
Alena terus berjalan, hingga seseorang memanggil namanya, "Alenaaa" ucap aldo sambil melambaikan tangannya ke atas, Alena langsung berlari berhamburan memelekuk aldo, kakak yang sangat ia rindukan sejak lama.
Aldo membalas pelukan ituh dengan erat, karna sama halnya dengan Alena, aldo juga sangat merindukan alena, hingga akhirinya mereka melepaskan pelukannya, aldo memilih untuk mengantar Alena ke apartemennya lebih dulu, karna ia tak punya waktu banyak ia harus segera kembali ke kantor.
Di perjalanan ke apartemen alena terus-terusan menceritakan semua kisahnya ketika di korea, aldo tersenyum mendengar semua kisah bahagia sang adik, karna itu berarti ia tak salah telah mengirim Alena untuk melanjutkan sekolah di korea.
Setelah mengantar Alena ke apartemennya aldo segera bergegas ke kantor lagi, karna ia harus menemani arya untuk miting dengan klayen setengah jam lagi.
*****
Hari sudah mulai malam, jam bahkan sudah menunjukan pukul 19:30, seorang gadis menunggu kedatangan seseorang dengan gelisah, pikirannya terus di isi oleh pikiran buruk, ya gadis ituh adalah karin sedari sore ia terus menunggu kedatangan arya, karin bahkan sudah menelpon arya berkali kali namun nomor arya tak aktif.
.
.
.
Sedangkan di sisi lain, arya ternyata memilih untuk pulang kerumahnya dari pada ke apartemennya, karna arya masih merasa kesal pada karin, ia juga sengaja mematikan ponselnya agar karin tak menelpon nya.
Bela masuk ke kamar arya tanpa permisi, membuat sang pemilik kamar menjadi kesal, "Kalau masuk ke kamar ituh permisi ke, main nyelonong masuk aja" ucap arya pada bela.
__ADS_1
Sedangkan gadis ituh hanya terkekeh sambil garuk-garuk kepala, "Ah sudah lah ka aku datang ke kamar muh hanya untuk bertanya sesuatu" ucap bela membuat arya mendekat ke arah bela karna penasaran.
Bela terdiam sebentar dan akhirnya melanjutkan pertanyaannya kembali,
"kak apa kakak sudah mengetahui siapa yang telah melemparkan darah ke kaca mobil ku" tanya bela.
"Hmmm aku dan aldo belum menemukan orang yang telah melemparkan darah ke kaca mobil mu, memang ada apah?" tanya arya penasaran.
"Mmmm sebenarnya tadi ada yang mengirimkan paket padaku" ucap bela pelan.
"Memang apah isi paket ituh?" tanya arya.
"Apa pesannya" tanya arya.
"Mmmm di pesan itu tertulis, bahwa orang tuaku adalah seorang pembunuh, dan kakak telah menghancurkan hidupnya itu yang tertulis di sanah kak" ucap bela tanpa ada yang di tutupi.
Arya tampak berpikir apa yang di maksud pesan ituh, dalam pikirannya berpikir apa itu mungkin salah satu musuhnya, karna tak ingin membuat bela khawatir, arya akhirnya menyuruh bela agar kembali ke kamarnya dan jangan khawatir mengenai hal ituh.
.
.
__ADS_1
.
*****
Ke beaokannya di sore hari, arya baru sajah selesai miting dengan klayen nya, dan ia mengajak klayen nya untuk ikut makan bersama di salah satu restoran di sanah.
Namun ketika mereka sedang asik makan seorang gadis menghampiri meja mereka,ya gadis ituh adalah karin, tadi karin tak sengaja melihat arya, dan tanpa pikir panjang karin langsung mendatangi meja arya.
"Sayang kenapah semalam kau tak pulang, kenapah kau tak mengangkat telpon ku, apa kau masih marah padaku" pertanyaan bertubi-tubi ituh keluar dari mulut karin begitu sajah, sedangkan arya dia terlihat marah pada karin karna manurutnya karin telah mempermalukan nya.
Arya berpamitan pada klayennya dan menitipkan semua urusan pada aldo, arya mencengkram tangan karin dengan kuat, menariknya keluar dari restoran ituh dan membawanya ke mobil, arya menyetir bak orang kesetana, sedangkan karin terus menangis bayang-bayang tragedi kecelakaan dulu membuatnya bergetar ketakutan.
.
.
.
...*************...
KLIK👇
LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH YAH😊
__ADS_1