Istriku Bukan Adikku

Istriku Bukan Adikku
IBA — Bab 51


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Kara, Azka jadi lebih banyak merenung. Nasihat yang tante Kara berikan padanya, ternyata mampu membuatnya berpikir dengan akal sehatnya.


Jika saja Olivia tidak menolaknya, apakah hatinya masih tetap memilih Kara?


*Mel, meski Olivia kembali padaku, tapi aku t*etap akan mempertahankan kamu. Aku hanya ingin memperjelas hubunganku dengan dia. Juga ingin tahu apa alasan dia meninggalkan aku.


Azka terus meyakini hatinya sendiri bahwa dia memang tulus mencintai Kara. Mungkin saat pertama kali melihat Olivia, dia belum menyadari perasaannya pada Kara.


***


Kara akhirnya menyetujui permintaan Azka untuk datang ke pernikahan mantannya itu. Meski dengan pakaian sederhana, Kara terlihat sangat cantik, dan lagi-lagi membuat Azka semakin menyesali kebodohannya.


“Aku cuma punya waktu dua jam, Kak. Setelah ini aku harus kerja,” kata Kara sembari membawa sebuah tas kecil yang berisi pakaian. “Oh iya, aku titip ini!”


“Iya, taruh belakang aja,” balas Azka sembari membukakan pintu bagian belakang mobil.


Azka menarik napas berat sebelum mengemudikan mobilnya. “Mel, apa kamu tidak merindukanku?”


Kara hanya melirik sekilas, lalu membuang muka. Dia enggan menjawab meski sebenarnya dia juga merindukan suaminya.

__ADS_1


“Maaf, sepertinya cuma aku yang merasakan,” kata Azka merasa canggung. Kara menjadi wanita yang irit bicara, dan Azka sangat merindukan istrinya yang cerewet.


Sepanjang perjalanan menuju tempat pernikahan, Azka hanya bisa mencuri-curi pandang. Semakin dilirik, semakin cantik, membuat Azka sadar dia bisa saja kehilangan kecantikan itu. Bahkan, sekarang jaraknya dengan Kara sudah semakin jauh.


Setelah melewati perjalanan sunyi yang hanya diisi dengan kebisuan, mereka akhirnya sampai di gedung pernikahan Olivia. Kara dan Azka turun dan bertemu dengan Seli.


Kara langsung menyapa dan memeluk Seli dengan ramah. Sangat berbeda saat dia bersama Azka tadi.


“Akhirnya datang juga, Ra.”


“Iya, Sel. Kamu kangen ya.”


“Ganti? Kenapa?”


“Iya, tanya aja suami kamu alasannya apa?”


Kara menoleh ke belakang dan menatap suaminya.


“Karena enggak ada kamu. Masuk yuk, katanya kamu enggak ada waktu banyak, Mel.”

__ADS_1


Azka hanya ingin datang sebentar dan mengulur waktu lebih lama berdua dengan Kara. Namun, sepertinya rencananya akan gagal karena Seli.


Mereka akhirnya masuk dan menemui Olivia yang berdandan cantik ala pengantin. Belum sempat bersalaman dengan Olivia dan suaminya, ibu Olivia yang duduk tak jauh dari kursi pengantin, tiba-tiba memeluk Azka dan meminta maaf.


Saat Azka memeluk wanita itu, tangan Azka meraih tangan Kara.


“Maafkan tante ya, Nak Azka. Karena tante sudah berbohong selama ini,” kata wanita itu sembari melepas pelukannya.


“Tidak apa, Tante. Oh iya, ini istri saya,” kata Azka sambil merangkul Kara.


Kara sebenarnya ingun menolak, tapi karena ini di tempat umum, dia pun hanya bisa pasrah.


“Cantik sekali istri kamu. Tante doakan semoga pernikahan kalian langgeng.” Wanita yang dulu cukup dekat dengan Azka itu, mendoakan Azka dan Kara dengan tulus.


“Aamiin.” Azka menyahut dengan sangat keras, sampai Oliv pun menoleh padanya.


“Aku juga berharap bisa langgeng sama kamu, Mel.” Tatapan mata Azka pada Kara terlihat sangat tulus dan itu hanya dibalas oleh senyuman sekilas saja oleh Kara.


Setelah itu, mereka menyalami Olivia untuk memberikan ucapan selamat. Kara pikir, mereka akan menikmati hidangan seperti pesta pada umumnya, tapi ternyata salah. Azka membawanya pergi dari tempat itu. Dia hanya ingin memanfaatkan waktu dua jam yang Kara berikan dengan baik di tempat lain.

__ADS_1


maaf up telat, lagi rempong banget othornya 🤭🤭


__ADS_2