Istriku Bukan Adikku

Istriku Bukan Adikku
IBA — Bab 43


__ADS_3

Azka menatap wajah wanita yang kini berdiri menatapnya penuh penyesalan. Setitik air berlinang di kelopak matanya membuat Azka bisa merasakan kesedihan itu di matanya.


“Olivia.” Suara Azka terdengar bergetar saat menyerukan nama gadis yang ada di hadapannya.


Tangis wanita bernama Olivia itu kini tumpau karena rasa sesal yang melandanya. Lebih dari tiga tahun lalu, dia pergi meninggalkan Azka tanpa memberi tahu apa alasannya. Dia meninggalkan cinta yang sangat besar di hati Azka hingga laki-laki itu tidak bisa lagi membuka hati yang seolah beku.


Olivia tidak sanggup lagi berdiri lebih lama, dia memutuskan untuk keluar dari minimarket, dan Azka langsung mengejarnya.


Karamel menatap kepergian suaminya dengan bingung. Bukankah dia sudah ditinggalkan demi wanita lain?


“Kara, kamu belum jelasin sama aku!”


Suara Seli yang terdengar menyentak, membuat Kara tersadar dari pikirannya. Dia menatap Seli yang kini terlihat kesal pada Kara.


“Maaf, Sel. Aku punya alasan kenapa aku enggak cerita soal Kak Azka. Kami nikah karena keadaan yang memaksa, Sel. Besok aku jelaskan semuanya, sekarang aku harus kejar Kak Azka dulu.”

__ADS_1


“Oke, kamu punya hutang penjelasan sama aku.”


Kara bergegas ke kasir untuk membayar minumannya. Lalu dia keluar bersama Seli yang mengekor di belakangnya.


Kara melihat Azka yang sedang berdiri memagang tangan Olivia.


“Azka, lepasin aku. Kita udah enggak punya hubungan apa-apa. Aku juga sudah menikah sekarang,” kata Olivia sembari menghempaskan tangan Azka yang menahannya.


“Jangan bohong Oliv. Aku tahu kamu belum menikah. Dan, harusnya kamu jelasin sama aku, bukan main pergi gitu aja. Aku sampai frustrasi nyariin kamu. Aku sangat mencintai kamu, Liv. Bahkan sampai detik ini, enggak ada yang bisa gantikan kamu di hati aku.,” balas Azka.


“Azka. Buang perasaan kamu. Orang tua kamu bahkan enggak bisa nerima aku. Lagipula, bukannya kamu sudah punya istri.” Olivia menatap Kara yang sedang menghapus air matanya.


Azka langsung sadar dengan keberadaan Kara. Istrinya itu langsung berlari meninggalkan Azka yang memasang raut bingung. Gadis itu beruntung karena kebetulan ada taksi lewat yang langsung membawanya pergi meninggalkan mereka.


Melihat kepergian istrinya, Azka jadi bimbang. Akan tetapi, dia sama sekali tidak mengejar Kara. Yang ia lakukan justru kembali menahan Olivia yang sudah lama dia cari.

__ADS_1


“Jelasin sama aku. Apa yang buat kamu pergi dari aku. Bahkan sampai aku enggak bisa nemuin kamu?” tanya Azka kembali mencekal tangan Olivia.


“Aku sudah punya calon suami, Azka. Aku pergi karena permintaan papa kamu yang enggak mau punya menantu seorang janda. Aku cukup sadar diri, keluarga kamu orang terpandang dan permintaan papamu itu benar.” Olivia kembali menampik tangan Azka, tapi Azka bersikeras untuk tetap menahannya.


Rasa cinta Azka pada wanita itu sangat besar, bahkan setelah tiga tahun berlalu. Terlalu banyak kenangan yang tidak pernah bisa Azka lupakan bersama Olivia. “Jadi, ini karena Papa. Kenapa kamu enggak ngomong sama aku, Liv?”


“Azka. Semua sudah berlalu. Aku harap kita bisa bahagia dengan kehidupan kita masing-masing.”


“Pak Azka benar-benar jahat ya. Kalau Bapak memang suaminya Kara, enggak seharusnya Bapak bersikap seperti ini. Bapak udah nyakitin hati Kara tahu nggak,” sahut Seli yang sedari tadi hanya berani menonton tanpa berani ikut campur. Namun, melihat sikap dosen penggantinya itu, Seli merasa Azka sudah kelewat batas.


“Dia punya uang, dan tahu alamat rumah kami. Dia pasti pulang ke rumah kok.” Azka mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa Kara akan baik-baik saja. Gadis polos sepertinya tidak mungkin akan berbuat nekat, bukan?


“Azka, jangan sampai kamu menyesal karena kehilangan istri kamu.” Olivia berhasil melepaskan diri dari Azka yang masih berperang dalam pikirannya sendiri.


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋

__ADS_1


__ADS_2