
Taman hiburan yang dipenuhi oleh remaja dan anak-anak menjadi saksi kebahagiaan Kara dan Azka. Dua orang yang sama-sama belum memiliki perasaan itu saling tertawa dan terlihat sangat bahagia. Sambil berpegangan tangan Azka dan Kara berteriak saat kereta luncur yang mereka naiki meluncur bebas naik turun memicu adrenalin mereka.
Usai naik, Kara yang merasa pusing dan mual malah membuat Azka tertawa, tapi dengan sigap tangannya membantu Kara untuk menenangkan perut dan kepalanya.
“Aku enggak mau naik itu lagi,” kata Kara yang membuat Azka semakin tertawa.
“Bagus, karena aku juga enggak mau ajak kamu lagi,” balas Azka. Suara tawanya itu membuat Kara jadi semakin sebal.
Kara yang masih merasa pusing berjalan meninggalkan Azka dengan kesal. Dia memesan es krim dan juga sosis bakar yang kebetulan berada di sebelah penjual es krim.
“Pesanin aku juga, Mel.” Azka merangkul pundak Kara dengan mesra.
“Kakak sudah punya sosis jumbo kenapa juga minta sosis juga?” tanya Kara yang seketika langsung menutup mulutnya sendiri.
“Idih, jorok ya kamu. Memangnya kamu sudah siap untuk mencoba sosis jumbo aku?” goda Azka yang membuat Kara semakin kesal.
__ADS_1
“Kakak terus aja godain aku. Biar aku malas sama Kakak. Aku pulang ajalah.”
“Eh jangan dong. Habis ini kita pergi,” kata Azka mencoba mengambil hati istrinya yang sedang merajuk.
“Enggak mau males banget. Kakak nyebelin,” balas Kara.
Azka terus menggoda Kara hingga membuat gadis itu semakin kesal. Meski begitu, mereka tetap melanjutkan kencan mereka di taman hiburan itu. Tak cukup di situ, Azka yang sudah memesan tiket bioskop sedikit memaksa Kara yang masih ingin menikmati taman hiburan itu.
Kini, mereka pun sudah berada di bioskop. Meski awalnya kesal, tapi Kara akhirnya kembali bahagia saat tahu judul film yang akan mereka tonton.
Azka menatap istrinya yang terlihat sangat bahagia karena menonton film yang dia harapkan. Azka merasa kencan mereka kali ini berhasil.
“Mel,” panggil Azka. Namun, karena suara menggelegar dari gedung bioskop membuat Kara tidak mendengar panggilan Azka yang cukup pelan itu.
Azka meraih tangan Kara yang tidak begitu mendengar panggilannya. Namun, lagi-lagi usaha Azka itu malah diabaikan oleh Kara. Hingga akhirnya, Azka tiba-tiba mencium tangan Karamel yang membuat wanita itu menoleh.
__ADS_1
“Kenapa? Kakak mau popcorn?” tanya Kara tidak peka dengan apa yang dilakukan Azka.
Azka menatap gadis yang tengah menatapnya sambil mengulurkan berondong jagung di tangannya. Azka mulai mengagumi wajah Kara yang memang cantik alami. Belum ada polesan kuas rias yang membuat wajahnya memancarkan kealamian.
“Kakak kenapa diam saja?” tanya Kara lagi.
“Kamu cantik,” jawab Azka yang membuat rona merah di wajah Kara tiba-tiba muncul. Walau tidak begitu jelas, tapi Azka masih bisa menangkap rona merah itu.
“Makasih, Kak. Kamu manis sekali hari ini,” balas Kara.
Azka tiba-tiba mendekatkan wajahnya. Naluri alaminya membuat Azka ingin mencium bibir Karamel.
Tepat saat bibir mereka hampir bertemu, Kara menoleh karena mendengar suara sorakan dari para penonton yang terbawa suasana romantis film itu.
Namun, Azka tidak peduli dan tetap melakukan keinginannya. Dia berhasil mendaratkan bibirnya di bibir Kara, mengecup sekilas lalu berkata, “Ayo kita belajar saling mencintai, Mel.”
__ADS_1
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋