JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Membujuk


__ADS_3

Kini malam semakin larut setelah pemakaman arga, karin hanya diam tatapannya kosong, dia juga hanya memeluk foto putranya, dia tidak ingin makan atau pun minum.


Kini jam menunjukan pukul 8 pagi, karin masih berdiam diri di kamae, tak mau di ganggu, karin bahkan masih belum makan ataupun minum, tadi tante rosa sempat masuk ke dalam kamar karin mengantarkan makanan, namun makanan ituh tak di sentuh sama sekali oleh karin.


Di saat ini keenan baru sajah tiba di kediaman tuan gibran, setelah menempuh beberapa jam dari korea ke indonesia.


"tante apakah kakak masih tidak mau berinteraksi dengan orang lain?" tanya keenan.


"Belum keen, coba kamu yang membujuknya pasti mau" ujar tante rosa.


"Baiklah aku akan menemuinya" ucapa keenan.


Keenan pun menaiki anak tangga menuju ke kamar karin, sesampainya di depan kamar ituh, keenan terlebih dulu mengetuk pintu barulah dia masuk ke kamar karin dengan perlahan, keenan melihat kakak nya yang selalu ceria kini murung tatapanya juga begitu kosong.


"kak, kakak tidak boleh seperti inih, arga juga pasti sedih di sanah melihat kakak seperti inih" ucap keenan.


"Ah arga aku lupa dia belum sarapan pasti dia menunggu ku di bawah" ucap karin sambil turun dari ranjang dan langsung menuruni tangga.


"arga sayang kamu dimana, ayo makan dulu sayang, momy minta maaf, momy terlambat turun, sayang kemari lah makan dulu baru lah main" ujar karin, sesampainya di meja makan karin seolah mencari keberadaan putranya.


"kak arga sudah tiada kak" ucap keenan.


"kamu inih ngomong apah sih keen, sembaramgan ajah keponakan kamu itu masih hidup tau" kesal karin pada keenan.

__ADS_1


"kak sudahlah" ucap keenan yang tidak tahan lagi melihat kakak nya yang mencari putranya yang sudah tiada.


"ada apah" ucap om gibran yang datang bersama alex dan tante rosa.


"om tante, arga mainya kemana sih ko gk ketemu-ketemu, dia itu belum makan tapi udh main ajah" ujar karin.


"sayang sadarlah nak, arga sudah tenang di sanah" ucap tante rosa.


"kalian itu kenapa dih anak aku itu masih hidup tau" karin pun kembali naik ke karanya.



Keenan merasa tidak peecaya nasib kakak nya akan seperti inih, keenan terduduk lemah memikirkan karin kedepanya.


"apa kak karin akan tetap seperti ituh" ucap keenan.


"kita doakan sajah semoga karin bisa cepat mengiklaskan arga" ucap om gibran.


"arya...arya...aryaaa" teriak aldo.


"apa sih berisik banget, ga bisa apah manggil gk usah teriak-teriak" ucap arya yang kesal.


"Aku ituh mau menginpokan hal yang penting tau" ucap aldo.

__ADS_1


"hal penting apah?" tanya arya.



"Lo tau ga anak lo kemarin meninggal, lo ga mau liat gituh" ucap aldo.


"Ya terus kenapah kalau udah meninggal?" tanya arya cuek.


"Astaga arya bisa-bisanya lo kaya ginih, yang meninggal itu anak loh darah daging loh, ko bisa sih loh setega ituh" ucap aldo yang kesal.


"Terus emang harus gimana?" tanya arya cuek.


"Heh bego loh pulang temuin karin, dia pasti sangat terpuruk banget, loh tega apah ngebiarin dia kaya gituh" ucap aldo.


**BUAT SEMUA PEMBACA SETIA NOVEL YANG BERJUDUL


"JANGAN TERUS PAKSA AKU"


YANG MINTA LANJUT KOMEN YAH.


DUKUNG TERUS YANG CERITA NOVEL INI.


TERUS LIKE,VOTE,KOMEN, DAN KASIH HADIAH YAH**!!!

__ADS_1


__ADS_2