
Arya ikut berbaring di samping karin, tak berapa lama arya tertidur pulas dengan tangan yang memeluk karin.
Sinar matahari mulai masuk ke kamar ituh, dan menandakan bahwa pagi telah tiba.
Karin terbangun lebih dulu dari arya, karin merasa berat di perutnya,tapi ketika ia melihat ternyata ada tangan besar arya yang sedang memeluknya.
Seketika karin melotot menyadari jika mereka tidur berdua, kain membangunkan arya dengan perasaan cemas.
" kakak... kak...kak bangun lah, cepat bangun" arya yang mendengar langsung melihat ke arah karin.
"Iyah apah, kenapah kau sudah ribut Pagi-pagi begini" kata arya dengan suara khas bangun tidur nyah.
"Kakak kita tidak melakukan ituh kan semalam" tanya karan sambil menundukkan kepalanya.
Arya yang mendengar ituh langsung tersenyum, arya mencium dahi karin lalu turun ke bibir, "Hmmmmm Aku tidak melakukan apapun padamu" ucap arya pada karin.
"Hmmmmm syukur lah kalau tidak terjadi apa-apa semalam" kata karin sambil bernafas lega.
"Tapi kalau kamu mau, aku bisa melakukannya" ucap arya yang langsung menarik lengan karin untuk kembali berbaring lagi.
__ADS_1
Dengan cepat arya mengubah posisinya menjadi di atas tubuh karin, karin melotot karna merasa terkejut.
"Kak apa yang akan kakak lakukan?" tanya karin merasa cemas.
"Syuuut, berhentilah memanggilku kakak, karna aku bukan kakak mu, aku ini kekasih mu" ucap arya dengan jari telunjuk yang menempel di bibir karin.
"lalu aku harus memanggil apah" ucap karin dengan polos.
"Sayang apa kamu belum pernah pacaran sebelumnya, jika kau mau bisa panggil sayang saja" ucap arya sambil menatap karin.
"Hmmmm aku memang belum pernah berpacaran sebelumnya jadi aku tidak tau sayang"ucap karin dengan jujur.
Mereka terus berciuman, tapi sesekali arya menghentikan ciuman nya, agar mereka besa mengambil nafas lebih dulu, dan melanjutkannya, ciuman arya pun turun ke leher karin dan menyisakan bekas kepemilikan arya.
Tak berapa lama arya menghentikan ciuman ituh di kala suara ponsel arya berbunyi, menandakan kalau ada yang menelponnya.
Dengan segera arya turun dari ranjang dan mengambil ponsel miliknya, sedangkan karin langsung merapihkan bajunya.
Arya melihat nama orang yang menghubunginya adalah mamahnya, dengan segera arya langsung mengangkat panggilan telpon tuh.
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar kenapa kamu pergi kembali tanpa memberitahu mamah hah"
ucap seseorang di telpon yang tak lain adalah mamah arya.
"Mah di bali aku hanya sebentar ko ada urusan pekerjaan"
ucap arya yang merasa takut karna sebelumnya dia belum pernah di marahi mamahnya.
"awas kmu pulang nanti mamah akan menghukumu"
ucap mamah arya yang langsung mematikan sambungan telponnya.
Arya tau saat pulang nanti ia pasti akan habis di marahi mamah kesayangannya ituh.
Arya pun membalikkan badannya tapi ia tak melihat keberadaan karin, ternyata ketika arya sebuk dengan ponselnya karin langsung keluar dari kamar arya menuju kamarnya.
Arya merasa kesal karna aksinya terhenti, ia pun akhirnya memutuskan untuk mandi dan menemui kari ke kamarnya.
karin yang sedang merapihkan kamarnya terkejut melihat arya yang sudah berada di dalam kamarnya dengan memakai baju kemeja tipis putih dan celana pendek di atas lutut berwarna crem.
__ADS_1
Sedangkan arya terpukau melihat penampilan karin yah hanya memakai celana jeans di atas lutut, tenktop berwarna hitam yang memperlihatkan pusarnya, di padukan dengan kemeja putih yang menerawang.