
Arya hanya geleng-geleng kepala melihat asisten nya yang selalu bertengkar dengan adiknya.
Arya pun memilih melangkah kan kakinya menuju kursi kebesarannya, yang selalu ia banggakan.
Sedangkan di sisi lain, karin baru sajah terbangun dari tidurnya, karna menunggu arya pulang hingga membuat nya tidur larut malam, saat karin terbangun ia langsung mencari arya lagi ia berpikir kalau arya pasti sudah pulang.
Setiap ruangan ia periksan namun ia tak menemukan keberadaan arya di dalam apartemen ituh, karin akhirnya berpikir kalau arya memang tidak pulang lagi ke apartemen.
Sedangkan disisi lain, arya masih sibuk dengan semua berkas yang ada di meja nya, hingga tak berapa lama bela masuk kembali ke ruangannya, membawa beberapa berkas dan melegakannya di mejanya.
"Apa masih ada lagi?" tanya arya pada adiknya bela, "hmmm, ada beberapa lagi dan ada tiga pertemuan lagi, memangnya kenapah?" tanya bela.
__ADS_1
"hemmm, tidak aku hanya ingin pulang lebih awal sajah" jawab jujur arya, "ouh begituh" balas bela.
" hmmm yasudah lah aku keluar lagi" kata bela, ia pun melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar namun sebelum tangannya menyentuh pintu ia melihat ke arah aldo yang sangat sibuk dengan semua berkas yang ada di tanga nya.
Sedangkan aldo yang sadar kalau dirinya sedang di perhatikan oleh bela, langsung menoleh ke arah pintu dimana bela berada,
"Aku tau, aku sangat tampan tapi kau tak perlu memperhatikanku sampai segitunya" ucap aldo dengan lantang yang bahkan sampai terdengar oleh arya.
"cih kau pede sekali aku hanya melihat pemandangan di belakan mu bukan bukanya melihat mu" ujar bela dengan ketus, " cih kau tidak pandai sekali dalam berbohong, jelas jelas di belakangku hanya ada rak buku dan berkas-berkas" ujar aldo yang membuat bela kesal dan langsung keluar dari ruangan arya.
__ADS_1
karin baru sajah bersiap siap untuk keluar dari apartemen namun saat ia keluar dari pintu tanpa sengaja matanya melihat kamera cctv di ujung apartemen yang dekat dengan tangga, tiba-tiba karin terpikirkan untuk melihat rekaman cctv ituh, ia hanya ingin melihat apakah pikiran buruknya tentang arya benar atau salah.
Ia akhirnya melangkah menuju ruang kendali cctv di apartemen ituh yang berada di lantai dua, saat ia masuk, ia meminta ijin lebih dulu untuk melihat rekaman cctv sekitar tiga hari yang lalu, setelah mendapat kan ijin dari staf akhirnya karin masuk.
Tak butuh waktu lama, akhirnya rekaman cctv ituh di putar kembali, di sana karin memperhatikan dengan seksama, karin melihat di rekaman ituh ketika tengah malam arya keluar dari apartemen, dengan keadaan rapih dan membawa dua koper.
ketika melihat ituh karin menahan air mata nya yang ingin keluar, akhirnya karin berterimakasih pada para setaf karna mau membantunya, saat sudah keluar dari ruang kendali cctv itu barulah karin meneteskan air mata nya yang sudah ia tahan sedari tadi.
karin akhirnya mengerti kalau arya sengaja meninggalkannya, arya menganggap nya sebagai pelacur pribadinya, dan ia sebagai pemuas nafsunya, karinju mengerti mengapa black card itu ada di ranjangnya, itu adalah bayaran nya sebagai pelacur pribadinya.
Karin masuk kembali ke apartemennya, ia masuk dan mengingat semua masa-masa indahnya bersama arya, ia tak menyangka kalau arya akan setega itu padanya, karin sangat menyayangi arya tapi arya ternyata hanya memperalatnya.
__ADS_1
**JANGAN lupa ya
LIKE,KOMEN,VOTE,DAN HADIA YAH** !!!