Istri Rahasia Guru Idaman

Istri Rahasia Guru Idaman
Kebersamaan Part 2


__ADS_3

Kebersamaan Part 2


Jam 13:30


Mereka telah ada di mobil masing-masing mereka akan segera menuju pasar untuk berbelanja.25 menit kemudian mereka telah sampai di pasar dan segera turun


"Ok kita sudah sampai di pasar,kita mulai duel nya ok"ucap Erlina


"Siapa takut Bun"jawab Naura


"Ok jadi aturannya adalah siapa yang bisa menghemat uang lebih banyak dia yang menang,jika salah satu pihak memiliki jumlah barang belanjaan lebih banyak,maka barang yang lebih tersebut tidak di hitung, bagaimana"ucap sang Bunda


"Aku setuju"balas Naura


"Kita juga akan bertukar pasangan untuk duel ini,biar tidak ada kecurangan"ucap sang Bunda


"Maksud Bunda"tanya Naura tidak faham


"Jadi nanti pergi belanja sama Daddy kamu Bunda sama Iqbal,biar kamu gak curang nanti kalau kamu sama Iqbal harga dari sananya 80 kamu jadiin 100 terus kamu nawarnya 75 kamu tulis 50"ucap sang Bunda


"Mana ada, Bunda jangan meremehkan aku ya"ucap Naura tak terima


"Ok kalau gitu kita mulai,mas mana dompet kamu"ucap Erlina pada suaminya


"Ehh"Alan kaget tapi tetap memberikan dompetnya


"Bang"ucap Naura sambil mengulurkan tangan,Iqbal yang mengerti langsung memberikan dompetnya pada Naura


"Ok kita mulai, waktunya di mulai dari sekarang"ucap sang bunda langsung menarik tangan Iqbal begitupun Naura yang langsung menarik tangan sang Daddy.


Tampak ibu dan anak itu sangat serius menawar barang belanjaan yang mereka beli.


Di sisi sang Bunda.


"Bang Daging Ayam nya sekilo berapa"tanya Erlina


"65 Bu"jawab pedagang


"50 aja ya bang saya beli 3 kilo"tawar Erlina


"Belum bisa Bu"tolak pedagang


"55 udah bang 3 kilo"tawar Erlina lagi


"Belum bis..."ucap pedagang belum selesai bicara langsung di potong oleh Erlina


"Yasudah kalau tidak bisa,tidak jadi"ucap Erlina sambil berjalan pergi


"Ehh Bu yasudah deh 55 gak papa,3 kilo kan"ucap pedagang


"Iya pak"ucap Erlina, setelah itu dirinya pergi ke pedagang sayuran, setelah memilih apa yang dia butuhkan dia memberikan belanjaannya untuk di hitung.


"Berapa pak"tanya Erlina


"Totalnya jadi 120 Bu"ucap pedagang 100 aja ya pak"


Belum Bu paling 115 Bu"ucap pedagang


"110 aja pak"tawar Naura lagi


"Yasudah deh bu"ucap pedagang sayur itu begitu seterusnya.


Di sisi Naura


Dirinya coba menerapkan strategi yang telah ia siapkan sedari tadi yaitu membeli kebutuhan yang harganya mahal dulu agar iya bisa tawar lebih banyak.


"Bang Daging sapi berapa"tanya Naura


"105 neng sekilo"ucap pedagang


"90 aja ya bang saya beli 3 kilo, soalnya uang nya pas saya lagi butuh banget


"Yasudah deh neng tiga kilo yah"


"Iya pak"jawab Naura,lalu dirinya pergi ke toko elektronik untuk membeli rice cooker, karena kebetulan rice cooker di apartemennya sudah agak rusak dia tidak khawatir akan menghabiskan uang sang suami karena dia yakin akan bisa mengalahkan sang Bunda


"Koh rice cooker yang itu berapa"tunjuk Naura


"Itu yang 750 neng"jawab pedagang itu


"650 lah koh"tawar Naura


"Hayah ya belum lah,730 saja yah"ucap si ngkoh


"700 aja deh koh saya ambil gimana"tawar Naura


"Hayah yasudah lah ambil lah"jawab pedagang itu


"Makasih koh"ucap Naura sambil berjalan untuk membayar, Naura terus memilih barang yang ia butuhkan tetapi yang menurut ia bisa ia tawar agak gede maka dia akan dahulukan,sampai tak terasa sudah 2 jam mereka berkeliling di pasar kedua lelaki itu tampak sudah kewalahan membawa barang belanjaan ibu dan anak itu, mereka berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat terlebih dahulu baru menghitung siapa yang menang.


Setelah selesai shalat mereka duduk di teras masjid.


"Jadi dimana kita akan membacakan hasilnya"tanya sang Bunda


"Kita cari pedagang bakso aja Bun,Nau lapar nanti disana kita hitung sama bakso nya sekalian"ucap Naura


"Ok setuju"jawab sang Bunda.

__ADS_1


Setelah menemukan pedagang bakso mereka pun duduk di meja yang telah di siapkan


"Pak baksonya 4 ya pedes 3 jangan pedes 1"ucap Naura


"Ok mbak di tunggu ya"ucap pedagang bakso


"Ok jadi siapa yang menang"tanya Naura


"Ok jadi ini list daftar belanjaan Bunda,1.daging ayam 3kg harga awal 195 jadi 165, 2.sayuran dari 120 jadi 110, 3.90 jadi 85, 4.100 jadi 90, 5.50 jadi 45, 6 75 jadi 70, skip jadi total barang belanjaan Bunda adalah 12 macam barang, dengan total uang yang di hemat adalah 130 ribu"ucap Iqbal


"Gimana hebat kan Bunda"sombong sang Bunda


"Kamu hebat Er"puji Alan


"Hahaha cuma 130 aja bangga"ejek Naura


"Emang kamu berapa Nau"tanya sang Bunda penasaran


"Daddy bacain dong"perintah Naura pada Deddynya


"Ok,ini daftar belanjaan Naura 1. 3kg daging sapi harga awal 315 jadi 270, 2.Rice cooker 750 jadi 700, 3 350 jadi 325 4.125 jadi 115 skip jadi jumlah barang yang di beli Naura ada 15 jenis barang, total uang yang di hemat Naura adalah 220 ribu di kurangi 3 barang terakhir yang tidak masuk hitungan jadi 200 ribu"ucap sang Deddy


"Yeay,Nau menang Bunda kalah,hahaha"ucap Naura girang


"Kamu curang Nau masa pake acara ada rice cooker sama blender gitu"ucap sang Bunda membela diri


"Yeah kan gak ada larangannya wlee"Naura mengejek sang Bunda


"Jadi Bunda harus mengganti uang yang Naura belanjakan, hahahaha"ucap Naura puas


"Iya,iya nanti Bunda ganti"ucap sang Bunda sebal


"Akhirnya bakso yang mereka pesan pun tiba, mereka pun larut menikmati baksonya masing masing.


"Bun abis ini jangan langsung pulang yah, mampir dulu ke apartemen Nau"ucap Naura


"Mau apa Nau"tanya sang Bunda


"Kita makan malam bersama"ucap Naura


"Siapa yang masak"tanya sang Bunda


"Ya Bunda sama Nau lah"Jawab Naura


"Emang kamu bisa masak,masuk dapur aja gak pernah"Sang Bunda mengejek


"Ish ish ish tak betul tak betul,itu kan dulu Bun beda lagi kalau sekarang, sekarang Nau itu udah berevolusi menjadi Naura yang ahli dalam berbagai hal apa lagi urusan rumah tangga, walaupun sifat malasnya gak hilang sih,hehe"ucap Naura di akhiri candaan


"Bunda jadi pengen lihat se ahli apa kamu masak Nau,yaudah nanti kita makan malam bersama"ucap sang Bunda


"Ok"jawab Naura


Di dalam apartemen.


"Jadi kita masak apa sekarang"tanya sang Bunda", sebelum menjawab Naura melihat jam sebentar lagi sudah masuk waktu Maghrib


"Kita mandi dulu aja Bun, bentar lagi Maghrib"jawab Naura


"Tumben kamu inget waktu shalat Nau, Bunda memang gak salah nyetujuin warga buat nikahin kamu sama Iqbal waktu itu"ucap sang Bunda, sementara Naura hanya terkekeh mendengarnya, mereka pun bersiap untuk melaksanakan shalat Maghrib dengan di imami Iqbal, setelah shalat Maghrib Iqbal mengajari Naura terlebih dahulu,Erlina dan Alan yang melihat itu tampak meneteskan airmata bahagia,karena putri mereka satu-satunya mendapatkan jodoh yang sangat sempurna yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


"Semoga kamu tidak merubah hati Nau ketika dia datang pada mu  Nau, Bunda harap kamu sudah bisa melabuhkan hati mu pada Iqbal" ucap sang Bunda dalam hati.


"Oke jadi kita mau masak apa nih"tanya Naura


"Apa ya"jawab sang bunda


"Coba kamu tanya suami mu sama Daddy mau makan apa mereka"ucap sang bunda lagi


"Ok"ucap Naura.


Abang sama Daddy mau makan apa....?"tanya Naura


"Terserah May"jawab Iqbal


"Ga ada kata terserah bang harus milih"ucap Naura


"Hmm,apa dong yasudah Abang mau semur ayam aja"ucap Iqbal 


"Kalau Daddy"tanya Naura


"Daddy mau apa ya....ah Daddy mau rendang saja"jawab sang Daddy


"Ok kalau begitu"ucap Naura.


"Gimana May"tanya sang Bunda


"Bang Iqbal mau semur ayam,terus Daddy mau rendang" jawab Naura


"Ok,kamu bisa masak yang mana"tanya sang Bunda


"Ish, Naura bisa keduanya lah"balas Naura


"Yakin,kalau gitu kita lomba lagi gimana...?"tantang sang Bunda


"Siapa takut"Naura menerima tantangan


"Ok kalau gitu kita buat dua jenis makanan itu"ucap sang bunda

__ADS_1


"Ayo mulai"ucap Naura sambil lari mencari bahan-bahannya yang belum sempat mereka bereskan tadi


"Hei kamu curang Nau"teriak sang Bunda, akhirnya mereka pun kembali berlomba kali ini mereka berlomba urusan dapur.


Tampak keduanya masih sibuk dengan kegiatan masak-masaknya sang Bunda terlihat tengah membuat rendang sementara Naura tengah membuat semur ayam, sementara para lelaki hanya duduk di meja makan.


"Gimana kerjaan kamu bal"tanya Alan


"Alhamdulillah lancar Dad"balas Iqbal


"Dulu sebelum nikah kamu bilang punya usaha di kampung"tanya sang Daddy


"Alhamdulillah iya Dad, kebetulan saya memiliki beberapa toko pakaian dan oleh-oleh"jawab Iqbal


"Berapa jumlah tokonya kalau Daddy boleh tau"tanya Alan penasaran


"Untuk toko pakaian ada 20 cabang tersebar di seluruh Cianjur,terus kalau oleh-oleh ada 15 cabang di seluruh Cianjur"jawab Iqbal tenang


"Luar biasa,terus kalau kamu sudah punya usaha seperti itu untuk apa kamu menjadi guru"tanya Alan penasaran dengan alasan Iqbal


"Hanya membagikan ilmu yang miliki Dad, percuma kalau saya memiliki banyak ilmu tapi tidak saya bagikan, mubadzir*jawab Iqbal tenang


"Lagian kalau saya tidak jadi guru di sini,saya mana bisa ketemu anak Daddy itu"sambungnya lagi sambil menatap Naura


"Apa kamu sudah mencintai Naura bal"tany Alan memastikan


"Mencintai kata Daddy,tentu saja mau bagaimanapun sifat dan kelakuannya dia tetap istri Iqbal, Iqbal akan berusaha mendidik dia menjadi wanita terbaik yang Iqbal bisa,bukan hanya untuk Iqbal,tapi untuk daddy,Bunda dan Insyaallah untuk anak-anak Iqbal kelak"jawab Iqbal tenang


"Daddy sangat beruntung memiliki menantu seperti kamu bal"ucap Alan hampir meneteskan air mata mendengar pengakuan Iqbal


"Justru Iqbal yang merasa beruntung memiliki istri seperti May,dan Iqbal juga ingin mengucapkan terima kasih pada Daddy dan Bunda yang telah merawat dan mendidik Naura sampai menjadi seperti ini"ucap Iqbal


"Itu memang sudah tugas Daddy bal,lagian Daddy juga tidak bisa mendidik Naura dengan baik sehingga dia menjadi gadis nakal"


"Daddy bicara apa, justru Mayra adalah gadis yang baik, bahkan saya tidak pernah memaksanya untuk shalat dan memasak,dia yang menginginkannya, walaupun di awal awal dia sangat susah bangun subuh sih,hehe"Iqbal tertawa kalau mengingat awal-awal dirinya bersama Naura


"Tapi sekarang bahkan Iqbal sudah tak perlu membangunkannya lagi di akan otomatis bangun jam setengah lima,bahkan kadang kalau Iqbal akan shalat malam Mayra pun ikut bangun"terang Iqbal panjang


"Apa benar yang kau ucapkan bal,apa itu anak Daddy"tanya Alan tak percaya


"Tentu saja Dad itu anak Daddy"jawab Iqbal


"Satu lagi bal apakah Daddy boleh bertanya hal ini"tanya Alan takut menyinggung perasaan Iqbal


"Silahkan saja Dad"jawab Iqbal


"Apa kamu dan Naura sudah pernah melakukan hubungan suami istri"tanya Alan


"Jawabannya belum Dad,saya masih belum berani memintanya,saya takut Mayra belum benar-benar menerima saya, walaupun perlakuannya terhadap saya jauh lebih baik sekarang daripada di awal pernikahan,tapi saya belum berani"jawab Alan tenang


"Owh seperti itu"jawab Alan.


Tak selang lama makanan pun datang Naura membawa membawa dua porsi rendang sementara Bundanya membawa dua porsi semur ayam.


"Ok jadi kalian cobain dulu masing-masing makanannya dan tentukan siapa yang menang"ucap sang Bunda


"Apa kalian berlomba lagi"tanya sang Daddy


"Tentu saja kami berlomba lagi,jadi kalian harus jadi juri"ucap sang bunda.


Akhirnya Iqbal dan Alan pun mencicipi setia makan itu, Iqbal langsung tersenyum kala dirinya memakan masakan Naura karena Iqbal sudah hapal betul karakteristik masakan Naura yang manis pedas.


"Apa bang Iqbal tau masakan aku ya"pikir Naura yang melihat wajah suaminya


"Jadi siapa yang menang Daddy tunjuk satu rendang dan satu semur ayam mana yang paling enak"ucap sang Bunda.


Alan menunjuk rendang buatan Erlina dan semur ayam buatan Naura


"Skor 1-1"ucap sang Bunda


"Lanjut Iqbal"perintah Erlina pada menantunya itu,Iqbal pun menunjuk makanan yang di masak Naura


"Yeay 3-1 Bunda kalah lagi,hahaha"girang Naura


"Yasudah udah kan lombanya,ayo kita makan sekarang"ucap Alan.


Merekapun memakan makanan yang di masak oleh Naura dan Erlina sampai habis tak tersisa.


Jam 8 malam kedua orang tua itu pamit untuk pulang ke rumahnya


"Daddy sama Bunda pamit dulu yah,kalian yang akur-akur"ucap sang bunda


"Iya Bun,bunda yang sering yah mampir kesini ucap Naura


"Akan Bunda usahain, assalamualaikum"ucap Alan dan Erlina pamit


"Waalaikumussalam Bun Dad"ucap Naura dan Iqbal.


Sesampainya di dapur mereka melihat dapur yang berantakan.


"Sepertinya kita akan bergadang Mau"ucap Iqbal


"Hehe,pis bang maafin yah"Naura cengengesan melihat hasil perbuatannya bersama sang Bunda


"Iya udah,ayo kita bersihkan"ucap Iqbal


"Siap bang"ucap Naura.

__ADS_1


Mereka pun membersihkan peralatan dapur bekas duel ibu dan anak itu yang akhirnya beres jam 10 malam,karena sudah malam Iqbal dan Naura memutuskan untuk kembali ke kamar dan tidur......


__ADS_2