
Hubungan Arsha dan Seli jadi semakin dekat sejak Arsha mencari tahu tentang Karamel. Saat itu Seli baru saja putus dari pacarnya. Karena sama-sama patah hati, mereka saling menghibur dan akhirnya benih-benih perasaan itu mulai muncul.
Rupanya, Papa Tio mendukung hubungan Seli dan Arsha. Papa ingin mereka segera menikah tanpa perlu berpacaran lama-lama. Apalagi Arsha sudah hampir menyelesaikan studinya dan bisa bergabung dengan Azka di perusahaan.
Perselisihan antara orang tua Azka juga sudah membaik apalagi sejak pertemuan dua keluarga untuk membahas hubungan Arsha dan Seli.
Hari pernikahan Arsha dan Seli pun akhirnya tiba. Pernikahan mereka dilangsungkan secara sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga saja.
Setelah mereka sah menjadi suami istri, acara pun dilanjutkan dengan makan-makan bersama. Saat akan mengambil makanan, tiba-tiba Kara merasakan pusing luar biasa. Dia tidak bisa menahan rasa pusing yang menyerang dan akhirnya Kara pun pingsan.
“Kara! Azka, Azka. Kara, Ka!” teriak Mama Dita panik.
Azka yang tadinyanmasih bercengkerama dengan anggota keluarga yang lain, lantas berlari dan menggendong istrinya.
“Karamel kenapa, Ma?” tanya Azka ikut panik.
“Mama juga enggak tahu, Ka. Tadi dia bilang pusing.”
Mama Dita mengoleskan minyak angin di hidung Kara dan akhirnya menantunya itu bisa sadar setelah beberapa saat.
“Sayang, kamu sakit?” Azka memegangi kepala Karamel. Dia sangat khawatir dan takut Kara kenapa-kenapa.
“Kak Azka. Aku pusing banget,” kata Kara.
“Kita ke rumah sakit ya!” ajak Azka.
Azka membawa Kara ke rumah sakit. Dia menggendongnya sampai ke mobil. Meski masih lemas, setidaknya Kara sadar.
Mama Dita tadinya ingin ikut, tapi karena tidak enak dengan keluarga Seli, Azka pun melarang mamanya ikut ke rumah sakit.
__ADS_1
***
Sampai di rumah sakit, dokter memeriksa Kara yang ditemani wajah cemas Azka.
“Tidak perlu cemas, Pak. Karena ini biasa dialami ibu hamil di trimester pertama,” kata dokter sambil tersenyum melihat kekhawatiran di wajah Azka.
“Hamil!? Maksudnya istri saya hamil, Dok?” tanya Azka yang kini terlihat bahagia.
Dokter itu mengangguk dan memberikan ucapan selamat pada Azka.
Antara terharu dan belum percaya sepenuhnya, semua melebur menjadi satu hingga membuat Azka tidak bisa berkata-kata pada istrinya.
“Kak Azka. Aku hamil?” Kara mengusap perutnya yang rata.
Sementara Azka menciumi wajah Kara dan ikut mengusap perut rata yang menjadi tempat berkembangnya calon anak mereka.
“Bahagia bangetlah, Kak. Dari dulu aku pengen punya adik, tapi karena aku enggak punya ibu, jadi aku kesepian.” Mata Kara sampai berkaca-kaca mengekspresikan kebahagiaan hatinya.
Bukankah anak itu pelengkap kebahagiaan kedua orang tuanya?
“Nanti orang-orang pikir dia adik kamu bukan anak kamu, Mel,” goda Azka sembari membantu Kara bangun dari ranjang pemeriksaan.
****
Berita kehamilan Kara membuat Mama Dita dan Papa Tio semakin bahagia. Di hari pernikahan anak kedua mereka, menantu pertama dinyatakan hamil. Benar-benar kebahagiaan yang sangat sempurna.
“Papa akan mengunjungi makam ayah kamu untuk menyampaikan kabar bahagia ini, Kara,” kata Papa Tio antusias.
“Mama juga nanti akan adakan syukuran kalau sudah tiga bulan kehamilan Kara. Mama jadi enggak sabar nimang cucu,” balas Mama Dita.
__ADS_1
“Mama, kalau orang hamil boleh ngidam ‘kan?” tanya Kara sambil menatap wajah suaminya. “Aku pengen cepat hamil biar bisa ngerasain ngidam,” lanjutnya.
“Boleh, Sayang. Minta aja semua sama suami kamu,” jawab Mama Dita seolah menyetujui keinginan menantunya itu.
“Kamu mau minta apa? Aku pasti mengabulkannya,” sahut Azka. Dia mendekap erat tubuh Karamel yang kini telah menjadikannya laki-laki sempurna.
Semua yang mereka lewati, mengajarkan Azka bahwa Kara sangat berarti untuk hidupnya.
***
Delapan bulan berlalu, sebuah kamar VVIP rumah sakit menjadi saksi kesempurnaan keluarga Azka dan Kara. Kelahiran bayi tampan yang diberi nama Azkara itu menjadi pelengkap kebahagiaan mereka.
“Aku janji, aku akan membahagiakanmu dan anak-anak kita, selamanya.”
“Aku akan selalu bahagia bersamamu, suamiku.”
****
Tamat.
Akhirnya, tamat juga ya kisah mereka. Emang sengaja enggak bikin panjang kok.. Makasih banyak buat kalian yang selalu suport. Jangan lupa folow aku biar bisa dapat info update karya terbaru aku yang Insya Allah nggak kalah seru 💋💋💋
Terimakasih, Love You All.
and good bye.
love,
Azkara 😚😚😚
__ADS_1