turun dari motornya dan berjalan kearah Naura


"Assalamualaikum May"salam Iqbal


"Waalaikumussalam bang"ucap Naura lalu mencium tangan Iqbal


"Kok mobilnya bisa mogok May"tanya Iqbal


"Ya mana akau tau bang"jawab Naura


"Ya sudah Abang cek dulu yah"ucap Iqbal


"Iya bang"Naura mengiyakan, Iqbal pun coba memeriksa keadaan mobil Istrinya itu namun tidak menemukan apa apa.


"Kayanya gak ada yang aneh deh May"ucap Iqbal


"Gak ada yang aneh atau Abangnya yang gak ngerti"jawab Naura menatap wajah Iqbal


"Hehe, kayanya Abang yang gak ngerti May"jujur Iqbal


"Terus gimana dong"ucap Naura


"Kamu Abang anterin aja dulu pulang, nanti biar Abang yang dorong mobil kamu, kebetulan 500meter lagi ada bengkel mobil"ucap Iqbal


"500 meter bang,itu kan lumayan kalau sambil dorong mobil"ucap Naura


"Gak papa May Abang kuat kok"ucap Iqbal


"Nggak deh aku gak mau pulang duluan"ucap Naura


"Terus gimana"tanya Iqbal


"Abang dorong mobil biar aku dorong motor Abang"jawab Naura


"Kan motor Abang gak mogok May,kalau mau kamu pulang naik motor Abang aja"ucap Iqbal


"Nggak mau pokoknya aku mau ikut"ucap Naura rewel


"Ya udah deh,tapi kalau capek pulang ya"nasihat Iqbal


"Iya bang,ayo jalan"ucap Naura


"Siap bos"jawab Iqbal, akhirnya mereka pun mendorong kendaraan itu, Iqbal mendorong mobil sementara Naura mendorong motor,setelah 500 meter yang sangat melelahkan bagi Iqbal akhirnya mereka sampai di tambal ban.


"Bang minta uang dong mau beli minuman"Naura meminta uang


"Nih"ucap Iqbal memberikan uang 100ribu


"Makasih Abang"ucap Naura


"Sama-sama May"balas Iqbal.


Tak berapa lama Naura kembali dengan membawa dua botol minum dengan tisu,Naura pun tiba tiba melap Wajah Iqbal yang berkeringat.


"Degh"jantung Iqbal tiba-tiba berdetak kencang


"Nih bang minum,ucap Naura sambil menyodorkan botol


"Makasih may"ucap Iqbal


"Sama-sama bang"mereka pun menunggu mobil yang tengah diperbaiki itu.


"Mohon maaf pak salah satu sparepart nya ada yang harus di gant dan kebutal stok di bengkel lagi kosong pak dan baru datang nanti malam,jadi paling cepat besok siang baru selesai, bagaimana pak"ucap sang montir


"Gimana May"tanya Iqbal


"Gimana apa nya bang"jawab Naura


"Mobil paling besok selesai soalnya ada yang harus diganti kebetulan gantinya kosong baru ada besok gitu"ucap Iqbal


"Yasudah kita pulang aja, mobilnya gak papa taruh di sini aja dulu"ucap Naura


"Yasudah,ayo"ucap Iqbal

__ADS_1


"Pak saya pulang dulu ya, insyaallah besok sore saya kesini lagi ngambil mobilnya, assalamualaikum"pamit Iqbal


"Waalaikumussalam"jawab montir.


Iqbal pun menstarter motornya"Naura pun duduk di jok belakang lalu memluk Iqbal"degh"lagi lagi jantung Iqbal berdetak kencang di buatnya.


"Udah siap May"tanya Iqbal


"Udah bang"jawab Naura


"Bismillah"ucap Iqbal pelan.


Di tengah perjalanan Naura melihat ada tukang bakso di depan mereka, dirinya merasa lapar.


"Bang berhenti beli baso dulu ya"ajak Naura


"Iya May"ucap Iqbal, Iqbal pun menghentikan motornya di depan gerobak.


"Mang beli baksonya"ucap Naura


"Berapa Neng"jawab tukang bakso


"Abang mau gak"tanya Naura


"Boleh May"ucap Iqbal


"Berarti 2 bungkus bang pedes ya"ucap Naura,yang mengetahui Iqbal menyukai pedas


"Ok tunggu ya neng"ucap tukang bakso, Naura pun duduk menyamping di jok belakang sambil menunggu baksonya.


"Kalian Kakak adek ya"tanya pedang bakso tersebut


"Ehh"kaget mereka berdua


"Kok bisa mikir kita adek Kakak mang"tanya Iqbal


"Soal kalian mirip,kalau bukan adek kakak apa suami istri"tebak sang tukang bakso


"Uhuk uhuk"Naura dan Iqbal tersedak mendengar ucapan tukang bakso itu


"Bahkan bener,saya do'a kan moga hubungannya langgeng"ucap tukang bakso itu


"Aamiin"ucap mereka dalam hati


Setelah bakso jadi mereka melanjutkan kembali perjalanannya menuju apartemennya.


"Aku siapin baksonya ya bang"ucap Naura


"Iya May Abang simpan barang Abang dulu,sini tas kamu biar sekalian Abang simpan"ucap Iqbal


"Yaudah makasih ya bang"ucap Naura lalu mengambil mangkok untuk makan bakso


Tak berapa lama Iqbal datang lagi dengan baju yang telah berganti dengan baju santai


"Nanti aja May abis makan bakso,kamu juga ganti baju dulu sana, ucap Iqbal balik


"Hehe,sama bang nanti aja, lagian besok kan Minggu,besok jadikan bang ke Ancol"tanya Naura


"Insyaallah May"jawab Iqbal


"Yaudah kita makan baksonya dulu takut keburu dingin ucap Naura


Minggu pagi mereka tengah bersiap-siap untuk pergi ke Ancol


"Bang mau bawa baju ganti berapa"tanya Naura


"Satu aja May"jawab Iqbal


"Kok cuma satu sih,kalau nanti udah ganti ehh pengen renang lagi gimana"ucap Naura


"Yaudah bawa 2 aja kalau gitu"ucap Iqbal lagi


"Ok"jawab Naura


"Mau bawa bekal gak May"tanya Iqbal


"Nggak usah Bang beli disana aja"ucap Naura


"Yaudah ayo kita berangkat biar puas mainnya"ucap Iqbal mengambil kunci motornya


"Yaudah ayo"ucap Naura.


Sesampainya di Ancol mereka pun segara berganti pakaian lalu berenang,ketika tengah asik berenang Naura melihat siluet tubuh yang tidak asing di kejauhan.


"Bang itu Bunda sama Daddy bukan sih"tanya Naura memastikan


"Mana May" tanya Iqbal


"Itu tuh bang" tunjuk Naura pada dua orang yang tengah duduk bersama


"Kayanya iya May,coba kita deketin yuk"ajak Iqbal, Naura pun menganggukan kepalanya


Setelah mendekat Naura sudah yakin itu adalah Daddy dan Bunda yang,dia pun berteriak


"DADDY......BUNDA....."merasa terpanggil kedua orang itupun berbalik dan mereka kaget melihat siapa yang memanggil mereka"ehh"


"Naura Iqbal kenapa kalian bisa ada di sini"tanya Bunda nya bingung


"Yang harusnya nanya itu aku,kok Bunda sama Daddy bisa ada disini"kesal Naura


Ya kami lagi liburan lah ngapain lagi"ucap sang Bunda santai


"Kok gak ngajak Naura sama bang Iqbal sih"tanya Naura masih kesal

__ADS_1


"Wih Dad anak kita udah bisa manggil Abang sama suaminya,hahaha"tawa sang Bunda


"Lah terus emang kenapa kalau aku manggil suami aku Abang masalah sama Bunda"ucap Naura


"Enggak dong malah bunda seneng,hehe"sang Bunda terkikik


"Sudah sudah ayo kita renang"lerai sang Daddy


"Ayo aku mau sama Daddy"ucap Naura sambil menyeret sang Daddy


"Naura itu suami Bunda kembaliin,kesal sang Bunda sambil mengejar Naura dan suaminya, sementara Iqbal hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan istrinya


Setelah selesai bersenang-senang di pantai mereka memutuskan untuk istirahat ketika memasuki waktu Dzuhur, setelah berganti pakaian dan shalat Dzuhur mereka memutuskan untuk makan siang.


"Kok kamu bisa sampai kesini sih Nau,kan Bunda jadi gagal ngedate sama Daddy kamu"ucap sang Bunda


"Emang Bunda aja yang bisa liburan,Nau juga bisa kali"ucap Naura


"May mau makan apa...?"tanya Iqbal


"Aku ikut aja bang"jawab Naura


"Kalau Bunda sama Daddy....?"tanya Iqbal lagi


"Bunda sama Daddy ikan bakar aja,sama es teh manis"jawab sang Bunda


"Yasudah kalau gitu Iqbal samain aja ya, Iqbal pesen dulu ya"ucap Iqbal sambil beranjak pergi memesan makan.


"Kok Iqbal panggil kamu "May" Nau"tanya sang Bunda


"Biar beda dari yang lain katanya Bun"ucap Naura


"Kamu bahagia kan Nau nikah sama Iqbal"tanya sang Bunda lagi


"Sejauh ini Nau cukup bahagia Bun"jawab Naura


"Apa kamu udah mulai jatuh cinta dengan Iqbal"Sang Bunda menyelidiki


"Nau gak tau Bun,Nau juga bingung"ucap Naura


"Bunda liat Iqbal itu pria baik dan bertanggung jawab,liat aja tadi kalau Bunda yang ajak kamu shalat aja kamu susah banget,tapi tadi gak banyak ngomong langsung mau


"Karena udah biasa Bun, setelah nikah sama bang Iqbal Nau selalu shalat 5 waktu, kadang malah shalat tahajud juga"ucap Naura


"Wow Bunda terkejut, ternyata kamu bisa bertobat juga Nau,hahaha"ucap sang bunda


"Uhh Bunda nyebelin"ucap Naura


"Kalau masalah keuangan gimana Nau"tanya sang Daddy


"Nau merasa cukup kok Dad"balas Naura


"Berapa uang bulanan yang di kasih Iqbal Nau"tanya sang Daddy


"Bang Iqbal nggak ngasih Nau uang bulanan Dad,cuma setiap Minggu Nau dikasih 1juta buat bekal Nau sekolah sama beli bensin,kalau untuk urusan selain itu beda lagi"aku Naura


"Jadi 1 juta itu khusus jajan di sekolah sama beli bensin doang"ucap sang Daddy


"Iya Dad"ucap Naura


"Syukurlah kalau gitu, Daddy sempat merasa khawatir saat Iqbal meminta Daddy untuk tidak memberikan uang untuk kamu lagi,tapi seperti Daddy salah,liat anak Daddy ini sekarang makin subur,hahaha"ucap sang Daddy


"Uhh,jadi Daddy bilang aku gendutan gitu"sebal Naura


"Iya Nau kamu gendutan"ucap sang Bunda


"Ihh, kok Bunda ikut-ikutan sih"ucap Naura


"Nau harus diet dong"ucap Nau sedih


"Lagi ngomongin apa sih kok seru banget sih keliatan"tanya Iqbal yang sudah ada di dekat mereka


"Nggak ngomongin apa-apa kok bang,cuma ngobrol biasa aja"balas Naura


"Owh, yaudah kita makan dulu yah"ucap Iqbal sambil menaruh Ikan bakarnya.


Setelah memakan ikan bakar mereka kembali mengobrol.


"Kalian dari sini rencananya mau kemana"tanya sang Bunda


"Kita mau belanja kebutuhan dapur di pasar Bun"ucap Naura


"What kamu kepasar gak salah tuh,hahaha"sang bunda tertawa lepas


"Lah emang kenapa"tanya Naura


"Lah dulu aja tiap bunda ajak ke pasar jawabannya pasti gak mau ahh Bun bau udah gitu jorok banyak sampah"ucap sang Bunda


"Itu kan dulu, sekarang mah beda, Naura sekarang tiap Minggu ke pasar"jawab Naura


"Emang kamu bisa nawar"tanya sang Bunda


"Eitss jangan remehin Naura gini-gini Nau itu jagonya nawar"ucap Naura


"Ok kalau gitu nanti kita buktikan siapa yang paling pintar nawar Bunda atau kamu gimana"tantang sang Bunda


*Ok,siapa takut"jawab Naura


"Kalau Bunda kalah Bunda harus ganti uang yang Naura belanjain di pasar,gimana"ucap Naura


"Ok,begitupun sebaliknya ok"ucap sang Bunda


"Deal"balas Naura

__ADS_1


__ADS_2