JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Aborsi


__ADS_3

waktu begitu cepat berlalu, kini j bahkan sudah menunjukan pukul 18:30, di jalan yang begitu sepi, hanya ada pepohonan di kedua sisi jalan ituh, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi namun tak berapa lama berhenti.


Sang pengendara wanita ituh keluar, ia adalah bela yang baru sajah pulang dari kantor dengan menggunakan rute lain, namun naas bela malah mengalami pecah ban di jalan, yang mengharuskan dia berhenti di tengah jalan yang sepi.


"Ah sial sekali sih, kenapah ban ku malah pecah di tengah jalan yang seperti inih" kesal bela.


Hingga setengah jam bela menunggu orang yang melintasi jalan ituh, namun sayang tak ada yang melintasi jalan ituh sama sekali, di bagasinya memang ada ban serep dan dongkrak namun bela tak bisa menggunakannya.


Hingga ada satu mobil yang melintas berlawanan arah dengan mobil bela, pengendara itu menghentikan mobilnya, namun saat sang pengendara keluar dari dalam mobilnya, itu membuat bela terkejut, karna pengendara mobil ituh ternyata adalah Aldo.


Aldo keluar dari mobilnya lalu melihat ban belakang mobil bela yang pecah, dengan segera ia membuka jas yang ia kenakan, lalu menggulung tangan kemeja yang sedang ia pakai, tanpa berkata apa pun aldo langsung mengeluarkan dongkrak dan ban serep dari bagasi mobil bela.


Bela memperhatikan aldo yang tengah mengganti ban mobilnya, setengah jam pun berlalu akhirnya aldo selesai mengganti ban mobil bela.


"Inih" ucapa bela yang memberikan sebuah tisu basa untuk aldo, aldo hanya mengambil tisu ituh lalu kembali berjalan menuju mobilnya.


"kak aku ingin berbicara dengan mu" ucap bela, dan perkataan ituh mampu membuat aldo menghentikan langkahnya.


"tak ada yang perlu di bicarakan lagih, anggap sajah semua ituh tak pernah terjadi" ucap aldo dengan nada dingin, aldo pun kembali melangkah.


"Kakak pikir hanya kakak yang merasakan sakit, tidak kak, bahkan rasa sakit yang aku rasakan lebih dari pada kakak" teriak bela sambil menitihkan air matanya.



"Apa kakak tau rasanya jadi aku, sakit kak, sakit, apa yang kakak rasakan saat kakak terbangun ternyata kakak sudah kehilangan harta yang paling berharga dalam hidup kakak, bahkan tanpa tau siapa yang mengambilnya" teriak bela sambil terus menangis.


"Apa kakak juga merasakan ketakutan, setelah kakak tidak tau siapah yang mengambil kesucian kakak, lalu kakak tiba-tiba sajah mengandung anak pria ituh, dan kakak tak tau siapa orangnya" ucap bela.


Aldo mulai mendekat kearah bela, ada rasa bersalah di hati aldo pada bela.

__ADS_1


"aku tak punya siapa-siapa kakak juga tau ituh, aku di besarkan oleh tante melin dan om rian, aku tidak ingin mengecewakan mereka kak" ucap bela dengan nada lirih.


"adai saja kakak mengatakan bahwa kakak yang telah mengambilnya" ucap bela yang semakin menjadi tangisannya.


Flashback


Brakk.


Aldo melemparkan sebuah map coklat ke meja.


"Bukalah" ucap aldo sambil menahan emosi, dengan cepat bela membuka map coklat ituh, seketika bela terkejut dengan isi map ituh.


"inih kakak... Mmmm dari mana kakak mendapatkan inih" ucap bela dengan gugup, bela sangat takut karna aldo mengetahui rahasianya.


Di dalam map ituh terdapat surat dari dokter kalau bela hamil, di sana juga ada foto USG, dan yang lebih menegangkan di dalamnya terdapat surat-surat prsetujuan aborsi.


"iii...iyah" ucap bela gugup, dan ketakutan.


"kau benar-benar tak punya hati bel, bagaimana bisa kau begitu tega membunuh bayi yang belum lahir, bahkan itu adalah anak kandungmu" teriak aldo yang mulai tak bisa mengendalikan emoaimya.


"Lalu aku harus bagaimana hah, apa kata orang jika aku hamil tanpa adanya suami, dan keluargaku pasti akan kecewa padaku, lagi pula apa masalah mu hah, kau tak ada urusan dengan hidup ku" teriak bela yang terbawa emosi juga.


"karna aku ayahnya, aku ayah dari bayi yang kau kandung, AKU ALDO BIYORKA WILLIAM ADALAH AYAH DARI ANAK MU" teriak aldo.


Bela terdiam tak paham dengan yang di katakan oleh aldo, "apa maksud mu?" tanya bela.


Aldo menceritakan semua kejadian yang dulu menimpa bela, tanpa melebih-lebihkan, aldo berkata dengan jujur, perkataan aldo membuat bela terkejut, bela menangis lalu pergi dari apar temen aldo.


Flashback of

__ADS_1


Aldo memeluk bela dengan erat, begitu pula sebaliknya.


"Kakak maafkan aku" ucap bela di sela tangisannya, sambil masih memeluk aldo.


.


.


.


...****************...


.


.


.


.


**JANGAN LUPA YAH SEMUA PEMBACA NOVEL YANG BERJUDUL


"JANGAN TERUS PAKSA AKU**"


**IKUTI TERUS YAH ALUR CERITANYA SAMPAI TAMAT


GAK LUPA JUGA NIH AUTOR INGETIN JANGAN LUPA


LIKE,KOMEN,VOTE, DAN KASIH HADIAH YAH**!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2