JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Rasa Rindu


__ADS_3

Arya masuk ke dalam kamarnya, lalu merebahkan dirinya di ranjang mencoba memejamkan mata namun sedetik kemudian ia membuka mata nya karna tak bisa tidur, dalam pikiran arya, ia hanya membayangkan sosok karin yang sedang tersenyum manis padanya.


Namun sedetik kemudian arya mengingat kalau ia mempunyai nomor ponsel karin, tanpa pikir panjang arya langsung menghubungi nomor ponsel karin.


Di sisi lain karin yang sedang mengikat rambutnya mendengar suara ponsel berbunyi, karin segera mendekat ke arah ranjang tempat ponsel ituh di letakannya tadi, karin merasa heran karna adan nomor asaing yang menelponnya, ada rasa takut saat karin ingin menerima panggilan ituh, tapi karin dengan tenang tetap menerima panggilan ituh.


Dari sisi lain terdengar suara seorang pria yang berkata, "apa kabarmu? hmmm apa kau berniat untuk melompat lagi dari jembatan itu?" pertanyaan ituh terdengar dari pria yang menelponnya ituh.


Karin merasa sedikit mengenal suara pria ituh, tapi karin tak bisa mengingat siapa.


Tapi sedetik kemudian karin mengingat sosok pria yang telah menolongnya saat ituh, karin pun mencoba memberanikan dirinya untuk bertanya, "apakah inh ka arya?" tanya karin gugup.


sedangkan di sisi lain arya tersenyum karna karin masih mengingat suara dan nama dirinya.

__ADS_1


"Yah inih aku, ternyata kau masih mengingat ku yah" ucap arya, sedangkan di sisi lain karin hanya tersenyum simpul mendengar ucapan arya.


" yah aku pasti masih mengingat yah, tapi ada apah kakak menelponku malam-malam seperti inih" tanya karin pada arya.


"tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menanyakan kabarmu, barang kali kau berniat untuk melompat lagi dari jembatan itu" ucap arya di sertai dengan tawa mengejek nya.


Sedangkan di sebrang telpon karin mengerucutkan bibirnya karna sebal pada arya yang mengejeknya.


Tapi waktu tak terasa telah sudah menunjukan pukul 23:16 hingga akhirnya mereka menyudahi percakapan mereka di telpon.


Keesokan harinya karin bergegas turun dari ranjang menuju kamar mandi dengan segera, karna ia sudah terlambat masuk kuliah.


sedangkan di sisi lain arya baru sajah sampai di perusahaan nya, arya berjalan melewati kariyawan-kariyawan nya dengan gagah semua kariawan menunduk kan kepala nya sebagai tanda hormat kepada arya sebagai atasannya.

__ADS_1


Hingga arya sampai di depan ruanganny, ia melihat bela yang tak memberikan hormat padanya, bela tampak acuh walaupun tau ada arya di depannya, namun karna kejadian semalam bela sangat kesal pada arya.


Melihat sikap bela yang seperti ituh, arya tau kalau bela sedang marah dan kesal padanya ia pun langsung masuk ke dalam ruangannya, ia pun kemudian berjalan mendekat ke meja asistennya dan memberikan perintah untuk membelikan beberapa makanan untuk bela, agar bela tak marah lagi padanya.


" Al tolong kamu pesankan beberapa Dessert Box, Choux, Egg tart, dan Roll cake


lalu serahkan semuanya pada bela"


Arya sengaja memesan beberapa makanan kesukaan bela untuk membujuk nyah.


Aldo yang mendengar perintah atasannya, dengan cepat ia langsung memesan makanan ituh, " sudah tuan, saya sudah memesannya" ucap aldo, mendengar ucapan asistennya arya langsung pergi melangkah menuju tempat kebasaranny.


Arya mencoba untuk pokus dengan kerjaannya, namun dalam pikirannya hanya ada karin, arya terus memikirkan karin hingga tak pokus ketika bekerja.

__ADS_1


Akhirnya arya memutuskan menemui karin, saat jam makan siang.


__ADS_2