Istriku Bukan Adikku

Istriku Bukan Adikku
IBA — Bab 57


__ADS_3

Mondy adalah sahabat Azka waktu SMA. sebagai murid pindahan, Azka belum memiliki banyak teman dan Mondy yang humoris dan gokil, ternyata cocok dengan Azka yang kaku. Meski sempat terpisah saat Mondy kuliah di luar negeri, nyatanya persahabatan mereka kembali terjalin saat kembali dipertemukan dalam konferensi pengusaha muda.


Kini dua laki-laki yang sudah sama-sama beristri itu saling berhadapan. Sebagai suami yang kurang pengalaman, Azka meminta saran dari sahabatnya itu.


“Kesalahanku sama dia terlalu besar, Mon. Kayaknya dia emang susah maafin aku,” kata Azka yang kini bersandar di kursinya.


Mondy mengambil minuman berkarbonasi di lemari pendingin yang ada di ruangannya.


“Cewek itu susah-susah gampang. Kesalahan sebesar apa pun bisa dimaafkan kok kalau hatinya melunak. Kamu tahu Sheina pacarku waktu SMA, itu udah mau aku nikahin. Taunya diperkaos sama si Bara kurang ajar itu. Sampai Sheina hamil dan gedein anak sendiri, ninggalin aku tanpa alasan jelas. Eh pas Bara balik, dengan mudahnya dimaafin dengan alasan anak,” balas Mondy.


Dia meletakkan minuman kaleng itu di hadapan Azka, dan membuka minumannya sendiri.


“Sheina? Yang galak dan jutek itu bisa maafin Bara? Bukannya mereka juga musuhan?”


“Justru itu, aneh ‘kan? Enggak aneh sih kalau perempuan. Makanya mending kamu hamili istri kamu, siapa tahu kamu bisa dimaafin kayak Bara,” saran Mondy. Laki-laki itu duduk di meja sendiri tanpa sungkan meski ada Azka yang sedang duduk mengawasinya.


Azka menatap sahabatnya itu sambil geleng-geleng kepala. “Enggak mungkin. Makin benci nanti, aku aja belum apa-apain dia.”


Mondy yang sedang menenggak minumannya sampai tersedak dan menyemburkan minuman saking kagetnya mendengar pengakuan Azka.

__ADS_1


“Kamu belum apa-apain? Jangan-jangan gosip soal kamu jeruk suka jeruk itu bener?” Mondy tiba-tiba mundur dan menjauhi Azka, takut jika Azka naksir dia kalau terlalu dekat.


“Sembarangan aja. Itu cuma salah paham aja sebenarnya. Aku masih normal, Mon. Kalau bikin si Mel hamil bisa ajalah, masalahnya aku enggak mau pakai cara kotor kayak gitu. Jadi, gimana dong, kasih saran apa gitu.”


Mondy mengerutkan kening, tampak berpikir keras. Azka percaya temannya itu pasti punya solusi untuk masalahnya saat ini.


“Istri kamu ‘kan masih sangat muda ya," kata Mondy yang dibalas dengan anggukan oleh Azka. “Gimana kalau kamu mengubah penampilan jadi cowok-cowok jaman sekarang.”


Azka tidak mengerti dengan usulan Mondy itu. “Maksudnya?”


“Coba kamu lihat penampilan kamu! Terus bandingkan sama cowok-cowok jaman sekarang. Kamu udah kelihatan tua menurut istri kamu yang dari segi umur masih sangat muda, bedalah sama aku yang walau umur tua tapi penampilan dan jiwaku masih muda,” jelas Mondy dengan gayanya yang super narsis.


“Tapi apa hubungannya sama dimaafin sih? Emang kalau aku pakai pakaian kayak gitu, udah pasti dimaafin?”


“Dasar beego! Kamu ubah penampilan untuk ambil hatinya dulu, dengan begitu, dia akan lebih mudah didekati dan setelah itu kamu bisa dimaafkan. Baru deh kamu bisa buka bungkus.” Mondy menaik-turunkan alisnya.


“Pikiranmu ke situ terus.” Azka membuka kaleng minuman yang disuguhkan Mondy lalu meminumnya. Otaknya kembali berpikir bagaimana caranya bisa mendapatkan kepercayaan istrinya lagi. Apakah cara Mondy itu memang manjur?


***

__ADS_1


***


Azka menjemput Karamel di depan kampus. Dia berpenampilan lain dari biasanya. Celana jeans robek-robek, kaos hitam polos dibalut jaket semi parka. Tidak lupa kacamata hitam yang membuat penampilannya sangat berbeda hari ini.


Kara dan teman-temannya baru keluar dari kampus. Mereka terpesona oleh penampilan Azka yang terlihat keren di mata mereka. Namun, Kara malah menatapnya dengan aneh.


“Karamel, jalan yuk!” ajak Azka sembari melepaskan kacamatanya.


Sontak saja gadis-gadis itu bersorak saat mengenali wajah laki-laki yang sempat menjadi dosen pengganti di kampus mereka.


Dengan langkah pelan, Kara menghampiri suaminya yang memang terlihat lebih tampan hari ini.


Saat Kara sudah dekat dengannya, Azka membukakan pintu mobil untuk Kara. Lalu dia bertanya, “Mau jalan ke mana hari ini, Sayang?”


Sayang? Kak Azka kerasukan setan dari mana?


**


Setan komplek lolipop, Mel. Belum tahu ‘kan? Cuma readers yang tahu, wkkkkk

__ADS_1


__ADS_2