
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 23:49, sudah larut tapi pasangan ituh masih enggan meninggalkan sofa ituh.
Arya melihat jam di ponselnya, langsung melirik ke arah karin yang masih sibuk dengan tontonan di tv, akhirnya arya memutuskan untuk menyuruh karin agar segera tidur.
"sayang apa kau tidak mengantuk hmm" ucap arya dengan lembut, sambil mengelus rambut karin.
Karin yang mendengar ucapan arya langsung mendudukkan dirinya di sofa, "hmm aku sedikit mengantuk" ucap karin.
Arya kemudian menarik pinggang ramping karin, agar duduk di pangkuannya, karin yang terkejut langsung melirik arya.
"Kenapah beginih, cepat turunkan aku" pinta karin, namun arya malah lebih mengeratka pelukannya.
Tanpa aba-aba arya langsung mencium bebir karin, tak berapa lama ciuman ituh berubah menjadi ciuman panas.
Ciuman ituh turun leher karin dan menyisakan banyak tanda kepemilikan, sedangkan karin mencoba menahan suara des**** yang ingin keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Arya yang menyadari itu langsung menghentikan aksinya dan berbisik di telinga karin, " keluarkan sayang, keluarkan suaramu yang merdu itu" ucap arya.
Arya kemudian kembali melancarkan aksinya, ia kembali menyelusuri leher karin yang mulus, adegan ituh berlangsung sampai 19 menit, tapi arya belum puas dengan semua ituh ia mulai membuka kancing piama karin, karin bahkan tak menyadari kalau kancing piamanya hampir terbuka semua, karna karin terlalu menikmati permainan panas yang di lakukan arya.
Setelan semua kancing piama ituh terbuka, karin baru menyadari ituh, "Sayang apa yang kamu lakukan, sepertinya ini sudah berlebihan" ucap karin.
"tenanglah sayang kamu hanya perlu menikmati permainan ku saja" ucap arya sambil melepaskan piama ituh.
Tinggal lah bera yang tersisa, namun arya kembali membukanya, ia melepaskan kaitan bera ituh.
"Untuk kali inih sajah biarkan kamu menjadi miliku seutuhnya, aku sangat menginginkan mu " ucap arya yang bertatapan dengan karin.
Kemudian karin terdiam sejenak, tapi setelah yah karin menganggu kan kepalanya, pertanda bahwa ia menyetujui nya.
Karna telah mendapat persetujuan dari karin, arya langsung menggendong karin dan menurunkannya di ranjang, arya kemudian membuka kaos yang ia kenakan lalu melemparnya ke sembarang arah.
__ADS_1
Ia kemudian menyuruh agar karin berada dalam posisi tidur, dengan segera arya mela*** payu****, arya terus memainkannya, sedangkan karin terus mengeluarkan suara des****nya.
"Ah.... Hah....Arya Ah...." ancau karin yang sudah tak tahan.
Arya kemudian membuka celana piama, dan ****** ***** karin, arya melongo melihat pemandangan yang sangat indah, ituh bahkan membangkitkan piton.
Dengan segera arya juga membuka celananya, karin memalingkan wajahnya karna merasa malu telah melihat sesuatu yang berdiri tegak, kokoh siap masuk ke gua miliknya.
"aku takut " ucap karin, "tenanglah sayang aku akan pelan-pelan, inih tidak akan sakit" ucap arya yang meyakinkan karin.
Dengan perlahan arya memasukan pitonnya ke dalam gua, ituh sangat sempit namun arya berusaha keras untuk menembus masuk.
Hingga akhirnya piton milik arya bisa masuk kedalam gua milik karin, arya melihat cairan berwarna merah keluar dari sanah, ia tersenyum dan bangga karna dirinyalah yang pertama untuk karin.
permainan itu berlanjut, des**** keduanya menggema di kamar ituh, arya beberapa kali menyemburkan lava di dalam sanah, hingga permainan ituh berakhir pada pukul 02:55.
__ADS_1