Istriku Bukan Adikku

Istriku Bukan Adikku
Terjerat Pesona Tuan Amnesia By Itta Haruka07


__ADS_3

Good siang, mau info novel baru πŸ’‹πŸ’‹


Terjerat Pesona Tuan Amnesia


Maura berjalan sendiri menuju rumah usai hujan deras yang mengguyur kawasan tempat tinggalnya. Dia melirik arloji di pergelangan tangan. Masih pukul delapan, belum terlalu malam sebenarnya, tapi hawa dingin ditambah suasana yang sangat sepi membuat bulu kuduk gadis itu berdiri seketika.


Saat sampai di persimpangan, Maura mendengar suara decitan rem mobil yang cukup keras. Wanita itu bersembunyi dan menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata, ada dua orang turun dari dua mobil yang beriringan. Dua orang itu lalu mengeluarkan sesuatu yang terlihat berat.


Maura membuka mulut lebar-lebar saat menyadari apa yang dibawa dua orang itu adalah manusia.


Karena jarak yang tidak terlalu jauh, Maura bisa mendengar percakapan dua orang yang Maura tebak adalah pelaku kejahatan. Tidak mungkin kalau orang baik membuang manusia lainnya di tempat seperti ini.


β€œKita tinggalkan saja dia, sepertinya tempat ini sepi sekali. Besok pasti dia sudah mati,” ucap salah satu di antara dua orang itu.


β€œLumayan, dompetnya penuh, HP-nya bagus, mobilnya bagus, bisa dapat uang banyak kita, Bos,” timpal yang lainnya.


Lingkungan tempat tinggal Maura ini memang terbilang sepi. Letaknya yang berada di kawasan desa membuat suasana terasa sunyi dan gelap, karena para warga biasanya sudah tidur di jam segini.


Maura terus menguping obrolan dua orang itu sambil bersembunyi. Sampai akhirnya, dia meyakini bahwa manusia yang kini mereka tinggalkan adalah korban begal atau kejahatan sejenisnya dan dia masih hidup.


Demi rasa kemanusiaan, Maura menghampiri laki-laki yang terluka parah di kepalanya itu. Sebelumnya, Maura sudah memastikan bahwa dua orang itu telah pergi jauh.


Saat Maura hendak mendekati laki-laki menyedihkan itu, tiba-tiba dia mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya.


β€œMaura!”

__ADS_1


Maura menoleh ke belakang dan melihat laki-laki yang telah dianggapnya sebagai ayah kandung itu menghampirinya.


β€œAyah. Ada orang terluka.” Maura menarik lengan sang ayah yang kemudian bersama-sama mengecek keadaannya.


β€œYa Tuhan, ini kenapa?” Ayah Maura terlihat khawatir melihat darah yang ada di kepala laki-laki itu.


β€œTadi aku lihat ada orang jahat yang sengaja membawanya ke sini, Yah. Mungkin mereka pikir orang ini sudah meninggal,” jelas Maura sambil berdiri di belakang ayahnya.


β€œAyo kita bawa pulang dan coba kita obati,” kata ayah Maura.


Maura mengangguk dan akhirnya mereka membawa laki-laki asing yang terluka itu pulang ke rumah mereka. Meski dengan susah payah, akhirnya Maura dan ayahnya berhasil membawa laki-laki tampan itu ke rumah mereka yang sederhana.


β€œAyah, Maura. Ada apa ini?” tanya ibu Maura sambil terbatuk-batuk.


Sementara itu, sang ayah yang dulu pernah bekerja sebagai mantri di puskesmas, akhirnya melakukan pertolongan darurat. Mereka tidak mungkin membawa laki-laki ini ke puskesmas atau rumah sakit karena letaknya yang sangat jauh dan butuh transportasi.


β€œYa ampun, bagaimana kalau dia juga orang jahat, Maura. Memangnya kamu tadi keluyuran ke mana saja? Bikin khawatir orang tua.”


β€œAku tadi sengaja cari obat buat Ibu karena ternyata obat Ibu habis dan aku keluapaan tadi sore,” jawab Maura sembari menunduk.


β€œMaura, Maura. Sekarang bagaimana ini? Kalau dia orang jahat bagaimana?”


β€œKita niatkan saja menolong, Bu. Sudahlah, jangan khawatirkan hal-hal yang belum tentu!” sahut ayah Maura.


*

__ADS_1


*


*


Laki-laki itu tersadar dari pingsan saat ia mendengar kicau burung yang bersautan di pagi ini. Dia merasakan sakit kepala yang luar biasa sampai membuat ia mengernyitkan dahi. Matanya berusaha terbuka dan menatap tiap sudut ruangan, tapi dia malah bingung dengan sekitarnya. Dia di mana?


Apalagi saat ada seorang gadis yang tiba-tiba datang menghampirinya.


β€œKamu sudah sadar?” tanya Maura yang tadinya memang ingin mengecek keadaan laki-laki itu dan membawanya berobat.


Laki-laki itu semakin mengerutkan dahinya.


β€œKamu siapa?” tanya laki-laki itu mencoba mengenali wajah Maura yang tampak terkejut.


β€œAku Maura, nama kamu siapa?” tanya Maura. Sebab semalam ia tahu, bahwa kartu identitas dan semua yang ada pada laki-laki itu dibawa kabur oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Laki-laki itu terlihat kebingungan. Dia menatap Maura dengan lekat, mencoba mengingat-ingat tapi gagal. Sebab kepalanya kian terasa sakit sampai harus dipegangi dengan tangan.


Akhirnya laki-laki itu menggeleng lemah. β€œA-akuβ€”aku tidak ingat.” jawabnya terbata.


Seketika itu, Maura pun langsung terkejut mendengar jawaban Shaka. β€œJangan bilang kalau kamu amnesia! Ih, nggak lucu tau, jangan bercanda!”


Bab 2 langsung cuss yuk !


__ADS_1


__ADS_2