Istriku Bukan Adikku

Istriku Bukan Adikku
IBA — Bab 36


__ADS_3

Kara menyikut perut suaminya dan segera bangkit dari pangkuan itu. Dia berkacak pinggang dengan mata melotot. Betapa kesalnya dia saat melihat tawa suaminya yang sama sekali tidak merasa bersalah.


Azka terus tertawa melihat tingkah lucu istrinya yang mencoba galak tapi sama sekali tidak menakutkan.


“Kakak jahat! Kenapa malah tertawa?” tanya Kara sambil memukul lengan suaminya. Bibirnya masih mengerucut dengan kening berkerut menahan kesal.


“Habisnya kamu lucu, Mel. Dipijat sama suami sendiri harusnya itu enak, kamu malah marah. Walaupun kamu sok tapi enggak bikin aku takut, Mel.” Azka masih saja terpingkal melihat istrinya yang semakin mengerucutkan bibirnya.


Dengan gemas, Azka menarik kembali tubuh Karamel hingga membuat gadis itu duduk tepat di sampingnya. Lalu, Azka mencium bibir Kara dan membuat gadis itu membelalak sambil berusaha menghindar.


Namun, sepertinya Kara sangat sulit menolak ciuman dari Azka. Hingga akhirnya, dia pun pasrah dan menerima perlakuan lembut Azka.


Mereka berciuman cukup lama, sampai akhirnya ciuman itu terlepas. Azka tersenyum menatap rona merah di wajah Kara yang membuat gadis itu memalingkan wajah.


“Kamu merasa ciuman tadi sudah mesra belum?” tanya Azka lalu kembali fokus pada makanannya.


“Apa?”

__ADS_1


Azka mencubit gemas pipi Kara yang terlihat bingung dengan pertanyaannya. “Tadi kamu ngerasain ciumannya gimana? Itu pelajaran pertama.”


“Em, ciuman tadi. Enak,” jawab Kara sangat singkat.


“Mau lagi?” Azka langsung antusias saat Kara mengatakan enak. Laki-laki itu mendekatkan wajahnya pada Kara yang langsung ditutup oleh tangan kecil sang wanita.


“No. Aku lapar banget, Kak.” Kara mengambil sendok lalu menyuapkan nasi ke mulutnya sendiri. Mereka pun mulai makan dengan tenang.


Setelah makan, Kara langsung ke kamar untuk menggosok gigi. Azka yang baru selesai menerima telepon, menyusul Kara ke kamar mandi dan dengan santai buang air kecil di belakang istrinya itu.


Karamel yang sedang mengoles pasta gigi ke sikatnya dengan penasaran mengintip suaminya lewat cermin di depannya.


Saat Kara masih sibuk dengan pikirannya sendiri, Azka sudah berdiri tepat di belakangnya. “Mikirin apa kamu? Mikir jorok ya? Mau pegang punyaku lagi? Jangan harap! Hari ini aku sedikit pelit, kecuali kamu maksa,” oceh Azka.


Mendengar tuduhan-tuduhan suaminya itu, Kara langsung membersihkan mulutnya dan hendak menyerang balik. Akan tetapi, tangan Azka yang sedang mengoles pasta gigi, menghalangi pergerakannya.


Laki-laki itu sengaja menahan Kara agar tetap berada di hadapannya selagi dia menggosok gigi.

__ADS_1


“Kakak kepedean banget deh. Siapa juga yang mikir jorok? Siapa juga yang mau sama pegang sosis bakar jumbo punya Kakak, males banget,” balas Kara yang membuat Azka menghentikan aktivitasnya.


“Apa? Sosis bakar jumbo?” tanya Azka dengan mata berbinar. Dalam hati menertawakan julukan yang Kara berikan untuk miliknya.


Merasa malu, Kara berusaha kabur dengan menurunkan tubuhnya, tapi gerakan bisa terbaca oleh Azka yang langsung menangkapnya.


“Mau kabur ke mana? Ayo, jelaskan soal sosis bakar jumbonya!”


Azka kembali menggosok giginya sambil menunggu penjelasan Karamel.


Wajah Kara sudah merah padam menahan malu. Kenapa juga dia harus keceplosan ngomong sosis bakar?


Kak Azka kenapa se-menyebalkan ini sih? Karamel menutup wajahnya yang memerah.


Sampai Azka selesai sikat gigi, Kara masih tutup mulut. Tingkah Kara itu benar-benar membuat Azka gemas.


“Itu bukan sosis bakar jumbo, Mel. Itu namanya alat reproduksi pria. Kamu bisa hamil kalau dia sudah mengeluarkan mayonisnya.”

__ADS_1


Kembang kopinya dong jangan lupa 😂 betwe sekarang ada tips ya buat othor, yang baca iklan itu? Ada kan? Entah itu jadinya apa. Udah coba belum?😂😂


__ADS_2