
Pagi pun tiba, jam sudah menunjukan pukul
06:30 arya terbangun dari tidurnya, ia seakan sudah lupa dengan apa yang sudah ia lakukan semalam pada seorang gadis yang mencintai nya dengan tulus.
Arya melangkah ke arah kamar mandi, ia berniat menyegarkan tubuhnya, ia berendam di bat up, tiba-tiba arya teringat kembali kepada gadis yang telah ia gagah semalam, sejenak ia berpikir bagai mana kondisi gadis ituh sekarang, namun ia langsung mengalihkan semua pemikiran yang tentang gadis ituh.
Selesai mandi ia berjalan menuju walk in closet, untuk mencari pakaian kerja nya, ia memilih mengenakan setelan jas hitam.
Selesai mengenakan pakaian ia berjalan keluar dari kamar, ia menuruni tangga menuju meja makan.
****
.
.
.
.
Sedangkan di tempat lain seorang gadis terbangun dari tidurnya, ia merasa tubuhnya terasa pegal di sekujur tubuhnya, ia mendudukkan tubuhnya walau badanya terasa sakit.
__ADS_1
Gadis ituh melihat ke segala arah, ia melihat kamar yah sudah seperti kapal pecah, seketika ingatannya kembali mengingat kejadian mengerikan semalam, dan tanpa sadar air matanya lolos begitu saja turun ke pipi lembutnya.
Ia turun dari ranjang menuju kamar mandi, ia menatap pantulan dirinya di cermin, ia melihat di sekujur tubuhnya banyak bekas kepemilikan arya, 15 menit kemudian karin keluar dari kamar mandi ia melangkah kan kakinya ke arah lemari pakaian namun sebelum itu matanya malah tertuju pada sebuah benda yang tergeletak di atas ranjang.
Karin yang tadinya berniat mengambil pakaian, mengurungkan niatnya setelah melihat benda di atas ranjang, ia melangkah ke arah ranjang lalu mengambil benda ituh, dan yah karin bukanlah gadis bodoh yang tak tau apa yang ia pegang sekarang, karin tau apa yang ia pegang sekarang itu adalah sebuah black card salah satu kartu jenis kartu kredit yang hanya di miliki oleh orang kalangan atas, karin juga tau karna kartu itu lah yang saat itu di berikan padanya oleh arya saat balanja dulu namun ia tolak karna takut merepotkan arya.
Karin merasa bingung mengapa black card itu ada di kamarnya, namun sedetik kemudian ai berpikir mungkin ituh terjatuh dari saku arya semalam, dan ia berniat akan mengembalikannya saat arya sudah pulang kerja.
****
.
.
.
.
Yah itu adalah Alena, adik dari asisten aldo, sejak pertama kedatangannya ke Indonesia memang Alena lebih sering sendiri di apartemen karnan aldo selalu sebuk dengan pekerjaannya, hingga tak ada waktu untuk bersantai bersama sang adik.
Alena datang sendiri ke mall, walau ia sebenarnya tak tau daerah ituh, ia berbelanja banyak di sanah karna memang niatnya untuk menghabiskan uang kakak nya, dan untuk bersenang senang.
Alena membeli banyak sekali barang hingga tangannya begitu penuh dengan paper beg,
__ADS_1
ia membeli banyak pakaian, alat kosmetik, sepatu, tas dan masih banyak lagi.
****
Sedangkan di tempat yang sama, di mall besar ituh seorang pria dengan setelan baju putih lengan pendek, jaket hitam dan celana jeans, berjalan dengan tegap di kerumunan orang di mall ituh.
Pria ituh terus berjalan hingga tak sadar ia tak sengaja menyenggol tangan seorang gadis dan membuat semua paper bag si gadis pun terjatuh, pria itu berinisiatif membantu gadis ituh, namun ketika ia melihat gadis ituh, ia seperti mengenalnya tapi dia lupa siapah.
"Ah, apa sebelumnya kita pernah bertemu,karna wajahmu terasa tak asing bagiku" tanya pria ituh, Alena yang di tanya seperti itu langsung memperhatikan wajah pria ituh, dan seketika ia ingat saat pertama ia datang ke indonesia ia tak sengaja menyenggolnya di bandara.
"Ah, ia aku ingat kau yang pernah ku senggol saat di bandara ituh kan, hmmm...namamu alex bukan" ucap Alena dan membuat alex teringat kembali pada seorang gadis yang saat di bandara pernah menyenggolnya.
.
.
.
.
...****************...
JANGAN LUPA 👇
__ADS_1
LIKE, VOTE, KOMEN , DAN KASIH HADIAH YAH